Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Keluarga Baru


__ADS_3

Ini adalah kejadian ketika Rey Emeria baru saja menjadi penguasa Wilayah Selatan. Ia memiliki segunung pekerjaan yang harus ia selesaikan dalam waktu singkat, mengingat ancaman kerajaannya tidaklah akan berhenti dalam jangka yang lama. Ia pun sudah diberi kekuatan tambahan dari Tuan Putri-nya dan harus menjawab kepercayaan itu.


Saat ini, hal yang pertama kali akan ia lakukan, adalah mengurusi pembangunan desa Lazuli dan desa Lapis. Meskipun desa Lapis sudah lenyap sejak tiga tahun yang lalu, bangunannya yang lapuk, hangus, dan hanya tersisa puing-puing, harus dilakukan sesuatu—dengan pengecualian bahwa jasad-jasad penduduk di sana sudah dikubur dengan layak oleh desa tetangganya.


Untuk menjawab masalah desa Lapis, ada dua hal yang harus ia konfirmasi sebelum bergerak "memperbaikinya". Satu; melakukan pendekatan dengan penduduk sekitar tentang desa Lapis—apa yang mereka ingin lakukan terhadap desa malang itu, dan dua; berbicara dengan satu-satunya penduduk tersisa dari desa Lapis, Azure.


Saat ini, adalah hari dimana Rey bertemu dengan Azure di Neko's Inn. Mereka bertemu secara empat mata di salah satu sudut meja pelanggan.


"Apapun yang kaulakukan takkan berpengaruh bagiku atau orang-orang Lapis. Mereka sudah mati." Azure menanggapi Rey dingin.


"Tidak," sanggah Rey, "ini pasti berpengaruh untukmu. Orang-orang dari desa tetangga menyerahkan keputusannya padamu, tetapi aku ingin kau mendengarkan ini.


"Kau yang sekarang tidak memiliki rumah, dengan kata lain kau tak memiliki tempat untuk mengadu kepada siapapun tentang masalahmu.


"Apa yang akan kukatakan ada kaitannya dengan kesehatan mentalmu. Kudengar kau menganggap Putri Zeeta sebagai adikmu, tetapi beliau tidak bisa menjawab seluruh keluh kesahmu. Orang lain dan keluarga ... itu berbeda.


"Karena itu, yang kupikirkan tentang desa Lapis, adalah untuk tidak membangun ulangnya, tetapi untuk menjadikannya monumen—pengingat masyarakat termasuk bangsawan tentang ironi ini.


"Azure, di tempat itu, meskipun kau tidak akan merasakannya seperti biasa, itu tetap bisa jadi tempatmu untuk mengadu tentang masalah dan mengingat kembali kejadianmu di masa lalu, serta menjadi pengingat agar desa lain tidak bernasib sama seperti kalian.


"Aku akan menghargai apapun jawabanmu."


Azure mengalihkan pandangannya keluar. "Sebenarnya aku juga tidak ingin desa itu jadi tempat tinggal baru untuk orang lain. Tapi aku juga tidak ingin menjadi manja," ungkapnya, "tetapi kau benar. Aku ingin ada tempat untukku bisa mengadu. Aku tak bisa melihat atau menyentuh sosok mereka lagi, terutama keluargaku, tetapi aku ingin itu juga jadi tempatku mengingat tujuanku bersama Zeeta."


Rey tersenyum. "Kau ... sungguh anak yang kuat."


......................


Beberapa minggu kemudian, dengan kekuatan sihir Rey Emeria sendiri, pembersihan puing-puing bangunan desa Lapis secara total berjalan dengan lancar. Puing-puing itu bergerak dengan sendirinya ke arah dimana mereka ditujukan. Di belakangnya, sambil menunggu pembersihan puingnya selesai, anak buahnya yang terdiri dari penduduk desa sekitar dan relawan dari ibu kota—salah satunya Arthur— meminta waktu Rey untuk bicara.


"Oh, Arthur. Ada apa?" tanya Rey.


"Apa aku mengganggumu?" tanya Arthur.


"....


"Jika yang kautanyakan adalah konsentrasi sihirku, tidak. Ketika sihirku sudah tertempel pada benda mati, itu akan berjalan sesuai perintahku."


"Kalau begitu ada pertanyaan sederhana. Kuharap kaubisa menjawabnya."


Rey mengatur napas, lalu menjawab, "Katakanlah."


"Barusan kaubilang sendiri, 'berjalan sesuai perintahku'. Jadi, apa kaubisa membuat mereka bicara?"


Rey menyeringai. "Kau benar."


"Lalu kenapa—"


"'Lalu kenapa aku tidak memberi Azure kesempatan bicara dengan jiwa penduduk di sini yang tertanam ke puing-puing itu?'" tukas Rey, yang menebak isi pikiran lawan bicaranya.


"Ya. Itu."


"Bukankah kau sendiri sudah punya jawabannya, Arthur? Mengingat kau sudah menjadi ayah angkat Putri Zeeta."


Kini Arthur yang menyeringai. "Aku takkan puas kalau tidak kau jawab sendiri. Pemikiran bangsawan yang kutemui selalu diluar logikaku, tetapi kupikir kau masih waras."

__ADS_1


"Hahaha, apa maksudmu dengan masih waras...?


"Ya. Azure tidak siap dengan apa yang sihirku bisa lakukan. Aku juga sudah melapor pada Putri dan Grand Duchess tentang kemampuan sihirku, yang salah satunya bisa membuat mereka bicara, tetapi hati kecil Azure tak mampu untuk menahannya.


"Untuk saat ini."


"Meski dia masih sebelas tahun, ia dihantui oleh masa lalu yang kelam...."


"Tapi, setelah bicara dengannya langsung, aku tahu, Arthur. Dia bisa menerima apapun yang akan dikatakan jiwa-jiwa itu dalam waktu dekat. Tekad bulatnya tidak pernah dikalahkan oleh siapapun di sekitarnya, termasuk Putri Zeeta."


Arthur kembali menyeringai. "Tampaknya Wilayah Selatan akan jadi Wilayah yang tenang dengan penguasa sepertimu, tetapi jangan lupa mata kami selalu ada untuk mengawasimu!" Arthur mengakhiri kalimatnya dengan pukulan pada bahu Rey.


"Ahahah.... Aku akan berjuang."


......................


Dalam waktu tiga puluh sembilan hari, Wilayah Selatan rampung menjadi desa yang bersih, hijau, dan sedap dipandang. Penduduknya sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa, seperti berburu, bercocok tanam, atau membuka kedai seperti yang Arthur lakukan. Hanya saja, satu hal yang berbeda, mereka jadi memiliki monumen berbentuk pilar yang diatasnya terdapat pahatan batu Lapis.


Kini, setelah desa Lazuli kembali, akan membuat pertanyaan, dengan siapa Azure akan tinggal setelah menginap di Neko's Inn bersama keluarga Recko dan Grilda? Untuk saat ini, ia masih bersama mereka dan membantu apapun yang ia bisa di sana.


Beberapa waktu kemudian, terjadilah liburan sekerajaan yang digelar oleh Ratu Alicia. Keputusan Azure tidaklah sia-sia.


......................


Ketika Azure kembali ke pantai dengan sihirnya, yang pertama kali ia lihat adalah sosok Alicia berkacamata hitam yang sedang duduk menyilangkan kaki dibawah teduhnya payung pantai.


"Wah?! Ra-Ratu Alicia? Kenapa sihirku...." Azure kebingungan kenapa sihirnya membawanya ke tempat tak terduga begini.


"Ahahahah, kaupikir ini ada di mana, Sayang?" tanya Alicia.


"Eh...?"


"A... apa maksud Anda...?" Azure mengalihkan pandangannya.


"Hei!" Alicia menarik telunjuknya ke dalam—memaksa kepala Azure menghadapnya dengan sihir. "Saat bicara dengan orang tua, tataplah mata mereka." Hanya dengan ini saja membuat Azure berkeringat dingin dan hilang arah harus berbuat apa.


"Nak, ini adalah dimensi yang kubuat dengan kekuatanku dan Zeeta.


"Akan kukatakan sekali lagi, ini adalah dimensi.


"Kaupikir kaubisa keluar dari dimensi ini tanpa sepengetahuanku, meskipun dengan sihir kegelapan itu?"


"Ma... maafkan aku...."


Alicia berdiri lalu memeluk Azure begitu saja.


"Suamiku, kau tidak keberatan, 'kan?"


"Ya," jawab Hazell, yang tidak disadari oleh Azure.


"Ra-Raja Hazell? Sebenarnya apa yang....?"


"Sudah sudah, buatlah dulu dirimu tenang supaya tidak panik dan minumlah ini. Ini jus renjie." Tiba-tiba, entah darimana Alicia bisa mendapatkannya, Azure menerima sebotol jus renjie.


Setelah Azure meneguk jusnya, Hazell duduk di belakang Alicia, dan Alicia hendak mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Ehm.... Apa ada sesuatu yang salah...?" tanya Azure.


"Azure, jadilah putri kami," kata Alicia dengan mimik yang serius.


"Eh?" Azure melongok. Ia merasa pasti salah dengar.


"Kami sudah mengetahui semua yang telah kaulalui dan apa yang kaulakukan demi putro kami, serta apa bayarannya untukmu."


"Eh...? Bayaran...? Apa maksudnya?"


"Kau menganggap Zeeta sebagai adikmu sendiri dan selalu mendukungnya dari belakang. Melalui ini...." Alicia menjentik anting bulannya. "....aku mengetahui semuanya.


"Kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja kau benar-benar menjadi kakak untuk Zeeta? Apa yang sudah kaulakukan, tanpa kau sadari sangatlah berjasa untuknya. Apa yang kaulakukan hanyalah kakak yang bisa melakukannya.


"Azure ...." Alicia kembali mendekap Azure. "Terima kasih karena sudah menjadi kakak untuk Zeeta."


Air mata Azure mulai berlinang. "Tapi ... tapi ... kalau ditanya secepat ini aku ... mana bisa aku menjawabnya langsung.... Meskipun aku tidak punya siapa-siapa lagi ... aku ... keluargaku—desa Lapis masih—"


"Apa arti keluarga bagimu, Azure?


"Mereka adalah sosok yang selalu ada untukmu baik ketika kau sedih atau senang, selalu menyemangati, menghabisi waktu bersama, saling menceritakan masalah, dan yang utama ... mereka rela berdiri melindungi tanpa memikirkan bayarannya.


"Desa Lazuli juga sudah jadi keluarga untuk Zeeta. Bahkan Arthur sudah menjadi ayah angkatnya.


"Kalau begitu, kenapa kau tidak termasuk dalam keluarganya?


"Aku dan Hazell memang tidak akan pernah bisa mengganti peran ayah dan ibu kandungmu, tetapi setidaknya kami bisa memberikanmu tempat kembali yang hangat, juga adik yang mungkin akan sering merepotkanmu.


"Bagaimana?"


.


.


.


.


"Ibuku selalu bermimpi untuk bisa bertukar kata dengan Anda. Sihir ibuku ... bisa membekukan segala yang disentuh tangannya, karena itu dia selalu memakai sarung tangan. Dia juga ... jadi tidak berani untuk meneruskan mimpi itu ... karena takut Anda akan menjauhinya.


"Tapi... ibuku adalah sosok yang sangat penyayang dan sangat memanjakanku. Di malam yang tiada satupun menduganya, Garren mendobrak pintu rumah dan ... dan...."


"Sssst...." Alicia mendekap dan mengelus kepala Azure. "Jangan diteruskan."


"Apa ... apa aku... apa aku boleh bermanja denganmu...?" sambil sesenggukan dan rona merah di pipinya, Azure mengatakannya.


Alicia melepas dekapannya lalu berkata, "Tentu saja, Sayang. Tentu saja...." Ia juga memberi kecupan di keningnya.


"Yeeeeeyyy!!" Zeeta segera berlari dengan penuh riang dan gembira dari arah belakang Hazell.


"Zee... Zeeta?!" Azure segera menjauh dari Alicia dan menghapus air matanya. "Ka... kau ada di sini, toh...." Dengan rona yang mencapai telinganya, Azure membuang wajahnya.


"Ahahahah, ternyata Kak Azure bisa seimut ini juga, ya!"


"He-hentikan!"

__ADS_1


......................


Nama anak itu adalah Azure. Hatinya seluas birunya lautan. Meski masalah menerjangnya bagai ombak besar, hatinya tidak akan hanyut begitu saja. Untuk sementara ini, pelayarannya dalam luasnya dunia akan bersandar di tempat yang disebut keluarga baru ini....


__ADS_2