Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Tirta Amarta 2


__ADS_3

Di bawah rembulan cerah, dibalik menggilanya alam yang tidak disebabkan oleh alam itu sendiri, saat ini Cynthia dan Xennaville sedang menuju ke suatu tempat. Sementara Xennaville terbang dengan bantuan payungnya—yang tentu saja bukan payung biasa—Cynthia kali ini seakan sudah bisa menguasai bagaimana bertransportasi diantara darat dan lautan dengan pusaran air yang menyelimuti dirinya dari bagian lutut. Tak lupa juga sang Penakluk Penguasa Lautan tersebut membawa trisula di tangan kirinya.


“Baru kali ini aku benar-benar melihat seorang Roh Yggdrasil...!” batin Cynthia, yang beberapa kali mencuri-curi pandang orang di sebelah kanannya. “Apa aku harus mengatakan sesuatu padanya? Atau ... aku tetap harus fokus pada tujuanku saat ini?”


“Cynthia, begitukah namamu?” tanya Xennaville tiba-tiba.


“A-ah! I-iya, itu benar sekali, Roh Yggdrasil yang Agung!”


“Aku tahu bahwa penduduk dari kekaisaran Seiryuu—dimana itu adalah negeri Wadahku tinggal, telah melukai tidak hanya ragamu saja, namun jiwamu pula. Karena mereka, kau kehilangan sosok ibu.


“Dan sekarang, bila kita kehilangan lagi orang-orang yang bisa menentukan Akhir Dunia sebagaimana telah kauketahui....”


Cynthia merenung. “Apa yang ingin Anda katakan, Roh Yggdrasil yang Agung...?” suranya lirih.


“Jika saat kita bicara sekarang ini, semua yang sedang terjadi berjalan dengan lancar, maka ayahmu, Marshall Orsfangr, dan kakakmu, Juggernaut Orsfangr, bisa diselamatkan oleh Wadahku, Hitomi Reiko.


“Oleh sebab itu, kuingin kau bukan melupakan apa yang telah terjadi padamu, namun menyampingkannya untuk apa yang sedang menunggu di hadapan kita—tidak—dunia.”


Cynthia mengeratkan kepalan kirinya. “Aku tahu. Aku pun belum mendapatkan jawaban yang jelas dari Zeeta. Aku juga ingin bertemu langsung dengannya—dengan orang yang memiliki kemiripan denganku.”


Xenaville tersenyum. “Terima kasih.


“Itu dia pulaunya. Kita sudah sampai. Sesuai rencana, aku akan menghampiri mereka dahulu, sementara kausiapkan Tirta Amarta itu.”


“Baiklah.”


......................


[Beberapa belas menit yang lalu....]


Usai Jourgan berhasil menjauh dari samudera, dengan kondisi “segel”-nya yang terlepas, Dark Elf ini dapat terbang berkali-kali lebih cepat dari biasanya. Sehingga, kala ia mendarat di sebuah pulau kecil, ledakan terjadi cukup besar.


“Haah~ haah~ haaah~” Jourgan tersengal-sengal. Wajahnya menunjukkan betapa dia sedang menahan sakit yang tak terlihat. Dia juga memegangi dadanya—sekitaran jantungnya. “Apa-apaan ini... apa aku ... sudah selemah ini...? Aku baru saja melepas ... segelku, lho... sialan!”


Jourgan lalu mendapati Danny yang sayangnya mengalami patah tulang akibat pendaratan sebelumnya. “O-oh tidak!” kendati Jourgan merasa khawatir dan menyesal telah memperparah luka yang dialami pria berambut merah kecokelatan tersebut, dia tetap saja tidak bisa berbuat banyak dengan kondisinya saat ini.


[Disaat yang sama, di kedalaman samudera....]

__ADS_1


“Kau akan menjadi supporter untuk Roh Yggdrasil di sebelahku ini.” Demikian ucapan Undine, sang Roh Kuno Air, kepada titisannya, Cynthia.


“Aku bisa menjadi supporter baginya? A-apa yang harus kulakukan, Oh Undine yang Agung?”


Undine memejamkan mata sesaat, lalu bicara. “Air adalah kehidupan, tidak hanya bagi kita para penduduk lautan, namun juga bagi daratan. Yang harus kaulakukan adalah hal sederhana, namun sulit diwujudkan.


“Aku tahu musuh abadiku, Ifrit, telah membantu Zeeta untuk membuatnya hidup lagi setelah sirkuit sihirnya terluka fatal. Hal tersebut, membuat Zeeta jadi semakin keluar dari batasannya sebagai Manusia, namun keduanya tahu apa yang harus mereka lakukan dengan kekuatan tersebut. Oleh karenanya, tak pernah ada keributan dari mereka.


“Hal itulah yang akan kaulakukan pada dua makhluk daratan itu, Cynthia.”


“Ma-maksud Anda, a-aku menghidupkan mereka lagi?”


“Sedikit salah, tapi pada dasarnya seperti itu. Bukankah begitu, Xennaville?”


Cynthia mengalihkan pandangan pada sosok wanita berpakaian pelayan klasik yang ada di sebelah Undine.


“Elf adalah kehidupan baru di Bumi ini. Sebagai pecahan dari Yggdrasil, aku tidak ingin kehidupan baru ini hancur begitu saja hanya karena sedang menolong kehidupan lain. Setidaknya, aku ingin membiarkannya menuntaskan apa yang menjadi tujuan barunya bersama saudari-saudarinya—yaitu untuk berjuang bersama Zeeta hingga semuanya berakhir.


“Hal tersebut pun berlaku pada Danny. Pertarungan sebelumnya terlalu berat sebelah, tetapi bukan karena keajaiban dia bisa bertahan hidup, namun karena tekad kuat dan hasil latihannya selama ini. Dia pun adalah seorang teman sejak kecil dari Zeeta.


“Mungkin ini hanyalah egoku semata di telingamu, namun kita tidak bisa membiarkan Zeeta goyah karena kehilangan orang-orang yang berharga baginya disaat kita akan menghadapi Ragnarok.”


“Seperti yang dikatakan Undine, air adalah kehidupan. Bila kauingat, kau telah melakukan ini pada seekor Kura-Kura Kolosal beberapa waktu yang lalu.”


“Maksudmu Bon...?” Cynthia memiringkan kepalanya. “Aku ... tidak ingat....”


“Singkatnya,” tukas Undine, “kau akan menjadi penghantar antara kekuatanku, kekuatanmu, dan kekuatan Roh Yggdrasil ini, yang akan memulihkan Dark Elf dan Manusia itu.”


Mengetahuinya, Cynthia segera menelan liur. “A-Anda yakin aku bisa melakukannya?”


“Tenang saja, aku akan melakukannya bersamamu. Sekarang, segera temuilah dua makhluk daratan itu. Aku akan memandumu setelahnya.”


“Baik!”


......................


“Ahh....” Mata Jourgan memandang dalam-dalam rembulan. Cahayanya menerangi tubuh kaku Dark Elf ini, setelah sebelumnya tertutupi oleh awan badai. Hujan juga reda secara perlahan, menyisakan tubuh basah kuyup padanya, juga pada Danny yang ada tidak begitu jauh darinya—dimana lelaki tersebut masih tidak sadarkan diri. “Maafkan aku, Zee, karena tak bisa menepati kata-kataku….” Tetes air matanya jatuh dari mata kirinya.

__ADS_1


.


.


.


.


“Jika diingat-ingat lagi, kehidupanku dan adik-adikku selalu saja penuh pertempuran. Bahkan sebelum hayat kami akan berakhir nanti, kami juga akan terlibat pertempuran. Entah ini bisa disebut hebat atau tidak, namun kali ini pertempuran kami melibatkan keselamatan dunia.


“Kami bertiga adalah Elf seperti pada umumnya, hingga suatu hari Hutan Sihir Agung diserang dengan skala besar oleh pasukan Manusia.


“Kami tidak tahu dari mana asal para Manusia itu, karena di mata kami, semua Manusia selalu saja membenci kami.


“Sudah begitu banyak rekan kami—baik itu rekan seperjuangan ataupun rekan sebangsa yang telah gugur di tangan Manusia. Kebencian kami pada mereka amatlah dalam, sehingga kami ‘jatuh’ menjadi Dark Elf.


“Selain memberikan kami begitu banyak dan besar kekuatan, ternyata menjadi Dark Elf malah membuat Elf jadi semakin dibenci dan dijauhi oleh banyak ras lain.


“Namun....


“Kami tidak malu atas apa yang terjadi pada diri ini, karena ... kami selalu lurus dengan apa yang kami perjuangkan—demi kebebasan bangsa kami.


“Pertemuan dengan Zeeta sembilan tahun silam, membawa perubahan pada kehidupan kami. Hari-hari yang selalu penuh dengan darah ras lain, terutama Manusia, bukanlah lagi keseharian kami.


“Sebelumnya kami selalu pergi dengan kekuatan Tetua Hugo untuk menyelamatkan bangsa kami yang berada di belahan dunia lain. Kami bertiga adalah Volten Sisters yang dikenal sebagai ‘Dewi Penyelamat’ bangsa kami.


“Kedatangan Zeeta di dunia ini, seakan mengubah arah ‘kehancuran’ pada dirinya sendiri. Ia seolah-olah merupakan magnet yang mengubah haluan kesengsaraan bangsa Elf untuknya sendiri. Meskipun saat itu dia masihlah anak kecil, dunia seakan sudah menganggap Zeeta adalah keberadaan yang berbahaya.


“Oleh karena itu, kendati dia adalah salah satu bagian dari Manusia yang kami benci dan taruh dendam, kami percaya Zeeta tidaklah seperti Manusia yang telah banyak kami bunuh. Pun dengan rekan-rekannya yang berjuang demi dirinya.


“Setidaknya, sebelum hari-hariku yang selalu penuh dengan darah ini, aku ingin melihat hamparan bunga cantik, dibawah sinar hangat mentari. Aku ingin piknik bersama adik-adikku dan menikmati seharian penuh tertawa dan tersenyum bersama mereka....


“Tapi... kupikir sekarang itu sudah mustahil.


“Tubuhku sangat sulit digerakkan. Aku pun harus berusaha agar tidak kehilangan napasku terlalu lama.


“Tetua Hugo sengaja menyegel kekuatan murni ‘Dark Elf’ kami, sebab pertempuran yang melibatkan Elf telah menurun. Bila tubuh ini sudah tak mampu lagi mengemban kekuatan ‘Dark Elf’, maka....

__ADS_1


“Danny, maafkan aku karena tak bisa melindungimu. Aku tahu kau menghormatiku sebagai pejuang dan menjadikanku sebagai tujuanmu, namun aku tak bisa melihatmu mewujudkannya.


“Maafkan aku....”


__ADS_2