
Teman-teman Qania sudah terlihat memenuhi kafe Arkana, namun Qania belum terlihat juga bersama Arkana. Mereka belum ingin makan sesuatu jika Qania dan Arkana belum juga sampai. Sementara teman-teman Arkana sudah berada disana juga namun tidak tahu posisi Arkana saat ini.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di depan pintu masuk kafe, kemudian pria tampan bergegas turun dan langsung berlari menuju pintu samping untuk membukakan pintu tersebut agar penumpangnya turun.
Ya mereka tidak lain adalah Arkana dan Qania, pasangan yang hari ini fenomenal di kampus karena permintaan maaf Arkana yang melibatkan banyak mahasiswa di kampus Qania.
Merasa bahwa mereka menjadi pusat perhatian dengan jari jemari yang saling bertautan, Qania langsung melepaskan tangannya dan bergegas menghampiri teman-temannya, meninggalkan Arkana sendirian.
"Kalian sudah makan?" tanya Qania.
"Gimana mau makan, mesan aja belum" sahut Rey.
"Loh kok nggak mesan?" tanya Qania bingung.
"Yang punya acara belum datang" timpal Baron.
"Hehe, maaf" tawa Qania.
"Semuanya silahkan pesan makanan dan minumannya" suara lantang Arkana membuat teman-teman Qania bersemangat.
Saat tengah asyik makan bersama teman-temannya, tiba-tiba suara gebrakan meja mengagetkan Qania, Yani dan dua teman lainnya yang makan disatu meja makan.
"Lo yang namanya Qania hah?" tanya wanita itu dengan sinisnya.
Qania tidak langsung menjawab, ia memperhatikan wanita itu dari ujung kaki sampai ujung rambut. Wanita itu berkulit putih cerah, mata bulat, rambut pirang sepunggung, dandanannya agak menor, memakai sepatu kets.
"Siapa wanita dengan pakaian kurang bahan ini?" pikir Qania.
"Orang nanya di jawab dong" bentaknya lagi.
"Iya saya, ada apa?" tanya Qania cuek.
__ADS_1
Byuurrrr.....
Tanpa disangka wanita itu langsung menyiram air putih diatas meja ke wajah Qania, Qania yang kaget langsung berdiri dengan tatapan tajam seakan ingin memangsa wanita yang entah siapa ini.
"Beraninya kau" geram Qania.
"Gue berani sama cewek macam lo. Apa sih yang disukai Arka sampai ninggalin gue demi lo" ucapnya dengan memandang remeh pada Qania.
"Kamu itu siapa hah? Nggak kenal main guyur orang sembarangan" sahut Yani yang juga tersulut emosi.
"Gue Susan pacar Arkana" ucapnya bangga.
"Pa..pacar?" tanya Qania terbata.
"Ya" jawab Susan kemudian melirik penampilan Qania yang hanya mengenakan celana panjang jeans warna hitam dan kaos berlengan seperempat berwarna navy serta rambut yang dikuncir satu agak tinggi dengan poni yang menutupi dahi hingga alis.
"Apa lagi ini? Baru saja Syeril sekarang Susan" keluh batin Qania.
Saat ini Qania, Yani dan dua temannya memang mengambil tempat disudut yang agak jauh dari teman-temannya dan juga Arkana sehingga mereka tidak mengetahui kejadian saat ini.
Saat Susan hendak melanjutkan perkataannya, sebuah tamparan mendarat di pipinya dan meninggalkan jejak merah disana.
"Ngomong apa lo sama pacar gue hah?" bentak Arkana namun tidak membuat Susan takut.
"Gue ngomong apa adanya, dia emang pelakor" ucap Susan santai.
"Emang siapa lo hah?" geram Arkana.
"Arka, kita dulu baik-baik saja sampai nih cewek datang waktu kamu lagi balapan di taman. Demi dia kamu rela ninggalin aku, hikksss" isak Susan.
"Kita sama sekali tidak memiliki hubungan apapun" tandas Arkana.
__ADS_1
"Semudah itu kamu melupakan aku hah? Bagaimana dengan anak dalam kandunganku ini?" bentak Susan dengan air mata yang sudah beranak sungai di pipinya.
"A..an..nak" bibir Qania gemetar saat mengucapkan kata tersebut
"Jangan ngaco lo, dasar cabe" maki Rizal yang datang menghampiri mereka.
"Lo jangan pura-pura bodoh Rizal, lo juga tahu kan gimana gue sama Arkana. Bukan rahasia bagi kita lagi hubungan ranjang gue dengan Arka" ungkap Susan semakin membuat Qania hancur.
"Lo jadi cewek nggak ada malunya ya, gue sebagai cewek merasa malu dengan kelakuan lo" bentak Gea.
"Oh si cewek sok suci juga ada disini" sindir Susan.
"Apa lo bilang hah? Beraninya lo bicara gitu sama Gea" geram Rizal, tangannya hendak menampar Susan namun dicegah oleh Gea.
"Jangan kotori tanganmu" ucap Gea.
"Gue malas sama pasangan hambar kayak lo berdua. Kembali lagi, Qania lo itu harus ninggalin Arkana karena gue lagi ngandung anaknya" ucap Susan dengan nada tinggi.
"Lo lagi mimpi ya San, bisa-bisanya lo ngomong kalau lo lagi hamil anak Arka. Mana buktinya?" tanya Fero mulai geram.
"Mata lo semua buktinya" tegas Susan tak mau kalah.
"Aku permisi" ucap Qania kemudian berlari keluar kafe dengan air mata yang sudah beranak sungai.
Qania terus berlari sementara teman-temannya mengejarnya, namun ia masuk ke salah satu mini market agar teman-temannya tidak menemukannya. Benar saja, mereka semua pasrah karena tidak menemukan Qania dimana-mana.
"Gimana nih, Qania dimana?" tanya Yani resah.
"Di antara kita harus ada yang datang ke rumahnya dan yang lainnya terus cari Qania" tegas Baron.
"Biar gue sama Yani yang ke rumahnya" sahut Rey.
__ADS_1
"Oke, gue dengan yang lainnya cari Qania. Harus ada kabar malam ini juga" ucap Baron.
Yani dan Rey kembali ke kafe untuk mengambil motor Rey, karena mereka berdua memang datang bersamaan. Sementara Baron dan yang lainnya mencari dengan berjalan kaki disekitar kafe, karena mereka yakin Qania pasti belum jauh.