
sepanjang perjalanan pulang menuju rumah orang tuanya, cerita Faris masih terngiang-ngiang di pikirannya. Orang tua Faris adalah sahabat Papa Bagas semasa SD.
Awalnya Sastra berniat untuk singgah di apartemen nya sementara, namun niat itu diurungkannya , ia ingin cepat-cepat tiba di rumah menemui mamanya.
setelah memarkirkan mobilnya, Sastra berlari kecil masuk kedalam rumah mencari sosok wanita yang sangat dicintainya itu.
"mama... mama... Sastra pulang"
setelah melihat mama Lisa sedang asyik menonton TV, Sastra segera menghampirinya dan memeluknya dengan erat "Sastra sayang mama" ucapnya dengan pelan.
Lisa tersenyum bahagia melihat sifat manja anaknya itu, dia juga bersyukur meski Sastra sudah tumbuh menjadi sosok yang dewasa namun Sastra tidak pernah malu untuk bermanja pada dirinya.
terbersit sedikit kekhawatiran di hati Lisa "akankah sifat Sastra akan sama ketika Sastra mengetahui fakta yang sebenarnya?" gumam Lisa dalam hati.
"manja banget sih anak mama, kenapa nih?" tanya mama Lisa sambil mengelus lembut pucuk kepala Sastra.
__ADS_1
"gak apa-apa ma, nanti malam Sastra bakalan dinas keluar kota, bakalan rindu mama" manja Sastra sambil tetap bergelayut manja di bahu sang mama.
"berapa lama nak?"
"paling cepat 3 hari paling lama seminggu"
"ya udah geser sana, biar mama siapin kebutuhanmu selama disana"
"gak usah mama, biar Sastra siapin sendiri"
setelah memasukkan beberapa helai pakaian dan keperluan lainnya Sastra mengistirahatkan badannya sejenak, masih ada waktu sekitar 3 jam lagi sebelum berangkat. baru lima menit tergolek Sastra sudah tertidur dengan lelapnya.
sementara di lain tempat, Faris pun melakukan hal yang sama dengan Sastra. setelah itu Faris bermain dengan kelinci-kelinci peliharaannya sebentar. tak lupa juga untuk mengingatkan bik minah untuk merawatnya selama dia pergi. tak terasa waktu semakin sore, Faris bergegas membersihkan diri bersiap untuk berangkat. Faris makan malam bersama dengan bik Minah yang sudah dia anggap sebagai ibu kandungnya.
tak berapa lama setelah makan, terdengar suara klakson mobil dari luar,
__ADS_1
"bik, sepertinya tuan Sastra sudah datang. saya pamit ya bik" ucap Faris manyalam tangan bik minah, setelah itu pergi keluar menemui tuannya.
disana sudah berdiri Sastra dan Bagas beserta istrinya, malam ini mereka akan diantar oleh papa bagas.
"lho kok om sama tante ikut?" tanya Faris setelah duduk didepan kemudi mobil. Dia menggantikan Faris menyetir.
"iya nih tantemu ngotot ikut ngantarin kalian ke bandara" jawab Bagas.
Faris pun segera melajukan mobil menuju bandara, perjalanan nya terasa sangat singkat karna mereka asyik bercerita selama diperjalanan. Faris tak bisa menahan tawanya ketika mama Lisa berulang kali mnegingatkan Sastra untuk tidur teratur, makan teratur , minum vitamin dan lain sebagainya. Sastra tak ubahnya seperti anak kecil yang hendak camping.
setelah tiba dibandra Faris segera mngurus keberangatan mereka , Sastra dan kedua orang tuanya duduk manis di ruang tunggu menikmati cemilan ringan yang dibawa nya dari rumah, hingga terdengar sebuah instruksi yang menandakan bahwa Sastra dan Faris harus segera menaiki pesawat.
"jaga diri kalian baik-baik dan jangan terlalu lelah" pesan bagas kepada kedua pemuda tampan itu.
setelah faris dan sastra sudah tidak terlihat lagi, Bagas mengajak istrinya untuk pulang karna besok pagi Bagas harus kekantor. meski sudah menyatakan dirinya pensiun, namun Bagas tidak lepas tangann begitu saja, dia akan tetap membantu putraya jika sedang melakukan perjalanan bisnis keluar kota seperti saat ini.
__ADS_1