Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat


__ADS_3

[Kerajaan Aurora, ketika mereka masih diterjang oleh "bencana alam" badai petir-api yang bersumbu dari Ashley dan Ifrit....]


Teriakan rakyat, dentuman dari bangunan-bangunan yang hancur, menjadi melodi di situasi genting ini. Para bangsawan utama beserta prajurit-prajuritnya dan Crescent Void sedang berusaha sekuat tenaga untuk memantulkan, menghapus, membelah, atau menghancurkan tornado-tornado dan reruntuhan.


Masing-masing mereka, yang bertotal delapan orang, atas saran dari Albert, sedang memimpin pasukan yang terdiri dari prajurit-prajurit milik empat bangsawan utama tersebut dan prajurit kerajaan. Delapan orang itu membawa masing-masing pasukannya ke tiap titik tembok, baik di atas, di luar, atau di dalamnya. Mereka mengerahkan seluruh tenaga untuk mengatasi masalah dadakan ini yang benar-benar tak bisa diterima masuk akal ini. Layaknya bencana alam, namun sama sekali tak terasa demikian.


Beruntung bagi mereka, para Crescent Void telah dilatih oleh Luna dan beberapa makhluk sihir, juga memiliki senjata kuat yang mendekati senjata suci milik Zeeta, Catastrophe Seal. Segala cara mereka tempuh, bahkan jika itu membuat tangan, kaki, dan kepala mereka serasa mau pecah karena tak ada habisnya tornado-tornado itu berdatangan.


"Apa-apaan, sih, ini sebenarnya?!" keluh Gerda, "Brooghind!" ia memakai tongkat sihirnya untuk membelah jadi dua tornadonya. "Sekarang!" pekiknya.


"Siap!" balas pasukannya. Mereka kemudian menembaki dua belahan tornado itu dengan meriam sihir sebelum petir atau api menyambar mereka. Tak jarang, mereka gagal, meleset, atau kalah cepat dari anginnya. Dan tak sedikit pula yang tak mampu bertahan.


Disaat itulah, Edward dan Ella datang berlari menyusul Claudia yang baru saja bertukar kata dengan tiga rakyat pria. "Mamaaa!" teriak keduanya memanggil.


"Persiapan sudah selesai!" seru Edward memberi hormat.


"Kapanpun bisa diluncurkan!" timpal Ella, yang ikut memberi hormat.


"Baiklah, kerja bagus kalian berdua!" balas Claudia dengan senyum. "Posisikan kalian ke masing-masing tempat! Levant akan melindungi rakyat! Jangan biarkan jerih payah kakak sepupu kalian runtuh karena bencana ini!"


Sepasang lingkaran sihir merah kemudian muncul di bawah kaki Edward dan Ella. "Aye aye, Mom! Kami berangkat!" keduanya lantas meluncur ke dua arah yang berbeda.


Sementara itu di istana, Hazell dan Alicia masih berada di sana, mengawasi bagaimana perjalanan evakuasi rakyatnya. Di sana, dengan bantuan sihir pada mata yang membuatnya mampu melihat layaknya di-zoom-in dari jendela, Alicia mendapati Claudia berdiri di tengah-tengah jalan, melihat kepergian dua anak kembarnya. "Chloe?!" ujarnya kaget, "apa yang dia lakukan di sana?! Anak-anaknya juga!"


"Apa?!" Hazell tak kalah kagetnya dengan Alicia. "Sudah kuduga, aku harus menggunakan sihir itu lagi!" Hazell hendak melompat lewat jendela.


"Tidak, tidak perlu!" tukas Alicia menarik kerah Hazell. "Lowèn sedang berlari ke sana!"


.


.

__ADS_1


.


.


"Heeeeii, Chloeee!" jerit Lowèn memanggil.


"Hmm?" Claudia pun menoleh ke belakang. "Sayang? Ada apa? Bukankah kau sedang ada pertemuan penting dengan Alicia dan bangsawan lain?"


"Itu tidak penting! Di mana Ed dan El?!"


"Eh? Mereka hendak membantu bangsawan utama dan Crescent Void untuk menghentikan bencana ini.... Kenapa kau begitu—" wajah panik, takut, dan terkejut yang dapat dibaca secara bersamaan terpampang jelas pada Lowèn, membuat Claudia merasa ada yang tidak beres. "Kenapa ... dengan wajah itu...?" tanyanya.


"Gawat! Gawat gawat gawat! Lain kali, kalau tidak ada perintah dariKU, seorang kepala keluarga, jangan bertindak sendiri! Kamu tunggulah di rumah, segera!" Lowèn segera terbang menyusul anak-anaknya.


"Tu-tunggu, Sayang?!" tanpa terjawab rasa penasarannya, Claudia ditinggal pergi.


Sementara itu, si anak kembar yang tanpa mengetahui situasi Levant....


"Aku tak sabar ingin mencoba cincin pemberian Kak Zeeta!" batin Ella, yang terus memandangi cincin Grimmur-nya di jari kelingking kanannya dengan pipi yang memerah, sambil terus terbang ke Wilayah Timur.


Mereka berdua mengingat diskusi mereka dengan Mama tercintanya.


"Bencana ini tidak mungkin berhenti dalam waktu dekat, tetapi jika dibiarkan terlalu lama, korban jiwa pasti akan jatuh," kata Claudia pada anak-anaknya, yang sudah berada di wilayah rakyat. "Karena itulah Mama meminta bantuan dari kalian. Dengan hasil latihan kalian selama ini, Mama yakin kalian pasti bisa. Maukah kalian membantu?"


Si Kembar berbinar, saling menatap, lalu menyengir. "Tentu saja, dong, Mama!" balas keduanya.


"Ini butuh waktu dan sedikit merepotkan, tapi aku yakin cara ini bisa menghilangkan bencana ini. Dengarlah Mama baik-baik, oke?"


"Uhm!"


"Pertama, Ed, Mama ingin kamu pergi ke Wilayah Timur dan pasang batu-batu kristal ini membentuk sebuah lingkaran. Ingatlah untuk mencari tempat yang luas.

__ADS_1


"El, kebalikan dengan Ed, kamu pergilah ke Wilayah Barat. Hal yang kamu lakukan sama dengan Ed. Setelah itu, pergilah ke alun-alun kota dimana aku akan menunggu. Ketika waktunya tepat, kalian bertukarlah tempat dan keluarkanlah mana kalian di atas batu kristal yang telah dipasang."


"Uhm, kami mengerti, dan itu cukup mudah, tapi...." Ella memandangi Edward.


"Uhm. Pertanyaannya adalah ... kenapa?" tanya Edward.


"Dulu, Mama pernah terlibat sebuah percobaan seorang Tuan Putri. Tetapi, percobaan itu malah membawa kekacauan pada sekitar kami. Untungnya, kami sedang tidak di kerajaan dan kami bisa mengatasinya.


"Ini adalah cara yang mirip ketika itu, dan kuyakin ini akan berhasil.


"Bencana ini tidak mungkin adalah bencana alam. Pasti ini terjadi karena ada kaitannya dengan kakak sepupu kalian. Entah ini karena musuh atau lawan, tetap saja kita harus menghilangkannya demi keselamatan rakyat, sekaligus agar usaha dia tidak sia-sia.


"Ada alasan kenapa kalian harus bertukar tempat. Satu, aliran mana di sekitar kerajaan kacau karena bencana ini, sehingga ketika batu-batu kristal yang telah kalian pasang di dua tempat berbeda, akan mengenali mana kalian.


"Begitu kalian bertemu di alun-alun dan bertukar tempat mana dengan jumlah sama dari orang yang berbeda, akan menetralkan aliran mana di area yang telah kalian lewati.


"Jadi pada dasarnya, batu-batu kristal itu adalah katalis yang memungkinkan kalian bisa menetralkan aliran mana yang kacau.


"Ketika kalian sudah menetralkan aliran mana yang kacau ini hanya dengan mengeluarkan mana kalian, sesuatu pasti akan terjadi pada langit dan akan menghilangkan bencananya."


"Benarkah?!" Si Kembar begitu senang dengan misi penting, berbahaya, sekaligus mendebarkan bagi mereka ini.


"Tapi kenapa kami bisa? Apa yang istimewa dari kami?" tanya Ella.


"Dasar, Ella! Kakek kan sering bilang, kita ini kuat karena kita adalah Levant!" balas Edward sedikit kesal.


"Ah iya.... Hehehe, aku lupa.... Baiklah, aku siap!"


Claudia tersenyum. "Ternyata masa-masa mendebarkan diriku, Hellen, dan Alice ketika itu bisa berguna di hari ini... siapa yang menyangka....


"Bagus, mari kita lakukan ini!" ia menyuguhkan tangan kirinya agar mereka tos.

__ADS_1


"Yaaa!" ketiganya lantas tos, tanpa mengetahui rahasia dibalik kekuatan Levant....


__ADS_2