Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Sihir Kuno Rune


__ADS_3

Setelah berkomunikasi dengan telepati, Ozy menuntun Zeeta ke sebuah ruang yang tersembunyi dibalik gua, yang disembunyikan oleh air terjun, dan dilapisi oleh kabut yang tebal. Tempat itu adalah tempat ketika Aria menemukan Ozy yang sudah berubah ke bentuk manusianya.


Ketika perjalanannya ke sana, Zeeta butuh waktu lima belas menit, yang disebabkan oleh tebalnya kabut yang membutakan arahnya. Zeeta bahkan membatin, kenapa disaat seperti ini Ozy tidak menemuinya secara langsung? Tidakkah ini justru mengkandaskan waktu?


Saat sampai di ruang yang menjadi tujuan akhirnya, Zeeta sangat kebingungan karena ruang itu hanyalah ruang biasa dengan satu meja dan kursi dan hanya cukup untuk satu orang saja. Apa maksudnya? Apa dia bergurau?


“Tenanglah, jangan terburu-buru," ujar Ozy, "aku akan menjelaskan semuanya."


“Jangan terburu-buru?!” Zeeta tersulut emosinya.


Mengabaikan emosi Zeeta, Ozy menyambung kalimatnya. “Setelah kau memasuki kabut itu, waktu yang berjalan di sini, berbeda dengan Grandtopia dan kerajaan Aurora.”


“Eh? Apa maksudnya?”


“Ingatlah, ketika kau dibawa Aria ke Hutan Sihir Agung, waktu berjalan lebih lambat beberapa jam dari kerajaan Aurora. Kau merasa baru sepuluh menitan berada di Hutan Sihir Agung, tetapi sebenarnya kau sudah pergi selama kurang lebih enam jam.


“Dengan konsep seperti itu, kabut yang telah kaulalui, juga memperlambat waktu. Ini adalah bentuk Sihir Kuno Rune, Dagaz.”


Ozy memerlihatkan batu yang dituliskan huruf Rune, Dagaz.


“Dengar. Pasukan Phantasmal itu akan tiba dalam sembilan jam—jika kita berada di Aurora. Dengan memperlambat waktu yang diperlambat, kaupunya waktu selama dua minggu bersamaku untuk mempelajari Sihir Kuno Rune.


“Tetapi, ada yang perlu kaucatat baik-baik dalam kepala dan hatimu. Sihir Kuno ini hanya bisa kuajarkan padamu, karena risiko yang diterima, mustahil diemban oleh orang selain dirimu. Itu artinya, mana sekaligus sumber kehidupan milikmu itulah, yang menjadi biaya untuk mewujudkan Sihir Kuno ini.”


“Glek.... A-apa aku harus menguasai semuanya?” tanya Zeeta.


“Semua? Dalam waktu dua minggu? Mustahil.


“Sihir Kuno Rune diciptakan oleh rasku, Raksasa, dan mereka terdiri dari dua puluh empat huruf. Masing-masing huruf memiliki kemampuan dan kekuatan yang luar biasa dan tidak masuk akal. Jika kau nantinya bisa menggunakan semua hurufnya, kau bisa ke tahap selanjutnya untuk menerapkan Bind Rune—gabungan dari beberapa sihir Rune, yang tentu saja berisiko lebih besar. Namun, itu sangat mustahil dilakukan bagimu.


“Karena itulah, setelah kunilai medan seperti apa yang akan kauhadapi saat mengetahui Phantasmal apa yang mendekat, kau akan belajar menggunakan Thurisaz, Raido, Ehwaz, dan Mannaz dalam jangka dua minggu ini.


“Thurisaz akan memberimu kekuatan besar layaknya Raksasa dalam sekejap, Raido akan membantumu bergerak lebih cepat, sementara Ehwaz dan Mannaz, adalah Rune untuk mengekangmu berbuat sesuatu yang bodoh.


“Tidak perlu dipungkiri lagi, jika kau adalah Manusia berbahaya yang mengancam dunia. Karena itulah, aku tidak ingin kau menolak mempelajari dua Rune itu.”

__ADS_1


Zeeta mengangguk. Tatapannya juga serius.


“Perlu kauingat juga, setiap Rune harus kautulis dengan cepat, dengan mana yang tepat, dan tujuan yang tepat pula. Jika dasar ini tidak tercukupi, akibatnya bisa fatal. Kalau aku harus gamblang, kehilangan anggota tubuhmu adalah risiko yang paling rendah.


“Kau mungkin sudah mengetahuinya, bila mana alam layaknya cadangan kekuatan, atau kartu trufmu dalam segala sesuatu. Oleh karenanya, kaupun membiasakan diri dengan menggunakan mana alam, agar kartu truf itu tetap dalam genggaman tanganmu.


“Tentu saja, Rune harus ditulis dengan mana alam, tetapi bukan mustahil ditulis dengan mana-mu sendiri.


“Sihir Rune amatlah sangat kuat dan mungkin di dunia ini hanya ada aku dan kau yang mengetahui keberadaannya. Zeeta, ini sangatlah berbahaya dan sangat berisiko. Tetapi, dengan kau mempelajari ini, masa depan yang telah kaulihat bisa kita lenyapkan bersama.


“Apa kau tetap mau memercayaiku dan berlatih denganku?” Ozy menyodorkan tangan kanannya.


Zeeta memantapkan tekadnya lalu meraih tangan Ozy. “Tolong latih aku, Ozy!”


“Kau akan terisolasi dari informasi atau apapun yang


berkaitan dengan dunia di luar tempat ini.” Ozy menyentuh ruang itu dengan tangan kirinya, lalu merubah bentuknya menjadi lebih leluasa. Ruang itu


kehilangan meja dan kursi, namun menggantinya dengan rerumputan dan beberapa gunungan batu.


“Gila! Ini seperti dunia dimensi ciptaan ibu-ku!” Zeeta


bersemangat sendiri.


“Tidak, ini bukan dimensi. Ini benar-benar ruang yang


tercipta seperti itu, dan hanya sebagian kecil dari penduduk Hutan Sihir Agung yang mengetahuinya. Beberapa dari mereka adalah aku, Hugo, dan Maise.”


“Benarkah? Lalu, ini juga bagian dari dunia sihir, seperti Yggdrasil dan Tanah Ephemeral?”


“Benar. Seingin-inginnya aku menceritakan lebih banyak seperti apa dunia sihir ini sebelum aku bertemu dengan leluhurmu, aku harus melatihmu. Dua minggu memang terasa lama, tetapi menguasai  empat Sihir Kuno Rune dalam jangka seperti ini, belum tentu bisa berhasil.


“Jadi, gertakkanlah gigimu dan bersiaplah!”


Zeeta sudah siap. Hatinya juga sudah mantap. “Baik!”

__ADS_1


......................


Belahan lain di dunia sihir... terdapat suatu negeri modern dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Negeri itu sedang berperang dengan pasukan Phantasmal yang dipimpin oleh Suzy. Hanya mereka yang tidak berpola pikir yang mengamuk dan membencanakan negeri itu, meskipun sudah dilawan dengan berbagai mesin tempur bertenaga sihir. Tank ber-laser, pistol berpeluru masing-masing atribut sihir atau peluru biasa, atau bahkan bom atom sekalipun tak bergeming pada mereka. Penduduk negeri itu hanya tersisa sebagian kecil, yang terdiri dari anak-anak dan wanita, dan beberapa belas pria yang mencoba sekuat tenaga mengusir penjajah itu.


Phantasmal pria yang berwajah kasar menghantamkan kakinya ke tanah dan segera membuat segala di dekatnya terbakar. “Untuk apa


kita melakukan ini? Target kita ada di kerajaan itu, ‘kan?!”


“Tidak perlu terburu-buru,” jawab Suzy, “negeri ini memiliki beberapa potensial yang mampu menghancurkan kita. Ini hanya langkah pencegahan.


“Tapi....


“Kalau kau bersikeras… kau kuizinkan menyerang mereka sekarang juga, Grimm.”


Grimm tersentak. “Sungguh?” kemudian menyeringai.


“Ya. Lagi pula, mereka takkan menyangka, sembilan jam yang akan ditempuh, justru datang begitu saja.”


Grimm tidak mengerti maksudnya.


“Tentukanlah, aku sudah memberikanmu kebebasan untuk memilih. Tidak ada gunanya kau keluar ke dunia tanpa menunjukkan keganasanmu.”


Grimm melebarkan seringainya. Senyum itu bahkan menimbulkan api. Kemudian, dia melemaskan leher dan jemarinya, lalu berjongkok. Dia beraba-aba.


“Aku akan menghancurkan mereka!”


‘FWIP!’


Lompatan Grimm jika dilihat dari jarak jauh, seperti


seseorang menembakkan meriam api. Lompatan itu, sengaja ia pendekkan untuk menghabisi penduduk yang tinggal tersisa enam orang, selama mereka bicara, dengan hentakan kakinya yang segera menghanguskan apapun termasuk rekan sebangsanya sendiri.


......................


Sementara itu, di bagian lain hutan, Maisie berdiri bersama tongkatnya. “Takkan kubiarkan kalian menyakiti alam lebih dari ini!” serunya. Dia sedang mempersiapkan lingkaran sihir yang jauh lebih besar dari apa yang pernah dibuat Alicia dan Willmurd beberapa waktu yang lalu. Hutan tampak bercahaya hijau dari lingkaran sihirnya, hingga bisa dilihat dari kerajaan Aurora.

__ADS_1


__ADS_2