Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Percikan Api


__ADS_3

Danny, Mellynda, Gerda, dan Azure sedang dilatih di area yang berbeda-beda—yang sebelumnya sudah dibuat sedemikian rupa oleh Luna. Danny di area lava, Gerda di area hutan rindang, Mellynda di area gersang, dan Azure di area salju.


Mereka saat ini sedang meningkatkan kapasitas mana mereka dengan melapisi tubuh mereka dengan sihir menyerupai aura tipis untuk melindungi diri dari area ekstrem tersebut, seperti yang sudah direncanakan. Latihan ini berjalan dengan lancar... tetapi hal itu tidak berlaku bagi Azure.


Sebelumnya, Luna ingin bicara empat mata dengan Azure dan hal itu berkaitan dengan latihannya.


"Azure, kau adalah anak yang paling tua diantara mereka dan kau juga yang paling berpengalaman menghadapi sihir manusia. Karena dirimu yang seperti itu, aku akan memberitahumu berita buruk sebelum latihan benar-benar kita lakukan," ujar Luna.


"Be-berita buruk...?" tanya Azure.


"Sebelum itu, aku ingin bertanya. Aku selalu merasakan kegelapan dalam mana-mu. Beritahu aku, apa yang sudah kaulakukan sebelumnya?"


"Soal itu...."


Azure lantas menceritakan apa yang terjadi ketika insiden di kediaman Rowing.


"Begitu. Masuk akal," ucap Luna, "manusia memang seperti itu...." Ia mengalihkan pandangannya.


"Lalu... apa berita buruknya...?"


"Sebelumnya sudah kukatakan, setiap makhluk dapat memiliki maksimal dua atribut sihir, terlepas dari dia sering menggunakannya atau tidak dalam keseharian.


"Atribut sihir bisa muncul begitu saja meskipun orang itu tidak menginginkannya, ada juga saat itu muncul karena sering melakukan sebuah sihir yang spesifik.


"Dalam masalahmu, kau mendapatkan atribut kegelapan karena tidak pernah berhenti mengutuk dengan sihirmu, dan itu akan mempersulitmu saat latihan denganku.


"Aku, sebagai Roh Yggdrasil, adalah makhluk yang menyucikan segala kegelapan di dunia ini. Oleh karena itu aku memilih Zeeta dan membiarkannya memakai kekuatanku."


"Kegelapan, ya...." Azure tampak sedih. "Tapi, itu tidak mengherankan dan cocok denganku setelah apa yang terjadi padaku. Aku tidak akan protes, tapi....


"Apa yang harus kulakukan demi melindungi Zeeta? Zeeta sudah menyelamatkanku dari genggaman kejam sebuah keluarga bangsawan. Jika tanpanya, aku tidak akan mau lagi berhadapan dengan bangsawan, dan mungkin aku akan menjadi penjahat...."


"Tenang saja, tenang saja.... Aku tidak bilang akan mustahil melatihmu, tapi kubilang akan sulit. Dengar aku, Azure, jika kau terkena sihirku, bahkan jika aku hanya memakai satu persen kekuatanku, besar kemungkinan kau akan terluka parah."


"Glek... itu menantang sekali...."


"Tapi, ada cara untuk mengurangi kemungkinan itu, dan kau akan melakukannya sekarang!"


......................


Di lain sisi, Gerda yang berlatih di area hutan rindang, melakukan hal yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Karena area ini tidak begitu mengancam nyawa, ia diminta Luna melakukan hal lain yang dapat membesarkan kapasitas mana-nya, dan itu adalah menumbuhkan sebuah biji langsung menjadi pohon yang sudah berbuah.

__ADS_1


"Eeehh?! Pa-padahal menumbuhkan buah renjie saja sudah cukup sulit!" Gerda menggerutu.


"Jangan banyak mengeluh! Ini sudah cukup mudah dibandingkan yang lain! Kau akan merasakan sendiri apa manfaat dari latihan itu dengan tubuhmu, jadi jangan banyak bicara dan cepat lakukan!" pekik Luna.


"I-iya, aku tahu! Tidak usah marah juga tidak apa, 'kan...."


Sementara itu, Mellynda di area gersang—dimana tanahnya pecah-pecah, debu berterbangan kemana-mana, ditambah dengan terik matahari yang menyengat, sihir pelindung tubuhnya saja tak mampu menahan panasnya. Ia bermandikan keringat dan kapan saja ia bisa jatuh pingsan. Meski begitu, Luna memiliki cara agar Mellynda tidak tumbang, ia sengaja mengadrenalin Mellynda agar ia mampu mengubah kristal miliknya menjadi air mengalir.


"Dengan latihan ini, kau akan mampu melindungi Zeeta kapanpun dengan kristalmu. Kristal ini nantinya akan lebih kuat dan lebih efisien.


"Jika kau mampu membentuk atau mencairkan kristal itu kapanpun kau mau, baik itu menjadi tameng, senjata, atau apapun yang kauinginkan, kristal ini tentu saja menjadi kartu truf bagimu.


"Bila kau berhasil mengubahnya menjadi air, kan kuberikan kau apapun yang kau mau, jadi berjuanglah!"


"Kkhhh.... A-aku tahu! Ini demi rivalku jadi aku tidak bisa tumbang begitu saja, tapi... ini sulit! Biarkan aku berkonsentrasi!"


Kemudian di lain sisi, tepatnya di area lava, Danny tampak mengejutkan Luna.


"Kau benar-benar sesuatu, Nak Danny!" seru Luna.


"Be-begitukah?" Danny menyeringai.


"Sejauh ini kau tidak merasakan panas berlebih?"


"Wohohoho... ini artinya kau memiliki banyak ruang untuk tumbuh! Hmm... kalau begitu, mari kita mulai berserius!"


"Itulah yang kutunggu!"


......................


Selama kerajaan Aurora membangun kekuatan dan pertahanan, baik dari segi sumber daya manusia ataupun teknologi dan sihirnya, di kerajaan lain, tepatnya kerajaan Nebula, percikan api mulai bergejolak.


Kerajaan Nebula berada di sebelah tenggara kerajaan Aurora. Kerajaan ini sama sekali berbeda dengan kerajaan pada umumnya. Ia dibentuk oleh tanah-tanah yang memusat pada gravitasi yang berbeda dari bumi.


Bila dilihat dari kejauhan, kerajaan Nebula seperti tongkat sihir dimana terdapat bola biru di ujung atas tongkatnya. Inti gravitasi yang memungkinkan tanah-tanah bisa melayang di sekitarnya adalah bola yang biru yang sangat besar tersebut.


Di bawah inti gravitasi itu, terdapat jalan berbentuk prisma dengan tangga di sudut-sudutnya, lalu di bawah prisma tersebut menjulang tinggi sebuah pilar besar yang menopang bola raksasa itu. Di sekeliling bola raksasa tersebut, ada serpihan-serpihan bangunan kerajaan, baik itu besar atau kecil, yang tetap melayang dan tidak berubah arah.


Sementara tanah-tanah yang memusat pada bola inti gravitasi itu, adalah dua bagian kerajaan. Layaknya Aurora, Nebula juga memisahkan antara wilayah bangsawan dan rakyat. Tetapi titik perbedaannya adalah, Nebula lebih futuristik daripada Aurora. Gedung-gedung mereka, baik itu ditujukan pada bangsawan atau tidak, memiliki fungsi yang sama rata—yaitu memudahkan segala pekerjaan manusia, bahkan tanpa perlu peduli dengan sihir.


Sederhananya, Nebula adalah kerajaan "robotik" yang masa depannya akan melahirkan AI.

__ADS_1


Di sana, Klutzie dan Sebas baru tiba selepas menumpas Phantasmal dan menyucikan jasad seekor Naga. Namun, apa yang menyambut mereka bukanlah suka ria dari rakyat atau bangsawan, melainkan ketegangan yang memaksa semua penduduk, bahkan istana, tidak menunjukkan sebuah aktivitas pun.


Atas kondisi sepi yang mencurigakan ini, Siren, sang Roh yang berkontrak dengan Klutzie, segera berjaga-jaga di depan bersama Sebas.


"Klutzieee...!" teriakan seorang gadis terdengar sambil berlari.


"Suara ini...?" gumam Klutzie, "Kak Suzy!" ia melambaikan tangan pada gadis yang memakai gaun merah muda berlapis jubah klinis, dan bercelana panjang hitam.


"Lutz, waspadalah!" seru Siren.


"Eh? Kenapa?"


"Aliran mana-nya berbeda dengan Suzy yang kutahu!"


"A-apa kaubilang?!" Lutz segera berkuda-kuda.


Melihat Klutzie berkuda-kuda, Suzy yang disebut Klutzie adalah kakak, berhenti mendadak.


"Roh Yggdrasil itu memang merepotkan, ya...," kata Suzy, sambil menundukkan kepala. "Aku itu ingin bersenang-senang dengan Adik Kecilku. Dia pergi tiba-tiba tanpa memberitahu siapapun tujuannya. Karena itulah mereka jadi korban.... Aaah, ini semua gara-gara kau, Lutz...." Ia menyeringai jahat.


"Ka... Kak Suzy...?"


"Nona Siren, segera bawa Tuan Muda mundur! Biar aku yang menahannya!" seru Sebas.


Tanpa pikir dua kali, Siren segera mengangkat Klutzie dan mundur dengan melompat jauh.


"Jangan begitu, dong, Sebas.... Kau justru akan mati kalau malah melindunginya. Tidakkah kau sayang nyawamu sendiri?"


"Sayangnya, nyawaku sudah kudedikasikan pada Tuan Muda!" Sebas berkuda-kuda dan mengeluarkan aura merah.


"Oh. Begitu...." Suzy mengeluarkan sebuah botol kimia yang berisikan cairan kimia. "Kalau begitu, matilah." Ia menuangnya begitu saja di tempatnya berdiri, namun cairan itu langsung menerjang Sebas dan menusuknya.


Klutzie melihat itu semua. "Sebaaass!" teriaknya. "Siren, lepaskan aku! Aku harus menolongnya! Aku ini kuat!"


"Tidak, Lutz! Kau tidak merasakan mana orang-orang, 'kan? Bahkan mana ayahmu yang besar saja tidak ada di manapun!" balas Siren.


Suzy membuat lingkaran sihir di depan mulutnya sebagai speaker. "Luutzz! Kau tidak memiliki tempat untuk lari! Mau di manapun kausembunyi, Kakak pasti akan menemukanmu!" ia kemudian menyeringai, "lalu menghabisimu!"


Wajah Klutzie segera memucat setelah melihat tingkah dan ucapan kakaknya ini. "Ini bukan Kak Suzy yang kukenal.... Ada apa sebenarnya?" gumamnya.


"Sebaiknya kita pergi dulu sejauh mungkin. Lemahkan mana-mu agar tidak bisa ia deteksi!"

__ADS_1


"Ba-baiklah...."


"Larilah terus Klutzie Nebula. Larilah sejauh yang kaubisa. Tapi tenang saja... semua usaha itu akan percuma... karena kau hanyalah seorang anak kecil...." batin Suzy tanpa menghilangkan seringainya.


__ADS_2