Selamanya Cinta

Selamanya Cinta
Lamaran


__ADS_3

“Jadi kami..?” Qania bertanya sambil menatap Arkana.


“Jadi yang dimaksud papa kalau aku dijodohkan sama pilihan mama itu sama Qania?” tanya Arkana menatap lekat papanya.


“Ya begitulah” jawab papanya menatap balik Arkana.


“Jadi tanpa sengaja kalian berdua bertemu dan saling menyayangi, tanpa perlu campur tangan kami” ujar Zafran merasa senang.


“Takdir yang begitu indah, terima kasih ma” gumam Arkana sambil menitikkan air matanya.


“Makasih ma” ucap Qania sambil memeluk mamanya.


“Ya sudah, sebaiknya kita makan malam dulu. Setelah itu kita lanjut pembahasan tentang anak-anak kita” ajak Alisha.


“Oke” jawab semuanya serentak membuat Alisha tertawa.


Semuanya berjalan menuju meja makan, disana sudah ada adik Qania bersama bibi yang tengah mengatur hidangan.


“Silahkan semuanya” ucap bibi.


“Makasih bi” jawab Qania.


“Ya sudah, bibi permisi kebelakang dulu” pamit bi Eti.


“Eh jangan bi, sebaiknya bibi ajak yang lainnya untuk makan bersama malam ini, kami akan menunggu” pinta Zafran.


“Ah yang benar tuan?” tanya bibi tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


“Ya, tentu saja. Jangan lama ya bi” jawab Zafran.


“Baik tuan, saya akan segera kembali” ucap bibi yang kemudian berlalu pergi begitu cepat saking bahagianya.


“Hari ini adalah hari kebahagiaan kita semua, aku ingin membaginya dengan semua anggota di rumah ini. Kalian tidak masalah kan?” tanya Zafran.


“Tentu tidak bro, masa lu lupa dulu kita juga biasa makan bareng di pinggir jalan tanpa peduli kasta teman-teman dan perkataan irang tentang makanan dan pengunjung di pinggir jalan” ujar Setya sembari mengingat masa muda bersama Zafran.


“Kapan-kapan kita makan ayam bakar di pinggir jalan lagi ya” ajak Zafran.


“Ide bagus” jawab Setya.


“Kami juga suka makan ayam bakar di pinggir jalan pa” ucap Arkana  sambil menatap Qania yang duduk berhadapan dengannya.


“Oh ya?” tanya Setya menatap ke arah Qania lalu ke arah Arkana.

__ADS_1


“Iya om, kami hampir tiap makan di luar pasti makan ayam bakar” jawab Qania malu-malu.


“Hei panggil papa dong” ujar Setya membuat Qania semakin malu.


“Jadi anak-anak kita menurunkan selera kita ya” ucap Zafran menyela pembicaraan mereka.


“Benar sekali” sahut Setya.


“Permisi tuan, nyonya. Apa benar kami di panggil?” tanya supir papa Qania yang datang bersama bi Eti dan satpam rumah.


“Iya, mari silahkan duduk. Hari ini ada perayaan jadi kita akan makan bersama” jawab Alisha.


“Terima kasih tuan, nyonya” ucap mereka bersamaan.


Alisha dan Zafran mengangguk, kemudian ketiga ART mereka tersebut ikut duduk bersama dan menyantap hidangan makan malam tersebut. Zafran dan Alisha memang selalu mengajak seluruh anggota rumahnya tanpa terkecuali ARTnya untuk makan bersama bila ada perayaan. Itu sebabnya mengapa mereka sangat dihormati dan disayangi orang-orang sekitar mereka bahkan tetangga.


__


 


Acara makan malam pun sudah berakhir, kini anggota inti keluarga tengah berada di ruang tamu untuk membahas hubungan Qania dan Arkana, sementara bi Eti membereskan sisa makanan mereka tadi. Jangan tanya adik Qania, bocah tersebut pasti tengah asyik dengan game di kamarnya.


“Jadi gimana nih selanjutnya?” tanya Setya.


“Ya kami kan pihak gadis, hanya menunggu tindakan dari pihak prianya” jawab Zafran memberi kode pada Setya agar Arkana yang melakukan semuanya.


Qania yang menunduk malu tidak melihat gelagat kedua pria dewasa di dekatnya itu, sementara Alisha sudah tersenyum-senyum geli.


“Bagaimana Arkana?” tanya Zafran.


Arkana yang memang tengah gugup semakin gugup saat Zafran menatapnya lekat.


“Sial, kenapa segrogi ini sih” batin Arkana.


“Sebelumnya terima kasih karena sudah menerima saya dan papa saya untuk datang kesini. Saya juga bingung entah harus berkata apa untuk meminta Qania menjadi milik saya seutuhnya yang sah dimata hukum dan terutama di mata Tuhan. Saya sangat mencintai dan menyayangi Qania, saya ingin memintanya menjadi pendamping hidup saya, bukan karena perjodohan kami melainkan karena memang saya sangat mencintainya dan menginginkannya untuk bersama saya. Saya akan menjaganya dan menyayanginya seumur hidup saya, tidak akan saya biarkan dia menangis ataupun terluka karena saya. Bolehkah saya, Arkana Wijaya meminta Qania Salsabila menjadi pendamping hidup saya hingga kami menua bersama?” ungkap Arkana panjang lebar, mengalahkan rasa gugupnya.


Mendengar ungkapan Arkana tersebut, Qania tanpa sadar menitikkan air matanya karena begitu terharu dan sangat tersentuh dengan kata-kata Arkana. Begitupun dengan Alisha, Zafran dan Setya yang tidak percaya Arkana yang masih muda itu dapat berkata seromantis itu.


“Saya sebagai orang tua Qania memberimu izin, akan tetapi kembali lagi keputusannya kepada Qania” jawab Zafran yang masih kagum.


“Bagaimana Qania, apakah kamu mau menerimaku menjadi pendampingmu?” tanya Arkana menatap Qania begitu dalam.


Qania melirik kearah kedua orang tuanya yang sedang tersenyum kearahnya, seolah keduanya sedang menyuruh Qania untuk menerima. Qania menarik napas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan.

__ADS_1


“Bismillahirrahmannirrahim, dengan memohon restu kedua orang tua saya dan kepada Allah yang menciptakan makhluknya berpasang-pasangan, saya menerima Arkana sebagai pendamping saya dan berharap dia akan menjadikan saya wanita terbahagia di dunia” jawab Qania tak mau kalah puitisnya dengan Arkana.


“Alhamdulillah” ucap semuanya serentak.


“Jadi semua sudah setuju, selanjutnya kita akan mengatur acara mereka” ucap Alisha.


“Bisakah kami bertunangan dulu, Qania ingin menyelesaikan kuliah Qania dulu?” tawar Qania.


“Tentu, kalian memang akan bertunangan dulu belum langsung menikah. Arkana juga harus belajar mengurus perusahaan dulu dan bekerja untuk penghasilannya sendiri agar bisa menghidupi keluarga kalian nantinya” jawab Setya sambil menepuk pundak anaknya itu.


“Terima kasih” ucap Qania sambil tersenyum lebar.


“Jadi kita tinggal menentukan acara pertunangan mereka” ucap Zafran.


“Bagaimana kalau minggu depan, kita laksanakan di salah satu hotel kami pada malam minggu?” usul Setya.


“Apakah tidak terlalu mewah dan berlebihan jika kita mengadakannya di hotel. Lagi pula ini acara pertunangan, jika acara pernikahan barulah kita mengadakannya dengan meriah” ucap Zafran menanggapi.


“Aku rasa itu tidak masalah, lagi pula ini kebahagiaan anak-anak kita dan kamu pun juga merupakan pengusaha sekaligus wakil rakyat, jadi apa salahnya kita mengadakan secara meriah dan mengundang banyak orang” ujar Setya.


“Kamu benar, aku akan mengundang seluruh rakyatku untuk datang” jawab Zafran sembari melempar candaan membuat Setya tertawa lepas.


“Kalian berdua sibuk dengan rencana kalian, apakah sudah bertanya pada yang akan bertunangan maunya gimana” sela Alisha yang sedikit kesal pada dua pria dewasa itu.


“Mereka hanya akan menurut” jawab keduanya serempak.


“Ya sudah bagaimana baiknya saja lah” jawab Qania yang juga pusing dengan kedua pria tersebut.


“Nah itu nurutkan” sahut Zafran sambil tertawa.


“Ya sudah, selebihnya kita serahkan pada nyonya Alisha yang akan mengurus acaranya. Kita akan membantu jika diperlukan” ucap Setya sambil tersenyum menggoda Alisha.


“Ya.ya.ya lagi-lagi kalau urusan acara pasti aku. Andaikan mbak Ayu masib ada, dia pasti yang paling sibuk” kenang Alisha.


“Dia pasti tengah berbahagia disana” sahut Setya.


“Bagaimana kalau kita berkunjung ke makam Ayu beberapa hari sebelum acara pertunangan?” usul Zafran.


“Ide bagus pa” jawab Alisha.


“Iya, kita akan kesana” sambut Setya.


Setelahnya mereka berbincang-bincang membahas apa-apa saja yang akan mereka lakukan dan persiapkan, tentunya diketuai oleh Alisha.

__ADS_1


Setelah merasa semua rencana dan persiapan sudah mereka susun dengan baik, Setya dan Arkana pamit untuk pulang. Waktu pun sudah menunjukkan pukul dua puluh dua lewat tiga puluh menit. Mereka mengantar Arkana dan Setya sampai di halaman, setelah keduanya pergi bersama mobil yang dikemudikan Arkana, Qania dan kedua orang tuanya masuk. Tak lupa pak satpam langsung menutup kembali pintu gerbang rumah tersebut.


_____


__ADS_2