
Maaf sebelumnya kalau lambat upnya, soalnya author sedang ada acara keluarga đ
_____
Qania berlari tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekitarnya, ia terus berlari menuju ruang operasi yang tadi disampaikan oleh Rizal. Kedua orang tua Qania beserta adiknya mengikuti dari belakang dengan perasaan gelisah.
âZal gimana Arka Zal, gimana?â tanya Qania sambil menarik kerah baju Rizal di depan ruang operasi.
âSabar Qanâ isak Rizal.
âSetya, apa yang terjadi dengan Arkana? Bukannya tadi dia datang menemui Qania di acara wisudah, kenapa tiba-tiba saja sudah mengalami kecelakaan?â tanya Zafran pada Setya yang duduk di depan pintu ruang operasi. Zafran ikut duduk sambil merangkul bahu Setya mencoba menyalurkan kekuatannya.
âArka datang ke wisudah Qania?â beo Rizal.
âIya Zalâ jawab Qania yang masih sesenggukan.
âTapi Qan, dia kecelakaan saat dia baru akan datang ke kampusmuâ ujar Rizal membuat Qania hampir saja jatuh pingsan karena tidak mampu lagi menahan sesak di dadanya di tambah lagi kenyataan bahwa yang tadi menemuinya itu hanya roh Arkana saja, untung saja adiknya dengan sigap menahan tubuh Qania.
âNggak mungkin Zal, tadi bahkan dia ngajak gue buat selfie. Tapi saat aku balik dari ngambil hp, kamu nelepon dan ngabarin kalau Arkana kecelakaan dan saat aku lihat Arkana udah pergiâ cerita Qania membuat Rizal dan Fero merinding.
âApa mungkin Arkana datang pamitan sama lo Qan?â celetuk Fero yang membuat semua mata menatap tajam padanya.
âUpss, apa gue salah bicara ya?â gumam Fero kemudian menunduk.
Ruang operasi terbuka, dokter yang menangani Arkana keluar dengan raut wajah tegang. Setya dan Zafran yang tengah duduk di depan pintu ruang operasi itu langsung berdiri dan bertanya kepada dokter yang umurnya berkisar lima puluh tahun itu.
âGimana anak saya dok?â tanya Setya cemas.
âAda yang bernama Qania Salsabila Wijaya disini?â tanya dokter tersebut.
âAda Qania, tapi dia Qania Salsabila Sanjayaâ jawab Alisha.
âTapi pasien tadi sempat mengatakan pesan untuk istrinya yang bernama Qania Salsabila Wijayaâ ujar dokter tersebut.
__ADS_1
âItu kakak saya dokâ seru Syaquile yang sedang memegangi kakaknya.
âTapâŠâ,.
âKenapa dengan suami saya dok? Apa terjadi sesuatu pada suami saya dok? Cepat katakana, bagaimana keadaan suami saya?â teriak Qania histeris namun masih dalam rangkulan adiknya.
âMohon maaf sebelumnya, kami dari tim dokter sudah berusaha semampu kami tapi Tuhan berkehendak lainâ ucapnya getir.
âJangan bercanda dokter! Suami saya pasti baik-baik sajaâ bentak Qania diiringi tangisannya.
âMohon maaf nyonya, Tuhan lebih menyayangi suami anda. Maaf tapi saya juga harus menyampaikan pesan ini, suami anda meminta saya untuk memberikan ponselnya pada anda dan dia meminta anda untuk tegar dan jangan terpuruk dalam keadaan, saya permisiâ ucap dokter tersebut seraya menyodorkan ponsel milik Arkana dan langsung Qania terima.
âNggak, nggak mungkin Arkana ninggalin aku. Arkana nggak mungkin tinggalin kakak kan Syaq? Arkana udah buat janji-janji pada kakak dan dia harus menepatinyaâ teriak Qania histeris kemudian berlari masuk ke ruangan operasi.
Qania menutup mulutnya saat melihat tubuh Arkana ditutupi kain putih. Kakinya seakan tidak bisa digerakkan, ia ragu untuk mendekat tapi ia juga ingin melihat sendiri dan memastikan kalau lelaki itu memanglah Arkananya.
âHikss, tidak Arkana, tidaaaaaaaakkkkkâ teriak Qania saat membuka kain yang menutupi tubuh Arkana.
Teriakan Qania terdengar sampai keluar sehingga semua yang ada di luar langsung masuk dengan perasaan cemas.
âHikss, Arka haruskah kau meninggalkan papa nak, hiksssâ tangis Setya yang kini duduk di lantai seakan ia tidak mempunyai tenaga lagi untuk berdiri.
âArka, kamu ninggalin mama dan papa Zafran Ka? Kamu ninggalin kita semua begini? Kamu ninggalin Qania dan pesta pernikahan kalian tiga hari lagi? Jangan bercanda Ka, ini nggak lucuâ tangis Alisha sambil membelai wajah Arkana yang seolah sedang tidur itu.
âBro, lo tega ninggalin kita bro. Lo nggak ingat sama janji lo buat nikahin Qania dan juga mengadakan pesta buat gue sama Gea. Bangun bro, gue nggak suka becandaan yang kayak giniâ ucap Rizal sambil mengguncang-guncangkan tubuh Arkana.
Fero sendiri tidak mampu berkata apa-apa, ia hanya bisa menangis dalam diam sambil memandangi mayat Arkana yang sedang digoyang-goyangkan oleh Rizal.
âKak Arka katanya mau jagain kak Qania. Katanya mau ngasih aku keponakan yang banyak, kakak bangun dong. Siapa yang bakalan jagain kakak aku dari bahaya dan para pria yang akan merebutnya darimuâ tangis Syaquile yang sedang memegangi kedua bahu Qania.
âArka sayang, hei bangun sayang. Ini kau Qania, istrimu. Bangun Ka, udah cukup becandanya dan aku udah kesal banget sama kamu. Kamu nggak mau lihat wajah kesal aku? Ntar hari kamu nggak lengkap lohâ ucap Qania sambil membelai sayang wajah Arkana yang sudah pucat itu.
âRizal stop, kau menyakiti Arkanaâ teriak Qania yang tidak senang dengan tindakan Rizal.
__ADS_1
âQania sayang, kamu yang sabar ya nak. Kamu kuatâ hibur mamanya kemudian menggantikan Syaquile dan langsung memeluk mamanya.
âMa, bangunin Arkana dong ma. Kita mau selfie ini, Qania udah bawa kok ponsel Qaniaâ pinta Qania pada mamanya yang membuat mamanya semakin menangis.
âArkana papa perintahkan kamu untuk bangun sekarang atau papa akan membatalkan pernikahanmu dengan Qaniaâ teriak Zafran yang sudah berderai air mata sedari tadi.
Hening, tidak ada suara sama sekali setelah teriakan Zafran yang membuat mereka terdiam. Tidak ada juga tanda-tanda pergerakan dari Arkana.
âMaaf semua, sebaiknya pihak keluarga menyelesaikan administrasinya dan agar jenazah bisa segera dibawa pulangâ ucap suster yang baru saja datang kemudian pergi lagi.
âTidak ma, tidak. Kenapa suster itu mengatakan Arkanamu sebagai jenazah, aku akan melakban mulutnya itu. Arkana ayo bangun Ka, ayo bangunâ teriak Qania yang kini sudah tidak menangis lagi.
Zafran yang tanggap langsung pergi ke bagian administrasi dan segera mengurus kepulangan Arkana. Beberapa orang perawat datang dan langsung mendorong brankar Arkana dan itu membuat Qania tersadar bahwa ini adalah nyata.
âJangan bawa Arkanaku, kalian harus mengobatinya. Jangan bawa Arkanaku, berhentiâ teriak Qania yang kini tangisnya kembali pecah.
âSayang sabar nak, sabarâ ucap Alisha sambil memeluk tubuh anaknya itu.
âArkana jangan tinggalkan akuuu, aku mohon Ka, aku mohonâ tangis Qania yang terus mengejar brankar Arkana yang kini sudah dimasukkan kedalam mobil ambulans.
Qania ikut naik bersama Setya di dalam mobil tersebut, ia terus memegangi tangan Arkana dan terus saja meminta Arkana untuk bangun. Setya hanya bisa memandangi wajah pucat Arkana dengan diam namun air matanya terus saja tumpah.
âSayang bangun sayang, ku mohon. Bangun sayang, jangan tinggalkan aku. Kamu udah janji untuk terus jagain aku, dan kita akan menikah tiga hari lagi sayang, ku mohon bangunlahâ tangis Qania.
âPapa tolong minta suami Qania bangun pa, Qania mohonâ,.
Permintaan Qania itu membuat Setya memecahkan tangisnya kemudian memeluk Qania.
âPapa harap papa juga bisa melakukan itu untukmu nak, tapi kenyataannya papa tidak bisaâ ucap Setya sambil memeluk Qania.
Qania melepas pelukan Setya darinya dan langsung menatap Arkana dan kembali memegang tangannya. Qania berdoa dalam hatinya meminta agar ada keajaiban yang bisa membuat Arkana bangun.
âPapa, tangan Arkana bergerak pa, tangan Arkana bergerakâ teriak Qania saat merasa tangannya seolah digenggam oleh Arkana.
__ADS_1
Â
...đ„đ„đ„đ„đ„đ„đ„đ„...