Selamanya Cinta

Selamanya Cinta
Pertemuan


__ADS_3

Arkana melangkah lebih dulu ke arah rumah Qania, ia sudah tidak sabar untuk mengikat Qania dalam hubungan yang lebih serius lagi. Sementara Qania di dalam kamarnya sudah selesai berdandan dibantu oleh mamanya. Seperti yang sudah di sepakati bersama kedua keluarga memakai atasan kemeja kotak-kotak berwarna hijau hitam dan bawahan berwarna hitam.


Qania nampak sangat cantik dengan kemeja dan rok lipit berwarna hitam menutup hingga lutunya. Dengan atasan diselipkan di dalam rok dan rambutnya di sanggul menyisakan anak rambut di depan untuk menemani poninya.


“Arkana udah datang” gumam Qania, ia begitu gugup.


Sementara di luar Arkana mengetuk pintu, tak lama kemudian bibi datang dan membukakan pintu.


“Eh den Arkana, sama papanya ya. Silahkan masuk, saya akan memanggilkan bapak dan ibu” ucap bibi kemudian pergi setelah Arkana dan papanya masuk dan duduk di ruang tamu.


“Permisi bu, pak, tamunya sudah datang” ucap bibi saat melihat kedua majikannya turun dari tangga sambil bergandengan.


“Baik bi, tolong makan malamnya di atur dan ditata dengan baik ya bi” pinta Alisha.


“Baik bu, saya pamit ke ruang makan dulu” jawab bibi kemudian pergi.


Dengan begitu degdegan Alisha melihat Setya dan Arkana tengah duduk di ruang tamu, ia begitu bahagia akan pertemuan ini dan begitu bingung apa yang akan ia katakan pada suami sahabatnya itu setelah sekian lama.


“Selamat malam” sapa Zafran, keduanya berdiri di depan Arkana dan Setya.


“Malam om, tante” balas Arkana kemudian berdiri menyalimi kedua calon mertuanya itu bergantian.


Sementara Setya yang dari tadi masih sibuk dengan ponselnya saat mendengar sapaan itu langsung mematikan ponselnya.

__ADS_1


“Selamat ma...lam. Zafran?” Setya begitu terkejut melihat pasangan suami istri di depannya.


“Setya” sapa Zafran.


“Alisha” panggil Setya.


“Iya mas, ini kami” jawab Alisha yang sudah tidak bisa membendung air matanya.


Ketiganya berpelukan dan menangis seperti anak kecil, melepas kerinduan yang selama ini mereka rasakan. Arkana diam mematung melihat papa dan kedua calon mertuanya saling berpelukan diselingi tangis haru. Begitu pun dengan Qania yang baru saja turun dari tangga, ia sangat bingung melihat adegan tersebut.


Qania menghampiri Arkana dan langsung menanyakannya.


“Ada apa?” tanya Qania berbisik.


“Entah, aku juga nggak tahu” jawab Arkana masih dalam mode bingung.


Ketiganya langsung melepas pelukan dan menghapus jejak air mata di wajah mereka kemudian berbalik menghadap ke arah anak-anak mereka.


“Arkana sini nak” panggil Alisha.


Arkana yang masih bingung menurut saja, ia berjalan kearah Alisha dan tanpa menunggu lama Alisha langsung mendekap tubuh Arkana dan menciumi pipinya.


“Ini ternyata kamu nak, maafkan tante yang tidak mengenalimu selama ini” ucap Alisha yang kembali mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


“Maksud tante?” akhirnya Arkana bertanya.


“Sebaiknya kita duduk dan membicarakan ini” ajak Zafran.


Setelah semuanya duduk dengan posisi Zafran dan Alisha serta Qania di tengah mereka pada sofa yang berhadapan dengan sofa yang di duduki oleh Arkana dan Setya.


“Jadi Qania dan Arkana, mama, papa dan om Setya, kami adalah sahabat. Lebih tepatnya mama kamu Arkana, dia adalah sahabat sejak kecil mama kamu Qania. Namun sayang setelah kepergian Ayu, papa kamu begitu terpukul dan berusaha menutupi kesedihannya dengan sibuk bekerja dan meninggalkan kami disini. Setya pindah ke luar kota membawa Arkana yang masih bayi, dan semenjak hari itu kami sudah tidak pernah bertemu lagi. Kami kehilangan kontak dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing hingga tidak mendapatkan waktu untuk saling mencari satu sama lain. Saya mendengar kabar kesuksesan Setya dan sangat ingin menemuinya namun disaat yang bersamaan jabatan saya sebagai wakil rakyat dan juga pengusaha membuat saya hampir tidak memiliki kesempatan untuk menemuinya. Dan akhirnya malam ini..” cerita Zafran panjang lebar mengenang kisah mereka.


“Ya dan akhirnya malam ini rencana itu terwujudkan juga, saya sangat terkejut dan bahkan belum bisa percaya” sambung Setya.


“Iya mas, ternyata rencana Tuhan jauh lebih indah dari yang kita bayangkan” ujar Alisha tersenyum begitu manis.


“Qania masih belum mengerti” ucap Qania menggelengkan kepalanya.


“Aku juga pa, coba jelaskan padaku rencana apa sebenarnya yang kalian maksud. Dan bagaimana dengan anak kerabat papa yang di sudah di jodohkan denganku?” tanya Arkana membuat Qania menatapnya begitu dalam.


“Di jodohkan?” tanya Qania dengan bibir bergetar.


“Maafkan aku Qania, tapi percayalah aku hanya mencintaimu dan hanya akan menikah denganmu, aku tidak akan menerima perjodohan dari almarhumah mamaku” tegas Arkana berusaha meyakinkan Qania.


“Tapi itu amanat mamamu Arkana, aku akan mundur” ucap Qania kemudian berlari meninggalkan ruang tamu.


Namun ketika ia mendekati anak tangga menuju ke lantai atas, sang papa memanggilnya.

__ADS_1


“Qania kembali lah kemari dan bicarakan ini dengan baik-baik” suara lantang papanya langsung membuat air matanya terjatuh.


______


__ADS_2