Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Lautan yang Marah


__ADS_3

Seperti biasanya, jika orang-orang penting Aurora sedang merencanakan sesuatu yang besar, tempatnya selalu diadakan di depan Raja dan Ratu. Tentang apa yang telah terjadi pada Zeeta selama di dimensi milik Hitomi, telah diinformasikan Tellaura secara langsung. Di sana, terkumpul semua rekan-rekan Zeeta yang sudah kembali ke kerajaan seperti salah satu dari tiga Dark Elf, Mintia, beberapa Crescent Void, dan lainnya.


Beberapa dari rekan-rekannya, terlihat tidak senang dengan keputusan Zeeta yang telah membiarkan musuh mengambil Batu Jiwa, seperti Ozy dan Aria. Mereka sama-sama memberikan wajah geramnya.


“Lalu?” tanya Ozy, sambil menyilangkan tangan. “Di mana bocah itu sekarang? Setelah semua kekacauan yang disebabkannya, jangan bilang kalau dia masih saja naif dan tetap maju ke medan perang sendirian?”


Tellaura menjawab Ozy. “Dia sedang membantu temannya. Tidak bisa kuberitahu detailnya, tetapi setelah bicara dengan Hitomi Reiko, sebelum semuanya terlambat, dia pergi menujunya.”


“Apa orang itu lebih penting daripada keputusannya yang membiarkan musuh mendapatkan Batu Jiwa!? Jika anak itu tidak membiarkannya begini, kita tidak perlu waspada tentang terbukanya Jötunnheim!


“Apa yang dipikirkan Hugo membiarkan Reina memberitahu semua yang sedang mencari Batu Jiwa-nya untuk membiarkan hal seperti ini?!”


“Pertama,” jawab Tellaura, “dibiarkan diambil atau tidak, semuanya akan tetap sama. Jötunnheim akan terbuka dengan kekuatan Zeeta—hal itu sudah jelas.


“Namun, yang menjadi poin pentingnya, adalah ketika kami berada di Tanah Kematian, Drékaheim sempat terbuka.”


“Apa katamu...?” Elbrecht terpancing oleh kata-katanya.


“Semua makhluk hidup di Bumi ini sedang meghadapi fase terakhir dari waskita yang diberikan Yggdrasil ribuan tahun yang lalu. Tentu saja, Zeeta pun mengetahuinya, karena bagaimanapun juga dia adalah Benih Yggdrasil. Demikian pula dengan dua orang lainnya.


“Dari informasi yang kudapatkan, Seiryuu memiliki kekuatan Naga yang sangat kuat. Tujuannya membiarkan musuh mengambil Batu Jiwa adalah membuka gerbang Jötunnheim di mana letak kelemahan mereka berada.


“Tentu saja itu sangat berisiko tinggi, namun dia pun tahu bagaimana cara membuka Drékaheim. Bila Drékaheim terbuka saat Jormungand telah tiba di Galdurheim, maka setidaknya Jormungand dapat dihalangi dan memberikan tiga Benih Yggdrasil itu waktu untuk melakukan sesuatu agar bisa menumbuhkan Yggdrasil lagi.”


“Tapi di kekaisaran Seiryuu ... ada Putri Zeeta dari dunia lain itu, bukan?” tanya Marcus.


“Itu benar, tapi untuk saat ini dia mustahil mengaktifkannya.”


Semuanya mengernyit. “Kenapa?”


“Aku merusak matanya. Mata itu terhubung oleh Rune Kaunaz yang selalu aktif.


“Suatu bahan bakar, jika disulut oleh sedikit saja api, maka akan meledak, bukan?


“Sehingga dengan kata lain, untuk saat ini, meskipun hanya matanya yang rusak, seluruh tubuhnya yang terhubung oleh otak dan matanya pun akan mengalami kerusakan yang serupa. Hal ini memungkinkan kita bisa memperlambatnya memulihkan diri.”


“Dari mana kaubisa mengetahui hal itu...?” tanya Hellenia.


“Seorang rekan dari Tanah Kematian.” Tellaura membayangkan wajah Belle.


“Tellaura,” panggil Ashley, “begitukah namamu?”


“Ya.”


“Kaubilang telah menyelamatkan Zeeta yang hampir terpancing oleh perangkap Penguasa Kekelaman yang menguasai tubuh Hitomi Reiko. Lalu, sejak tadi aku tidak sedikit pun mendengar dimana keberadaan gadis itu sekarang.”


“Ah....


“Dia kubiarkan pulang.”


“Apa...?” Ashley mengernyit. “Tentu saja kau telah mempertimbangkan dia bisa menjadi kotak informasi yang berharga untuk—“

__ADS_1


“Tidak. Hal itu tidak perlu,” tukas Alicia.


“Ratu?” tanya Ashley. Semuanya ikut memerhatikan Alicia.


“Aku mengerti kenapa Tellaura membiarkannya pergi. Sekarang, daripada kita memperdebatkan langkah seperti apa yang seharusnya Putriku ambil, ini tidak mengubah fakta bahwa dunia sedang berubah—dalam fase yang besar.


“Ashley, aku tahu kau sudah pensiun, tetapi kuingin meminta bantuanmu untuk mengevakuasi rakyat. Sudah saatnya ‘itu’ dipakai.”


“Siap, Yang Mulia.” Ashley memberi hormat bungkuk.


“Grand Duke Albert,” panggil Alicia.


“Iya, Yang Mulia?”


“Beritahukan Levant pesanku. Matahari dan Bulan akan bekerja sama lagi setelah ribuan tahun. Bahkan jika itu keponakanku yang harus turun tangan, jangan hentikan mereka.”


“Baik!”


“Crescent Void, rekan-rekan aliansiku, aku ingin kalian tetap berjaga di sini sampai evakuasi rakyat usai.”


“Baik!” jawab para Crescent Void.


“Baiklah,” jawab para rekan aliansi.


Tellaura tersenyum. Dia lega Ratu yang menjabat saat ini tidak begitu berbeda dengan Ratu Kedelapan yang dikenalnya.


“Tellaura?”


Alicia balas tersenyum. “Terima kasih. Aku sangat senang dengan kehadiranmu di sini.”


......................


[Sementara itu, di kekaisaran Seiryuu....]


“Betapa situasi telah berbalik, ya, Zeeta...?” gadis berambut hitam panjang tengah mengikat Penguasa Kekelaman dengan semacam tali berwujud asap hitam.


Tali asap hitam itu mengikatnya bagaikan diatas sebuah salib—seakan-akan memutarbalikkan tindakan yang pernah dilakukan Penguasa Kekelaman terhadap Lloyd dan Colette.


“Berbalik? Aku tidak merasa seperti itu.” Meskipun matanya tak bisa melihat dan darahnya telah mengering di pipi, Penguasa Kekelaman tetap percaya diri.


‘ROAAARRR!!’


Auman kencang meniup rambut Penguasa Kekelaman hingga melawan arah. Kemudian auman yang lain terdengar saling saut menyaut satu sama lain.


“Penguasa Kekelaman....” Kali ini dirinya mendengar suara pria sedang bicara. “Sudah kuduga, kita para


pengikut setia dari para Naga takkan bisa ditaklukan begitu saja hanya karena dirinya seorang. Meskipun sebuah fakta jika dia bisa mengancam kita semua, tapi Seiryuu adalah negara yang kuat!


“Negara yang ambisius!


“Dan merupakan negara yang akan menguasai dunia, seperti yang pernah terjadi ribuan tahun yang lalu, dimana Naga adalah puncak dari segala puncak!

__ADS_1


“Buktinya, Putriku, Hitomi Reiko telah berhasil menangkapnya hidup-hidup seperti ini!”


Tanpa bisa dilihat Penguasa Kekelaman, tempat dimana dirinya yang sedang diikat, adalah tempat dimana biasanya seseorang dieksekusi. Di sekeliling panggungnya terdapat rakyat Seiryuu yang memakai pakaian kental tradisionalnya, sementara di pilar-pilar tinggi yang menjadi penyangga lapangannya, terdapat Naga-Naga besar dan kecil.


Bukan dengan guillotine Penguasa Kekelaman akan dieksekusi, namun....


“Tuan Carlou! Sebagai teman pemilik mata ini, kumohon terimalah imbalan terima kasih dari kami karena sudah tetap menjaga negeri ini!” mata pria yang berbicara bersinar merah. Pun dengan Carlou yang sebelumnya mengaum pada Penguasa Kekelaman.


Di kerumunan rakyat, ada Arata yang memandangi dari kejauhan. Kala itulah....


“SEMUANYA, LARILAH!”


Mereka yang sedang bersorak gembira, kaget dengan suara Arata. Pun termasuk Carlou yang sedikit lagi melahap Penguasa Kekelaman, jadi terhenti sepersekian detik.


Hanya dengan sedikit jeda itulah....


“HITOMI!”


Penguasa Kekelaman menyeringai lebar. Setelah itu pusaran hitam muncul begitu saja dari asap hitam yang mengikatnya. Melalui pandangan Arata, dia mengira Hitomi masih tetap bekerja sama dengan Penguasa Kekelaman, namun dirinya tidak tahu adiknya telah kembali dari Aurora.


Namun yang sebenarnya terjadi, Penguasa Kekelaman mengubah sihir Hitomi menjadi senjatanya sendiri ... dan malah jadi lebih mematikan daripada guna awalnya.


Pusaran hitam itu mampu mendorongnya ke atas. Tidak hanya itu, pusaran itu juga amat sangat tajam. Ketajamannya bahkan mampu mencincang Carlou dengan kejinya. Potongan-potongan tubuh Naga tua itu berserakan ke segala tempat, darahnya membanjiri lapangan dan mengubah suasana riuh gembira menjadi panik dan ngeri seketika. Mereka yang menyaksikannya terbungkam seribu kata-kata sesaat, saling tatap, barulah berlarian ke sana kemari seperti ketika sarang semut yang baru saja dihancurkan.


“Ahahahaha!


“Kaisar Zero! Asteria!


“Kalian benar-benar bodoh sekali mengira bisa menandingiku hanya karena aku tidak bisa memulihkan diri!


“Lalu kenapa jika aku tidak bisa melihat? Lalu kenapa jika aku tidak bisa memulihkan diri?


“Yang harus kulakukan ... hanyalah merasakan mana!


“Aku tidak peduli dengan sampah-sampah yang kalian sebut sebagai rakyat itu, tetapi mangsaku tidaklah berubah!


“Kalian semua telah salah memihak dan kini akan membayarnya sepadan dengan nyawa kalian!”


“Oh...?” Suara wanita terdengar menggema di tempat. Mereka yang sedang panik terhenti lagi. Awan tiba-tiba mendung dan membarakan petir yang ganas.


“Jadi informasi Duyung itu benar adanya. Siapa yang menyangka ada Manusia yang mampu melakukan hal mustahil seperti melintasi dunia sepertimu, ya, Zeeta.”


“Ma-mana macam apa ini...?!” batin Zeeta. “I-ini begitu besar dan kuat! Aku tidak bisa tahu pasti pemiliknya ada di mana...!”


“Kau sudah berani melancarkan serangan pada Bon kecilku. Terima kasih untukmu, tempurung cantik dan indah, serta kehidupan yang ada diatasnya, telah rusak saat kau mengendalikan Manusia itu.


“Kaubilang kau tidak ingin lautan memperparah Ragnarok, bukan?


“Sayang sekali, itulah yang akan terjadi!”


‘BWOAAMMM!’

__ADS_1


Istana dan segala yang ada di dekat Penguasa Kekelaman hancur tergerus oleh tsunami raksasa yang datang tiba-tiba. Semuanya tenggelam begitu cepat, tak ada yang sempat melakukan sesuatu….


__ADS_2