
Keesokan hari setelah piknik kecil-kecilan "Geng Zeeta", pembangunan kerajaan Aurora yang sudah dimulai sejak mentari terbit, berjalan dengan lancar. Masyarakat saling bahu-membahu untuk membangun kerajaan mereka menjadi lebih baik lagi. Hellenia von Cloxzar dan Willmurd Louis de Dormant fokus memimpin pembangunan ibu kota Aurora yang berada di langit, dengan bantuan Aria, disertai Falmus dan Yuuvi.
Sementara di wilayah rakyat, pembangunan dipimpin oleh Rey Emeria, dibantu oleh Porte Ophenlis yang sudah sangat fit, serta Orchid Allysum. Ozy, Sylva, Eclipse, Axel, dan Myra, ikut turun tangan membantu mereka. Dengan kekuatan sihir Rune milik Ozy dan sihir permata Rey, pembangunan di sini lebih cepat daripada ibu kota. Tidak mengherankan, karena rakyat selalu diutamakan oleh Zeeta. Reruntuhan-reruntuhan bangunan, semuanya sudah dibangun ulang dengan kekuatan mereka menjadi pondasi baru.
Dengan kemampuan Axel dan Myra, mereka mampu membuat alat sihir seperti yang sudah diminta Zeeta sebelumnya, yaitu alat sihir sensor yang selalu mengintai siapapun yang keluar masuk sebuah Wilayah, namun sensor itu dikhususkan untuk mendeteksi mana dari makhluk sihir. Sebelumnya, Axel tidak bisa membuatnya karena mereka butuh sampel sihir dari makhluk sihir terkait. Sekarang, mereka tidak perlu memikirkannya, karena makhluk-makhluk sihir itu adalah sekutu Zeeta. Jika ada Phantasmal atau Hollow yang mengancam, medan pelindung sensor Zeeta dan Ashley akan mendeteksinya. Jadi, keamanan di kerajaan Aurora dilipatgandakan dua kali.
Alat sensor yang disebar di seluruh kerajaan, akan mendeteksi makhluk sihir dari dalam, sedangkan medan pelindung sensor dan pertahanan yang dibuat Zeeta dan Ashley akan mendeteksi ancaman yang lebih besar dengan radius sepuluh kilo meter dari tembok kerajaan. Rencana yang sudah dibuat Ashley tentang menghalau serangan Peri, semuanya dibatalkan dan diganti dengan seluruh rencana yang sedang dilaksanakan ini.
Eclipse memiliki peran besar setelah Luna mengomel banyak padanya. Ia adalah tokoh utama dalam pembangunan ini, alasannya adalah kekuatan militer. Ya, "dimensi" bawah tanah yang berisi makhluk sihir buatan Alicia tidak akan diam di situ saja. Mereka akan bergerak apabila kondisi mendesak. Eclipse, berlaku sebagai "kapten" dalam kelompok itu.
Bila kekuatan sihir manusia tidak mampu mengatasi ancaman dari Phantasmal atau Hollow, disitulah peran Eclipse datang. "Dimensi" itu merupakan ruang sihir yang dibuat oleh seorang Aurora jauh sebelum Alicia mengetahuinya, itu menjadi markas rahasia makhluk sihir seperti Eclipse dan Dwarf pada masanya. "Dimensi" itu, jika ditelusuri lebih jauh, merupakan galian yang terhubung ke satu Wilayah ke Wilayah lain.
Masing-masing dari makhluk sihir ini memiliki kemampuannya sendiri berkat sihir Alicia. Untuk kemampuan mereka, untuk saat ini tidak ada yang mengetahuinya kecuali Eclipse, Axel, Myra, dan Alicia sendiri.
Dan ditengah kesibukan itulah, Azure, Danny, Gerda, dan Mellynda menjalani latihan yang mampu meningkatkan kapasitas mana dan kemahiran sihir. Mereka membicarakan latihan itu di tengah keramaian, sebab takkan ada yang memperhatikan anak-anak kecil bicara disaat sibuk seperti ini.
"Jadi, latihan apa yang ingin kaulakukan, Kak Azure?" tanya Mellynda, "kupikir itu hanya bisa dilakukan dengan giat latihan dan tergantung bangsawan atau bukan."
Danny dan Gerda mengangguk.
"Soal itu...." Azure memberi jeda.
"Soal itu?" ketiganya dibuat semakin penasaran.
"Aku juga tidak tahu, tehee~." Azure berpose kikuk dengan mengepalkan tangan kanan di kepala, menutup mata kanan, serta menjulurkan lidah.
"HAAHH?!" Danny dan Gerda berteriak kencang.
"Sudah kuduga, pasti begini. Lagi pula, mana Kakak yang besar saja adalah hal yang langka!" pekik Melly.
"Yah, soalnya jika aku tak bilang begitu, akan jadi runyam, bukan? Aku, sih, meskipun Grand Duchess adalah lawan bicaraku, aku enggan lama-lama ada di kediaman bangsawan."
"Kalau begitu, kalian tidak keberatan jika ikut bersamaku, 'kan?" ujar Luna, yang tiba-tiba datang.
"UWAH, rubahnya bisa bicara!" seru Danny heboh.
"Uhm, bahkan ekornya ada dua! Ah... imutnyaaa!" seru Gerda.
"Apa-apaan makhluk itu? Imut sekali! Ingin kupeluk sekarang juga!" batin Azure yang bertahan sekuat tenaga.
"Hei, kalian ini! Dia adalah Roh Yggdrasil yang dibicarakan Zeeta kemarin, lho!" seru Mellynda, "tidak sopan!"
"Oh, begitu, ya," balas Danny, "tapi tetap saja...." Ia segera melompat untuk menangkap Luna, namun langsung meleset karena Luna melompat ke kepala Gerda.
"Kyaaaaa! Gemasnyaaaa!" pekik Gerda.
"Sialan, aku iri sekali!" batin Azure.
Luna menyadari tatapan tajam Azure, lalu ia melambaikan kaki depannya sembari tersenyum.
"Ah... gawat... hatiku meleleh...."
"Baiklah, kita hentikan bercandanya, dan dengarkan aku," tutur Luna, "tidak perlu kujelaskan detailnya, tapi aku tahu apa yang kalian bicarakan kemarin.
"Aku tidak menyangka Zeeta bersedia menceritakan itu pada kalian, padahal dia menyuruh bawahannya untuk tidak banyak bicara tentang masalah dunia sihir ini.
__ADS_1
"Tapi, yah... kuhargai keinginannya."
"Luna benar, saat aku hadir di Vivid Party kemarin, Zeeta sangat tidak ingin hal sekecil apapun bocor dari bangsawan utama...," sahut Mellynda.
"Jadi... apa maksudnya?" tanya Danny.
"Dengan kata lain, kalian lebih dipercaya olehnya," jawab Luna, "aku selalu mengira jika anak itu akan selalu berkelana sendiri, meski ia sering bertemu dengan leluhurnya," balas Luna.
"Lalu, apa urusan Roh Yggdrasil sepertimu dengan kami?" tanya Gerda.
"Kalian tahu, mengawas kerja berat begini sama sekali tidak menghiburku. Tidak banyak yang bisa kulakukan karena mereka semua sangat bisa diandalkan, sesuatu yang sangat tidak kuduga. Manusia memang selalu bisa menjadi lebih baik.
"Karena hatiku sedang cerah, aku punya cara agar kalian bisa kuat dalam jangka tiga hari."
"Eh? Benarkah?" tanya Azure, mewakili tiga lainnya.
"Ya, tentu saja. Melihat ruang sihir milik Manusia itu membuatku terinspirasi. Percaya padaku, meski ini sihir yang baru kupikirkan, pasti bekerja. Tenang saja, tenang saja!"
"Be... benar, nih...?" tanya keempatnya meragukan.
"Iya! Kalian akan berlatih di dalam dimensi itu dalam waktu dua belas jam. Perlu kalian catat, dua belas jam di sana, sama dengan tiga hari di sini. Masalah orang tua kalian, serahkan padaku.
"Sembilan jam kalian pakai untuk latihan di sana, tiga jam sisanya kalian gunakan untuk membiasakan diri. Seperti apa cara kerjanya, lihat saja ketika kalian masuk di sana.
"Jika kalian percaya pada Zeeta, percayalah padaku. Kalian ingin melindunginya, 'kan?"
Keempatnya saling menatap, lalu memutuskan jawaban yang sama. "Baiklah!"
Keempat anak-anak itu kemudian digiring Luna ke sebuah gang untuk memindahkan mereka ke sihir dimensi buatannya. Ia membuat semacam portal yang dibaliknya terpajang "dunia lain" dengan bermacam area, seperti area salju, lava, malam, gersang, lautan, dan hutan yang rindang.
"Meskipun, dengan kata lain, kalian akan dilatih oleh Roh Yggdrasil, itu tidak menjamin kalian segera berhasil. Yang bisa membuktikan latihan ini berhasil, adalah diri kalian sendiri.
"Jangan memaksakan diri kalian dengan sesuatu yang tidak bisa kalian kuasai. Bila kalian meremehkannya, jangan harap kalian bisa seimbang dengan Zeeta, bahkan kalian bisa saja mati."
Anak-anak itu sempat bergidik, tetapi hati mereka sudah terlanjut bertekad bulat. "Kami siap!" teriak mereka.
"Bagus. Selamat berjuang!"
Kemudian, empat anak-anak itu masuk ke portal dimensi, diawali dari Danny, disusul oleh Gerda, Mellynda, dan diakhiri Azure. Setelah mereka masuk, Luna menutup portalnya dan pergi dari gang seolah tak ada sesuatu yang terjadi.
......................
Danny, Gerda, Melly, dan Azure dikejutkan dengan suhu yang sama sekali tidak seimbang. Di sebelah kanan mereka terasa panas karena area lava, sedangkan di sebelah kiri terasa dingin dengan area salju. Bila di depan terasa menyengat, di belakang terasa sejuk.
"A-apa-apaan ini...?" tanya Gerda, sambil memeluk tubuhnya sendiri.
"Gila... apa kita benar-benar akan dilatih di sini...?" tanya Danny, yang berkeringat.
"Apapun kulakukan jika itu demi rivalku!" pekik Mellynda, yang justru membuatnya lemas.
"Melly! Jangan paksakan dirimu jika kau tidak kuat! Ayo kita ke area yang sejuk itu dulu," pungkas Azure, yang disetujui semuanya.
Namun, mereka langsung dicegat oleh empat clone atau bayangan Luna.
"Wogh, Luna-nya ada empat!" pekik Danny. Matanya berbinar-binar.
__ADS_1
"Tidak perlu pindah tempat. Kalian bisa mengatasi suhu ekstrem seperti ini dengan sihir kalian. Cara ini juga dapat meningkatkan kapasitas mana kalian," kata mereka, secara bergiliran.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Azure, "apakah ada hubungannya dengan lingkungan?"
"Non, non." Seekor Luna melambaikan dua ekornya. "Penggunaan mana dalam waktu yang lama, akan membuat kapasitas mana manusia akan bertambah, terlepas dari lingkungannya seperti apa.
"Langkah ini kugunakan agar efektivitas latihannya bertambah dua kali lipat, sekaligus untuk membiasakan diri kalian agar bisa lebih mudah bersihir dengan imajinasi."
"Oh... begitu." Keempatnya mengangguk.
"Azure, apakah kautak menyadari kapasitas mana-mu bertambah karena kau selalu menyihir dengan sihir kutukanmu? Ah, aku perlu menjelaskan sesuatu dulu sebelum kita benar-benar latihan, jadi pasang telinga kalian."
Sebelum Luna lanjut bicara, ia membuat pelindung kecil agar anak-anak itu tidak pingsan.
"Dengar ya, aku ingin kalian mengenali sesuatu yang disebut sebagai atribut sihir. Atribut sihir adalah jenis sihir yang bisa digunakan seseorang dengan bebas. Atribut sihir biasanya terdiri dari elemen dasar, seperti api, air, angin, cahaya, atau kegelapan. Memang, pada dasarnya sihir lahir dari masing-masing imajinasi kalian dan bisa membuat apapun jadi memungkinkan, tetapi ada pengecualiannya.
"Kuberi contoh Zeeta. Sebenarnya, meskipun orangnya sendiri tidak menyadarinya, ia memiliki atribut sihir cahaya, yang memberinya kemampuan untuk menyembuhkan atau mengalahkan makhluk sihir seperti Hollow yang pernah menyerang kerajaan kalian, ataupun menghadirkan sihir dalam jumlah besar."
Keempatnya memperhatikan dengan saksama.
"Pengecualian yang kusebut datang di sini. Kupastikan, kalian tahu tentang Benih Yggdrasil?"
Mereka mengangguk.
"Aku belum mengatakan ini padanya karena jika kukatakan, pasti membuatnya memikirkan masalah yang tidak perlu.
"Selain karena dirinya adalah bangsawan kerajaan, beratribut sihir cahaya, fakta bahwa dirinya juga salah seorang Benih Yggdrasil, membuatnya jadi mampu melakukan apapun—selama sihir dan imajinasinya mampu.
"Singkatnya, sejak awal Zeeta sudah terlalu kuat dengan terlahir sebagai bangsawan kerajaan, ia bertambah kuat karenaku, yang merupakan Roh. Yggdrasil"
Azure segera menyela Luna, "Jadi tanggung jawab besar Zeeta sekarang ini disebabkan oleh kau?!"
"Ya. Ini karenaku dan aku tidak menyangkalnya. Tapi, ini merupakan sesuatu yang mau tidak mau harus dilakukan, karena kami tidak bisa memilih sembarang makhluk.
"Sebab, kami pada awalnya adalah Yggdrasil—ibu dari semua makhluk sihir. Jika tidak bersarang di wadah yang tepat, wadah itu akan hancur. Selain itu, Nak, Zeeta memiliki sesuatu yang tidak akan dimiliki Benih Yggdrasil lain—sesuatu yang menjadi kunci apakah dia akan memutuskan untuk membangkitkan Yggdrasil atau tidak."
"A-apa kunci itu?" tanya Melly.
"Yah, itu tidak perlu kuberitahu sekarang. Yang penting, akan kujelaskan lagi tentang atribut sihir. Setiap makhluk, biasanya memiliki maksimal dua atribut sihir, tetapi karena mereka hanya tahu untuk menghasilkan sihir adalah dengan imajinasi, atribut itu sama sekali tidak pernah digunakan.
"Namun, itu berbeda dengan bangsawan utama. Kulihat, banyak dari mereka terfokus untuk perwujudan dari sebuah atribut.
"Misalnya Hellenia, dia sering membuat sihir ruang, yang memungkinkannya untuk melindungi atau menyerang tanpa kekerasan. Sisanya kalian tahu sendiri.
"Nah, Melly, kuingin kautahu bahwa meskipun kristal bukan elemen dasar dari atribut sihir, bukan berarti kau tidak bisa kuat. Bersiaplah dengan latihan berat karena kau merupakan bangsawan!"
"A-aku akan berjuang!" balas Melly.
"Azure, aku punya sedikit obrolan pribadi tentang sihirmu, jadi kusimpan untuk nanti."
Azure mengangguk dengan ragu.
"Latihan awal ini untuk menambah kapasitas, membiasakan berimajinasi, serta menemukan atribut apa yang cocok untuk kalian!
"Sembilan jam di sini sama dengan tiga hari di luar sana. Bila kulihat kalian sudah tidak mampu berlatih lagi di sini, jangan kecewa kalau aku menendang kalian ke luar!"
__ADS_1
"Siap!"