
beberapa bulan sudah berlalu setelah melewati ujian skripsi yg melelahkan akhirnya kak ditya lulus juga denga predikat cum laude
begitu pun dengan ku yg sudah mulai masuk semester 4
* maaf dikarenakan author gak pernah kuliah jadi ngambil refrensi di google, jangan kan kuliah sekolah aja gak lulus heheheeeππ
Hmm... lanjut ke cerita*
karena kesibukan kami jarang bertemu dan kak ditya juga sudah mulai bekerja di perusahaan milik ayahnya di kerenakan dia anak satu-satunya otomatis dia juga yg mewarisi usaha ayahnya
Hari ini akhir pekan dan kak ditya mengajakku pergi jalan-jalan di sela kesibukannya
" sayang kita mau kemana " tanya dia
" lah kan kamu yg ngajakin kita keluar kok malah tanya sih .." gemas ku
" kalau nonton gimana "
" boleh deh tapi aku yg pilih film nya ya "
" ya udah iya apa sih yg ga buat tuan putri tercinta "
Sesampainya di bioskop aku menyuruh kak ditya membeli minuman sementara aku yg mengantri membeli tiket
" udah .." tanya dia
" udah yuk " jawabku
" kita mau nonton apa sayang .."
" HABIBIE & AINUN "
mendengar judul film yg akan kami tonton seketika dia mengernyitkan dahi nya heran
" Kenapa kok gitu ngeliatin nya ada yg salah " Tanya ku
" kamu yakin itu kan film paling sedih kamu gak bakalan nangis dipelukan ku kan " godanya
" gak, udah ah buruan masuk udah mau mulai tu film nya " aku berlalu meninggalkan kak ditya yg masih berdiri di posisi nya
" sayang tunggu " Kejarnya
selama film diputar kami berdua hanya fokus menonton hanya sesekali saling melirik dan tersenyum sampai tiba di adegan ibu ainun terbaring dirumah sakit dan pak habibie setia mendampingi ibu ainun sampai beliau meninggal, setelah film habis diputar aku meminta kak ditya untuk mengantarku pulang
" yakin ga mau jalan lagi kan mumpung masih sore " tanya dia memastikan
" ga lah aku pengen pulang aja " jawabku sekenanya
" kamu kenapa habis nonton kok malah jadi diem gitu kenapa cerita dong "
Aku hanya diam sampai setengah perjalanan karena film yg akau tonton aku jadi berfikir seandainya saja aku meninggal duluan apa dia bakal cari pengganti ku
" kak ..
" hmm .. Kenapa tadi diem aja sekarang mau cerita
" kak kalau seandainya aku pergi ninggalin kakak duluan kamu bakalan cari pengganti ku gak " tanya ku sedekit ragu takutnya dia marah
" kam ngomong apaan sih lia, emang kamu mau ninggalin aku " ucap nya menghentikan laju mobil karena lampu merah
" kan aku ngomong cuma seandainya aja "
Betul dugaan ku dia pasti marah
__ADS_1
" TIDAK AKAN PERNAH, .. "ucapnya lantang membuatku terkejut
" ya udah gak usah ngomongin hal itu lagi aku gak suka " jengkelnya
" maaf kak udah buat kamu marah " rengekku dengan wajah memelas
" iya udah aku maafin " Gemasnya mencubit pipiku
setelah beberapa hari dari pertengkaran kecil itu, hari ini aku akan pergi berangkat kuliah tapi tiba-tiba aku dapet telfon dari kampung katanya penyakit ibu kambuh dan semakin parah
" ren aku berangkat dulu ya " pamitku setelah mengurus izin cuti
" iya kamu hati-hati ya dijalan kabarin kalau udah sampai, dan semoga ibu cepet sembuh " ucapnya
" ya makasih buat doa nya"
aku pergi meninggalkan kampus menuju terminal, sesampainya diterminal aku segera membeli tiket dan masuk bis karena bis nya akan segera berangkat
Karena kegugupanku aku sampai melupakan segalanya, Mulai dari lupa membawa power bank, dan juga lupa memberi kabar kekasih ku
" ya tuhan, kenapa aku bodoh banget sih lupa segalanya " gerutu ku
ditempat lain, ditya sedang berada dikampus untuk mencari keberadaan kekasihnya karena ini sudah hampir waktunya dia pulang tapi dari tadi siang dia tidak bisa menghubungi kekasih tercintanya
"rena " dengan nafas yg terengah-engah menghampiri rena
" loh kak ditya kenapa sampai cape berkeringat gitu "
" kamu liat lia gak " ucap nya mengatur nafas
" lia hari ini izin untuk beberapa minggu kedepan katanya ibu sakit parah jadi dia pulang kampung "
"APA, lia pulang kampung " kagetnya
" iya dia gak ngabarin kakak " heran rena
" mungkin lowbat kali nanti kalau udah sampai dia pasti ngasih kabar " ucap rena menenangkan ditya
" iya semoga "
Diperjalanan lia masih memikirkan kondisi ibu nya dia masih belum tenang, hp nya benar-benar mati dia gak bisa menghubungi siapapun
sampai kejadian yg gak diharapkan terjadi bis yg ditumpangi lia mengalami kecelakaan
" Braaakkkk .... DUaarrr "
Terdengar suara ledakan dari depan karena kecelakaan beruntun dan dari belakang bis ditabrak truk kontainer banyak korban yg berjatuhan tak terkecuali lia dia mengalami luka yg sangat parah karena terjepit bagian depan truk dan kursi penumpang karena dia duduk dibagian pojok paling belakang bis
" ibu .. " lirih nya
Ditempat lain, ditya sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton tv entah kenapa dia sangat gelisah karena sampai malam tiba masih belum ada kabar dari kekasihnya
" ditya kamu kenapa nak " tanya bunda
" bunda, lia sampai sekarang masih belum ada kabar ditya khawatir sama dia bunda"
" berdoa saja sayang semoga lia baik-baik saja "
Ditempat kejadian perkara polisi beserta pemadam kebakaran mencoba menyelamatkan korban, dan mobil ambulance hilir mudik membawa korban kerumah sakit terdekat
Sementara itu dikampung keluarga lia mendengar bahwa putrinya mengalami kecelakaaan dan menjadi salah satu korban
orang tua lia mengalami sock berat dan membuat ayahnya mengalami serangan jantung dan kondisi ibu nya semakin parah
__ADS_1
Setelah beberapa hari kemudian kedua orang tua lia meninggal karena mendengar kabar mengejutkan itu sementara itu dirumah ditya mendapat telfon dari rena yg mengatakan bahwa lia mengalami kecelakaan beberapa hari yg lalu
" ditya tenang nak "
" kalau aja ditya tau lia akan pergi mengunjingi orang tua nya pasti akan ditya antar dan kecelakaan ini gak akan terjadi " kesal ditya
" sudah kamu tenang dulu nanti bunda sama ayah yg akan menemani kamu kekantor polisi itu mencari kabar tentang lia "
Dikantor polisi daerah jawa barat semua orang sedang menunggu dan ingin mengetahui keadaan keluarga mereka tak terkecuali ditya, rena dan paman bibi lia
" nak rena " sapa bibi
" bibi " jawab rena memeluk bibi lia
" gimana nak kata pak polisinya "
" kita disuruh langsung ke rumah sakit bi buat nyerahin berkas-berkas lia, katanya nanti disana ada tim DVI yg ngecek langsung korban selamat atau tidak "
Mereka pun menuju rumah sakit untuk menyerahkan berkas lia, selama perjalanan ditya hanya diam saja dan tak berbicara sama sekali dan hanya melamun
" nak, jangan melamun terus "
" ya bunda "
Sesampai nya di rumah sakit bibi lia menyerah kan berkas kepetugas yg disana
Banyak keluarga korban yg menangis karena anggota keluarga nya mninggal dalam kecelakaan tak terkecuali bibi lia dia sangat cemas apakah keponakannya masih hidup atau sudah ..
Memikirkan nya saja membuat dia meneteskan air mata dan menangis tersedu-sedu
" sudah bu berdoa saja lia baik-baik saja " tenang pak ahmad suami bi nani, paman bibi lia
" ya pa .."
" kak jangan khawatir ya aku tau kok dia anak yg kuat apapun cobaan hidupnya dia selalu bisa bertahan " ucap rena sambil menangis mengingat betapa kuat dan tegarnya sahabat yg sudah menemani dia selama ini
" ya ren"
setelah menunggu akhirnya ada petugas yg mengantarkan keluarga lia petugas itu pun menyerah kan barang yg ada di TKP seperti dompet, tas, kartu mahasiswa dan juga ponsel lia yg hancur layarnya terkena benturan yg cukup keras
sesampainya di ruang ICU betapa terkejutnya semua orang diantara banyak nya korban yg mengalami luka justru luka lia yg paling berat kedua kakinya digips, serta lehernya dikasih penyangga sungguh sebuah kedaan yg sangat memprihatinkan
" ibu, bapak bisa ikut saya sebentar " ucap salah satu dokter kepada wali lia
" ya dok "
" begini bu, pak kondisi pasien sedang dalam masa kritis dikarenakan tubuhnya terjepit diantara badan truk dan kursi penumpang takut nya pasien gak bisa bertahan, bukannya kami menyerah dengan kondisi pasien hanya saja semangat hidup dari pasien semakin hari semakin hilang dikhawatirkan pasien gak bisa bertahan lebih dari 2 minggu " ucap dokter panjang lebar
" kami harus bagai mana dok "
" kerena pasien sedang berada di ruang icu dan hanya satu orang saja yg bisa masuk, kami menyaran kan agar kalian sering ajak dia berbicara walaupun dalam keadaan tidak sadar dia pasti masih bisa mendengar kalian "
" baik lah dok "
" ibu dan bapak tidak usah khawatir tentang biaya pengobatan karena semua sudah di tanggung perusahaan bis tersebut dan pihak pemerintah "
" baiklah dok kalau begitu kami permisi "
" silahkan ..
-----------------------------------------------------------------
Reader yang sangat author cintai maaf baru bisa update karena author sedang berada dalam mood yg gak menentu jadi maaf kedepannya author janji akan sering - sering update
__ADS_1
terima kasih atas cinta kalian klik like dan koment sebanyak-banyaknya ππ
SEE YOU SOON