
jam menunjukan pukul 14.30 WIB, rena yg sudah siap dengan gaun dan make up simplenya
tok .. tok ..
" nona rena dipanggil nyonya "
" ya bi sebentar rena turun "
rena bersiap turun kebawah menghampiri kedua orang tuanya, tapi langkahnya menjadi ragu entah kenapa dia selalu teringat ucapan AGUNG SETIAWAN
bagaimana tidak pria itu mengatakan dengan entengnya akan menjadikan dia istrinya
" oh tuhan, kenapa sih aku kepikiran dia terus, atau memang aku mengharapkannya meminangku " gumamnya
rena masih mematung ditempatnya tidak bergerak sampai seseorang membuyarkan lamunannya
" ren kenapa diam disiru ayo turun " ucap mama rena, mama menyusul rena keatas karena putrinya itu tidak turun juga
mereka berjalan beriringan menuruni tangga sang pangeran yg sedari tadi melihat dari bawah pun tersenyum malu melihat sang pujaan hati begitu cantik mengenakan gaun itu
" ya tuhan, makhluk ciptaan-Mu ini sangat cantik " gumamnya
" gung " sadar ayahnya
" ya pah " sadar dari lamunannya
sedangkan sang pujaan yg ditatap pun merasa heran dengan kehadiran agung dan keluarganya, ia tidak menyangka dengan apa yg dilihatnya
gadis yg selama berhari-hari uring-uringan itu tersenyum dengan kehaditan pangeran tampannya
*** ehm cie renata pangerannya dateng tuh lamarannya jangan ditolak ya 😁***
mereka duduk berhadapan, mata agung sama sekali tidak berkedip memandang sang gadis tercinta, rena pun hanya menunduk malu karena baru pertama kali dia mengenakan gaun seperti ini
" cantik " bisiknya
" terima kasih " hanya rena yg mendengar kerena orang tua mereka sedang dalam obrolan yg serius
" jadi nak rena anak om ini hendak meminang nak rena jadi istrinya apakah nak rena bersedia " papah agung langsung to the point tanpa basa basi
" ya om insya allah rena bersedia kalau emang kak agung serius " hawabnya malu-malu
" kakak gak salah " pikir agung, karena selama ini mereka selalu memanggil dengan sebutan loe gue
" syukur alhamdulillah jika nak rena setuju, jadi kita bisa langsung segera melaksanakan pernikahan karena tidak baik menunda terlalu lama " ucap papah rena
" ya benar lebih cepat lebih baik " timpal mama rena
saat kedua orang tua mereka sedang mengobrol, kedua sejoli yg sedang dimabuk asmara itu sedang duduk ditaman samping rumah sambil memandang air kolam yg jernih
__ADS_1
" ekhm .. jadi aku sudah membuktikan bukan kalau aku serius sama kamu " ucap agung sedikit canggung mengubah panggilan aku kamu
" iya, aku juga gak nyangka kak agung beneran mau melamarku" rena malu
" ren " dia menggenggam tangan gadisnya
" mungkin selama ini aku terkesan seperti playboy, tapi jujur aku belum pernah pacaran apa lagi sampai tidur dengan banyak wanita, sejak pertama ketemu kamu dikantin kampus aku selalu memikirkanmu, gadis jutek dan tomboy ini selalu hadir dimimpiku " ucapnya menyakinkan rena bahwa dirinya serius menjadikan rena nyonya SETIAWAN
" ya, kak aku coba buat mempercayai kakak dan menerima kakak jadi suamiku "
" terima kasih ya renata " dia mencium punggung tangan calon istrinya
sementara itu ditempat lain calon pengantin sedang memilih gaun di butik untuk pernikahannya, sang calon mertua pun dengan telaten memilihkan gaun mana yg cocok dengan calon mantunya itu
" bunda ini udah gaun keberapa " tanya amel karena dia sudah bolak balik ruang ganti untuk mencoba gaun pernikahan
" maaf ya amel sayang bunda jadi terlalu semangat karena semua gaun yg kamu coba sangat cocok sama kamu nak " jawabnya antusias
" ya bunda maaf ya amel jadi marah sama bunda "
" no honey, jangan minta maaf, gimana kalau kita suruh ditya aja yg memilih " usul bunda
" tapi kan kak ditya lagi kerja bunda " ucap amel sedikit ragu mengingat sang calon suami sedang dikantor
" tidak apa sayang bunda yg hubungi aku pilih gaun yg lain dulu "
" ya bunda "
tut ... tut ... tut ... panggilan memang terhubung tapi entah kemana perginya sang pemilik hp
dikantor rangga aditya hermawan sedang rapat dengan para staf karena ada proyek baru sebenarnya dia ingin menyerahkan proyek itu kepada ayahnya mengingat dirinya akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat tak mungkin kan dia bisa menghandle semua, tapi sang ayah menolak dan hanya berkata
" kamu coba urus dulu kalau dirasa tidak bisa akan ayah bantu" begitulah katanya
ditya pun semakin kesal karena rapat ini berlangsung sangat lama akhirnya aditya yg kehilangan kesabaran pun segera beranjak dan ingin menyudahi rapat
" jika dalam waktu 1 minggu kalian belum dapat ide itu, kalian semua yg ada disi saya pecat " dia benar2 marah
Brak
suara pintu dibanting seluruh staf yg ada diruangan pun kaget bukan main
sang asisten sekaligus tangan kanan nya pun pergi menyusul si boss
tok .. tok ..
" masuk "
" boss anda bisa tenang sedikit " ucap doni sedikit takut
__ADS_1
" don kau tau sendiri pernikahanku dan amel sebentar lagi dan gara-gara proyek sial ini, hari ini aku jadi terkurung disini " kesalnya
" maksud anda boss " doni bingung dengan ucapan boss nya itu
" hari ini harusnya aku menemani amel fitting baju pernikahan " dia semakin kesal dengan pertanyaan doni
saat ditya masih dengan emosi yg meluap telfon kantor berbunyi
kring .. kring ..
deni secepat kilat menyambar telfon tersebut karena dia tau kalau boss nya sedang marah enggan mengangkat telfon dari siapa pun
" ya, haloo"
" ya, bu baik akan saya sampai kan "
doni menutup telfon tersebut
" siapa don "
" nyonya boss beliau berpesan anda harus pergi ke butik yg biasa nyonya datangi " ucap doni
" kenapa memang "
" saya kurang paham boss"
" baiklah kamu handle semua ini, saya pergi dulu "
" ok "
segera setelah mendapat kabar dari bundanya ditya pun melajukan mobil mewahnya menembus jalanan ibu kita yg sedikit macet mengingat hari ini akhir pekan
setelah sampai dibutik ditya mencari keberadaan bundanya, semua tamu yg ada di dalam butik memandang pria tampan itu
lengan kemeja yg digulung setengahnya dan dua kancing paling atas dibuka membuat pria itu sangat seksi dan tampan tak heran para wanita pengunjung butik memandangnya tak berkedip
" ditya " panggil bundanya
" ya "
" kamu itu dari mana aja sih ditelfon gak diangkat, telfon kantor juga doni yg jawab habis ngapain kamu" tanya bunda panjang seperti kereta
" maaf bunda ditya gak tau tadi ada rapat tetang proyek baru, jadi ditya silent ponselnya sekali lagi ditya minta maaf ya " ditya memelas pada bundanya dengan puppy eye nya
" ya sudah bunda maafin "
__________________________________________
sampai sini dulu ya para pembaca tersayang insya allah author janji update lagi
__ADS_1
😘😘
SEE YOU SOO