Selamanya Cinta

Selamanya Cinta
Jangan Pergi


__ADS_3

Maaf sebelumnya kalau lambat upnya, soalnya author sedang ada acara keluarga 😁


_____


Qania berlari tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekitarnya, ia terus berlari menuju ruang operasi yang tadi disampaikan oleh Rizal. Kedua orang tua Qania beserta adiknya mengikuti dari belakang dengan perasaan gelisah.


“Zal gimana Arka Zal, gimana?” tanya Qania sambil menarik kerah baju Rizal di depan ruang operasi.


“Sabar Qan” isak Rizal.


“Setya, apa yang terjadi dengan Arkana? Bukannya tadi dia datang menemui Qania di acara wisudah, kenapa tiba-tiba saja sudah mengalami kecelakaan?” tanya Zafran pada Setya yang duduk di depan pintu ruang operasi. Zafran ikut duduk sambil merangkul bahu Setya mencoba menyalurkan kekuatannya.


“Arka datang ke wisudah Qania?” beo Rizal.


“Iya Zal” jawab Qania yang masih sesenggukan.


“Tapi Qan, dia kecelakaan saat dia baru akan datang ke kampusmu” ujar Rizal membuat Qania hampir saja jatuh pingsan karena tidak mampu lagi menahan sesak di dadanya di tambah lagi kenyataan bahwa yang tadi menemuinya itu hanya roh Arkana saja, untung saja adiknya dengan sigap menahan tubuh Qania.


“Nggak mungkin Zal, tadi bahkan dia ngajak gue buat selfie. Tapi saat aku balik dari ngambil hp, kamu nelepon dan ngabarin kalau Arkana kecelakaan dan saat aku lihat Arkana udah pergi” cerita Qania membuat Rizal dan Fero merinding.


“Apa mungkin Arkana datang pamitan sama lo Qan?” celetuk Fero yang membuat semua mata menatap tajam padanya.


“Upss, apa gue salah bicara ya?” gumam Fero kemudian menunduk.


Ruang operasi terbuka, dokter yang menangani Arkana keluar dengan raut wajah tegang. Setya dan Zafran yang tengah duduk di depan pintu ruang operasi itu langsung berdiri dan bertanya kepada dokter yang umurnya berkisar lima puluh tahun itu.


“Gimana anak saya dok?” tanya Setya cemas.


“Ada yang bernama Qania Salsabila Wijaya disini?” tanya dokter tersebut.


“Ada Qania, tapi dia Qania Salsabila Sanjaya” jawab Alisha.


“Tapi pasien tadi sempat mengatakan pesan untuk istrinya yang bernama Qania Salsabila Wijaya” ujar dokter tersebut.

__ADS_1


“Itu kakak saya dok” seru Syaquile yang sedang memegangi kakaknya.


“Tap
”,.


“Kenapa dengan suami saya dok? Apa terjadi sesuatu pada suami saya dok? Cepat katakana, bagaimana keadaan suami saya?” teriak Qania histeris namun masih dalam rangkulan adiknya.


“Mohon maaf sebelumnya, kami dari tim dokter sudah berusaha semampu kami tapi Tuhan berkehendak lain” ucapnya getir.


“Jangan bercanda dokter! Suami saya pasti baik-baik saja” bentak Qania diiringi tangisannya.


“Mohon maaf nyonya, Tuhan lebih menyayangi suami anda. Maaf tapi saya juga harus menyampaikan pesan ini, suami anda meminta saya untuk memberikan ponselnya pada anda dan dia meminta anda untuk tegar dan jangan terpuruk dalam keadaan, saya permisi” ucap dokter tersebut seraya menyodorkan ponsel milik Arkana dan langsung Qania terima.


“Nggak, nggak mungkin Arkana ninggalin aku. Arkana nggak mungkin tinggalin kakak kan Syaq? Arkana udah buat janji-janji pada kakak dan dia harus menepatinya” teriak Qania histeris kemudian berlari masuk ke ruangan operasi.


Qania menutup mulutnya saat melihat tubuh Arkana ditutupi kain putih. Kakinya seakan tidak bisa digerakkan, ia ragu untuk mendekat tapi ia juga ingin melihat sendiri dan memastikan kalau lelaki itu memanglah Arkananya.


“Hikss, tidak Arkana, tidaaaaaaaakkkkk” teriak Qania saat membuka kain yang menutupi tubuh Arkana.


Teriakan Qania terdengar sampai keluar sehingga semua yang ada di luar langsung masuk dengan perasaan cemas.


“Hikss, Arka haruskah kau meninggalkan papa nak, hiksss” tangis Setya yang kini duduk di lantai seakan ia tidak mempunyai tenaga lagi untuk berdiri.


“Arka, kamu ninggalin mama dan papa Zafran Ka? Kamu ninggalin kita semua begini? Kamu ninggalin Qania dan pesta pernikahan kalian tiga hari lagi? Jangan bercanda Ka, ini nggak lucu” tangis Alisha sambil membelai wajah Arkana yang seolah sedang tidur itu.


“Bro, lo tega ninggalin kita bro. Lo nggak ingat sama janji lo buat nikahin Qania dan juga mengadakan pesta buat gue sama Gea. Bangun bro, gue nggak suka becandaan yang kayak gini” ucap Rizal sambil mengguncang-guncangkan tubuh Arkana.


Fero sendiri tidak mampu berkata apa-apa, ia hanya bisa menangis dalam diam sambil memandangi mayat Arkana yang sedang digoyang-goyangkan oleh Rizal.


“Kak Arka katanya mau jagain kak Qania. Katanya mau ngasih aku keponakan yang banyak, kakak bangun dong. Siapa yang bakalan jagain kakak aku dari bahaya dan para pria yang akan merebutnya darimu” tangis Syaquile yang sedang memegangi kedua bahu Qania.


“Arka sayang, hei bangun sayang. Ini kau Qania, istrimu. Bangun Ka, udah cukup becandanya dan aku udah kesal banget sama kamu. Kamu nggak mau lihat wajah kesal aku? Ntar hari kamu nggak lengkap loh” ucap Qania sambil membelai sayang wajah Arkana yang sudah pucat itu.


“Rizal stop, kau menyakiti Arkana” teriak Qania yang tidak senang dengan tindakan Rizal.

__ADS_1


“Qania sayang, kamu yang sabar ya nak. Kamu kuat” hibur mamanya kemudian menggantikan Syaquile dan langsung memeluk mamanya.


“Ma, bangunin Arkana dong ma. Kita mau selfie ini, Qania udah bawa kok ponsel Qania” pinta Qania pada mamanya yang membuat mamanya semakin menangis.


“Arkana papa perintahkan kamu untuk bangun sekarang atau papa akan membatalkan pernikahanmu dengan Qania” teriak Zafran yang sudah berderai air mata sedari tadi.


Hening, tidak ada suara sama sekali setelah teriakan Zafran yang membuat mereka terdiam. Tidak ada juga tanda-tanda pergerakan dari Arkana.


“Maaf semua, sebaiknya pihak keluarga menyelesaikan administrasinya dan agar jenazah bisa segera dibawa pulang” ucap suster yang baru saja datang kemudian pergi lagi.


“Tidak ma, tidak. Kenapa suster itu mengatakan Arkanamu sebagai jenazah, aku akan melakban mulutnya itu. Arkana ayo bangun Ka, ayo bangun” teriak Qania yang kini sudah tidak menangis lagi.


Zafran yang tanggap langsung pergi ke bagian administrasi dan segera mengurus kepulangan Arkana. Beberapa orang perawat datang dan langsung mendorong brankar Arkana dan itu membuat Qania tersadar bahwa ini adalah nyata.


“Jangan bawa Arkanaku, kalian harus mengobatinya. Jangan bawa Arkanaku, berhenti” teriak Qania yang kini tangisnya kembali pecah.


“Sayang sabar nak, sabar” ucap Alisha sambil memeluk tubuh anaknya itu.


“Arkana jangan tinggalkan akuuu, aku mohon Ka, aku mohon” tangis Qania yang terus mengejar brankar Arkana yang kini sudah dimasukkan kedalam mobil ambulans.


Qania ikut naik bersama Setya di dalam mobil tersebut, ia terus memegangi tangan Arkana dan terus saja meminta Arkana untuk bangun. Setya hanya bisa memandangi wajah pucat Arkana dengan diam namun air matanya terus saja tumpah.


“Sayang bangun sayang, ku mohon. Bangun sayang, jangan tinggalkan aku. Kamu udah janji untuk terus jagain aku, dan kita akan menikah tiga hari lagi sayang, ku mohon bangunlah” tangis Qania.


“Papa tolong minta suami Qania bangun pa, Qania mohon”,.


Permintaan Qania itu membuat Setya memecahkan tangisnya kemudian memeluk Qania.


“Papa harap papa juga bisa melakukan itu untukmu nak, tapi kenyataannya papa tidak bisa” ucap Setya sambil memeluk Qania.


Qania melepas pelukan Setya darinya dan langsung menatap Arkana dan kembali memegang tangannya. Qania berdoa dalam hatinya meminta agar ada keajaiban yang bisa membuat Arkana bangun.


“Papa, tangan Arkana bergerak pa, tangan Arkana bergerak” teriak Qania saat merasa tangannya seolah digenggam oleh Arkana.

__ADS_1


 


...đŸ„€đŸ„€đŸ„€đŸ„€đŸ„€đŸ„€đŸ„€đŸ„€...


__ADS_2