Selamanya Cinta

Selamanya Cinta
Malam Panjang


__ADS_3

Qania dan Arkana menikmati udara sejuk malam itu di jalanan sambil menaiki motor matic yang sudah Qania sewa itu. Keduanya duduk berboncengan tanpa ada jarak, Qania memeluk erat tubuh Arkana dan satu tangan Arkana berada di atas tangan Qania yang memeluknya.


Perasaan keduanya sama-sama bahagia dan seperti yang papanya katakan bahwa dunia hanya milik keduanya.


Jalanan itu sudah mulai sepi, lebih terdengar suara jangkrik dibandingkan dengan suara kendaraan. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul dua puluh tiga lebih empat puluh menit, keduanya masih berada di dunia mereka dan menikmati kebersamaan itu.


Angin berhembus cukup kencang, sementara Qania masih mengenakan dress selututnya tanpa membawa jaket, begitu pun dengan Arkana yang hanya memakai kaos karena ia sudah melepas semi jasnya tadi.


Saat sedang romantisan di atas motor, hujan turun membasahi keduanya dengan cukup deras, membuat keduanya semakin duduk rapat dan Qania mempererat pelukannya.


"AKU CINTA KAMU QANIAAA" teriak Arkana diatas motor berusaha mengalahkan suara hujan.


"AKU JUGA CINTA SAMA KAMU ARKANAA" balas Qania dengan berteriak pula.


"I Love You" teriak Arkana.


Qania tidak membalasnya, ia hanya meletakkan dagunya di atas bahu kiri Arkana.


"Aku sangat mencintai dan menyayangimu hingga aku tidak tahu kata apa yang tepat untuk mengunkapkannya. Dan bahkan sepertinya tidak ada kata yang bisa mewakili perasaanku untukmu" bisik Qania membuat Arkana melambung tinggi.


Arkana meraih tangan kiri Qania kemudian mengecupnya berkali-kali.


"Hujan belum juga reda bahkan semakin deras, ayo kita pulang" ajak Qania.


"Ayo, aku khawatir kamu akan sakit" ucap Arkana.

__ADS_1


"Bukan aku, tapi kita" sanggah Qania membuat Arkana tertawa.


Saat sampai di dekat penginapan, rupanya disana hujannya semakin deras dan lampu penginapan padam.


"Lampunya mati sayang, aku takut gelap" ucap Qania sambil menggenggam erat tangan Arkana saat mereka memasuki penginapan itu.


"Aku akan menemanimu hingga lampunya menyala" ucap Arkana menenangkan.


Qania dan Arkana masuk ke kamar Qania di bantu penerangan hp Arkana. Saat di dalam kamar, Qania segera mencari handuk dan masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan piyama. Sementara Arkana yang masih basah kuyup itu hanya mengenakan jubah mandi milik Qania karena tidak bisa mengambil pakaian di kamarnya karena Qania takut sendirian.


Keduanya duduk sambil bersandar di atas tempat tidur Qania.


"Tidurlah, aku akan menemanimu disini. Ini sudah sangat larut" pinta Arkana.


Saat Qania membaringkan tubuhnya, suara guntur yang begitu keras mengagetkannya hingga ia langsung memeluk tubuh Arkana yang masih duduk bersandar di sampingnya.


"Aku takut" ucap Qania gemetar.


"Tenang sayang, aku ada disini bersamamu" ucap Arkana menenangkan.


"Tetaplah disini" pinta Qania yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Arkana.


"Tentu" jawab Arkana sembari mengecup kepala Qania.


Qania mengangkat wajahnya dan kembali duduk bersama Arkana sambil memeluk kedua lututnya. Hujan semakin deras, guntur dan petir seolah sedang berpesta di atas sana.

__ADS_1


Arkana yang melihat Qania gemetar, langsung membawanya kedalam dekapan. Qania mendongakkan kepalanya menatap Arkana, ia dapat melihat wajah itu dengan bantuan flash ponsel Arkana yang sedikit lagi akan mati karena baterai ponselnya sudah low.


Keduanya saling menatap hingga Arkana tidak mampu menahan dirinya untuk tidak ******* bibir kekasihnya itu. Keduanya saling berciuman sangat dalam. Setelahnya Arkana melepaskan ciuman mereka, keduanya saling menatap dan entah mengapa Arkana melihat sinyal di wajah Qania yang masih menginginkan ciuman itu berlanjut.


Tanpa aba-aba lagi, Arkana langsung melahap bibir mungil itu hingga Qania kesulitan mengikuti permainan Arkana, namun ia juga menikmatinya.


"Aku sangat mencintaimu" ucap Qania yang masih mengatur napasnya.


"Maafkan aku melakukan ini, aku juga sangat mencintaimu dan menginginkanmu menjadi milikku" balas Arkana berbisik ke telinga Qania.


Tubuh Qania sudah lemas akibat permainan Arkana, sementara Arkana yang dulunya terbiasa dengan seks bebas masih mampu menahan hasratnya. Ia menghentikan aksinya saat melihat Qania seolah tak berdaya.


Arkana bangkit dan menarik selimut hingga menutupi kedua tubuh mereka. Arkana memeluk tubuh Qania dari balik selimut.


"Tidur lah sayang, besok kita akan kembali ke rumah dan akan ku buat kau menjadi milikku seutuhnya" ucap Arkana kemudian mengecup kening Qania.


"Aku tidak akan melakukan lebih dari ini sebelum kamu sah menjadi milikku. Aku mampu menahannya untukmu, maaf sudah mengambil sebagian tubuhmu sebelum menghalalkanmu. Aku sangat mencintaimu hingga aku tidak tega merenggut kehormatanmu. Aku akan menjaganya hingga saat itu tiba, hingga Tuhan tidak akan bisa melarangku untuk melakukannya padamu. Aku sangat mencintaimu" bisik Arkana di telinga Qania.


Qania yang awalnya merasa kesal karena Arkana menggantungnya kini tersenyum manis, ia mempererat pelukannya.


"Terima kasih sudah menjagaku dan menjaga batasan itu. Aku sangat mencintaimu" ucap Qania dalam dekapan Arkana.


Keduanya tertidur dengan posisi Qania membelakangi Arkana dan Arkana memeluk Qania dari belakang. Malam yang cukup panjang dan berkesan bagi keduanya, di temani derasnya hujan membuat keduanya terlelap dengan senyuman di wajah mereka.


.......

__ADS_1


__ADS_2