Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Persiapan Menantang Kematian


__ADS_3

[Kerajaan Aurora, menjelang malam hari....]


Di hadapan para rakyatnya, Alicia dan Hazell, sebagai Ratu dan Raja Aurora Kedua Puluh, bicara berdampingan. Memang sudah seperti biasa pemandangan Ratu dan Raja seperti ini saat memberi arahan langsung bagi para rakyatnya, tetapi alarm yang berbunyi—yang menandakan kedatangan musuh—sekaligus suara Alicia yang memerintahkan rakyatnya untuk bersiaga tanpa perlu khawatir, membuat suasana ini berbeda.


Untuk memudahkan arahan, Alicia dan Hazell juga memakai sihir proyeksi yang memungkinkan mereka tampil sebagai hologram di berbagai titik di Wilayah-Wilayah rakyat.


“Oh, rakyat Aurora-ku yang kucintai!” seru Alicia dengan lantangnya.


Warga Aurora menyaksikan hologram-nya dengan saksama.


“Hanya ada satu alasanku mengeraskan suara ini ke seluruh penjuru kerajaan....


"Aurora ... sedang dalam ujung tanduknya. Musuh Aurora kali ini benar-benar mengancam keberadaan dunia ini sendiri dan berbeda dari yang sebelum-sebelumnya biasa kita hadapi. Tidak perlu kututup-tutupi, identitas mereka adalah pasukan Hollow yang terdiri dari berbagai macam makhluk sihir dan Phantasmal.


“Sayangnya kali ini, kita yang selalu bergantung pada kekuatan putriku, tidak bisa hadir bersama kita. Satu-satunya yang bisa kita andalkan adalah Crescent Void yang sudah kembali dari misinya, yaitu Marcus, Novalius, dan Colette, sebab seperti yang kalian tahu, Hollow takkan bisa lenyap bila tidak dihancurkan dengan senjata suci yang ditempa dengan kekuatan Roh Yggdrasil.


“Namun, harus kalian ketahui juga bahwa dari pasukan Hollow yang semakin mendekat ini, terdapat beberapa Raksasa dan Naga. Situasi sangat tidak menguntungkan kita.


“Karena itulah, rakyat Aurora-ku. Kuberi kalian pilihan.


“Aku, Ratu Alicia Aurora XX—“


“Dan aku, Raja Hazell Aurora XX—“


Hazell dan Alicia bersama-sama menegas, “Bersama bawahan kami yang masih ada di kerajaan ini, bangsawan utama yaitu Ashley Alexandrita XX, Count Zacht de Dormant XVII, Count Rey Emeria, dan Marchioness Hellenia von Cloxzar IX, tidak melupakan juga Crescent Void, juga makhluk sihir yang telah bersekutu dengan kita, yaitu Elf, Raksasa, dan


Naga....


“KAMI AKAN MELINDUNGI AURORA!"


.


.


.


.


Alicia melanjutkan lagi pidatonya. “Sekali lagi kukatakan, aku akan memberi kalian pilihan, rakyat Aurora-ku. Bagi kalian yang tidak ingin diam saja selagi Aurora diancam bahaya ini, maka jadilah kekuatan kami!


“Tapi untuk kalian yang lebih memilih mundur, aku takkan menyalahkan kalian—sebab mundur pun termasuk strategi kita untuk menang. Berjanjilah satu hal padaku. Tetaplah hidup tanpa menyalahkan diri sendiri setelah itu!


“Nah, tidak ada waktu lagi, bergeraklah sesuai kata hati kalian!”


.


.


.


.

__ADS_1


Memberikan pidato terpanjangnya setelah sekian lama, Alicia terengah-engah. Hazell yang menyadarinyapun bertanya, “Tak apa?” sambil memegang pundaknya.


Istrinya menjawabnya dengan senyuman dan anggukan.


Tak lama kemudian, semua nama yang disebut Alicia datang di sisi keduanya. Tak ada yang begitu mengejutkan sebab rakyat tahu siapa-siapa saja nama itu, tetapi....


Dentuman.


Mereka semua sekerajaan merasakan dentuman yang semakin mendekat dan terus mendekat. Siapapun yang sudah mendengar arahan sang Ratu, merasa cemas bahwa dentuman itu berasal dari musuh.


Selain itu, mereka juga mendengar kepakan sayap tebal yang datang dari dua arah yang berbeda. Seperti biasa, kerajaan yang dilindungi dengan kubah transparan yang ditambah dengan kekuatan Rune dari Ozy, masihlah ada sebagaimana mestinya. Namun, selaras dengan perasaan dentuman sebelumnya, mereka juga dibuat cemas.


“RATU ALICIA!” jerit seseorang dari kerumunan rakyat. Sihir proyeksinya mengubah target menjadi dirinya. “Jika orang-orang tak bernyali ini memang lebih memilih mundur setelah tahun-tahun yang kita jalani, biarkan saja! Tapi, aku tak sudi desa dimana putriku—tidak... Putri Zeeta tumbuh—desa Lazuli, hancur karena musuh ini!


“Siapapun musuhnya, bahkan jika aku kalah kuatpun, aku akan melawannya!”


Tak perlu ditanya lagi siapa orang yang bisa seberani itu untuk meneriakkan pikirannya. Ya. Dia adalah Arthur.


“Hitung kami masuk, Yang Mulia!” sepasang suami-istri berjalan ke sisi Arthur. Mereka adalah Recko dan Grilda.


“Kami juga pasti ikut!” warga desa Lazuli lain mengikuti ketiganya dari belakang.


Kemudian satu per satu, menjadi kelompok demi kelompok, mulai bersedia untuk ikut melawan pasukan Hollow yang sedang mendekat tersebut. Cukup banyak yang memutuskan untuk menjadi kekuatan Aurora, sampai-sampai senyum terjahit pada Alicia.


“Kita tak memiliki waktu untuk memuji keberanian kalian, rakyatku, jadi aku akan langsung mengungsikan kalian yang memutuskan untuk mundur!” seru Alicia, yang setelah itu membuat gerbang dimensi di berbagai tempat.


“Seperti yang pernah kulakukan sebelumnya untuk mengajak kalian semua berlibur,” sambung Alicia, “gerbang itu adalah gerbang menuju dimensi lain yang akan memisahkan kalian jauh dari sini.”


......................


Dentuman-dentuman dan kepakan sayap yang terus terdengar semakin mendekat, akhirnya terlihat oleh mata telanjang.


Tiga saja kata yang bisa diungkapkan.


Besar, banyak, menakutkan.


Melihatnya dari kejauhan saja, membuat Rey Emeria, sebagai bangsawan utama terbaru, menelan liurnya sendiri. “Apa kita benar-benar bisa menghadapi mereka?”


“Mustahil.” Hazell yang berada di dekatnya langsung menjawabnya.


“Pa-Paduka Raja...?!” Rey tak menduga Hazell sendiri yang menjawabnya.


“Jika kau takut, kau boleh saja mundur dari pertempuran ini.”


“Ta-tapi... itu tak bisa kulakukan!”


“Kenapa?”


“Aku memiliki tanggung jawabku sebagai bangsawan utama....”


“Dan itu membuatmu merasa harus mengorbankan nyawamu?

__ADS_1


“Ratumu tidak memerintahkanmu untuk selalu tunduk pada perintahnya. Bukankah dia baru saja bilang kalau mundur merupakan strategi yang tepat pula? Kaubisa menceritakan kejadian hari ini pada penerus di generasi mendatang, menjadikan cerita hari ini sebagai pelajaran pada mereka, bahwa kapanpun ada kegelapan menyerang, akan selalu ada cahaya yang melawannya.


“Akan selalu seperti itu.


“Tapi, ketahuilah ini, Nak.”


Hazell menunjukkan punggung bertanda matahari yang bersinar tak begitu terang.


“Jika Matahari masih bisa menembus kegelapan, maka harapan belumlah sirna!”


Motivasi dari Hazell berhasil membuat hati Rey tergerak. Dia menatap serius—bertekad untuk menghadapi segala musuh yang sangat menekan keberaniannya itu dengan segala kemampuan yang dia miliki.


Tidak lama kemudian, Alicia lagi-lagi bersuara, tetapi kini ia memakai sihir pengeras suara, bukan sihir proyektil. “Karena ini sudah menjelang malam, kuberikan satu senjata ampuh bagi kalian agar bisa menandingi mereka—diluar Naga dan Raksasa!”


Anting bulan Alicia bersinar, bersamaan dengan datangnya malam dan bersinarnya bulan dari cahaya matahari. Kala antingnya bersinar—seperti beresonansi—bulan hampir penuh yang baru saja bercahaya itu semakin terang. Saking terangnya, membuat manusia yang ada dibawah menutup mata atau memandang tanah.


Saat merasa cahayanya sudah hilang dan mereka memutuskan untuk membuka mata, mengecualikan Hazell dan Alicia sendiri, mereka terbelalak dan terkesiap. Tubuh mereka berkilauan cahaya bulan di malam itu—yakni biru—karena telah beresonansi dengan anting Alicia—juga tubuh mereka terus menjatuhkan butiran mana warna-warni.


“I-ini... kekuatan Ratu Alicia...?!”


.


.


.


.


“Kalian semua tunggulah aba-abaku untuk menyerang. Aku dan Hazell akan maju duluan.” Alicia memakai sihir terbangnya untuk keluar dari kubah, diikuti oleh Hazell—dimana tanda Mataharinya terus saja bercahaya.


Serentak menjawab, para rakyat menjerit, “Siap, Yang Mulia!”


Sementara itu, Ozy yang tetap dalam bentuk manusia, bersama Myra dan Elbrecht yang berada di sisi kanan balkon istana, juga bernasib sama seperti manusia-manusia di bawahnya.


“Lihat ini,” ujar Ozy, “sepertinya dia cukup meragukan kita.”


“Jangan bicara seolah kaubisa mengalahkan mereka dengan mudah. Dengan Rune itu kaupasti menyadarinya, bukan?” Elbrecht melipat tangan sambil menutup matanya.


“Sihir kegelapan kuno.”


“Sihir kegelapan kuno?!” Myra tidak menduga. “Jadi itukah alasan kenapa Manusia itu memiliki aura yang aneh....


“Sudah berapa jiwa yang dia korbankan untuk bisa sejauh ini...? Membayangkannya saja sudah membuatku ingin meratakannya!”


“Percuma, Adikku. Lihatlah lebih baik dengan matamu itu—kau pasti akan tahu apa maksudku.”


Saat Myra menuruti kakaknya dengan mengaktifkan sihir pada mata untuk me-zoom pada seorang lelaki....


“A-apakah hal ini mungkin...?”


“Di dunia sihir yang segalanya bisa terjadi? Bisa saja.” Elbrecht menyeringai. Dia kemudian meregangkan tubuhnya. “Yang harus kita lakukan hanya satu dan tak pernah berubah, bukan?”

__ADS_1


Myra menanggapi seringai Elbrecht dengan senyumnya. “Ya. Janji kita pada ayah dan ibu!”


__ADS_2