
Di suatu ruangan dengan pencahayaan minim, terdapat tiga suara yang tengah bertukar kata. "Zeeta sudah mulai aksinya, "ujar sebuah siluet bersuara wanita. Siluet ini berambut panjang dengan sebuah pita.
"Aku tahu. Tidakkah ini mendebarkan?" tanya siluet lain yang berjenis kelamin sama. Wanita ini berambut panjang.
"Aku tidak peduli apa yang akan kalian lakukan padanya terlepas dari hubungan kalian dengan Manusia tidak tahu diri itu!" seru siluet bersuara pria. "Tetapi pastikan kalau dia tertekan hingga membuatnya berkeinginan untuk hancurkan dunia ini!
"Dunia ini ... tidak seharusnya ada di tangan Manusia seperti itu!"
"Hei hei...." Siluet wanita berambut panjang bicara. "Jangan lupakan kalau kau pun manusia, lho.... Ah, aku lupa.... Kau kan MANTAN manusia! Ahahahaha!"
"Kkkhhh.... Sialan!" pria itu seperti menghempaskan sihir pada si wanita.
"Ahahaha, hentikan hentikan. Mantan manusia sepertimu yang kesadarannya hanya berlandaskan mimpi, dan bahkan tidak lagi memiliki tubuh yang nyata, takkan mampu melakukan sesuatu padaku ataupun dia!
"Ingatlah, alasan kami berjabat tangan denganmu semata-mata karena tujuan kita searah. Namun, perlu kutegaskan. Meskipun tujuan kita searah, itu tidak berarti kita memiliki akhir yang sama!
"Dengan kekuatanmu yang mampu mengendalikan Phantasmal dan mengubahnya menjadi Hollow, adalah bukti jika kau manusia dari abad kuno. Kau adalah salah satu manusia yang dulunya mampu bersihir Rune kuno, dan tinggal satu dunia dengan Raksasa, Naga, Peri, Yggdrasil, dan semua cerita yang telah disampaikan mereka yang masih hidup sampai saat ini.
"Sejauh ini kami mengikuti permintaanmu, tetapi janganlah berbesar kepala. Kautahu kemampuan kekuatanku ini, 'kan?"
"Bocah tidak tahu diri...!"
Ucapan dari Si Pria memantik emosi Si Wanita menyala panas. "Kaulah yang harus tahu diri!" seru Wanita itu, "lihatlah kemampuanmu yang telah digagalkan dua kali oleh Zeeta! Dia bahkan telah melacak keberadaanmu!
"Jika kau terus-terusan berlagak sok hebat dengan pikiran semacam 'aku adalah manusia di abad kuno, aku lebih kuat dari kalian', kupastikan bantuan kami ini akan kami putus, lalu ratapilah nasib kalian selamanya!"
......................
"Lokasi tumbuhnya Yggdrasil, katamu?!" Alicia terkejut. Reaksi yang sama juga diberikan oleh bangsawan lain.
"Kukatakan itu hanya sebuah kemungkinan," balas Luna, "yang pasti, baik kemungkinan itu salah atau benar, kupikir tiada salahnya Zeeta melakukan hal lain di sana."
"Hmmm.... Terlepas dari hubungan politik Aurora dengan Nebula yang hanya sebatas kerajaan bertetangga," ujar Alicia, "Nebula adalah kerajaan baru yang lahir dari bersatunya dua kerajaan, Gala dan Southern Flare...."
"Ra-Ratu, Anda tahu soal itu?!" Klutzie kaget.
"Ya. Ratu kesembilan belas pernah menunjukkan foto pernikahan orang tuamu padaku.
"Ah, begitu...."
"Klutzie, kau mungkin sudah menyadarinya, tetapi apa yang hendak Zeeta lakukan padamu memang adalah keinginan pribadi Putri. Tetapi, aku memang sudah merencanakan ingin melakukan sesuatu pada Nebula.
"Berdasarkan ceritamu ketika itu, dilihat dari sudut pandang manapun, ada dalang dibalik semua ini. Entah Suzy atau bukan, kuyakin bahaya sudah menunggu kalian di sana. Karena itulah, aku tidak bisa membiarkan dua bangsawan keluarga kerajaan pergi tanpa pengawal. Bawalah Crescent Void bersama kalian, setelah itu, sebagai Ratu aku bisa mengizinkan kalian pergi secara resmi."
Zeeta terlihat larut dalam pikirannya. Beberapa saat kemudian, dia mengatakan apa yang terbesit di dalam kepalanya itu. "Tidak, Ratu. Kupikir mereka harus tetap di sini."
__ADS_1
"Oh?"
"Seperti yang Anda katakan, dilihat dari sudut pandang mana pun, ada dalang yang masih bersembunyi. Jika Crescent Void pergi bersamaku, pertahanan Aurora akan menurun drastis.
"Bukan berarti aku tidak percaya dengan bangsawan utama dan makhluk sihir yang ada di sini, tetapi Crescent Void tak bisa diragukan lagi adalah benteng terdepan kerajaan ini dari Hollow.
"Kuharap Anda bisa tetap mengizinkan kami pergi, karena kami sudah bersama dua Roh Yggdrasil."
Setelah menimbang banyak hal, Alicia pun memutuskan "Umu. Kalau begitu, Marchioness, segera siapkan kendaraan untuk—"
"Ah, tidak usah. Kami sudah memilikinya."
"Eh?" Klutzie tidak mengerti apa yang Zeeta katakan.
.
.
.
.
Setelah para peserta pertemuan itu keluar dari ruang takhta, Zeeta yang keluar belakangan segera menarik Klutzie ke balik sebuah pilar untuk bicara empat mata.
"Seberapa lama kaubisa mempertahankan wujud bergabungmu dengan Siren?" tanya Zeeta berbisik.
Zeeta bungkam dan lagi-lagi larut dalam pikirannya. "Tidak, aku akan mengatakannya nanti. Aku pergi ke kediaman Grand Duchess dulu. Tunggu aku di alun-alun kota!" Zeeta langsung berlari meninggalkan Klutzie yang masih bertanda tanya.
......................
Ashley pulang ke kediamannya bersama Zeeta. Mereka bergegas menuju ruang kerja Ashley untuk melakukan sesuatu. Begitu mereka sampai, Zeeta langsung mengambil banyak toples-toples kosong yang nantinya diisi dengan butiran sihir.
"Apa?! Lucy ada di sana?!" pekik Ashley kaget.
"Sshhhh!! Jangan berteriak!
"Kumohon, Guru, ada kemungkinan dia menunggu kesempatan ini untuk melakukan sesuatu padaku.
"Tapi, ini belumlah tenggat waktu yang diberikannya padaku. Meski ada dia di sana, dia mungkin memiliki rencana lain dibalik sakunya.
"Berpikir dari bagaimana kebiasaannya, dia adalah wanita yang licik, tetapi bukan berarti kelicikan itu tidak bisa diatasi.
"Semalam aku bertemu dengan Morgan yang berkedok sebagai ayah Arthur. Dia memperingatiku untuk tidak datang karena ada seseorang yang katanya mustahil aku dan Pangeran kalahkan."
"Ha-hah?! Kenapa hal sepenting ini hanya kaukatakan pada—"
__ADS_1
"Biarkan aku bicara sampai selesai, Guru!
"Sejujurnya aku tidak begitu menginginkan kekuatan yang mampu membaca pikiran orang lain yang sulit dikendalikan ini, tapi.... Morgan tidak hendak menipu kita lagi.
"Bibirnya masih sampah seperti biasa, tetapi dia mungkin sudah belajar dari kehidupannya.
"Aku tidak bisa membawa teman-temanku dalam bahaya yang bahkan aku tidak mengetahuinya. Terlebih, Lucy ada dalam masalah ini. Dia memancing kita untuk melemahkan Aurora."
"Tapi... apa tujuannya melakukan ini?"
Zeeta berhenti mengisi toples-toplesnya dengan butiran sihir warna-warninya. "Apa Guru tidak tahu masa lalu Lucy...?"
"Ti-tidak...."
"Tapi, Guru tahu, 'kan siapa Lucy itu...?"
"Y-ya, dia adalah leluhur kalian, Marianna Aurora...."
"A-apa leluhur Alexandrita tidak memberitahu kalian tentang Marianna...?"
"Aku tidak tahu, tetapi sejauh yang kutahu, tiada hal semacam catatan warisan yang menuliskan kisah tentangnya ataupun cerita turun temurun."
"Gu... Guru bohong, 'kan?"
"A-apa maksudmu? Kenapa kau memasang wajahmu begitu...?"
"Ugh.... Aku tidak percaya ini. Apa boleh buat, dengar baik-baik, Guru...."
......................
Setelah menceritakan kilas balik tentang Lucy, Ashley jadi paham mengapa Zeeta memasang wajah yang secara tidak langsung menggambarkan isi hatinya yang tidak habis pikir mengapa dirinya tidak tahu tentang sejarah penting itu. Dia juga paham mengapa Lucy memancing Zeeta dan Klutzie ke Nebula. Dia bisa saja menginginkan sesuatu di lantai bawah tanah istana, tempat dimana Lucy—a.k.a Marianna—yang menyatukan mana Peri dan Manusia. Lantai-lantai bawah tanah itu bahkan belum dieksplor secara sungguh-sungguh karena dirinya dan Zeeta belum memiliki kesempatan.
"Maafkan aku, aku tidak tahu hal sepenting itu...," ujar Ashley.
"Tidak mengapa. Lagi pula, hal ini jarang diketahui bahkan untuk bangsawan sekalipun. Kupikir, karena Lucy, Audrey, dan Erina berada di zaman yang sama, dua Alexandrita itu menuturkan kejadian pahit itu pada keturunannya...."
"Baiklah, lalu, apa yang harus kulakukan dengan toples sihir sebanyak ini?"
Zeeta telah menuntaskan rencananya pada toples sihir itu, yang jumlahnya bulat dua puluh buah.
"Cara kerjanya sama dengan yang biasa kaulakukan atau ibu lakukan. Lempar, tabur, atau dituang. Dari kedua puluh toples ini, semuanya adalah sihir pamungkas untuk mengikat, memusnahkan, atau memberi petunjuk apa yang harus dilakukan untuk menumpas Hollow.
"Crescent Void mungkin akan disibukkan dengan masalah lain, jadi gunakanlah ini untukmu atau prajuritmu. Setiap toples cukup untuk digunakan pada tiga sampai empat Hollow.
"Guru mungkin tidak membutuhkannya, tetapi tidak ada salahnya memiliki rencana back-up jika skenario terburuknya terjadi."
__ADS_1
"Skenario terburuk...? Apa maksudmu...?"
"Yah... Guru tahu, lah.... Ehm... itu ketika aku dan Pangeran itu memang tidak bisa mengalahkan seseorang itu, dan tidak bisa pulang...."