Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Kembalinya Scarlet


__ADS_3

[Beberapa jam yang lalu, saat Zeeta memiliki kesadarannya lagi setelah diambil alih oleh Ifrit, di kerajaan Aurora....]


Malam cerah dengan silau bulan, menandakan ketenangan telah menyelimuti kerajaan setelah dihantam oleh bencana “alam”. Para Crescent Void beserta Hellenia, Rey, Albert, dan Porte tumbang setelah setengah jam menghalau tornado api-petir merusak lebih jauh kerajaannya, yang kini dirawat di Rumah Sakit Guinerva dengan metode tabung air herbal—seperti yang pernah digunakan oleh Ashley dan para tahanan penjara kerajaan untuk memulihkan daya hidup setelah kehabisan mana. Demikian pula Crescent Void, bangsawan-bangsawan, serta ratusan prajurit dari empat keluarga bangsawan utama. Mereka pun dirawat di rumah sakit yang sama, hingga mau tak mau halaman tempat gawat darurat yang cukup luas ini dibanjiri oleh pasien. Sementara itu keluarga kerajaan dari pihak Levant—yaitu Lowén, Edward, dan Ella, tengah berbincang masalah serius tentang linimasa keturunan mereka.


Tanpa ada satupun yang mengira, sebuah portal hitam besar—layaknya yang terjadi empat belas tahun yang lalu—muncul di atas istana. Tanah di sekitarnya bergemuruh, menyebabkan beberapa benda seperti piring, cawan, kursi, dan meja, jatuh berantakan. Mereka yang ada di dalam segera keluar, termasuk Ratu dan Raja—Alicia dan Hazell. Seketika, seisi kerajaan panik dengan kemunculan tiba-tiba fenomena sihir ini.


“He-hei, apa itu?!” seorang rakyat menunjuk ke portal.


“Hei hei hei! Jangan bercanda! Kita baru saja keluar dari bencana gila tadi, sekarang—“ ujar rakyat lain.


“Larilah! Menjauh dari sana!”


“Bagaimana dengan Ratu dan Raja?!”


Ketika para rakyat baru akan berlari, portal hitam yang lebih besar empat kali lipat dari istana menyusut dan menghilang begitu saja—sukses membuat mereka bertanda tanya besar. Disaat yang sama....


......................


Kala portal hitamnya menghilang, para bangsawan utama, termasuk Ratu dan Raja, merasakan mana yang tak asing bagi mereka muncul begitu saja.


“Mana ini...?!” seru Alicia melotot pada Hazell.


“Jangan-jangan lubang hitam tadi itu....” Hazell juga menebak-nebak. Lantas tiba-tiba....


“ADUH!”


Seorang wanita mengerang dengan lantangnya di salah satu tower istana. “Sudah kuduga kukembali ke Galdurheim....” Ia memandangi tangannya. “Bagaikan sebuah mimpi.” Dia kemudian berdiri.


“AH! Ternyata benar!” seru Alicia menunjuk ke tower, setelah mendapati sosok Scarlet di towernya.


“EH? Ibu?!” Hazell pun sama terkejutnya dengan Alicia.


“Ha... hah...? Nyonya Scarlet…?” para pelayan dan penjaga istana menggumam satu sama lain. “Bagaimana bisa…?”


Scarlet melihat ke sekelilingnya dan mendapati banyak perubahan yang tidak dia kenal sama sekali. Dia juga melihat ke arah Hutan Peri dan menunjukkan ekspresinya yang sedikit syok. “Jadi itu maksudnya....” Ia mengingat ucapan Zeeta yang dicegatnya tentang Feline di Fyrriheim.


“Heeeiii, Ibu! Apa Ibu baik-baik saja? Apa Ibu butuh bantuan untuk turun?” tanya Alicia sambil berteriak melambaikan kedua tangan.


“Alicia...? Apa kaulupa sifat Ibumu…?” Hazell sedikit bergemetar.


“Hehe....” Alicia hanya menjawabnya dengan tawa kecil.


“Tidak ada bagiku waktu untuk mengerahkan emosi padamu, anak tak tahu sopan santun!” balas Scarlet.

__ADS_1


“Gyah! Itu benar-benar suara Nyonya Scarlet!" batin para pelayan dan penjaga istana.


“Panggil semua bangsawan utama yang masih sanggup berdiri. Kita akan lakukan Pertemuan Meja Bundar!”


Alicia yang senang dan bahagia, mendadak serius. “Apa yang kulakukan? Disaat seperti ini malah bahagia... masalah ini kan bisa nanti. Zeeta juga....” Ia kemudian menepuk-nepuk pipinya. “Baiklah!”


......................


Di ruang takhta istana, sebuah meja yang ditengah-tengahnya terdapat karpet merah—karena muncul dari tengah-tengahnya—hanya satu dari bangsawan utama saja yang hadir—yaitu Zacht. Tak lupa hadir Ratu dan Raja. Gorden ruangan ditutup dan diterangi lampu sihir yang diletakkan di titik-titik sudut dan bagian tengah langit-langit. Melihat situasi ini, Scarlet tampak memunculkan urat di kepalanya, tetapi ia tak kehilangan kendali.


“Kau!” seru Scarlet menunjuk Zacht.


“Y-ya!” Zacht langsung berdiri tegap.


“Kau putra sulung dari Willmurd, ‘kan? Di mana dia? Kenapa dia tidak di sini?”


“So-soal itu....” Ekspresi wajah Zacht beserta Alicia dan Hazell membuat Scarlet segera paham.


‘BLAM!’


Scarlet membanting meja dengan kepalannya. “Sialan, tak kusangka...,” katanya kesal.


“Ib—Nyonya Scarlet, kuharap Anda segera pada inti masalah yang hendak dibicarakan.” Alicia menyela Scarlet. “Sekarang, Tuan Putri dan rekan-rekannya—termasuk Grand Duchess Ashley masihlah bertarung di kerajaan Nebula. Detailnya tidak bisa kuungkap sekarang, namun kerajaan ini pun masih dalam masalah.


Scarlet sedikit terkejut mendengarnya, tetapi ia senang. “Maaf atas kelancanganku, Ratu, tapi....” Ia berdiri dan menarik napasnya. “KAUKIRA KAU SEDANG BICARA DENGAN SIAPA? AKU INI IBUMU!” Ia kembali duduk. “Nah, kembali ke masalah.”


Ditengah-tengah mentalnya yang terkejut dengan teriakan, Alicia membatin. “Oh Ibuku... betapa rindunya aku dengan kerasnya dirimu, aku pun bersyukur kau tampak baik-baik saja, tapi sepertinya....


“Ibu yang galak memang mengerikan.... Aku kan hanya bicara layaknya Ratu....”


“Mengenai aku yang tiba-tiba kembali ke Galdur—ehem—kembali ke Aurora, itu ada hubungannya dengan Zeeta.”


Scarlet kemudian menceritakan apa yang terjadi saat di Fyrriheim ketika dia bertemu dengan Zeeta untuk pertama kalinya.


“Asal muasal Aurora...,” celetuk Hazell, “Tanah, Kematian, Lembah Kematian, Flakka.... E-empat dunia...? A-apa yang baru saja kudengar ini...?” dirinya memegangi kepalanya.


“Aku takkan menjelaskannya secara rinci sebelum mereka yang terlibat pada kejadian hari ini kembali pulih. Semua dari mereka harus tahu demi kebaikan mereka sendiri.


“Ratu, kusarankan dirimu untuk memberi kelas pelajaran untuk ilmu yang baru saja kalian dengar dariku pada rakyat.


“Dedikasikan semua waktu yang kalian miliki setelah apapun masalah yang sedang terjadi saat ini selesai, untuk membenarkan linimasa sejarah yang sebenarnya terjadi dari tangan licik Peri selesai.


"Putra Willmurd, segera jabarkan kerusakan kerajaan dan biaya yang dibutuhkan—“

__ADS_1


“Masalah itu tidak perlu, Nyonya Scarlet,” tukas Alicia, "kami sudah memiliki cara untuk menutupi masalah seperti ini.”


“Apa maksudmu?”


“Lihatlah ke luar jendela!”


Saat Scarlet mengintip melalui gorden, ia terbelalak. Tembok, ataupun rumah, serta gerbang dan tower tembok yang runtuh kembali seperti semula perlahan-lahan layaknya sebuah sihir regenerasi.


“Itu adalah hasil dari bersatunya Dwarf, Naga, dan Manusia. Sebuah alat penyimpan mana milik bangsawan utama dan kami berdua. Kapanpun kerajaan hancur, otomatis alat itu akan mengalirkan mana yang telah disimpan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi—bercermin dari kejadian yang telah berlalu—yang memaksa kami memindahkan beberapa wilayah ke langit dan menata ulang tatanan kerajaan dan sistem pertahanannya.”


Scarlet menutup gordennya lalu kembali duduk. “Kerja bagus, Ratu Dua Puluh. Kalau begitu, mari bicarakan apa yang harus kita lakukan ketika Tuan Putri kembali pulang nanti.”


“Uhm. Baiklah. Jika kita akan mengedukasi ulang rakyat seperti yang telah Anda ceritakan, apakah itu berarti kita akan membuka seluruh buku yang ada di ruang tabu itu?” tanya Alicia.


“Jangan bodoh, Ratu!


“Pikirkanlah sekali lagi dengan pengalamanmu dan anting itu. Itu bukanlah hanya sekadar hiasan semata.”


Tiba-tiba ditengah diskusi mereka....


“He-hei, siapa kau?! Mau apa kau ke sini?!” jeritan penjaga istana di luar ruangan terdengar keempatnya.


“Menyingkirlah! Aku harus beritahu ini pada Ratu! Zeeta... Zeeta sedang....”


Keempatnya mengernyitkan mata.


“Maafkan aku!”


‘BWASSHH!’


Dua penjaga istana terhempas oleh sihir angin berwarna biru, menjebol pintu ruangan.


“Elf?!” mereka kaget dengan kedatangan seorang Elf bertubuh kecil. Dia adalah Aria.


“Ini gawat! Aku tak tahu harus mulai dari mana, tapi... Lucy akan menepati janjinya enam setengah tahun lalu saat ini juga, disaat Zeeta masih kehabisan mana-nya!”


Alicia dan Hazell terbelalak.


Sementara itu, pada dua orang yang telah disebut Aria....


“Kak Volten Sisters!” seru Zeeta, “bawalah pergi semua orang Nebula ke Aurora sebelum semuanya terlambat!” ia dirangkul oleh Azure.


Sambil memandangi Marianna, Azure membatin. “Sudah kuduga... tekanan mana ini... dia sembunyikan selama ini dariku. Tapi ... ada yang berbeda. Tekanan mana-nya terasa lebih jahat dari sebelumnya... benarkah Zeeta percaya diri bisa mengalahkannya?”

__ADS_1


__ADS_2