
Langit biru membentang luas, sedang mentari berdiri dengan perkasa. Hari ini, ada sebuah festival yang akan digelar untuk menyambut kepulangan Ratu dan Raja Aurora kedua puluh. Meskipun ... kedua bangsawan nomor satu sekerajaan ini sudah kembali sejak sembilan hari yang lalu. Festival ini baru dilaksanakan, karena mereka tentu butuh istirahat untuk mengembalikan kapasitas mana, melakukan “interogasi” dan penahanan terhadap Roh yang Agung, Siren, dan Benih Yggdrasil-nya, Klutzie, serta mengembalikan aktivitas dalam istana seperti sedia kala.
Para pekerja istana yang dipanggil kembali oleh Alicia, dengan senang hati, atau bahkan rela bersumpah setia melayani Ratu mereka—tidak, bahkan keluarga kerajaan yang satu ini. Setelah mereka mendapatkan dan memakai kembali seragam yang mewakili pekerjaan mereka, seperti pelayan, juru masak, pengawal, dan sebagainya, mereka tidak segera terjun bekerja. Mereka dipanggil untuk menghadap pada Alicia.
“Kita akan berlibur!” seru Alicia, di kursi tahtanya.
“Yeaaayy!” Zeeta yang ada di sebelahnya, lompat kegirangan.
“Be-berlibur, Yang Mulia?!” semua pekerja di sana tak percaya dengan yang mereka dengar.
“Uhm.” Alicia melemparkan senyum “serius”-nya. “Oh, beritahukan juga kabar gembira ini ke seluruh kerajaan.”
“Seluruh kerajaan?! A-apa yang akan Anda lakukan, Yang Mulia?!”
“Perlukah kalian menanyakannya? Kalian sudah mengalami banyak hal yang berat, begitu juga dengan Putriku. Alasannya sangat sederhana.”
“Ta-tapi, bagaimana bisa semua penduduk....”
“Heh—“ Alicia menyeringai, diikuti dengan Zeeta. “Dengan siapa kalian bicara?” ujar keduanya bersamaan.
Semua pekerja itu, baik pria dan wanita, hanya bisa menjatuhkan mulutnya. Bagaimana cara mereka bisa...? Ah, percuma. Logika mereka tak akan mampu menyeimbangi apa yang bisa dilakukan pemimpin mereka.
......................
Satu hari setelah Alicia dan Hazell kembali setelah delapan tahun, tentu saja yang pertama kali dilakukan adalah pertemuan antara seluruh
bangsawan utama. Karena ini pertama kalinya Rey Emeria hadir di pertemuan penting ini, ia bahkan hampir tak mengungkapkan sependapat pun, selain memperkenalkan dirinya di hadapan Ratu dan Rajanya.
Mereka berkumpul di sebuah ruang di istana dengan set meja bundar. Ini adalah versi resmi dan besar dari ruang yang ada di kediaman Ophenlis.
Para bangsawan tidak perlu mendetailkan tentang penggantian bangsawan utama yang sebelumnya diduduki oleh Garren Rowing, menjadi Rey Emeria. Fokus mereka saat ini adalah mendengarkan penjelasan Ratu dan Raja tentang apa yang telah dan akan mereka lakukan. Sebelum masuk ke pembicaraan pentingnya, melalui kekuatan Luna, yang diminta oleh Zeeta, dibuat sebuah pelindung sihir yang menghalau sihir atau cara apapun untuk menguping mereka.
“Aku akan langsung ke inti, karena aku percaya jika kalian sudah mengerti melalui kejadian yang kalian alami sendiri,” ujar Alicia, dengan tatapannya yang serius, “musuh yang akan kita hadapi selanjutnya akan jauh lebih berbahaya dari apa yang telah kalian hadapi selama lima bulan ini.
“Musuh itu, salah satu diantaranya adalah buah dari Yggdrasil, sebut saja Phantasmal.”
"Sudah kuduga," balas Ashley, "maaf Luna, bukan maksudku tidak hormat padamu, tetapi mengingat kejadian yang sudah kami alami, tidak mungkin Yggdrasil lolos dari peran semacam ini."
"Ya, tidak apa, Ashley," jawab Luna. Ia mengubah wujudnya menjadi gadis setengah rubah. "Kalian benar. Phantasmal memang secara sederhananya adalah buah dari Yggdrasil. Kami adalah ibu dari seluruh makhluk di dunia ini, baik mereka baik atau jahat, tetap saja akan kami hidupi.
"Tetapi, sadarilah kalau mereka berbeda dengan makhluk sihir lain dan kalian para manusia."
"Berbeda...?" tanya Ashley.
"Ya. Satu-satunya yang membuat Phantasmal beda adalah ... mereka ada karena dipicu oleh perasaan."
"Apa maksudnya...?"
"Phantasmal bisa berwujud setelah dia terpicu oleh perasaan kuat sebuah atau sekelompok makhluk di sekitarnya, baik itu perasaan buruk atau jahat."
__ADS_1
Zeeta mengimbuhkan Luna, "Perasaan buruk itu menghasilkan Hollow, makhluk yang pernah menyerang kerajaan kita, dan pemicu Phantasmal itu bisa menjadi Hollow ... adalah Ratu Peri yang ingin menghancurkan kerajaan."
"Ja-jadi... maksud Dryad waktu itu ...," Hellenia mulai paham apa yang terjadi di kerajaannya.
"Sialan ...." Willmurd terlihat kesal sampai menimbulkan urat di kepalan tangan dan kepalanya. Bangsawan lainnya pun juga ikut merasakan emosi.
"Lalu, mengapa sebenarnya Phantasmal harus diwaspadai seperti ini? Padahal, disaat mereka terbentuk, mereka sama saja dengan bayi baru lahir, 'kan?" tanya Willmurd.
"Itu karena—"
"Itu karena mereka memiliki memori," tukas Zeeta, "memori tentang siapa dirinya. Mereka tahu jika mereka memiliki kekuatan. Walau begitu, mereka tidak memiliki tujuan yang jelas untuk hidup. Oleh karena itu, mereka bisa terwujud dari perasaan di sekitarnya dan melakukan apapun demi mewujudkan perasaan itu."
Alicia terkejut mendengar Zeeta, sama halnya dengan Luna yang tercubit kalau Zeeta bisa mengetahui ini.
"Seperti sebuah boneka saja...," kata Albert.
Luna berjalan menghampiri Albert lalu menepuk kepalanya. "Tidak semua Phantasmal seperti boneka."
Semua mata tertuju pada Luna.
"Beberapa Phantasmal yang lahir, kadang terwujud secara sempurna. Anggap saja begini. Mereka adalah Hollow yang bisa berpikir, menangis, marah, dan hal emosional lainnya, disaat mereka sedang menuntaskan tujuan mereka—berbeda dengan Hollow yang hanya terpaku pada SATU hal saja..
"Di situlah letak bahayanya berada."
Tidak ada yang paham dari perkataan akhirnya.
"Mereka yang terwujud secara sempurna, sudah memiliki tujuan sendiri sejak mereka terlahir. Mereka yang demikian, lebih berbahaya daripada Peri. Tidak ada yang bisa menghalau mereka selain para Roh Yggdrasil sendiri atau Benih-Benih-nya.
"Tapi mengapa...?!" tanya Hellenia.
"Dan karena itulah ... kita akan berlibur!" seru Luna, mengalihkan pembicaraan.
"No... Nona Luna?!"
"Melihat kondisi ini, kalian takkan sempat untuk memikirkan liburan atau semacamnya di beberapa waktu ke depan. Tidak ada waktu yang tepat lagi selain saat ini!"
"Oh-ho.... Jadi begitu cara mainmu, Luna...," ujar Alicia, "tapi ... meski dibilang liburan, kami harus mengutamakan rakyat!"
"Kuhhhh...." Hellenia menyerah dan menerima fakta bahwa ia diacuhkan.
"Tenang saja, tenang saja.... SELURUH kerajaan ini akan berlibur!" balas Luna pada Alicia.
"Oh?! Jadi begitu. Aku ingat kalau ada cara itu...." Alicia menyeringai.
"I... Ibu...?" Zeeta sedikit takut dengan senyum itu.
"Ah, tidak apa, Sayang, semua akan baik-baik saja. Baiklah, semuanya, setelah aku dan suamiku menyelesaikan ini dan itu, seluruh kerajaan ini akan berlibur!"
......................
__ADS_1
Kemudian, enam hari setelah pertemuan meja bundar itu, Alicia muncul di alun-alun kota, dan berbagai sudut kota lain, dengan sihir layar yang menyerupai hologram. Ia mengumumkan secara resmi tentang liburan yang akan dilakukan sekaligus festivalnya. Alicia tampak anggun dengan gaun ratu dan mahkotanya. Rambut violet panjangnya diikat dengan sanggul.
"Selamat pagi, rakyat yang kucintai," sapa Alicia.
Para penduduk menghentikan sementara aktivitas mereka dan menyaksikan sihir layar tersebut.
"Kuyakin hampir seluruh dari kalian sudah tahu jika kerajaan ini akan berlibur. Ada dari kalian yang menganggap itu adalah lelucon, tapi aku di sini hadir untuk mematahkannya."
"A-apa?! Jadi kabar angin itu benar adanya?!" banyak dari penduduk tidak percaya.
"Tujuanku melakukan ini adalah untuk merayakan keberhasilan kalian tanpa adanya aku di kerajaan ini. Aku sadar, memang tidak sedikit yang jadi korban dalam kejadian delapan tahun terakhir, terutama lima bulan kebelakang ini.
"Tetapi, aku akan menyatakan ini. Kerajaan kita tidak akan lepas dari ancaman seperti Hollow dan makhluk sihir lain. Kita akan berlibur sampai puas selama kita masih ada kesempatan melakukannya.
"Serempak dengan hal itu, aku akan menggelar festival untuk merayakan kepulanganku di kerajaan ini. Tenang saja, semua persiapannya sudah dilakukan istana. Kalian hanya tinggal menikmati liburannya saja.
"Tinggalkan pekerjaan, kewajiban, kepentingan, apapun yang berkaitan dengan kerajaan ini. Lepaskanlah penat kalian dan nikmatilah liburan kerajaan ini selama satu minggu penuh!"
Seluruh penduduk bergetar mendengarnya. Ratu mereka benar. Mereka sudah mengalami banyak hal belakangan ini dan mereka pun lelah. Insting mereka ketika kelelahan memguasai tubuh pun tak tinggal diam. Secara serentak, mereka berkata....
"Horeeeee!!"
......................
Sekarang, adalah hari H dimana liburan dan festival mereka digelar. Di istana, Alicia dan Zeeta tengah berdiri di tengah halamannya. Mereka ditemani oleh Hazell. Kali ini, Alicia dan Zeeta tampak tampil beda— tampil tidak formal dengan pakaian seperti kaus tanpa lengan, celana pendek, disertai topi pantai untuk menyesuaikan musim panas tahun ini.
"Apa kalian akan baik-baik saja?" tanya Hazell. Mengikuti tema keluarganya, ia juga memakai celana dan kemeja hawai.
"Tentu saja. Belakangan ini kita bersenang-senang, jadi tidak perlu khawatir!" balas Alicia.
"Uhm, Ibu benar. Resep dan kecepatanku dalam memasak juga sudah meningkat, jadi aku akan baik saja!" balas Zeeta.
Tak lama kemudian, mereka menerima telepati dari Ashley. "Semua sudah siap," katanya.
"Sip. Kalau begitu, ayo kita mulai, Zeeta!" Alicia meregangkan kakinya.
"Uhm!" Zeeta juga ikut meregangkan kaki.
Kemudian, dari bawah kaki mereka, muncul lingkaran sihir berwarna biru cerah yang menyilaukan pandangan, yang besarnya sampai seluruh kerajaan. Rakyat yang melihat lingkaran sihir di bawah kaki mereka, bersiap dengan menelan liur mereka. Ada yang memakai setelan pantai, setelan pendaki gunung, dan lainnya.
Anting bulan di telinga kiri Zeeta dan telinga kanan Alicia bersinar, dan disaat itulah....
Seluruh kerajaan ditelan sinar biru yang tidak padam.
Ketika semua orang membuka mata, di hadapan mereka terbentang pantai yang sangat luas, pegunungan di belakang mereka, juga beberapa hostel atau penginapan, serta kedai-kedai yang dikerjakan oleh ... makhluk sihir buatan Alicia.
"Woaaaaahhh!!" adalah kata yang pertama kali diucapkan semua orang yang melihatnya. "Gila! Bagaimana bisa kita bisa ada di sini sekilat itu?!"
Seseorang melambaikan tangan dengan gembira. Ia adalah Alicia. "Semuanyaaa... mari kita nikmati liburannya!" pekiknya.
__ADS_1
"YAAAA!!" jawab semua orang yang ada di sana, menunjukkan betapa gembiranya mereka.