Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Kekuatan Bangsawan Utama


__ADS_3

Zeeta terjatuh dari langit dengan darah yang mengucur dari berbagai sisi tubuhnya karena banyaknya luka sayatan. Sebelum rasa perih dan sakit yang ia rasakan membuatnya tak sadarkan diri, ia dapat melihat kehadiran Ratu Peri di atasnya dengan tatapannya yang melotot.


Zeeta terlihat meneteskan air mata. "Ah ... ini yang kesekian kalinya kumerasa seperti ini.... Apa gunanya kekuatanku jika dengan mudahnya aku dikalahkan dua kali dalam waktu yang berdekatan...?


"Apa aku memang... tidak pantas menjadi Tuan Putri...?"


Sesaat Zeeta akan terpelanting di tanah, seorang wanita meluncurkan kaki dengan sihirnya untuk segera menangkapnya. Orang-orang yang melihat sejak Zeeta membuat medan penghalang tercengang saat tahu siapa wanita itu.


"Nyo... Nyonya Claudia?!" pekik salah seorang warga.


"Sejak ka—" ucapan warga lain dipotong oleh Claudia.


"Jangan pikirkan apapun dan ikutilah apa kataku! Aku memang bukan bagian dari bangsawan utama, tetapi aku TAHU ancaman di hadapan kalian serius, jadi pergilah ke kediamanku SESEGERA mungkin! Levant akan mengungsikan kalian," tukas Claudia sambil menyembuhkan luka Zeeta dengan sihirnya.


Keberadaan Claudia cukup berpengaruh pada Wilayah Barat meskipun Hellenia-lah yang berkuasa. Claudia dikenal dengan sihir penyembuhannya yang fantastis—bahkan saat ia masih gadis. Ia terus belajar, berimajinasi, dan mengasah sihirnya agar bisa di titik sekarang, sejak seusia Zeeta—yang membuatnya hampir setara dengan kekuatan seorang Ratu.


Warga tidak terlalu terkejut dengan perintah ini, sebab Zeeta sudah memberitahu mereka sejak dini tentang bahaya yang akan mengancam mereka. Mereka tidak akan lagi ragu pada anak kecil berusia delapan tahun itu, tetapi akan tetap percaya dan berharap untuk keberhasilan bangsawan-bangsawan ini demi kehidupan mereka. Lantas, mereka bergegas menuju kediaman Levant.


......................


Hellenia yang melihat kedatangan Claudia tampak terkejut, namun menyimpan perasaan penasarannya itu untuk nanti. Ancaman di hadapan mereka lebih menyeramkan daripada rasa kejut yang ia rasakan untuk sesaat.


"Albert, di mana Grand Duchess disaat seperti ini?!" tanya Hellenia, sambil melapisi medan penghalang hijaunya sampai berlapis-lapis.


"Jangan tanya aku, aku juga punya tugasku sendiri dari Tuan Putri!" Albert selesai memanggil prajurit sihir-nya dengan sihir telepatinya. "Tuan Willmurd, Anda siap?"


"Kapanpun, Nak!" jawab Willmurd. Ia kembali memasang kuda-kuda yang sama seperti sebelumnya. Yang berbeda hanya jumlah sihir yang ia tuangkan pada bilah pedangnya, dan warna putih sebelumnya menjadi merah pekat.

__ADS_1


Feline yang sejak melukai Zeeta hanya diam saja, mulai bergerak. "Manusia-Manusia rendahan seperti kalian...."


Rey menyadari Feline akan melakukan sesuatu, jadi dia dengan sigap membuat batu permata besar yang cukup untuk melindungi sesama bangsawan di sana. "Orchid, cepat kerahkan sihirmu!" teriaknya.


"AYE AYE!" melalui Buku Sihir-nya, ia sekali lagi menjulurkan akar berdaun dan berbunga tulipnya pada permata besar dari Rey.


"MANUSIA RENDAHAN SEPERTI KALIAN ... BERANI MENENTANG PERI?!" jerit Feline, yang menyebabkan angin yang begitu kencang sampai menghancurkan beberapa lapis pelindung Hellenia.


"Sekarang!" batin Albert dan Willmurd.


Albert mengeluarkan lingkaran sihir raksasa dan berjarak sekitar empat meter di sekeliling Feline. "PRAJURIT!" lingkaran sihir darinya bersinar putih hingga menyilaukan pandangan Feline. "SAAT INI ADALAH WAKTUNYA UNTUK PEMBUKTIAN KALIAN!


"DEMI AURORA!"


Setelah Albert berteriak dengan selantang mungkin, ratusan sihir berbentuk jiwa dengan bermacam warna dari prajurit-prajuritnya muncul dari lingkaran sihir itu dan mengelilingi Feline. Di saat itulah, Willmurd sekali lagi melancarkan gerakan serangan yang sama seperti ia berniat mencoba membelah bola merah raksasa sebelumnya. Ia melayangkan tusukan demi tusukan pada Feline dengan bilah pedangnya.


Setelah tusukan yang diimajinasikan untuk mengurangi lima puluh persen dari ketahanan dan kapasitas mana dari Feline, kini giliran Albert dan prajuritnya ikut andil dalam serangan.


Tanpa menunggu kesempatan lain lagi, mereka segera menembaki Feline dengan sihir yang tak kalah mengerikan dan tak pernah dibayangkan oleh Feline. Tembakan bertubi-tubi bersinar putih dari ratusan prajurit itu dipusatkan pada Feline dengan bantuan lingkaran sihir Albert. Tembakan-tembakan yang berasal dari sihir masing-masing prajurit dan Albert sendiri itu telah diajarkan langsung dari Scarlet Aurora, jadi itu pasti menyebabkan Feline tak berdaya.


Feline akhirnya jatuh ke tanah dengan pupil yang tak tampak. Ia tak sadarkan diri. Namun, semua bangsawan di sana terengah. Mana mereka terkuras cukup banyak. Tak mereka sangka akan berhadapan dengan Peri secepat ini.


"Apa kita berhasiiil?" tanya Orchid penuh harap.


"Jangan lengah!" seru Albert, "belum tentu semua serangan tadi mempan padanya!"


Diwaktu yang sama, semua penduduk sudah tidak tampak lagi di kerajaan. Kelihatannya mereka sudah diungsikan oleh Levant dan bangsawan lain.

__ADS_1


"Wah wah~" suara seseorang terdengar. "Hanya dua generasi sejak Scarlet, kalian sudah tumbuh dengan sangat mengerikan, ya, Manusia...."


"Suara ini...?!" Willmurd menengok ke sana dan ke mari. "Tunjukkan sosokmu, Morgan!"


Bangsawan-bangsawan itu segera menjatuhkan peluh dan menelan liur mereka.


"Ahahahaha! Aku ingat kau! Kau pria tak berguna saat pesta Erigona waktu itu, bukan?!


"Baiklah. Karena aku baik hati, aku akan menghukum kalian karena sudah berani menentang Peri!"


Morgan menunjukkan sosoknya tepat di hadapan mereka. Seketika itu juga, semua bangsawan itu jatuh tak sadarkan diri hingga terpelanting di tanah. Tentu saja medan penghalang Hellenia juga hilang.


"Haaah~ apa yang kaupikirkan sampai lengah seperti itu, Feline? Jika kau serius, dengan satu jentikkan jari saja kau bisa menghancurkan kerajaan ini.... Sungguh, kau Peri yang sangat ribet."


Feline kembali terbang dan menghampiri Morgan. "Aku tidak lengah, ada yang aneh dengan sihir mereka sebelum itu mengenaiku. Kalau tak ada mana alam, tidak mungkin aku bisa bertahan. Apa-apaan dengan Manusia-Manusia ini?!


"Jangan-jangan... ini ada kaitannya dengan Roh Yggdrasil?"


"Tidak perlu pusing memikirkan apa yang terjadi. Singkirkan saja apapun yang menghalangimu. Bukankah kita selalu melakukannya sejak dulu?" tanya Morgan.


"Kau benar... tapi—"


"Sepertinya itu terdengar asyik, biarkan aku ikut dalam percakapan kalian, dong, Mooor ... gan!"


Feline dan Morgan dibuat kaget setengah mati dengan kedatangan Ashley yang tak bisa dirasakan sama sekali. Tidak menyia-nyiakan kesempatannya, ia mengurung dua Peri itu di dalam botol serbuk sihir lalu melemparnya ke bawah. Dua botol itu ditangkap oleh Ozy yang sudah bersiap lalu ia segera menulis sihir Rune di atas tutup botolnya. Tak lama kemudian... Aria datang dengan aura membunuh yang sangat pekat.


"Setelah ratusan tahun... akhirnya! Mwahahaha!

__ADS_1


"Gertakkanlah gigi kalian, Peri-Peri bajingan!" pekik Aria yang langsung disambut dengan tatapan terbelalak dari dua korbannya.


__ADS_2