Selamanya Cinta

Selamanya Cinta
bab 2


__ADS_3

saat tiba dirumah mama menyambut kedatangan ku dengan senyum lembutnya dan kulihat tergambar sedikit kecemasan diwajah nya yang sudah tua namun masih tetap cantik.


"kok kamu bekerja sampai malam sih nak! nanti mama bakalan marahin papa udah ngasih kamu kerja yang banyak" sahut mama mengambil tas kerjaku.


aku tersenyum lembut kuusap wajah perempuan yang sangat kucintai itu dengan sayang.


"mama, tadi Sastra singgah ke apartemen dulu makanya lama"


papa yang melihat keromantisanku dengan mama langsung berdehem keras


"ehem... Sastra mama,  itu istri papa.  jangan terlalu manja dong, Papa kan jadi tersisih"  ucap papa sambil nyengir tidak jelas.


tingkah konyol papa sontak membuat aku dan mama tertawa terbahak-bahak,


"papa ihh... masa sama anak sendiri cemburu?" ujar mama sambil mencubit perut buncit papa.


"lagian sastra tuh ma, masa mesra-mesraan sama mama. kan mama istrinya papa bukan istrinya Sastra" jawab papa tidak mau kalah.  "sastra kalau mau mesra-mesraan sama cari istri sendiri dong" lanjut papa

__ADS_1


aku tersenyum tipis menanggapi candaan papaku " boro-boro istri pa, kekasih hati saja tidak punya. apalah daya anakmu ini pa, cintaku sudah mentok sama mama seorang" jawab ku dengan wajah sendu


"sudah-sudah kalau dilanjut gak bakalan selesai kalian ngobrolnya. Sastra mandi sana sebentar lagi kita akan makan malam bersama" lerai mama menyudahi obrolan tak bermutuku dengan papa.


aku segera menuju kamarku dan membersihkan diri dikamar mandi, sambil bernyanyi kecil aku memikirkan candaan papa tentang istri. Usiaku memang masih terbilang muda namun papa dan mamaku sudah cukup tua dan wajar jika mereka sudah menginginkan seorang menantu dan cucu. apalagi aku adalah anak tunggal, aku geleng-geleng kepala memikirkannya.


setelah menyelesaikan ritual mandiku aku turun kebawah dan bergabung dengan papa dan mamaku di meja makan. kulihat berbagai jenis makan laut yang sangat menggugah seleraku.


" wah sepertinya enak nih, semuanya makanan kesukaan Sastra" aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya.


setelah papa membaca  doa makan, kami pun menyantap makan malam spesial kami dengan lahap diiringi dengan candaan ringan dari papa dan mamaku.


papa jelas tidak terima dengan perlakuan mama kepadaku, tidak mau kalah papa pindah duduk menjadi disamping mama dan menarikku hingga aku terbangun dari pangkuan papa.


"mulai besok kamu tinggal di apartemen aja nak, papa jadi tidak diperhatikan mama mu lagi " sungut papa sambil meletakkan kepalanya ke pangkuan mama.


"ihh.. papa kayak anak kecil, kan itu mama aku " sungut ku kesal

__ADS_1


"kan istri papa" jawab papa tidak mau kalah.


mama geleng-geleng kepala melihat kelakuanku dan papa .


"kalian dua ya, mama ampun deh lihat kalian. kalau ketemu udah kayak tikus sama kucing tapi kalau jauhan kangen-kangenan melebihi orang yang lag kasmaran" ucap mama sambil tertawa melihat kami.


"papa juga udah tua tidak ingat umur, cemburu gak jelas sama anak sendiri. Sastra ayo nak, mama antar tidur ke kamar biarin aja papamu disini sendirian" mama menarik tangan ku mengajakku untuk tidur.


aku tersenyum pusa melihat ekspresi kesal ayahku, jika aku berada dirumah aku akan memegang pehun kendali perhatian mama.  sedangkan papa hanya akan kesal melihatnya tapi tidak bisa berbuat apa-apa. karna papa pun sebenarnya sangat menyayangiku.


mama mengelus-elus rambutku dan menepuk nepuk pelan badanku ketika aku kami sudah tiba dikamarku. aku sangat senang dengan perlakuan manja mamaku dan aku sangat bersyukur akan kasih sayang mamaku.


tak lama kemudian papaku masuk bergabung masih dengan wajah kesalnya, lalu merebahkan dirinya di samping badanku. lalu memelukku dengan erat aku tersenyum dan membalas pelukan papa.


"nah kalau akur gini kan enak liatnya" ucap mama sambil menyelimuti badanku dan papa lalu bergabung tidur dengan kami.


malam itu kami pun tidur dikamarku dengan lelap sambil bercerita mengenang masa kecilku dulu.

__ADS_1


 


 


__ADS_2