
Flash back on…
Arkana baru saja pulang dari luar kota dan setelah membersihkan diri ia langsung menuju ke tempat Qania untuk memberikan kejutan pada kekasihnya itu. Ia tahu bahwa malam ini Qania sedang berada di sekolahnya untuk mengadakan acara reuni. Di tengah perjalanan Arkana menghentikan mobilnya karena merasa tidak asing dengan anak lelaki yang sedang mendorong motornya.
Arkana melambatkan mobilnya menyamai lelaki yang sedang mendorong motornya itu lalu membuka kaca mobilnya.
“Syaquile” panggil Arkana.
Yang dipanggil pun menoleh dan langsung tersenyum lega karena baginya bala bantuan sudah datang.
“Kak Arka, oh syukurlah kau datang disaat yang tepat. Aku sudah lelah mendorong motorku” ucapnya setelah berhenti dan memarkirkan motornya.
“Ayo naik, biarkan motormu disini dulu. Nanti kita ambil, kakak mau jemput Qania dulu” ajak Arkana.
Syaquile bergegas masuk ke mobil Arkana di sebelah kursi kemudi, kemudian mereka segera menuju ke sekolah Qania.
Tak berselang lama mereka sudah sampai dan langsung masuk ke dalam lingkungan sekolah. Acara reuni diadakan di lapangan basket sehingga mereka kesulitan mencari Qania.
“Arkaaa” panggil Elin.
“Eh Lin, Qania mana?” tanya Arkana.
“Qania lagi duduk noh di depan kelas katanya dia merasa panas di seluruh tubuhnya setelah meminum sirup, anehkan” cerita Elin.
“Panas? Qania sakit?” beo Arkana.
“Nggak kok, dia baik-baik aja tapi dia bilang udara disini sangat panas padahal nggak tuh” jawab Elin.
“Memang dia nggak salah makan gitu? Mungkin dia alergi?” terka Arkana.
“Kakak nggak punya riwayat alergi kak” sahut Syaquile.
“Astaga Ka, gue baru ingat tadi gue papasan sama Juna dan yang paling bikin gue sama Qania kaget itu ternyata dia donatur acara ini” pekik Elin membuat Arkana tersentak.
“Brengsek! Ini pasti sudah di rencanakan dan dia pasti sudah mencampurkan sesuatu ke minuman Qania” umpat Arkana yang kemudian bergegas menuju ke tempat dimana Qania duduk.
“Sayang kau kenapa?” tanya Arkana yang langsung berjongkok di depan Qania yang sedang duduk di bangku di depan ruang kelas.
“Sayang hei kau disini? Aku merasakan tubuhku panas, entahlah aku kenapa tiba-tiba jadi begini. Aku ingin pulang saja” ucap Qania kemudian berdiri.
Arkana memapah Qania, ekor matanya tidak sengaja melihat Juna yang sedang menatap kesal padanya dan juga mengepalkan tangannya.
“Elin lo pulang sama siapa?” tanya Arkana sambil memapah Qania masuk ke dalam mobil.
“Oh gue sama Yoga, hehe” jawab Elin terkekeh.
“Oh good. Ya udah gue sama Qania dan Syaquile pulang dulu” ucap Arkana kemudian menutup kaca mobil dan pergi meninggalkan lingkungan sekolah.
Arkana mengendarai mobilnya dengan perasaan tak karuan karena Qania terus saja mengatakan bahwa dirinya kepanasan padahal AC di mobil sudah dinyalakan.
Arkana menepikan mobilnya lalu menatap Syaquile dan Qania bergantian.
“Syaquile apakah kau bersedia menikahkan aku dengan Qania?” tanya Arkana dengan serius.
“Appaa?” pekik kakak dan adik itu bersamaan.
“Tapi kenapa?” tanya Syaquile lemas.
“Juna, dia sudah mencampuri minuman Qania dengan obat perangsang dengan dosis tinggi dan sepertinya dia berniat ingin menghancurkan kakakmu dan untung saja kita datang tepat waktu. Kau tahu tahu, meskipun kakakmu sudah kita mandikan berkali-kali pasti efeknya akan tetap ada” jelas Arkana.
“Jadi?” tanya Syaquile yang masih begitu polos.
“Jadi demi mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang diinginkan maka sebaiknya kakak menikahi kakakmu agar tidak menimbulkan dosa” lanjut Arkana.
“Baiklah kak, aku bersedia” sahut Syaquile pasrah, bagaimana pun ia merasa takut karena itu adalah hak kedua orang tuanya namun demi kebaikan ia akan maju dan membantu kedua kakaknya itu.
“Bagaimana denganmu sayang? Mau kah kau menikah denganku malam ini? Mau kah kau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya dan kita akan hidup bersama hingga kita tua dan menutup mata?” tanya Arkana yang menyempatkan diri untuk mengatakan kata romantis dalam keadaan genting.
“Aku tentu bersedia, tapi bagaimana dengan pernikahan kita yang dua bulan lagi?” tanya Qania lemas.
“Nanti akan kita pikirkan, sekarang kita cari dulu pak imam atau orang yang bisa menikahkan kita” ucap Arkana mencoba mengefisienkan waktu.
“Baiklah, aku menurut saja. Ughh badanku terasa semakin panas” ucap Qania berusaha membuka bajunya.
__ADS_1
“Jangan dibuka sayang, tahanlah sebentar lagi” ucap Arkana sambil menekan tombol panggil di kontak Rizal.
“Hallo Zal gue butuh bantuan lo sekarang juga, ini sangat darurat dan tolong lo beliin gue seperangkat alat sholat dan Al-Qur’an dan nanti lo bawa ke alamat yang nanti gue kasih tahu. Sekarang ya” ucap Arkana yang tanpa menunggu jawaban dari Rizal langsung mematikan ponselnya dan segera melajukan mobilnya.
Ditengah jalan tiba-tiba saja Arkana menginjak rem secara mendadak karena ada perkelahian di depannya. Ia hampir saja menabrak bapak yang terlempar ke depan mobilnya. Dengan cepat Arkana turun dan menghampiri bapak tersebut.
“Ada apa pak?” tanya Arkana sambil membantu bapak itu berdiri.
“Mereka berusaha memukuli saya karena tidak terima kalau saya sudah menikahkan gadis yang dia sukai dengan pria lain yang dijodohkan dengan gadis itu” jawab bapak itu.
“Hei jangan ikut campur urusan kami” hardik salah satu pria yang memukuli bapak itu.
“Kalian jangan main hakim sendiri ke bapak ini, dia hanya melakukan tugasnya dan ini bukan salahnya” teriak Arkana.
“Jangan banyak omong lo. Semuanya serang dia” teriaknya lagi.
“Bapak cepat masuk di kursi belakang karena di depan ada tunangan saya. Saya akan mengatasi mereka” pinta Arkana.
Dengan berat hati bapak itu menuruti keinginan Arkana dan segera masuk ke mobil saat Syaquile membukakannya pintu.
“Kak aku bantuin” teriak Syaquile yang baru saja turun dari mobil.
“Mari kita selesaikan ini bersama” ajak Arkana sambil menyeringai.
“Hati-hati” teriak Qania memperingatkan.
Syaquile yang memang jago silat langsung bisa menghajar orang-orang itu bersama Arkana yang jago karate dan berbagai jenis bela diri. Tanpa membuang waktu lama kedua pria itu berhasil melumpuhkan tujuh orang yang menyerang mereka.
Arkana dan Syaquile kembali masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya menjauhi tempat itu. Setelah merasa cukup aman, Arkana menepikan mobilnya.
“Bapak mau kemana?” tanya Arkana.
“Saya mau pulang nak, bisa antarkan saya pulang?” tanyanya.
“Bisa pak. Oh iya kalau tidak salah tadi bapak bilang mereka menyerang bapak karena bapak sudah menikahkan seorang gadis? Apa bapak ayah gadis itu?” tanya Arkana, dalam hati ia sedikit berharap kalau bapak ini bisa menolongnya.
“Oh itu benar dan saya juga bukan orang tua gadis itu. Saya seorang pegawai Kantor Urusan Agama yang bertugas untuk menikahkan atau yang biasa disebut penghulu. Oh iya nama saya Kasim” ucapnya sambil memperkenalkan diri.
Arkana bernapas lega, harapannya menjadi kenyataan dan ia sangat bersyukur dalam hati.
“Kalau boleh tahu kenapa saya harus menikahkan kalian malam ini? Semua ada prosedurnya nak, tidak bisa sembarangan menikahkan orang” ucap bapak tersebut dengan lembut.
“Begini pak, kami sebenarnya akan menikah dua bulan lagi. Tapi tadi tunangan saya menghadiri acara dan disana ada orang yang sengaja mencampurkan minumannya dengan obat perangsang. Untung saja kami datang tepat waktu, kalau tidak pasti tunangan saya ini sudah, ah entah lah saya tidak bisa membayangkannya pak” cerita Arkana.
“Astagfirullah” Pak Kasim menatap mata Arkana yang tidak menunjukkan kebohongan disana. Ia terharu dengan kejujuran dan tindakan anak muda di depannya ini.
“Saya takut dia dan saya tidak bisa menahan hasrat pak, saya rasa bapak bisa tahu efek dari obat perangsang. Saya tidak ingin berdosa dan menodai tunangan saya pak. Tolong” pinta Arkana memohon.
“Baiklah, mungkin pertemuan kita bukan kebetulan melainkan sudah diatur oleh yang maha kuasa. Saya akan membantu kalian, mari kita ke KUA sekarang, saya akan membantu mendaftarkan pernikahan kalian” ucapnya menyetujui.
“Alhamudlillah” ucap ketiganya.
“Tapi pak tolong buku nikahnya jangan dicetak dulu. Nanti saja saat pernikahan kami dua bulan lagi dan bapak yang akan menjadi penghulunya” cegat Arkana.
“Kenapa?” tanya pak Kasim heran.
“Apakah bapak mengenal Setya Wijaya dan Zafran Sanjaya?” tanya Arkana.
“Ya, yang satu pengacara kondang dan yang satu lagi ketua DPRD” jawab pak Kasim tanpa ragu.
“Pengacara itu papa saya dan ketua DPRD itu papa dari tunangan saya dan adiknya ini. Jadi kami tidak ingin mengecewakan mereka. Buatlah saja nanti saat kami akan menikah untuk yang kedua kalinya dan tolong tanggalnya tanggal hari ini saja, bisa kan pak?” papar Arkana.
“Tentu. Wah suatu kehormatan untuk saya menikahkan anak dua orang yang tersohor di kota ini” ucapnya bangga.
Arkana, Qania dan Syaquile akhirnya bernapas lega. Arkana pun segera mengirim pesan kepada Rizal untuk membawa permintaannya ke KUA.
Mobil Arkana memasuki pekarangan KUA bersamaan dengan motor Rizal yang datang bersama Fero yang diboncengi Rizal dengan membawa seperangkat alat sholat dan juga Al-Qur’an.
Mereka semua pun masuk, Qania dan Arkana diminta untuk mengambil air wudhu dulu sementara yang lain menunggu di aula nikah.
Saat ini Arkana dan Qania sudah duduk di depan penghulu dan Syaquile serta Rizal dan Fero sudah duduk di sisi kiri dan kanan mereka.
“Wahai Arkana Wijaya bin Setya Wijaya, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan seorang perempuan yang bernama Qania Salsabila binti Zafran Sanjaya yang walinya telah menyerahkannya kepada saya dengan mahar seperangkat alat sholat dan kitab suci Al-Qur’an dibayar tunai, terima”,.
__ADS_1
“Saya terima nikah dan kawinnya Qania Salsabila binti Zafran Sanjaya dengan mahar tersebut tunai lillahita’alah”,.
“Bagaimana para saksi?”,.
“Saahhh” teriak Fero, Rizal dan Syaquile.
“Alhamdulillah” ucap pak Kasim kemudian membacakan doa.
Qania menitikkan air matanya karena saat ini ia sudah berganti status dan pria yang amat ia cintai sudah menjadi suaminya.
“Sekarang kita akan melakukan prosesi pembatalan air wudhu” ucap pak Kasim lalu menuntun Arkana
Pak Kasim memegang tangan Arkana lalu mengarahkan kedua ibu jari Arkana ke alis Qania dan Arkana mengusap alis itu dengan lembut. Setelah itu Arkana mencium mesra dahi Qania lalu Qania mencium punggung tangan Arkana.
“Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Sebenarnya saya ingin memberikan sedikit khotbah nikah tapi saya kasihan melihat nak Qania yang sudah kepanasan dan terlihat sangat memprihatinkan” ucap pak Kasim sambil menatap iba pada Qania.
“Terima kasih pak, kalau tidak ada bapak kami tidak tahu harus bagaimana” ucap Arkana lalu menciumi punggung tangan pak Kasim bergantian dengan Qania.
“Iya pak, saya sangat berterima kasih” tambah Qania.
“Semua sudah takdir dari Allah, ini bukanlah kebetulan melainkan sudah ditakdirkan terjadi dan kita bertemu. Sebaiknya kalian cepat menolong Qania” ucap pak Kasim legowo.
“Oh iya pak, biar bapak diantar oleh teman-teman saya ya” ucap Arkana berpamitan.
“Zal tolong antar pak Kasim pakai mobilku bersama Syaquile dan Fero. Gue sama Qania bakalan pulang ke rumah gue pakai motor lo dan lo nanti nyusul” imbuhnya.
Arkana dan Rizal saling bertukar kunci kendaraan mereka dan dengan cepat Arkana membawa Qania ke rumahnya dengan menaiki motor Rizal.
*
*
Syaquile, Fero dan Rizal duduk di sofa di dalam kamar Arkana sambil menunggu Arkana yang sedang memandikan Qania di dalam kamar mandinya. Sudah hampir sejam, Qania sempat menggigil tapi ia kembali lagi merasakan panas dan Arkana kembali lagi memandikannya.
Arkana belum ingin menyentuh Qania meskipun mereka sudah sah, ia tidak ingin melakukan itu dengan kondisi Qania dalam pengaruh obat. Begitulah yang ia katakan pada semua yang ada di kamarnya.
Qania tertegun dengan ucapan Arkana itu, ia sangat terharu dengan kesetiaan Arkana dan sikap Arkana yang tidak ingin menyentuhnya dalam keadaan dalam pengaruh obat.
Tidak hanya Qania, Syaquile adik Qania itu juga sangat bangga dengan sikap kakak iparnya begitu pun dengan dua sahabatnya. Jika mereka yang ada di posisi Arkana maka mereka akan langsung on fire saja di atas ranjang. Tapi kembali lagi dia adalah Arkana Wijaya yang mencintai Qania Salsabila dengan sepenuh hati.
“Sepertinya Qania akan sakit jika lo terus memandikannya Ka. Sebaiknya lo pakai cara terakhir deh, lagian Tuhan pun nggak bakalan ngelarang. Gue kasihan sama Qania, bibirnya sudah gemetar dan ini sudah tengah malam, nggak baik dia mandi di jam segini berkali-kali Ka” saran Rizal saat melihat Qania sudah gemetar.
“Iya kak, lagian sudah halal juga” timpal Syaquile.
“Benar bro, kita pergi aja. Kita pamit ya” sambung Fero.
“Gimana sayang?” tanya Arkana pada Qania.
“Ya sudah, lakuin aja. Toh kita akan beribadah juga, aku milikmu Ka. Tolong jangan siksa aku lebih lama dalam keadaan ini. Dari atas sampai bawah diriku semua halal untukmu” ucap Qania yang sudah terkulai lemas karena terus diguyur air oleh Arkana tadi.
“Baiklah, dengan senang hati sayang” ucap Arkana menyeringai.
“Kau yang mengndangku baby” bisik Arkana di telinga Qania yang berada dalam dekapan Arkana membuat Qania terangsang.
“Apa kalian akan menonton adegan dua puluh satu plus hah?” sindir Arkana.
“Eh hehe, kalau gitu kita pamit” ucap Rizal terkekeh.
“Kita pamit bro, selamat bermalam pertama dan cepat beri kami kabar baik ya kalau udah jadi telinganya” ledek Fero membuat Arkana mendengus.
“Kakak aku tinggal ya, sekarang kakak udah jadi tanggung jawabnya kak Arkana. Kakak ipar, aku titip kakakku yang bawel ini ya, jaga dia. Jangan buat dia nangis atau aku akan mengambilnya kembali” ucap Syaquile lirih.
Arkana tertegun begitu pun dengan Qania. Mereka sempat melihat air mata yang menetes dari mata Syaquile yang dengan cepat ia hapus agar tidak dilihat namun sayangnya itu sudah terlihat dengan jelas. Arkana dan Qania langsung mendekap Syaquile, ucapan terima kasih terus terucap dari mulut Arkana.
“Makasih ya dek, kamu hati-hati dan besok kakak akan pulang. Kabari kakak kalau mama dan papa sudah kembali ke rumah” ucap Qania sembari mengusap air matanya dan melepas pelukannya.
“Pasti kak” jawab Syaquile.
“Sekali lagi terima kasih dek, kakak tidak akan pernah melupakan jasamu hari ini dan kakak berjanji akan memenuhi semua keinginanmu tadi” ucap Arkana sembari mengusap rambut Syaquile.
Setelah ketiga orang itu meninggalkan kamar Arkana, ia segera mengunci pintu kamarnya dan entah apa yang mereka lakukan di dalam, Syaquile pun tidak mengetahuinya.
Flash back off…….
__ADS_1
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Terima kasih sudah membaca 😊😊🤗🤗