Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Kerja Sama Antar Ras


__ADS_3

Langit yang seharusnya menunjukkan matahari akan terlelap dari dunia, justru terselimuti oleh awan kelabu, serta tiupan angin yang sangat kencang. Suasana yang melegakan usai berakhirnya perseteruan Aurora dengan lara Peri, mendadak berubah menjadi penuh tanya ketika Hellenia von Cloxzar memasang wajah muramnya saat membicarakan Porte von Ophenlis. Wajah yang sama juga dipasang oleh Louis de Dormant.


"Ada apa ini?" batin Zeeta yang mengernyit.


"Semua, serahkan masalah ini pada kami. Count Will, Count Rey Emeria, Tuan Orchid, Nyonya Claudia, Ozy, Aria, Eclipse, dan Peri-Peri sekalian, silakan kerjakan apa yang harus kalian lakukan!" perintah Ashley.


Walau Orchid dan Rey sama-sama dipenuhi dengan tanda tanya, mereka tetap melaksanakannya. Mereka turun bersama dengan makhluk-makhluk sihir itu dengan sihir terbang ke Labirin Cremlyn untuk segera memulai kerja berat mereka. Diawali dengan mengutarakan rencana mereka, lalu membuat tenda darurat untuk rakyat tinggali sementara. Jika apa yang akan dilakukan Ozy, Aria, dan Eclipse lancar, mereka akan mendapatkan rumah baru dalam waktu kurun waktu kurang-lebih satu minggu.


......................


"Keluarga Ophenlis ... sejak masa tahta Nyonya Scarlet sudah menangani Labirin Cremlyn," kata Hellenia, "labirin itu memang sudah ada sejak lama, kegunaannya pun tidak pernah berubah. Tapi, yang menjadi masalah...." Ia ragu untuk melanjutkan kalimatnya.


"Katakan padaku. Jika nyawanya terancam, aku harus—"


"Percuma," tukas Ashley.


Zeeta terbelalak. "Eh?!"


Ashley lanjut menjelaskan pada Zeeta. "Ada satu aturan—ritual lebih tepatnya—agar bisa mengendalikan Labirin Cremlyn. Labirin itu hanya akan jadi labirin bawah tanah biasa jika tanpa dialiri mana. Untuk menghidupkan fungsinya, maka Porte harus berada di kediamannya untuk memusatkan seluruh mana yang tersimpan dari kristal di sekitar untuknya seorang.


"Rumah kristalnya tidak dibuat untuk ajang pamer semata, tapi inilah alasan sebenarnya. Rumah kristal itu diciptakannya untuk menyerap mana dari sekitarnya sedikit demi sedikit, baik itu dari alam, ataupun manusia. Ketika dia memusatkan seluruh energi yang terkumpul di kristal-kristal itu padanya, otaknya hanya akan bisa terpusat pada pengoperasian Cremlyn dalam jangka waktu lima hari. Selain dari itu, ia tidak mampu melakukan apapun."


"Lima ... hari? Lalu kenapa dia tidak kita selamatkan lebih dahulu, padahal kita punya banyak waktu?!" teriak Zeeta.


"Dengarkan aku dulu sampai selesai, Nak. Di malam kau menghilang setelah kejadian Hollow, tentu saja kami bangsawan utama sudah melihat kondisinya. Tapi, di sana kami malah menemukan sebuah medan pelindung."


"Medan pelindung?"


Hellenia ikut menimbrung dalam percakapan. "Kami sudah berusaha untuk membuka medan pelindung itu dengan sihir kami. Nyonya Ashley juga ikut turun tangan. Tapi...." Ia tidak mengubah wajah muramnya.


Zeeta menggertakkan giginya. "Kenapa hal sepenting ini tidak kalian beritahukan padaku?! Aku pasti bisa menghancurkan pelindung itu!"


"Jangan sombong dulu, Nak!" seru Ashley, "jangan berpikir kaubisa melakukan apapun dengan sihirmu hanya karena kau memiliki kemampuan yang lebih unggul dari kami semua!


"Medan pelindung itu bukan berasal dari mana. Itu berasal dari sumber kekuatan lain di dunia ini, yaitu ki. Aliran ki berbeda jauh dari mana, Nak. Ki berpusat pada tenaga dalam seseorang yang kemudian diubah menjadi energi di luar tubuh.


"Ki adalah kekuatan yang dihasilkan murni oleh manusia. Sama seperti mana, ki juga bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan. Pembunuhan, bela diri, atau hanya sebagai seni.

__ADS_1


"Dengar, Nak. Ki bukanlah sesuatu yang bisa kauanggap sepele. Layaknya perbedaan mana antara bangsawan dan rakyat jelata, ki yang lemah juga tidak mampu mengalahkan ki yang lebih kuat darinya.


"Nak, di kerajaan ini, hanya aku yang bisa menggunakan ki. Tapi, semuanya akan berbeda jika pelakunya dari kerajaan lain yang memanfaatkan situasi itu."


"Jadi ... kita bahkan tidak tahu apa yang terjadi dengan Tuan Porte...?" tanya Zeeta.


Hellenia dan Ashley terdiam.


"Aku tidak peduli, aku akan melihatnya la—"


"Heeeeiiii!" seseorang melambaikan tangan pada mereka seraya terbang. Ketika sosok yang melambaikan tangan itu mulai tampak jelas, mereka tercengang.


"Paman Lowèn... Edward dan Ella juga...? Ah, itu, 'kan?!" ujar Zeeta.


"Porte?!" pekik Ashley dan Hellen.


......................


Beberapa saat sebelum Peri dan Aurora bentrok, Lowèn dan anak-anaknya pergi menuju kediaman Ophenlis di Wilayah Timur. Ketika mereka sampai, mereka mendapati wilayah itu sudah hancur dan hangus terbakar, dan pada satu titik, terdapat medan pelindung berwarna biru gelap dan diputari oleh bola-bola kelabu cair seukuran bola bogem.


"Apa ini?" tanya Edward menunjuk pelindungnya.


"Hmmm.... Aku tak menyangka akan begini. Siapa yang melakukan ini pasti sangat kuat...," gumam Lowèn.


"Papa!" teriak keduanya merengek penjelasan.


"O-oh, ya. Papa ingin membalas kebaikan Zeeta dan melakukan apa yang seharusnya Papa lakukan sebagai bangsawan Levant! Kalian tahu...?" Lowèn membisikkan sesuatu pada anak-anaknya.


"EH? BENARKAH?" keduanya tampak berapi-api.


"Tentu saja, hebat, 'kan?" Lowèn memasang senyum sombongnya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi?" tanya Ella.


"Di sinilah masalahnya. Pelindung ini bukan dari mana, jadi Papa tidak bisa seenaknya menghancurkan. Bisa saja nyawa orang yang terkurung di dalamnya ikut terpengaruh."


"Lalu... apa yang harus kita lakukan?" tanya Edward.

__ADS_1


"Papa ingin bantuan kalian untuk melakukan ritual. Ritual ini akan sangat Papa butuhkan untuk menyelamatkan orang di dalamnya."


"Uhm! Jelaskan pada kami!" tanpa banyak basa-basi dan pertanyaan, mereka segera setuju, setelah terpengaruh oleh bisikan ayah mereka.


Beberapa saat kemudian, Lowèn dan anak-anaknya membentuk pola segitiga pada sekeliling pelindungnya. Edward dan Ella diberikan sebuah tongkat sihir bertandakan matahari di kayunya untuk ditancapkan di tanah. Tongkat itu digunakan sebagat katalis penguat mana mereka, sementara Lowèn hanya memakai kekuatannya sendiri.


Dari tempat ketiganya berdiri, sebuah lingkaran sihir merah berpola matahari muncul, lalu muncul lagi lingkaran sihir berpola sama di bawah medan pelindungnya yang kemudian secara perlahan menyerap medan pelindungnya. Hal ini berlangsung sampai api antara Peri dan Aurora padam.


Ketika medan pelindungnya hilang, mereka hanya menemukan Porte seorang diri yang tergeletak tak berdaya dengan pecahan-pecahan kristal berserakan di sekitarnya. Ia segera ditolong.


......................


Zeeta menatap tajam Ashley yang semua pernyataannya bisa dipatahkan begitu saja oleh keluarga sepupunya itu.


"Apa-apaan tatapan itu? Aku tidak salah, mereka saja yang kekuatannya gila! Sekarang, ini giliranmu untuk menyembuhkan Porte. Aku akan bicara dengan mereka," kata Ashley.


"Buuuuu! Kalau salah ya tetap saja salah! Buuuuu!" Zeeta meledek Ashley, kemudian ia menyembuhkan Porte.


Selagi Ashley berjalan menghampiri Lowèn, ia membatin, "Aneh. Aku sudah melihat sendiri ki dari pelindung itu bukan ki biasa. Pelindung itu tidak seharusnya bisa dibongkar begitu saja, meskipun Levant sudah turun tangan. Jangan-jangan pelaku ini sudah mengetahui situasi di sini...?


"Sialan. Tidak aneh jika kerajaan lain memanfaatkan situasi di sini, tapi kenapa mereka hanya melakukan hal tidak jelas begini? Jika mereka ingin melemahkan kekuatan Aurora, Porte adalah mangsa terlezat...."


Sementara situasi di sini sudah agak tenang, di Labirin Cremlyn, rakyat pada heboh dengan konsep baru kerajaan mereka. Meskipun tidak semua menerima dengan lapang dada, mereka juga tidak ingin menjadi beban untuk Zeeta. Jika Zeeta memang ingin fokus melindungi mereka, maka inilah jalan yang tepat. Hasil dari diskusi Manusia dan para makhluk sihir ada tiga poin—yang nantinya akan melahirkan wajah baru bagi Aurora.


Satu; memisahkan antara wilayah rakyat dengan ibu kota. Wilayah rakyat akan terletak di bawah dan membiarkan ibu kota di langit. Ibu kota itu nanti akan berfungsi sebagai pusat pengendalian kekuatan kerajaan, dimana semua bangsawan utama kecuali Aurora akan ditempatkan di bangunan yang sama. Nantinya, di masing-masing Wilayah tanggung jawab mereka, akan dipasang berbagai pos untuk pengaduan, dan lain-lain. Apabila ingin mengadukan langsung masalah yang terjadi di Wilayah yang bersangkutan, maka rakyat diizinkan untuk lapor langsung ke bangsawan utama tersebut.


Dua; untuk masalah rumah rakyat yang sebagian besar ada di ibu kota, semua bangunan itu akan di-copy oleh kekuatan sihir Rune milik Ozy setelah Labririn Cremlyn diperbaiki olehnya. Untuk rumah-rumah yang ada di Wilayah Timur dan Selatan akan tetap dibangun seperti yang sudah direncanakan Zeeta sejak awal, yang akan melibatkan Eclipse dan Axel si Dwarf, asistennya Myra, serta para Peri yang terdiri dari Falmus, Yuuvi, dan Sylva.


Tiga; selama pembangunan itu dilakukan, Zeeta dan Ashley akan memasang dua jenis medan pelindung, yaitu sensor dan keamanan. Untuk kepastian ketahanan pelindung itu, Ashley dan Zeeta butuh waktu tiga hari. Dan selama ketidakhadiran mereka, Luna-lah yang akan memastikan keamanan rakyat dan memandorkan kerja makhluk-makhluk sihir dan Manusia itu.


Diskusi ini melahirkan sebuah hasil kerja sama antara Manusia dan makhluk-makhluk sihir "legendaris" seperti Raksasa, Peri, dan Naga, yang tidak pernah terjadi di sejarah Aurora sebelumnya.


"Ya ampun, aku tidak menyangka harus kerja seperti ini. Mimpi apa aku?!" seru Falmus yang emosi tapi tidak punya pilihan selain menerimanya.


"Aku tetap tidak mengerti kenapa Ratu Feline melakukan hal itu.... Apa yang sebenarnya terjadi?!" pekik Yuuvi.


"Zeeta ... benar-bear Manusia yang aneh," kata Sylva.

__ADS_1


__ADS_2