Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant


__ADS_3

Zeeta sudah memantapkan jawaban tentang apa yang ingin ia lakukan terhadap dunia dan kepada dirinya sendiri. Sebelumnya, dia masih merasakan sedikit keraguan bahkan sesaat sebelum Rhongomyniad berada di genggamannya. Percakapannya dengan Ars, yang mengatakan setelah semuanya selesai, ia tidak akan kembali ke dekapan keluarga dan orang-orang yang disayanginya, namun ke Avalon, sebuah dunia yang benar-benar terpisah dari Bumi dan hanya ada Ars sebagai penghuninya.


Zeeta sendiri belum mengerti apa sebenarnya maksud dari Avalon itu, tetapi ia pernah melihatnya saat ia bercakap dengan Ars. Tempat tersebut mirip seperti sebuah pulau di tempat antah berantah, yang sepanjang mata memandang hanya ada hamparan bunga warna-warni, tanah yang subur dengan beberapa bukit, serta satu buah gazebo. Langitnya tak seperti langit biru yang biasa ia lihat, tetapi lebih seperti senja dengan bahar awan stratus.


Zeeta tidak tahu apakah ia bisa menerima hal tersebut atau tidak, sebab dirinya benar-benar harus mengucapkan selamat tinggal kepada semua yang disayanginya, kendati semua yang telah dijanjikannya. Terlebih, dia sendiri yang paling tahu kondisi tubuhnya saat ini. Tubuhnya memang telah lebih kuat dengan kekuatan Roh Kuno dan Rhongomyniad, tetapi tubuh itu takkan mampu bertahan lama, terlebih jika ia harus menghadapi dua sepupunya, perihal Sumpah yang mengikat mereka.


Namun, usai berhadapan dengan dirinya yang lain yang telah menyatukan diri bersama Jormungand, ia semakin tahu apa sebenarnya arti perjalanan hidupnya ini. Semua ingatan masa lalu yang telah ia lihat, baik itu dengan kekuatannya sendiri, Rune, bantuan leluhur, atau berkat rekan-rekannya, Zeeta telah menerima kenyataan bahwa ia memang merupakan seorang yang harus mengakhiri dunia.


Jormungand merupakan Hollow yang semakin kuat seiring tuanya zaman. Dengan segala kebencian yang terus diserapnya selama ribuan tahun, bukan tidak mungkin ia bisa menjadi bagian dari sebuah ras. Keenai, sebagai seorang Manusia saja, mampu mengutuk dunia dengan sihirnya sendiri yang diperkuatnya selama ribuan tahun. Bila tidak ada pengorbanan, maka sudah pasti dunia Zeeta yang ini sudah kalah.


Sementara itu, tugas terakhir Zeeta, yang diberitahu oleh Ratu Peri Nadéja adalah untuk menghancurkan Drékaheim dan Jötunnheim, berkaitan dengan Zeeta Alter. Dengan kemampuan yang telah ia dapatkan setelah membebaskan diri dari penjara waktu Yggdrasil dari dunianya, ia selalu melompati satu waktu ke waktu lain yang menyebabkan semakin sulitnya situasi yang harus dihadapi Zeeta dan teman-temannya. Walau Alter tak lagi menjadi Wadah yang tepat bagi Luna di dunianya, dia tetap mengetahui apa-apa saja yang paling mempengaruhi seorang Zeeta, dan berniat menghancurkannya. Di dunia asalnya, Alter mengkalim ia telah dikhianati semua orang yang ia sayangi.


Mendapatkan jawaban tersebut dari Alter, membuat Zeeta yakin, bahwa Rune Kaunaz yang menunjukkan pemandangan pengkhianatan itu, adalah sesuatu yang benar-benar akan dilakukan teman-temannya, bila kala ia pertama kali bentrok dengan Alter, ia benar-benar jatuh sepertinya.


Dengan demikian, jawaban atas perjalanannya adalah sederhana. Ia sudah lelah dengan semua hal tentang dunia sihir ini. Dia benar-benar akan mengakhiri segalanya, menghilangkan sihir daei dunia, namun tetap menghadirkan makhluk sihir yang ada, sebagai makhluk yang berdampingan dengan Manusia. Bila ada perseteruan setelah itu, itu bukan lagi jadi masalahnya.


Dengan kata lain, ia akan menerima fakta bahwa dia takkan lagi kembali ke sisi orang-orang yang disayanginya dan pergi ke Avalon untuk selamanya, walau ia tahu seberapa menyakitkannya itu. Tetapi ia juga lelah dengan semua perjalanan panjang tujuh belas tahun ini.


......................


Alter adalah Zeeta, Zeeta adalah Alter. Mereka adalah orang yang sama namun berbeda nasib. Disatu sisi, Alter tak ingin Zeeta berkorban demi dunia, dilain sisi, Zeeta sudah lelah dengan dunia yang terus melibatkannya. Oleh sebab itu, keduanya memikirkan satu hal yang sama untuk menuntaskan masalah ini....


"DIA HARUS BERAKHIR DI TANGANKU!"


Alter mulai serius. Ia mengguncang Galdurheim dengan Rune Thurisaz yang mendadak muncul di segala penjuru tanah di dunia. Bahkan untuk seorang Zeeta yang terlapisi oleh kekuatan yang sangat kuat, tak menduganya. Rune tersebut meledakkan lautan racun yang begitu tinggi dan segera mendampakkan tsunami. Hari yang semakin gelap memperburuk situasi dengan terbatasnya pandangan mata. Mereka yang berada di balik Töfrahnöttur masih bisa berharap, tetapi mereka yang ada jauh di luarnya? Tamat sudah.


"Cobalah, Zeeta." Alter tak tersenyum. Ia memelototi dirinya yang lain. "Cobalah selamatkan dunia yang begitu kauperjuangkan ini!"


"Tsk!" Zeeta melihat ke sekitarnya. Ia mendapati teman-temannya yang semakin mendekat ke sini, dan robekan Jötunnheim dan Drékaheim yang masih terbuka. "Kalian lakukanlah seperti rencana, aku akan melakukan sesuatu terhadap ini!" seru Zeeta, yang terbang melewati mereka. Semua teman-temannya tahu dari wajahnya, bahwa Zeeta benar-benar sedang terdesak. Mereka semua segera mengangguk sepakat.

__ADS_1


Alter melihat kedatangan kelima orang tersebut. Bagi Ella dan Edward, ini adalah pertama kali keduanya melihat dari dekat wujud kakak sepupunya yang lain. Mereka tahu bahwa Alter adalah orang yang sangat berbahaya walau tanpa menyatukan tubuh dengan Jormungand. Sedangkan bagi Azure, Danny, dan Gerda, ini adalah kedua kalinya mereka berhadapan langsung. Semuanya segera mengeluarkan senjata mereka.


"Lima orang seperti kalian, apa yang bisa dilakukan?!" Alter melancarkan serangan berupa tebasan cakar yang terbang ke arah Danny, Gerda, dan Azure. Danny segera bersiaga untuk membalasnya, tetapi....


'ZRANGG!!!'


Bilah cakar berjumlah sepuluh dengan warna ungu dan hitam itu hancur berkeping-keping dengan serpihan api di sekitarnya.


"Kau...?!" Danny terkejut. Edward melindunginya dengan tendangan berputar tiga ratus enam puluh derajat secara vertikal-nya. Kakinya masih terselimuti oleh api, sementara punggungnya menyala sebuah tanda spesifik.


"Kalian semua lakukan saja apa yang kalian rencanakan bersama kak Zeeta! Biar kami yang mengulur waktunya! Ayo, Ella! Tunjukkan pada gadis ini sejauh apa kekuatan kita!"


Ella menatap sesaat Alter. Ia mengingat tentang jeritan sebelumnya, tetapi ia pun tak ingin menjadi penghambat bagi Zeeta. Oleh sebab itu....


Ella mengangkat lengan kanannya. Jari telunjuknya pun ikut diangkat.


'FWIP!'


"Sekaranglah, kalian bertiga!" jerit Ella.


"Ya, terima kasih!" seru Danny. Ia dan dua rekan gadisnya segera berkumpul membentuk segitiga.


.


.


.


.

__ADS_1


Alter yang menyeringai menatap suka cita meteor yang jatuh ke Bumi berkat sihirnya Ella. "Kalian tahu?" tanya Alter. Ia masih sempat bersikap santai. "Di duniaku, kalian berdua gagal kulindungi. Tubuh kalian yang masih kecil, masih begitu kuingat betapa dinginnya kalian kala aku sampai dimana kalian berada. Aku sangat senang dengan pertumbuhan kalian!"


Kala itu, baik Ella ataupun Edward, melihat seberapa tulusnya senyuman Alter. Hal tersebut amat memaksa mereka terkejut, bahkan sampai menggoyahkan keteguhan hati keduanya.


"Tapi, kita saat ini adalah musuh. Dengan senang hati akan kuladeni kalian!" Alter membentuk jemari kanannya menyerupai pistol dan mengekernya pada meteor tersebut.


'DHRUSHH!'


Alter menembakkan sihir sekecil bola kasti ke atas.


Tahu seberapa kentalnya mana yang terkumpul di satu sihir itu, Ella menjerit, "ED, SEKARANG!!!"


Edward segera menyelimuti tubuhnya dengan aura api dan muncul tepat di hadapan Alter.


'BWHAMMM!!'


Lelaki empat belas tahun itu meng-upper-cut Alter ke tiga puluh derajat belakang Alter. Saking kuat dan seriusnya pukulan itu, menunjukkan Edward yang menggertak gigi. Pakaian si lengan kanannya segera terbakar habis, menunjukkan lengannya yang berotot dan berurat.


"Guhakkh!!" erang Alter, yang memuntahkan darah. Pukulan Edward meninggalkan bekas hangus hitam di perutnya, hingga benar-benar mampu memaksanya terpental.


Menjawab serangan yang berhasil didaratkan kakaknya, Ella segera mengubah arah meteor tersebut.


'DBWAMMM!!!!'


Beberapa bagian meteornya terkikis oleh sihir Alter, tetapi Ella berhasil mengubah haluannya.


'BBMMM....


'KA-BWAAMMM!!'

__ADS_1


Ledakan berbentuk pohon raksasa bercincin dan bercahaya merah kejinggaan terlihat dari seluruh penjuru. Kuatnya dampak hantaman tersebut, merupakan angin yang menyapu kelima orang sebelumnya dengan sangat kencang.


"Haaah... haah...." Si Kembar kehabisan napas. Ini adalah pertama kalinya mereka langsung serius menunjukkan sihir Matahari mereka.


__ADS_2