Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Meremehkan Lawan yang Salah


__ADS_3

“Kami sudah menunggu kalian,” sambut Si Ibu—Ratu Orsfangr, tersenyum lembut.


“Selamat datang di kerajaan kami,” sambut Si Ayah—Sang Raja, yang turut tersenyum sama seperti istrinya.


“Kami memohon maaf apabila dalam perjalanan, kalian memiliki pengalaman buruk,” sambut Kakak Laki-Laki Cynthia.


Alis yang mengernyit, curiga yang mendarat, itulah kesan pertama yang terbesit dalam benak Jourgan dan Danny. Tidak mungkin bangsawan kerajaan mau setenang ini ketika menyambut tamu asing seperti mereka. Waspada dengan jebakan yang mungkin saja telah disiapkan, keduanya lantas bersiaga.


“Terdengar aneh untuk kalian walau ini pertama kalinya kita bertemu,” ucap Danny, “kami juga berterima kasih atas sambutan kalian, tetapi ... ada yang aneh di sini.”


“Aneh...?” tanya Sang Raja, yang terlihat berusaha tak menghilangkan senyumnya. “Apa gerangan maksudmu, Anak Muda?”


Danny melihat sekitar, lalu memastikan lagi gerak-gerik Cynthia. Terdapat sesuatu yang membuatnya tersadar, tetapi disaat yang sama....


“Ghkk!”


Jourgan bersuara seakan ia sedang tercekik. Ia juga mencakar-cakar sekitar lehernya kendati tiada apapun yang mengekang lehernya.


Mendapatinya, langsung membuat Danny geram, dan seketika dirinya memukul keras sekitaran belakang kepala Jourgan dengan kepalan kirinya.


“Uaargh!”


Erangan perempuan terdengar dari bagian yang dipukul—yang setelahnya muncul seorang dengan rambut yang serupa dengan Cynthia. Dia tergeletak lemas di pasir hanya dengan satu pukulan saja. Entah dia yang terlalu lemah atau Danny yang terlalu kuat.


“Apa maksudnya ini, Tuan dan Nyonya sekalian...?” tanya Danny.


Keramah-tamahan yang disuguhkan “Raja” dan “Ratu” Orsfangr harus segera berakhir dengan terbuktinya kecurigaan Danny dan Jourgan.


“Hehe....” Sang Raja terkekeh, tetapi suara yang dikeluarkannya berbeda, membuat Danny dan Jourgan bertanda-tanya. “Aku kagum denganmu yang bisa merasakan kehadiran orang rendahan itu, Danny Bloomy—seorang MANTAN Manusia biasa sepertimu—tidak seperti Dark Elf di sana yang katanya ahli dalam mendeteksi mana dan berburu.”


“Kenapa orang negeri Timur sepertimu bisa ada di sini... sialan?” tanya Jourgan, yang masih merasakan after-effect dari cekikan sebelumnya.


“Oooh! Ternyata kau pun menyadarinya! Hahahaha, maaf atas kelancanganku kalau begitu.


“Aira, bisakah kaulanjutkan? Aku ada perlu dengan Putri Ketiga yang tidak becus itu.”


Begitu Si “Raja” berjalan, Cynthia menutup matanya erat-erat, juga kedua tangan yang dikepal amat erat.


“JANGAN DEKATI DIA!” bentak Danny, yang mengejutkan Cynthia, sekaligus menghentikan langkah “Raja”. “Kalian amatir sekali dalam melakukan misi macam ini, ya, dasar Tamu yang Tak Tersambut dengan Baik?!”


“Apa katamu...?” Si Lelaki yang menjelma menjadi Raja terpancing emosinya—memaksa penjelmaannya hancur, dan menunjukkan sosok yang sebenarnya.


.


.


.


.


Yang memasang persona sebagai Raja Orsfangr ternyata adalah seorang laki-laki yang usianya lebih muda dari Danny. Dari tampangnya, ia berusia sekitar empat sampai lima belas tahun.

__ADS_1


“Kau juga, Bocah bernama Aira!” seru Jourgan, yang menunjuk pada "Ratu".


Layaknya sosok asli Raja—sosok asli dari jelmaan Ratu pun seumuran.


“Tunggu apa lagi, oh Tuan Kakak?!” tanya Danny.


Merasa tidak ada pilihan lagi, ia terpaksa mengungkap identitasnya—seorang lelaki yang juga sepantaran dengan dua lainnya. “Sudah kubilang rencanamu dangkal, Kira!” batinnya.


Tiga orang dari Kekaisaran Seiryuu, tidak memiliki pilihan lain selain membuka kedoknya. Laki-laki yang menjelma menjadi Raja adalah Kiratsuzan—Kira, yang bertubuh cukup berotot diusianya, berambut hitam panjang lurus berwajah bengis dengan luka lebar di bagian mata—meski tidak membuat mata merah delimanya buta.


Perempuan bernama Aira yang menjelma menjadi Ratu juga memiliki rambut hitam dengan model kepang satu dan bermata ungu.


Sementara yang terakhir, lelaki yang berkedok menjadi Kakak Laki-Laki Cynthia, juga sama-sama berambut hitam, bermata hitam yang sipit, berkacamata, juga berambut lurus yang serupa dengan Kira. Namanya adalah Kinoshita, adik dari Kira.


......................


“Aku tidak peduli kenapa Putri Cynthia mau mengikuti ucapan bocah semacam kalian, tapi jangan kira racun yang masuk ke dalam Kak Jour bisa memberi efek padanya!” seru Danny, “kalian sangat amatir dalam masalah ini, sungguh, sampai-sampai membuatku muak....


“PUTRI!


“Aku tidak berniat menunggu izinmu, lo!”


“....” Air mata berubah menjadi gelembung, gigi yang digertakkan karena kegeraman yang sudah memuncak akan tampak pada mata semua yang hadir di sekitar bila Cynthia tidak menundukkan kepalanya.


“Aku ... aku ingin balas dendam!


“Ibuku tewas....


“Ayah dan saudaraku disekap, sementara saudariku diperalat!


“Tapi, jika kulakukan—“


“Heh!” Danny menyeringai, juga menukas Cynthia. Tidak perlu kauungkapkan semuanya, Putri!”


“Kautahu, Putri dari kerajaan kami mungkin bisa menjadi sahabatmu, sebab kalian memiliki kemiripan.


“Tapi, agar bisa mewujudkannya, serahkan ini pada kami terlebih dahulu. Apa kau percaya?”


“DASAR BODOH!” bentak Cynthia, “untuk apa aku repot-repot melakukan ini semua?!”


Seringai juga terlukis pada Jourgan setelahnya.


“Kalau begitu ... kau dengar, ‘kan, Kak...? Kuserahkan padamu.”


“Tentu saja.” Jourgan berkuda-kuda. Tetapi kepercayaan diri dari tiga orang negeri Timur tampak tidak terpengaruh.


“Apa bisamu ketika racun untuk Raksasa telah masuk ke dalam tubuhmu, Dark Elf?” tanya Si Perempuan—Aira—yang tersenyum meremehkan. “Lihatlah ruam-ruam itu! Ucapan Danny yang percaya racun tidak akan berpengaruh padamu hanyala—“


“Lihatlah saja apa itu akan berpengaruh atau tidak, Bocah Tengil," tukas Jourgan.


“Apa?”

__ADS_1


Ruam-ruam yang tersebar dari leher hingga bawah tubuh Jourgan seolah diarahkan menuju satu tempat—yaitu kedua telapaknya. Tidak lama kemudian, ruam-ruam yang tampak menghitamkan seluruh telapaknya itu bersinar hitam-keunguan, lalu dari sinar itu, ia membentuk sebuah trisula sebesar dirinya.


“Di-dia mengubahnya jadi mana?! Bagaimana bisa?!” Aira kaget.


“MENUNDUKLAH, Cynthia!” pekik Jourgan.


‘ZWIIIINGG!!’


Tebasan hitam-keunguan yang empat kali lipat lebih besar dari ukuran tombaknya menebas lautan, membelah sebagian kecil atap istana emasnya.


......................


Warga desa setempat yang mendapatkan “tuah dadakan” dari jatuhnya kaki Kraken, sedang mengolahnya. Dengan ukuran yang berkali-kali lipat dari mereka, selain untuk bahan makanan, mereka juga berniat untuk menjual, mengawetkan, dan hal-hal berguna lainnya untuk keseharian.


Anak-anak juga ikut membantu. Ada yang membantu memotong dagingnya, ada juga yang membantu mempersiapkan unggun raksasa yang sebentar lagi akan selesai.


Kala itulah, untuk sekali lagi, mereka dibuat terkejut. Awalnya, mereka kira kaki Kraken yang jatuh hanya satu-satunya hal yang akan membuat mereka kaget, bingung, juga penasaran tentang apa yang sedang terjadi, tetapi hal itu ternyata masihlah berlanjut.


Badai dadakan yang muncul entah darimana, walau mereka melihatnya dari jarak yang sangat jauh. Tetap saja, badai dengan tornado dan awan hitam disertai kilat itu, membuat siapapun akan berkonspirasi bahwa itu ada hubungannya dengan kaki Kraken yang jatuh. Mereka kira hari akan berakhir setelahnya dan mereka akan menikmati malam dengan pesta daging.


Tapi TIDAK.


Bilah hitam-keunguan menukik dari dalam lautan, meledak di angkasa senja—mengimbaskan ledakan hebat serta angin kencang.


Takut, namun penasaran. Penasaran, tetapi takut. Serupa tapi tak sama, itulah yang dirasakan warga desa.


“APA YANG SEBENARNYA SEDANG TERJADI DI LAUTAN?!”


Adalah hal yang sangat ingin diteriakkan mereka dan ingin segera terjawab.


......................


Tebasan yang dihempaskan Jourgan tidak terbatas untuk menebas saja. Tebasan itu juga menyebabkan pusaran yang melenyapkan air di sekitar mereka—layaknya berdiri di tengah-tengah aquarium tanpa kaca.


“A-a-a-apa yang sudah kaulakukan?!” tanya Aira. Ia panik bukan main. Kekuatan yang dihempaskan Jourgan tidak diduganya teramat sangat besar.


“Apa yang KU-lakukan...?” tanya Jourgan menyeringaj, kemudian menancapkan pangkal trisulanya ke pasir. “Ini adalah perwujudan dari ‘racun’ yang katamu bisa membunuh Raksasa.


"Aku, sebagai Dark Elf yang BISA memanipulasi mana—bahkan jika itu ‘racun’ sekalipun, hal ini bukanlah masalah.


“Kalian yang berasal dari negeri tanpa dasar pengetahuan mana pasti tidak tahu, tetapi karena aku amat menyayangkan bocah-bocah muda seperti kalian yang diterjunkan dalam misi seperti ini, aku akan berbaik hati dan beritahu.


“Segala sesuatu di dunia ini memiliki mana.


“Air, tumbuhan, pasir, bahkan ‘racun’ yang katamu bisa membunuh Raksasa....


“Aku mengubah tiga hal pertama yang kusebut itu menjadi satu dan menyatukannya lagi dengan ‘racun’-mu. Jadilah trisula yang kaulihat sekarang.


“Mengapa tebasanku bisa berdampak sebesar ini .... yah... jika kalian pintar, tidak perlu kujelaskan.


“Lalu terakhir ... aku tidak tahu kaudapatkan informasinya darimana... tetapi Raksasa TIDAK AKAN mati dengan racun, dasar otak udang! Mereka mampu bersihir Rune Kuno!”

__ADS_1


“Elf di hadapan kalian ini....” Danny berbicara, menunjuk Jourgan. “Sudah melatih gadis yang sebelumnya tanpa percaya diri dikarenakan kerajaannya terus-terusan diancam bahaya kehancuran massal. Ia mampu membentuk gadis itu menjadi gadis yang sangat tangguh, penuh kehormatan, juga membuatnya menjadi gadis yang mengemban nasib dunia.


“Halangan kerikil seperti kalian, yang masih hijau dari setiap sisinya, sebaiknya pulang dan isaplah susu ibu kalian!”


__ADS_2