Selamanya Cinta

Selamanya Cinta
WAW..!!!


__ADS_3

Qania turun dari mobil papanya dan merentangkan kedua tangannya, meluruskan badannya yang terasa pegal setelah berjam-jam duduk di dalam mobil bersama papanya. Dengan malas ia menarik kopernya dan mengikuti langkah papanya yang berjalan masuk kedalam sebuah penginapan. Tanpa memperhatikan sekitarnya, ia terus berjalan hingga memasuki kamar yang tadinya sudah diberikan kuncinya oleh sang papa.


“Lelahnya” ucap Qania seraya menghamburkan tubuhnya diatas tempat tidur penginapan yang empuk itu. Tanpa sadar ia justru tertidur.


Qania terbangun saat mendengar ketukan pintu kamarnya, ia masih belum sepenuhnya sadar, dengan malas ia bangun dan berjalan gontai dengan rambut acak-acakan untuk membukakan pintu kamarnya.


“Ada apa.. bi, eh..” Qania kaget karena mendapati sosok wanita sekitar dua puluh enam tahun dengan seragam yang sepertinya merupakan pelayan penginapan tersebut.


“Maaf mengganggu nona, saya datang untuk mengantarkan makanan pada anda. Kata papa anda nona belum makan. Ia tadi sudah membangunkan nona tetapi tidak ada jawaban sehingga beliau meminta kami mengantarkan makanan ke kamar anda saat ini” jelas pelayan tersebut.


“Oh iya, terima kasih banyak” ucap Qania sambil tersenyum lebar.


“Sama-sama nona, kalau begitu saya pamit” ucapnya dan dijawab anggukan oleh Qania.


Qania menutup kembali pintu kamarnya dan meletakkan makanan tersebut diatas meja sofa dalam kamarnya dan


segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah merasa segar, ia kembali ke sofa dan mulai menyantap hidangannya.


“Hmm enak juga. Aku sampai nggak sadar kalau sekarang aku nggak di rumah dan bahkan sangat jauh dari rumah” ucap Qania setelah selesai menyantap makanannya.


“Aku bahkan belum tahu tempat ini seperti apa. Sebaiknya aku mandi dan setelahnya aku akan berkeliling” gumam


Qania. Ia berjalan ke kamar mandi sambil bersenandung tidak jelas.


Sementara Arkana yang mendapat alamat Qania tadi langsung kembali ke rumah dan mengganti motornya dengan mobil agar bisa segera menyusul Qania ke tempat persembunyiannya. Sepanjang jalan Arkana tidak berhenti tersenyum mengingat wajah Qania dan terus memikirkan rencana agar bisa membuat kejutan pada Qania.

__ADS_1


“Tunggu aku malaikat tak bersayapku, aku datang untuk membawakanmu kebahagiaan hingga kamu akan lupa bagaimana rasanya sedih” ucap Arkana.


 


**


 


Qania selesai mandi dan berpakaian serta sedikit memoles wajahnya. Ia bersiap untuk menjelajahi tempat


tinggalnya itu untuk beberapa hari kedepan. Sebelum keluar, ia menelepon papanya terlebih dahulu.


"Assalamu'alaikum pa" ucap Qania.


"Wa'alaikum salam nak, ada apa? kamu sudah makan?" tanya papanya.


"Papa di kamar, sedang mempersiapkan dokumen untuk rapat sebentar dengan beberapa anggota dewan disini. Apa kamu butuh sesuatu?".


"Ah tidak pa, Qania hanya ingin minta izin untuk berjalan-jalan disekitar sini" ucap Qania.


"Oh silahkan nak, hati-hati ya, Nanti papa hubungi lagi saat makan malam" ucap papanya.


"Oke pa, Assalamu'alaikum" ucap Qania mengakhiri pembicaraannya.


"Wa'alaikum salam" jawab papanya.

__ADS_1


Setelah menaruh ponsel di dalam tasnya, Qania kemudian berjalan keluar kamarnya dan mulai mengikuti arah beberapa orang yang sedang berjalan di depannya.


Sementara papanya yang tadi mendapat telepon dari anaknya itu bergegas menuju ke ruang aula yang sepertinya sudah di persiapkan untuk kegiatannya.


Qania berjalan beriringan dengan orang-orang yang nampaknya seperti anak muda yang sedang menikmati liburan atau sekedar berkencan di tempat ini. Samar-samar indera pendengarannya seperti menangkap bunyi ombak, membuatnya menjadi sangat penasaran.


Saat ia menatap lurus kearah pintu belakang yang terbuka, disana nampak sebuah kafe yang terlihat begitu romantis dengan penyanyi yang sedang melantunkan sebuah lagu yang juga bernuansa romantis. Qania sampai takjub melihat dekorasi kafe di penginapannya ini. Ia berjalan perlahan menuju kerah kafe.


Saat ia memutuskan untuk mengambil tempat duduk, tidak sengaja ia melihat beberapa pasangan remaja seusianya berjalan kearah kirinya yang terdapat tangga, ia terus memperhatikan dan ternyata di bawah kafe tersebut terdapat pantai yang juga tak kalah ramainya dengan kafe saat ini.


"Waw" kata itulah yang keluar dari mulut Qania.


Qania langsung saja berjalan dan menuruni anak tangga tersebut, ia ingin melihat sunset disana padahal masih setengah jam lagi.


"Andaikan bersamamu disini Arkana, pasti lebih indah" gumamnya sambil duduk di bibir pantai, dengan kakinya yang kini basah karena ombak.


Pikirannya kembali lagi pada sosok yang sangat ia cintai, sosok yang sangat ia rindukan namun tidak bisa ia gapai.


"Sunsetnya indah, andai kamu disini" lirih Qania sambil memandangi matahari yang kini sudah tak terlihat lagi.


"Aku selalu bersamamu" ucap seseorang yang berada dibelakang Qania.


Sontak hal tersebut membuat Qania menoleh.


"Kamuu" ucap Qania kaget.

__ADS_1


......


__ADS_2