Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Masalah Hati Arata Akihiro


__ADS_3

Riruko adalah gadis berambut pendek berwarna biru gelap. Matanya pun sewarna dengan rambutnya dan ia merupakan teman Arata Akihiro dan seperguruan dibawah Kirisaki Saitou. Yah, setidaknya sempat menjadi temannya. Hal ini dikarenakan Arata harus terpisah dengan perguruannya sejak dirinya menjadi subjek untuk percobaan ayah dan Naga Carlou. Itu adalah delapan belas tahun yang lalu.


Kirisaki Saitou sendiri memang adalah guru bela diri yang terkenal, namun karena penampilannya—rambut botak setengah—di usianya yang masih tergolong muda, yaitu tiga puluh enam tahun, dia masih belum memiliki pasangan seumur hidup. Walau, menurut pengakuannya, sudah ada beberapa wanita yang pernah tidur dengannya.


"Jangan nilai buku dari sampulnya", adalah ungkapan yang paling tepat diterapkan pada Kirisaki Saitou. Penampilannya yang menunjukkan bahwa dia hanyalah om-om dengan perut seperti ibu hamil, membawa handuk di tengkuknya... bagi masyarakat diluar Seiryuu mungkin dia hanyalah pria yang "menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati" serta dengan bumbu "jones" dalam titelnya.


Banyak rumor yang beredar, penampilannya yang demikian adalah bentuk kutukan dari seekor Naga, bayaran dari kekuatan yang dimiliki, dan masih banyak lagi. Banyak pula yang percaya bahwa sebenarnya Kirisaki Saitou merupakan pria yang amat sangat tampan. Lukisan-lukisan yang membayangkan bagaimana "dia yang sebenarnya" sangatlah laku di "pasaran".


Saitou sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut selama aktivitasnya tidak merugikan orang lain, apalagi dirinya sendiri, sebab itu menyangkut harga dirinya pula. Kendati demikian, dia juga tak pernah menjawab kebenaran mengapa penampilannya demikian. Apakah memang ada sangkut pautnya dengan Naga? Apakah mungkin karena masalah hidup pribadinya? Selama tiga puluh enam tahun ini dia sama sekali tidak menjawabnya.


Dirinya di kala muda, tak ada yang mengetahuinya, sebab dia merupakan pendatang dari desa luar jauh dari Seiryuu. Sayangnya, para penggemar Saitou yang dengan segala kemungkinan kekuatan yang dimiliki untuk mengorek informasi desa asalnya, tak pernah bisa didapatkan. Banyak hal misterius yang menyelimuti Saitou dan ITULAH yang menjadi daya tarik lebih darinya.


Tidak hanya karena poin-poin dari pandangan wanita, dari pihak lelaki, apalagi rekan sesama guru bela diri, atau tetangganya, dia adalah pria yang baik dan rendah hati. Dengan kepopuleran dojo-nya (perguruannya), tentu dia memiliki tabungan yang melimpah. Namun, mereka selalu mendengar dan melihat bahwa uang-uang itu selalu dipakainya demi murid-muridnya. Baik itu demi makanan yang disediakan dalam dojo, fasilitas, serta "study tour" agar muridnya mendapatkan pengalaman nyata melawan makhluk-makhluk sihir yang pasti akan ditemui mereka selama perjalanan. Terburuknya, jika tidak menemuinya, mereka akan tanding satu lawan satu dengan Saitou sendiri. Biaya pengobatan untuk murid yang terluka sering sekali tidak murah.


Oleh karena itu, merupakan hal yang tidak mengherankan bila seorang Saitou masih mengingat wajah muridnya setelah belasan tahun tak menampakkan hidungnya di dekat dojo. Ya, Arata memang menjadi buah bibir masyarakat Seiryuu, tetapi Saitou tidak pernah melihat sendiri seperti apa memangnya "kemonsteran" yang diisukan rakyat. Dia memang tahu Arata memiliki banyak kekuatan Naga dalam tubuhnya, namun jika tidak latih tanding, siapa yang bisa membuktikannya?


Saitou adalah tipe manusia yang lebih percaya matanya sendiri dibanding rumor orang lain. Dia juga bukan tipe manusia yang menilai orang terlalu awal.


Di lain sisi, Riruko adalah tipe manusia yang tiga ratus enam puluh derajat terbalik dari Saitou. Kendati dia tidak mengerti seperti apa putra mahkotanya sekarang, ia percaya pada rumor masyarakat. Ada poin tambahan mengapa ia demikian dan ini pun berlaku pada rakyat yang lain. Zero sebagai kaisar tidak pernah membela Arata, pun dengan Hitomi Reiko sebagai tuan putri dan adiknya. Dia selalu sibuk dengan urusannya sendiri dan jika bertemu rakyat dalam perjalanannya, dia selalu bersikap tinggi dan menyerahkan segalanya pada pelayan yang selalu ada si sisinya.


Tidak akan ada yang tahu bila Hitomi Reiko adalah Benih Yggdrasil, bila setelah Vanadust ditembakkan, dia mengaku sendiri sebagai salah satu pemeran penting di dalam Galdurheim ini, dan pelayan yang selalu mengekorinya adalah Roh Yggdrasil.


......................


"TUNGGU DULU!" Riruko berteriak kencang. Teriakannya berhasil menghentikan langkah Arata dan Saitou ke suatu tempat di dalam istana.


Dengan langkah yang sengaja dihentak-hentakkan, Riruko kemudian menghampiri Arata. "Kau mengingat namaku, tapi kau tidak meminta bantuanku?! Kau benar-benar lupa denganku, bukan, Acchan!?"

__ADS_1


Arata memiringkan kepala. "Acchan? Maksudmu aku?"


Riruko serasa tersambar petir. "Si-siapa lagi memangnya?!"


"Aku tahu namamu, tapi apa kita memang sebegitu dekatnya sampai kau memanggilku tanpa marga dan gelar?"


Riruko semakin jatuh ke dalam jurang. Ia menunduk setelahnya.


Saitou yang mengetahui suatu hal dari mereka berdua, mencoba menengahi. "A-ayolah, Arata, apa kau tidak ingat janjimu dengan—"


Riruko yang mendengarnya segera menyergap mulut Saitou dan menguncinya dengan kepalannya. Ia lalu membisiki, "jangan pernah kau berani katakan itu padanya!" rona merah di pipinya segera tampak jelas.


Saitou yang terkejut dan tidak menduga "serangan" Riruko segera mengangguk-angguk cepat.


"Hmm?" Arata tak begitu mengerti apa yang baru saja terjadi. "Ayolah kalian ini, ini situasi serius, jangan bercanda! Riruko, kalau kau hanya ingin mengobrol, nanti saja. Aku akan kembali padamu dan mendengarkan semua yang ingin kaukatakan setelah urusanku selesai. Jadi—" Arata terhenti karena merasa ki Riruko meningkat.


Arata mengernyit. "Kuhargai niatanmu yang ingin membantuku, tetapi kaubisa membantuku dari sini. Siapkan tempat, tenda, dan dapur darurat."


"Apa-apaan itu? Mencurigakan sekali. Kau yang meminta dan memohon pada kami untuk membantumu tapi kau menolakku membantumu?!"


"Ya. Itu benar."


Riruko merasa tersengat lagi dalam hatinya. Ia menggertak giginya. "KENAPA?!"


Arata semakin tidak mengerti mengapa gadis ini tiba-tiba kasar begini. Saat Arata hendak membalas teriakannya dengan teriakan, Saitou menghalangi. Ia menepuk bahu Arata kemudian menggeleng kepala dan mengode bahwa mereka masih menjadi pusat mata banyak orang. Teriakan Riruko semakin membuatnya awet.


Arata memahaminya dan segera mengatur emosinya. "Tempat yang akan kukunjungi ada kaitannya dengan Naga. Aku tidak bisa menjelaskan siapa dan dimana, tetapi Naga itu tidak ingin tempatnya hancur. Aku tidak ingin memperburuk suasana hatinya karena membawa orang asing selain Pak Guru Saitou yang semua orang tahu kekuatannya seperti apa."

__ADS_1


Alasan logis Arata mau tak mau diterima oleh hati Riruko. Ia jatuh terduduk lemas. "Dengan kata lain, kau tidak percaya padaku dan menganggapku lemah?"


Arata menatap agak lama Riruko, sebelum akhirnya menjawab, "Sebuah dunia sedang dipertaruhkan dan aku tidak bisa mengutamakan diriku sendiri. Aku bukan dirimu, Riruko."


Riruko merasa ada kejanggalan. Ia mengolah lagi kalimatnya dengan benar di dalam otak, lalu ia tersadar bahwa....


Gadis berambut pendek itu mendongakkan kepala. Ia melihat Arata dan Saitou sedang berada di depan portal bercahaya hijau. "Kau tidak pernah berubah, Riruko. Tentu saja aku mengingatmu. Kenapa kau meragukanku? Aku jadi sedih."


Arata lalu masuk ke dalamnya bersama Saitou. Ucapan terakhir dari Arata segera memaksa Riruko menitikkan air matanya dengan deras. Ia tertipu dengan mudahnya oleh gelagat Arata yang memasang persona "lelaki lupa janji".


.


.


.


.


Tatkala keduanya sampai di tempat yang dituju, Saitou segera bertanya, "Apa kauyakin? Kukira kau benar-benar melupakan janji kalian saat lima tahun."


"Lupa? Tidak mungkin. Aku mencintainya, Pak Guru. Bahkan setelah menerima percobaan yang selalu menyakitiku, aku tetap mencintainya dan mengawasinya dari kejauhan.


"Apa kaukira aku tidak tahu bahwa dia ikut menjelek-jelekkan namaku di depan banyak orang dan mengolok-olokku sebagai monster?


"Aku tahu semuanya.


"Bahkan setelah kupancing dia untuk berbicara empat mata denganku, itulah yang dikatakannya. Dia bilang tidak memercayainya, tapi sejak awal dia sudah tidak memercayai keberadaanku.

__ADS_1


"Aku telah jatuh cinta pada orang yang salah, Pak Guru...."


__ADS_2