Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga


__ADS_3

Morgan dan Feline memang belum mengeluarkan seluruh kemampuan mereka, tapi dapat dipastikan bahwa Peri-Peri ini memang kuat dan tidak sembarang orang dapat menaklukan mereka. Kini, mereka dihadapi oleh kesepakatan "paksaan" oleh Zeeta, dengan keadaan yang sudah tak memungkinkan lagi bagi mereka untuk melawan, setelah Zeeta menunjukkan bahwa dirinya ada satu langkah di depan mereka, baik dari segi kekuatan, atau dari segi rencana.


"Ayoo, Peri-Peri sialan... segera tuntaskan otakmu yang lambat itu!" pekik Aria, "kalian hanya bisa menjawab 'ya'!"


"...." Feline terdiam sejenak. "Baiklah, tapi aku juga punya syarat yang harus kalian telan."


"Apa?" tanya Zeeta.


"Biarkan aku bicara dengan Roh yang Agung!"


"Boleh!" jawab Zeeta seketika, sambil tersenyum.


"Fufufu, sudah kuduga dia memanglah anak-an—" batin Feline, yang terpotong dengan suara Zeeta lagi.


"Dan kaupikir aku akan mengiyakannya, huh?" mata Zeeta terlihat melotot dan bersinar biru. "Kau itu makhluk yang tidak bisa dipercaya, setidaknya olehku, Ratu Feline."


Feline tiba-tiba merasa merinding di sekujur tubuhnya. Jika ia tak segera menuruti kemauan Zeeta, ia tahu tak ada happy ending untuknya.


"Perlukah kuulang lagi? Aku bisa menghancurkan—"


"Sial! Baiklah baiklah!"


"Hehe." Zeeta tertawa kecil. "Kalau begitu, untuk antisipasi pengkhianatan seperti yang dilakukan Morgan pada nenekku...." Zeeta membuat secarik kertas dari sihirnya yang sudah bertuliskan kalimat perjanjian mereka. "Kubutuh darah dari Anda sebagai simbol resminya." Zeeta mengukir sebuah senyum.


"Darah?!"


"Uhm. Hanya satu tetes saja, di bagian sini!" Zeeta menunjuk sudut kiri bawah suratnya.


Mendengarnya, Feline segera tersenyum. "Kalau begitu, segera keluarkan aku! Kau tidak bisa mendapatkan darahku kalau aku terus di dalam botol ini, 'kan?!"

__ADS_1


"Hehe, sudah kuduga Anda pasti mengatakannya. Aria, ini bagianmu."


"Sebuah kehormatan untukku, Yang Mulia Zeeta." Aria dengan lapang dada menerima botol berisi Feline dari Ozy. "Hohohoho, ini pasti akan menyenangkan!"


"I-ini hanya mengambil satu tetes darah saja, bukan? Ke... kenapa kau begitu antusias, A-Aria...?" tanya Feline yang lagi-lagi dibuat merinding.


"Cih, ras tinggi seperti kami, Peri, berulang kali dipermalukan begini? Akan kubalas perbuatan kalian, manusia!" teriak Morgan.


"Soal itu kauyakin, oh Peri bernama Morgan?" suara seorang pria terdengar mendekat dari bawah.


"Siapa itu?!" tanya Morgan.


......................


[Beberapa saat sebelumnya....]


"Bukankah ini waktu yang tepat bagimu untuk naik dan menjelaskan semuanya? Aku memang separuh salah dari masalahmu, tapi jika aku naik sekarang, Peri-Peri itu akan merepotkan kita semua," kata Luna pada pria tua sebelumnya.


"Kuserahkan padamu."


Pria Tua yang menjadi lawan bicaranya mengangguk lalu menggunakan sihir terbang untuk naik ke daratan kerajaan yang terpisah dengan tanah.


Ketika ia sampai, semua mata tertuju padanya, termasuk Feline dan Morgan. Disaat yang sama, bangsawan-bangsawan yang sebelumnya pingsan, kini sudah siuman dan sangat membutuhkan penjelasan tentang situasi sekarang.


Melihat Pria Tua yang sebelumnya sudah mengalahkannya, membuat Zeeta berwaspada sambil mundur dan memegang tangan Ashley. Merespon tingkah Zeeta, kemudian Ashley berkata, "Tidak apa, Nak. Dia sebenarnya adalah sekutu kita. Tapi... tetap saja tak bisa kumaafkan setelah semua yang terjadi padamu sebelum ini...." Aura membunuh pekat muncul darinya.


Merasakan aura itu ditujukan padanya, Pria Tua itu berdeham, "E-ehem, seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, Peri bukanlah ras tertinggi. Tidak seharusnya kau mengagung-agungkan rasmu sendiri, ketika kausadar kau masih memiliki ruang untuk menjadi lebih baik.


"Karena sebagai ras Naga pun, aku juga kewalahan oleh Manusia. Yah, bahkan Roh yang Agung sampai mengomeliku, bwahahaha!"

__ADS_1


"EEEEHH?" pekik Zeeta, termasuk Feline dan Morgan, juga Manusia lain, kecuali Ashley.


"Huh? Kau tidak menyadarinya, Tuan Putri? Aku bahkan memunculkan kaki dan ekor asliku, lho," timpal Pria Tua itu. "Ah, maaf karena aku tidak memperkenalkan diri sebelumnya. Namaku Eclipse, sebuah kehormatan dapat bertemu denganmu, Yang Mulia."


"Eclipse...?" gumam Zeeta. Kemudian pipinya merona. "Nama yang indah, ya, Tuan Eclipse!" Zeeta melontarkan senyum manisnya.


Melihat reaksi ini, membuat Feline dan Morgan, termasuk Eclipse sendiri ikut merona. Mereka menganggap Zeeta imut.


"Dasar, kau ini penggoda makhluk sihir, ya, Zeeta?" tanya Ashley sambil mengelus kepala muridnya itu.


"A-apa maksud Guru, ya ampun...." Karena malu ia bersembunyi dibalik Ashley.


......................


"Jadi, katakan padaku. Apa kalian melupakan sejarah tentang ras Naga dan dunia, oh Peri?" tanya Eclipse.


"Cih. Selama ribuan tahun ini, aku tak pernah melihat rasmu. Tapi lagi-lagi ada makhluk sihir yang bersekutu dengan Zeeta? Apa-apaan ini?" tanya Feline, yang merasa sangat dirugikan.


"Hmm? Kau saja yang tidak pernah menyadariku. Selama ini aku dan adikku selalu ada di kerajaan ini. Bahkan beberapa dari ratunya tahu tentang kami.


"Kalian tentu tahu Alicia, 'kan? Jujur saja, dia benar-benar Ratu yang saaangat sesuatu!" balas Eclipse.


Mendengar ini membuat Claudia dan Zeeta ingin bertanya hal yang sama, namun dilihat dari situasi, jika itu ditanyakan sekarang, maka tidak ada untungnya bagi mereka, karena ada Peri yang belum bisa mereka percayai.


"Peri-Peri sekalian, biar kutegaskan ini. Aku tidak bersekutu dengan siapapun, tapi akan berbeda masalahnya jika Roh yang Agung memintaku untuk membantu Zeeta.


"Lagi pula, aku juga sudah jadi bagian dari kehidupan Manusia dan kerajaan ini, jadi aku pun tidak ingin melihat kerajaan yang sudah kutinggali ratusan tahun hancur begitu saja....


"Kalian macam-macam dengan kerajaan ini, kalian tahu siapa yang akan jadi musuh tambahan kalian.

__ADS_1


"Dengan kebanggaan sebagai ras Naga, aku bersumpah untuk melindungi kerajaan ini."


__ADS_2