
belum sempat rena melanjutkan bicaranya dia mendapat telefon dari rumah sakit bahwa alicia putri meninggal dunia
bagai petir disiang bolong kabar itu membuat rena sangat terpukul
" ren kenapa loe " agung panik melihat rena histeris
setelah beberapa hari rena dan keluarga nya pun pergi meninggal kan jakarta sebelum pergi ia menyempatkan diri berziarah kemakam alicia putri
" terima kasih alicia kamu sudah mau menggantikan sahabatku, maaf karena ke egoisan ku kamu begini "
ya alicia putri yg meninggal bukanlah sahabatnya melainkan korban lain yg berada di bus yg sama dengan lia, dengan kondisi yg lebih parah dan dia juga sudah tidak punya keluarga
sebenarnya rena gak tega dengan ditya harus merahasiakan semua kenyataan ini tapi ini semua demi kesembuhan lia
mengingat kejadian 5 tahun lalu pun membuat rena kembali bersedih dia merasa sangat bersalah memisahkan pasangan itu setiap hari ditya menangisi makam alicia putri yg bukan kekasihnya
" loh kok kamu nangis sih " agung khawatir rena kenapa-napa
" gak aku jadi merasa bersalah sama kak ditya, aku udah bohongin dia tentang kematian alicia putri, aku tau dia sangat terpukul mendengar kabar itu bahkan setelah 5 tahun pun dia masih belum bisa move on " tangis rena kembali pecah dia sadar bahwa dia sudah berbuat dosa
" sudah, sudah semua udah lewat jangan di ingat lagi toh si ditya sekarang sudah bahagia dengan gadis yg sangat dia rindukan selama 5 tahun " agung mencoba menenangkan rena
" iya dia emang sudah bahagia tapi aku selalu merasa bersalah sama mereka " rena masih saja menyalahkan dirinya
" rena sayang dengerin aku, awalnya saat aku gak tau kenapa kamu bisa tega memisahkan mereka dan mengatakan bahwa alicia putri telah meninggal, aku pun sempat kecewa dan gak habis pikir kenapa kamu bisa ngelakuin itu
tapi setelah mama menceritakan semuanya aku paham, bahwa kamu cuma mau dia sembuh kamu mau dia bisa seperti dulu lagi jadi jangan nyalahin diri kamu sendiri ok " agung mengecup lembut tangan rena
" iya aku harus berdamai dengan masa lala " rena mulai tersenyum
" nah gitu dong senyum kan jadi tambah sayang "
pagi hari rena bangun dengan mata yg sembab karena semalam rena menangis sampai tertidur, dia bahkan lupa kapan dia pulang
" habis sudah mama sama papa pasti ngomel nih " gumamnya
tok .. tok suara pintu diketuk
" sayang kamu udah bangun, mama masuk ya
rena yg masih belum sadar sepenuh nya dengan apa yg terjadi semalam pun hanya duduk mematung
__ADS_1
" rena kamu kenapa " mama mencoba menyadarkan rena dari lamunannya
" ya mah gak papa kok " jawab rena kikuk
" ya udah mending kamu mandi dulu biar seger terus langsung turun sarapan ya, udah jangan dipikirin papa gak marah kok " seolah mama tau apa yg rena pikirkan
" ya mah
setelah mama pergi rena bergegas mandi dan ganti baju setelah selesai dia pun turun untuk sarapan dengan orang tuanya
" morning mah, pah " rena bergantian mencium pipi orang tuanya
" morning juga " jawab papa rena datar
" pah ingat darah tinggi gak boleh marah-marah " mama mengingatkan papa agar ngomong baik-baik dengan putrinya
" huuuft ... rena apa yg terjadi semalam kenapa kamu pulang dalam keadaan tertidur dan habis menangis apa kalian berantem " tanya papa to the point
" gak kok pah rena gak berantem sama kak agung "
" memang ya kalian pasangan yg serasi " papa hanya tersenyum mengingat apa yg calon mantunya ucapkan semalam
rena meluap kan keluh kesahnya dipelukan sang kekasih sampai tertidur
agung yg sudah tidak mendengar rena berbicara pun panik takutnya rena pingsan
" rena " panggil nya
" tertidur ternyata "
agung pun mengangkat rena ala bridal style, dia mendudukkannya dengan hati-hati, sebelumnya dia sudah menghubungi orang tua rena bahwa putrinya tertidur dan akan mngantarkan pulang kerumah
setelah mendengar kabar dari calon mantunya itu mereka langsung pulang dan meninggalkan padangan pengantin baru dihotel agar tidak ada yg mengganggu
mobil melaju menembus jalanan ibu kota, malam semakin larut akhirnya setelah menempuh perjalanan mereka sampai dirumah keluarga agata agung kembali menggendong rena masuk kedalam
setelah meletakan rena diranjangnya dia pun pamit karena mama dan pembantu rumah tangga rena akan menggantikan baju putrinya
" agung duduk dulu sebentar ada yg mau papa omongin sama kamu " ucap papa rena
" iya pah "
__ADS_1
mereka duduk berhadapan,
" apa yg terjadi dengan kalian kenapa rena pulang dalam keadaan seperti itu, tadi kalian pamitnya baik-baik dan sekarang ... " papa menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan bicaranya
agung yg mendengar pun hanya menundukkan wajah nya memang karena dia lah rena menangis
" sebelumnya maaf pah, kami memang sempat berselisih paham tadi tapi semua sudah baik-baik saja, lalu saat saya mengajak rena ketaman air mancur menari dia mengingat kenangan lama dan menangis saya yg gak tega hanya mendengarkan dan menjadikan sandarannya saja supaya dia tenang " jawab agung kikuk
" kenangan lama, haaa .. anak itu masih belum bisa berdamai dengan diri sendiri ternyata " papah yg sudah paham pun tak banyak bertanya
" ya sudah kamu pulang istirahat malam semakin larut " sambungnya
" kalau begitu saya permisi pah Assalamualaikum "
" waalaikumsalam "
flashback off
" ya sudah papah gak akan tanya lagi karena papa paham dengan yg kamu rasakan, papa hanya gak ingin kamu menyesal dengan keputusan kamu mumpung semua belum terlambat "
" maksud papah apa, papah mau rena sama kak agung batalin rencana pernikahan kami gitu gak akan " ucap rena sedikit kesal
" ya sudah habisin sarapannya jangan berantem lagi, " mama melerai pertengkaran ayah dengan putrinya
" ya sudah habis ini ikut papah ke kantor "
" aku pah "
" iya lah masa mamah "
" ok deh "
mereka pun melanjutkan sarapan bersama
__________________________________________
Cerita rena dan agung masih berlanjutnya dan untuk pasangan suami istri nanti dulu ya biarkan mereka menikmati malam penganten nya
lanjut besok ya selamat malam have a good night 🥰😘💙💙
SEE YOU SOON
__ADS_1