Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite


__ADS_3

"Selamat malam, Nona Azure. Senang bertemu dengan Anda. Meskipun aku tidak bisa mengatakan siapa Majikanku, tapi aku hanyalah seorang pelayan. Namaku adalah Asteria."


Wanita ber-set pelayan klasik bernama Asteria itu mengencangkan kacamatanya pada bagian gagang sebelah kirinya. Dia kemudian menepuk tanah dengan parasol-nya sekali lagi, kemudian L'arc melayang di udara.


Azure yang melihat semuanya hanya bisa terdiam menganga. "Eeehh...? 'Hanya seorang pelayan', katanya?" batinnya, "lagi pula, pria itu ada hubungannya dengan wanita ini...? Siapa mereka sebenarnya?"


"Tenang saja," lanjut Asteria, "Majikanku tidak menginginkan kalian semua—malahan beliau ingin kalian semua hidup. Gunakanlah kesempatan emas ini untuk melihat secara menyeluruh, Nona Azure...."


Azure mengernyitkan kening. "Apa maksudnya?"


"Dan itu hanyalah ucapan seorang pelayan yang diperintah oleh Majikannya. Baiklah, kalau begitu sampai jum—"


"Tunggu dulu!"


Asteria menengok.


"Aku sangat ingin tahu siapa kalian sebenarnya, tapi yang lebih penting dari itu ... bisakah kau beritahu mengapa pria itu mengincar Zeeta? Kenapa Lucy membiarkannya melukai Zeeta? Bukankah dia...."


Asteria menutup matanya. Ia seperti berkomunikasi dengan gadis—sang Majikan. "Tidak apa, Xenna. Kuizinkan."


Mendapat lampu hijau, Asteria membuka matanya. Ia pun angkat bicara. "Pria ini, L'arc Darnmite, adalah mantan Benih Yggdrasil dari lima ratus tahun yang lalu."


"Li-lima ratus tahun...?!"


"L'arc sudah berkali-kali menjadi Wadah, namun dirinya selalu gagal menghidupkan lagi apa yang sangat penting untuknya, yaitu Pohon Kehidupan, dengan kata lain Yggdrasil."


"Tu-tunggu dulu! Ini tidak masuk akal! Kalau dia orang dari lima ratus tahun lalu, bukankah Yggdrasil—" Azure terganggu oleh tornado api-petir yang hendak menghantamnya.


Asteria Si Pelayan mengangkat parasol dan mengarahkannya pada tornado. Dari ujung parasol-nya, muncul lingkaran sihir hitam, lalu itu menembakkan semacam peluru pada tornadonya. Seperti bukan bencana, tornado api-petir itu lenyap begitu saja.


Dumbfounded, Azure berulang kali melihat pada bekas tornado dan Asteria.


"Maaf, Pelayan ini tidak bisa tinggal diam melihat tamu-nya terancam bahaya. Maukah Anda ikut aku ke tempat yang lebih aman?"


Keringat jatuh dari pelipis Azure. "Tidak, aku tidak bisa memercayai seseorang yang baru saja menyelamatkan orang yang telah membunuh Zeeta begitu saja. Seharusnya kaulah yang ikut denganku."


Asteria menutup parasol-nya. "Masuk akal," ujarnya, "tapi Majikanku hanya memberi waktu sepuluh menit. Tergantung dari konteks pertanyaan yang akan kujawab, semua tergantung pada beliau."


"Ya, itu sudah cukup."

__ADS_1


"Roh-Roh sekalian, kalian dengar, 'kan? Jagalah tubuh itu agar tetap bugar."


Mendapatinya, Azure sekali lagi mengernyitkan mata. Meski begitu, ia tetap memprioritaskan tujuan utamanya. Ia memunculkan Buku Sihir, mendatangkan portal hitam keunguan. Ia masuk ke dalamnya, diikuti oleh Asteria.


......................


Azure dan Asteria berpindah ke dimensi buatan Azure. Sebuah reruntuhan berdebu berlangit jingga.


"Baiklah Nona Azure, aku akan menjawab pertanyaanmu yang tertunda," ujar Asteria tanpa basa-basi. Azure menyimaknya secara saksama.


"Sama halnya dengan Nona Zeeta dan Tuan Klutzie, Roh Yggdrasil mencari wadahnya untuk membangkitkan kembali Pohon Kehidupan. Namun, untuk apa sebenarnya itu butuh dilakukan, hanyalah mereka Benih Yggdrasil yang mampu mengetahuinya.


"Di waktu-waktu yang beragam, Benih Yggdrasil akan melihat pemandangan masa lalu. Masa lalu ketika legenda yang menyebutkan Yggdrasil memecah tubuhnya menjadi Roh untuk mencegah berlanjutnya peperangan antar Manusia dan makhluk sihir.


"Dan pemandangan itu, L'arc telah melihatnya. Aku tidak tahu apa yang dilihatnya, tetapi Majikanku bilang itu bukanlah sesuatu yang sedap untuk diketahui banyak orang.


"Namun, selama perjalanannya, L'arc mengetahui sebuah pengecualian yang tidak pernah diberitahu oleh Rohnya ataupun dilihat di pemandangan masa lalu. Para pemilik kekuatan bulan yang terpilih oleh Spirit yang selalu ada di tiap pecahan bulan yang menjadi anting mereka, atau yang disebut sebagai Seele, dapat melihat pemandangan masa lalu itu KAPANPUN mereka inginkan.


"Dengan kata lain, para pemilik kekuatan bulan memiliki hubungan dengan Yggdrasil dan peperangan ribuan tahun yang lalu.


"Selain itu, menurut L'arc, Yggdrasil akan membawa kedamaian bagi dunia sihir ini dan tentunya bagi seluruh ras. Meski begitu, selama 500 tahun ini dia tidak pernah—sama sekali—menemukan Benih Yggdrasil lain selain dirinya seorang.


"Kekuatannya saat ini, hanyalah belas kasihan dari Roh Yggdrasil yang telah membuatnya menderita dengan perjuangan memilukan dan sepi itu."


"Tentang pemilik kekuatan bulan memiliki hubungan itu... aku sudah menduganya dari gelagat Lucy, tapi... alangkah banyaknya hal baru yang kuketahui dari sosok misteri seperti kalian hingga membuatku semakin penasaran siapa kalian sebenarnya....


"Kalau begitu, kuyakin dari semua penjelasanmu waktu sudah habis, jadi ini pertanyaan terakhir... apa L'arc adalah Benih Yggdrasil yang ketiga?"


"Bukan.


"Seperti yang telah kuungkap, Nona Azure, dia hanyalah seorang mantan. Tetapi, harus diakui, meskipun dia hanyalah mantan, kekuatannya tak bisa dianggap remeh. Bagaimana pun juga, dia berhasil melubangi Nona Zeeta yang seharusnya bisa melawannya dengan imbang, tidak, bahkan mengalahkannya.


"'Satu hal yang dapat kaulihat darinya adalah rasa putus asanya selama lima ratus tahun itu pasti membuatnya gila dan melampiaskan semua perasaan itu pada gadis dengan kekuatan gila bernama Zeeta itu....'


"Dan itu, adalah ucapan dari Majikanku. Baiklah, misiku sudah selesai, waktunya kembali."


Setelah membuka portal untuk kembali, Azure bergumam "Sialan... tiap kali kuingin melindunginya, semua hal menjadi semakin rumit! Aku tidak mendapat petunjuk mengenai Luna dan Zeeta... apa yang harus kulakukan...."


Ketika Asteria henda menginjak kaki ke portal, ia terhenti, lalu memutar badan.

__ADS_1


"Nona Azure, sebuah pesan dari Majikanku," ujarnya.


"Eh?"


Asteria membuka mulutnya. "Dunia ini dilandasi oleh Yggdrasil. Yggdrasil menghidupi seisi dunia. Mana, makhluk sihir, makhluk buatan, ras campuran, hewan, tumbuhan, segalanya terhubung dengan Yggdrasil. Jika kau menjadi singa yang diambang kematian, kemanakah tempat yang akan kaupilih sebagai tempatmu mati?


"Apakah itu rumah? Keluarga? Teman? Ataukah kau akan menyerah dan mati di tempatmu berdiri? Akankah kau berjuang untuk tidak mati?


"Lagi pula, seekor singa...."


.


.


.


.


"Adalah raja hutan...." Gadis yang menjadi majikan Asteria, yang disebutnya Xenna, menyeringai. Ia kemudian menyantap sebuah anggur yang ditaruh di sebuah mangkuk.


......................


Usai mengucapkan pesan majikannya, Asteria pergi. Azure ditinggal dengan wajah yang sangat kebingungan. Ia memproses semua kalimat itu dengan segenap kecerdasannya. "Apa maksudnya? Singa? Yggdrasil...? Hutan...?


"Urgghh....


"Yggdrasil... hutan....


"Mana....


"Singa ... raja hutan....


"Ah!" Tak lama, ia pun terbelalak. "Ja-jangan-jangan...?!" Azure bergegas keluar dari dimensi buatannya. "Su-sudah kuduga!" jeritnya.


Azure melihat ke langit. Badai api-petir tak lagi mengamuk. Sebagai gantinya, malam bertabur jutaan bintang disertai bulan purnama seolah-olah menenangkan siapapun yang telah dihantam bencana "alam" itu.


"Zeeta! Nyonya Ashley!" dengan sihir terbangnya, Azure menyusul kedua orang itu ke pulau layang. Dalam perjalanannya ia melihat L'arc melayang di udara dengan kaki dan tangan ke bawah. Asteria yang ada di belakangnya terbang dengan parasol miliknya.


"Siapapun majikan Wanita Pelayan itu, dia cukup tahu situasi kami. Bahkan, dia tahu lebih jauh tentang kebenaran dunia sihir ini, yang ditutup rapat-rapat oleh makhluk sihir yang ada di kerajaan.

__ADS_1


"Orang itu bahkan tahu tempat Zeeta berlatih.... Ya, dia tahu Hutan Sihir Agung, yang hanya sebagian kecil, tidak, bahkan hanya beberapa jiwa Manusia saja di dunia ini yang mengetahuinya. Kalau begitu di atas... mereka juga datang!


"Zeeta... kuharap kau baik-baik saja!"


__ADS_2