
Sepanjang mata memandang, sejauh telinga mendengar, yang ditangkap otak lelaki yang telah menjadi Wadah Roh Yggdrasil itu hanyalah jeritan kesengsaraan dan keputusasaan. Mereka yang berubah menjadi bentuk-bentuk aneh, kekuatan yang tiba-tiba lenyap, dan darah yang mendadak dimuntahkan, memaksa lelaki tersebut untuk bergemetar hebat. Sang ayah yang merupakan raja di kerajaannya pun tak luput dari serangan kutukan yang menggila itu. Disaat yang sama, mereka terus terpojok oleh makhluk-makhluk yang disebut sebagai Diablo itu. Nano yang menjadi kebanggaan masyarakat Nebula itu pun seakan tak berguna. Bala bantuan dari pihak Elf juga bernasib sama, demikian pula pada Tetua mereka, Hugo.
"Kenapa...?" dengan napasnya yang tersengal-sengal, Klutzie melihat sekitarnya. "Kenapa hanya aku...? Kenapa hanya aku yang tak mengalami apapun?
"Apa....
"Apa yang harus kulakukan, Siren!?"
Dirinya yang sedang dalam mode Spirit Warble, merasakan Siren bungkam. Ada sesuatu yang tidak bisa ia ungkap dengan mudahnya.
"Siren!" bentak Klutzie.
Siren menggertak gigi dan menjawab jujur. "Aku tidak tahu, Klutzie. Lelaki itu mengumpulkan kutukan sejak ribuan tahun yang lalu. Aku tak tahu harus apa untuk menyelamatkan mereka. Diablo-Diablo yang dikalahkan juga memperparah kondisi mereka....
"Mereka....
"Mereka tak bisa disela—"
"Klutzie." Suara Ratu Peri Nadéja terdengar baik oleh Sang Wadah ataupun Roh Yggdrasil-nya. "Kaulah yang akan mengangkat kutukan ini. Bersiaplah. Aku dan Marianna Aurora akan membantumu."
"A-apa?!" keduanya terkejut. "Memangnya ini bisa dihilangkan?!" tanya Klutzie.
"Tentu saja. Namun ini akan sangat berat."
"Meskipun begitu ... aku akan tetap melakukannya!"
Nadéja tersenyum. "Kau akan dibantu oleh Naga, aku, Marianna, Penguasa Penakluk Lautan, Roh Kuno Air Undine, dan tentu saja Roh Yggdrasil-mu. Meskipun banyak makhluk yang sudah membantu, ini akan tetap memberatkan."
"Kalau itu benar-benar bisa mengangkatnya, aku siap."
"Baiklah. Selama mereka memisahkannya, kau akan menggunakan pedang Rune-mu untuk bersiap. Yang akan kaulakukan serupa dengan yang sering Zeeta lakukan. Turunlah ke tanah dan berkuda-kudalah dengan pedangmu."
Klutzie tak menaruh curiga apapun pada Nadéja. Ia hanya terfokuskan untuk melepas kesakitan pada rakyatnya dan belahan Bumi lain.
.
.
.
.
__ADS_1
[Sementara itu....]
Cynthia telah menyambungkan pendengarannya dengan Undine yang ada di kedalaman samudra. Selama Nidhogg menjelaskan, Undine pun mendengarnya.
"Aku adalah Naga Pengecut, Nidhogg. Aku sudah mengkhianati rekan sebangsaku sendiri, bahkan melahapnya. Saat Manusia yang menjuluki dirinya sebagai Penguasa Kekelaman itu mengaktifkan sihir gravitasi yang mampu menekan mereka hingga hancur lebur, aku teringat sesuatu. Mana miliknya pernah muncul ribuan tahun silam sebelum Naga Kekacauan, Volsung, dan Naga Kerakusan, Fafnir, memberi serangan telak pada Orsted dan Schrutz.
"Mana itu adalah mana kegelapan yang membutakan kami dari pikiran yang bersih dan memaksa kami untuk fokus menuntaskan kebencian kami.
"Penguasa Kekelaman itu dapat mengarungi waktu.
"Itu artinya, sejak saat itu, Penguasa Kekelaman sudah menjinakkan Jormungand."
Undine mengerutkan kening. Ia tetap diam dan membiarkan Nidhogg melanjutkan informasinya.
"Jika titik-titik yang terhubung ini benar, maka lelaki yang merapalkan kutukan yang telah diperkuat selama ribuan tahun, tentu dapat dipatahkan.
"Jormungand adalah Raksasa Ular yang akan menghancurkan seluruh dunia, termasuk Yggdrasil itu sendiri. Namun, kedatangan Penguasa Kekelaman di berbagai titik di masa lalu telah memiringkan hal tersebut, sehingga yang terjadi adalah saat ini—Zeeta yang berhadapan dengan mereka.
"Meskipun ini bukanlah sesuatu yang dapat dibanggakan, namun Jormungand yang telah tunduk itu sedikit membuka peluang bagi kita untuk mengangkat kutukan ini.
"Caranya ada satu; yaitu memisahkan kutukan-kutukan tersebut dari korban kepada sebuah wadah. Wadah ini pun tidak bisa sembarangan—harus wadah yang mampu menerima keseluruhan dari serangan ini. Dengan kata lain, wadah itu adalah aku, sebab aku adalah Naga yang pernah bersarang di akar Yggdrasil serta memakan Orsted dan Schrutz.
"Sebenarnya, yang bisa memisahkan kutukan dan racun ini ada empat orang. Calon Kaisar Seiryuu; Arata Akihiro, Putri Kedua Aurora; Azure, Benih Yggdrasil; Hitomi Reiko dan Klutzie Nebula.
"Kemungkinan besar, hanya Benih Yggdrasil-lah yang memiliki kekebalan. Terlebih, Klutzie memiliki senjata yang telah diperkuat dengan Rune milik Raksasa Jeanne."
Undine mulai mengerti arah rencana Nidhogg. Namun, ia masih memiliki keraguan. "Bagaimana kaubisa tahu tentang semua ini? Siapa yang memberitahumu dan kenapa Naga sepertimu ingin menyelamatkan Manusia?"
Nidhogg tersenyum saat mendengar balasan itu melalui mulut Cynthia.
"Tanpa menjawab pertanyaan pertama itu, Roh Kuno sepertimu tentu tahu jawabannya, 'kan? Sejak Zeeta mewujudkan Tombak Suci, tanda-tanda Yggdrasil akan tumbuh kembali terus berdatangan ke arah Nebula—atau lebih tepatnya Vanadust. Di sana, merupakan salah satu dari banyaknya Denyut Dunia yang akan menyampaikan 'informasi' berbentuk mana.
"Desa Rhongomyniad, Aurora, Nebula, Seiryuu, Orsfangr adalah contoh lain dari beberapa titik Denyut Dunia. Munculnya Rhongomyniad mengembalikan tatanan Bumi layaknya Yggdrasil masih utuh.
"Iya, 'kan?"
Undine menyeringai. "Dan kau meminta salah satu Benih Yggdrasil itu untuk mengorbankan nyawanya, padahal tanda-tanda itu sudah muncul?"
"Jangan tes aku lagi, Roh Kuno. Kau pasti sudah tahu dari sana tentang siapa yang bisa membantunya. Kali ini, kita akan mewujudkan 'Tír na nÓg' sekali lagi—bahkan mungkin ini adalah awal untuk selamanya."
"Fufu. Baiklah. Aku akan membantu meringankan kutukan itu melalui Cynthia. Namun, jangan lupakan bahwasannya kutukan-kutukan ini berusia ribuan tahun. Kau sendiri mungkin takkan bisa mengembannya."
__ADS_1
"Aku tahu konsekuensinya. Roh Kuno."
......................
Cynthia ke langit dengan bantuan pusaran air yang menyelimuti bagian pinggang hingga ke tanah. Apa yang hendak dilakukannya menjadi sorotan penghuni Galdurheim, termasuk dua Naga yang masih bersiaga di Drékaheim. Merasakan keanehan mana yang terkumpul padanya, Diablo-Diablo segera mengubah haluan serangan mereka kepadanya. Mereka melemparkan diri mereka lurus pada Cynthia—layaknya meledakkan diri. Namun, sebelum ada satu pun yang melukainya....
'BLASHHH!!'
Tubuh-tubuh mereka segera hangus terbakar api yang tiba-tiba menyelimuti. Cynthia segera menoleh ke pelakunya—Surtr. "Jangan paksakan, dirimu, Raksasa Surtr! Disaat kau terluka parah begitu, racun dari Diablo hanya akan—"
"Diamlah, Duyung! Kau tak berhak merendahkan tekad kami untuk membalas dendam! Ini hanya berarti Manusia lagi-lagi selangkah di depan kami, namun takkan kubiarkan kami kalah lagi!
"Guhakk!"
Surtr memuntahkan darah lagi. Diukuran tubuhnya itu, tentu yang keluar begitu banyak.
Meskipun sudah dibantu oleh Surtr, jumlah Diablo seakan tak berkurang. Kemudian....
'KRIKRIKRIKRI'
Tak ingin kalah oleh Surtr, Snjor yang tidak hanya terluka oleh kutukan, namun tebasan dari Danny juga, ikut melindungi Cynthia dengan serangan esnya yang membentuk pilar pada Diablo. "Zephyr ... sudah menyampaikan pesannya... pada kami. Fokuslah saja, Duyung!"
Cynthia segera tergerak oleh berubahnya sikap mereka. Mungkin Raksasa-Raksasa itu ikut mendengar penjelasan Nidhogg yang merupakan Naga dari ribuan tahun silam, tetapi ia memutuskan untuk menuntaskan perannya saja.
Cynthia menyelimuti semua yang terkena kutukan Keenai dengan bola air. Ini pernah ia lakukan pada Jourgan dan Danny beberapa waktu yang lalu. Bagi mereka yang tidak sempat untuk menyimak pesan Zephyr atau melihat ke arah Cynthia, seperti beberapa Elf, termasuk Volten Sisters yang terpisah melindungi Reina dan rakyat Aurora, bahkan salah satu Elf yang ikut bangkit dari kematian bersama Marianna, Jewel, yang sedang melindungi mantan inangnya, Suzy, mendadak kebingungan dengan air yang sama sekali tidak menyesakkan napas itu.
Seakan secercah cahaya dari kelamnya kegelapan, titik-titik biru mulai melapisi Bumi berkat Cynthia. Sementara itu dari arah Nebula, ada Klutzie yang bersiaga untuk menebas dengan kuda-kudanya. Kakinya dirapatkan—kanan di depan dan kiri sedikit di belakangnya. Kedua tangannya fokus memegang pedang ke depan dan matanya terpejam untuk membantunya merasakan mana. Sosok Spirit Warble-nya perlahan semakin bercahaya, membuat penyintas Ragnarok bernama Zeeta di belahan dunia lain merasa terganggu.
"Kalian ini benar-benar pantang menyerah sekali, sampai membuatku geram! Kalian terus berusaha untuk bertahan hidup, menggeliat layaknya belatung!"
Alter hendak memindahkan Jormungand ke arah Cynthia dan yang lain dengan Bind Rune. "Jika itu cara kalian, maka aku pun akan—"
Zeeta mengangkat Rhongomyniad-nya dan melakukan gerakan seperti menusuk dengannya. Saat ia akan menusuk, sebuah lingkaran Bind Rune muncul dan memindahkan tusukan tersebut pada Jormungand. Ia melakukan hal yang sama dengan Alter.
"GROAAARR!" Jormungand mengerang kesakitan. Bind Rune tersebut juga menambah efek memperbesar pada ukuran tombaknya.
"Takkan kubiarkan. Tetaplah di sini, Alter."
"Bangsat...!" bahkan Alter merasa terpojok dengan kekuatan Zeeta.
Tetapi....
__ADS_1
"Serahkan ini padaku." Alter mendengar telepati seorang lelaki....