Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Sejarah yang Saling Terhubung


__ADS_3

[POV Maaya.]


Sejak diriku masih kecil, yang selalu mengisi hidupku adalah mereka yang ada di dalam istana. Tidak, bukan Manusia yang memang dipekerjakan di sini, melainkan seluk-beluk dari istana. Lagi pula, bangunan yang sangat unik ini memiliki lantai yang saaaaaangat banyak!


Tidak perlu kuberitahu lagi mengapa alasannya, 'kan?


Uhm. Tentu saja karena kutukannya.


Setiap bercermin, yang kulihat hanyalah seorang anak kecil berambut lebat di seluruh tubuhnya. Aku tidaklah elok, maupun manis. Aku bahkan bertanya-tanya mengapa aku sama sekali tidak mirip dengan orang tuaku?


Karena alasan ini jugalah, mereka menyarankanku untuk tidak keluar istana. Aku juga enggan mendengar celotehan yang menilaiku dengan sebelah mata. Aku tidak ingin kutukanku malah membuat rakyat yang tidak tahu apapun tentangku, malah membenciku.


Hatiku tidak akan kuat!


.


.


.


.


Suatu kala, aku pernah bertanya pada ayah dan ibu tentang istana. "Mengapa istana kita berbentuk seperti ini? Bola raksasa yang bersinar itu sebenarnya apa?"


Masih bisa kuingat kalau saat itu mereka sempat ragu untuk menjawabnya. Aku pun ingat dengan jawaban mereka.


"Istana ini memang sejatinya sudah ada sejak dahulu kala. Bentuknya yang unik ini hanyalah selera dari para leluhur kita.


"Untuk bola bercahaya itu, namanya adalah Vanadust. Kami tidak bisa memberitahumu gunanya untuk apa, tetapi nanti akan tiba waktunya kau mengetahuinya.


"Vanadust itu dibuat oleh kakek buyutmu."


Aku yang masih kecil, hanya menelan mentah-mentah jawaban itu dan sedikitpun tidak mencoba mengorek informasi tentangnya lagi, sampai....


Efek dari kutukannya benar-benar kurasakan.


Suatu hari, seperti biasa kuhabiskan di dalam istana dengan membaca buku di halaman. Para pengurus taman telah bekerja dengan sangat baik, hingga puluhan bunga bermekaran dengan aromanya yang sangat menenangkan perasaan. Saking seringnya kuhabiskan waktuku di sini, para tumbuhan sudah kuanggap seperti teman.


Tetapi, tidak seperti biasanya, aku tidak tahu kalau hari itu ada tamu ayah dan ibu yang sedang menginap di sini. Mereka menyaksikan sosokku yang begini. Mereka lari, berteriak ketakutan seakan melihat sebuah monster. Mereka bahkan sempat mengajak rekan-rekannya untuk menebarkan ketakutan, kebencian, dan jijik mereka kepadaku.

__ADS_1


Kenapa? Kenapa aku dikutuk? Aku salah apa? Orang tuaku salah apa?


Kami bertiga sudah mencoba untuk mencari tahu apapun yang bisa membantu kami mengetahui dari siapa kutukan ini berasal. Jika beruntung, mengapa dan bagaimana caranya mengatasi ini, mungkin saja bisa menjadi bonusnya.


Melalui utusan prajurit, mengutus orang-orang terpelajar, membentuk pasukan khusus... semua sudah kami lakukan.


Tetap saja, jawaban itu seperti ditelan Bumi—ia tidak mengizinkan kami mengetahuinya. Sebab alasan itulah, aku jadi tidak ingin lagi berkontak dengan mereka yang ada di luar istana. Aku putus asa.


Hingga suatu malam, kuputuskan untuk pergi ke lantai tertinggi—lantai dimana Vanadust itu berada. Tidak ada yang berani ke sini, walaupun itu adalah ayah dan ibu.


Sesampainya ke sana, aku langsung sadar tentang sosok asli dari istana ini.


Istana kebanggaan Southern Flare ... adalah tongkat sihir. Seratus persen merupakan tongkat sihir. Vanadust menyimpan banyak sekali mana di dalamnya. Cahaya yang terpancar, mana itulah sumbernya.


Disaat aku terpana dengan fakta ini, aku teralihkan oleh suatu ledakan di sebuah hutan nan jauh. Ledakan itu menampakkan sesosok serigala raksasa yang mengamuk. Hutan itu diluluh-lantakkan olehnya, namun aku melihat ada beberapa sosok misterius yang meredakan amukannya. Dari ketinggian istananya, mustahil kubisa melihat dengan jelas siapa identitas mereka, tetapi kuyakin ada lebih dari dua orang.


Sembari berusaha meredakan amukan serigala raksasa tersebut, aku melihat mereka menciptakan penghalang. Setelah penghalang itu tercipta, aku sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi setelahnya.


Tetapi yang pasti, ada dua hal yang kutahu dari kebetulan ini. Kutukan yang sejak lama ingin kami ungkap, petunjuknya selalu ada di dekat kami. Selain itu, masih banyak hal yang bisa kuperbuat selain berputus asa hanya karena orang lain menilai penampilanku, soalnya aku....


Namaku adalah Maayaford—Gadis yang Berhati Baja!


Kejadian yang menimpa dirinya, yang bisa kuketahui sayangnya sangatlah terbatas. Catatan yang menceritakan dirinya, hanya menuliskan tentang alasan ia tewas secara nahas dan misterius adalah karena pembunuh bayaran yang berkhianat. Puluhan nyawa ikut tewas karena kejadian itu—sehingga memantik api revolusi tata kerajaan setelahnya.


Yang menjadi perhatianku ... adalah leluhurku meninggalkan pesan kaki di catatan tentangnya.


"Sephiroth akan kembali, tidak dalam wujudnya, namun sesuatu yang lain. Bersiaplah Anak-Anakku.


^^^Tertanda,^^^


^^^Rudolph, Pyggrez, Theoprix, Corynna."^^^


Satu pertanyaan yang timbul dalam benakku. Itu berarti, kala itu, Sephiroth tidak benar-benar tewas, makanya leluhurku meninggalkan catatan seperti ini? Lantas mengapa ayah dan ibuku tidak mengetahuinya...?


.


.


.

__ADS_1


.


Ja-jangan-jangan, catatan ini akan benar-benar berguna saat keturunan mereka mengalami hal sepertiku ini?!


Ta-tapi, itu tidak langsung berarti bahwa Sephiroth-lah yang mengutukku. Aku tidak bisa terburu-buru mengerucutkan jawabannya! Perlahan-lahan dan sambil bersabar, aku juga akan mencoba untuk mencari tahu sendiri bagaimana aku bisa memanfaatkan kutukan ini!


......................


Barghest dan L'arc. Saat ini mereka saling adu tatapan. Satu sisi menatap kesal, sementara yang lain menatap sambil menyeringai.


"Kenapa kau membunuh mereka yang tidak bersalah?!" teriak Barghest.


"Tidak bersalah...?" L'arc tetap menyeringai. "Aku tidak harus memiliki alasan logis seperti 'harus menunggu seseorang bersalah baru bisa membalasnya', jika mereka adalah bagian dari KETURUNAN YANG PALING KUBENCI!!!"


"Apa maksudmu...? Siapa ... siapa kau ini sebenarnya...?!"


"Sejak dulu, kapanpun waktunya, selalu dua keturunan itu saja yang terpilih. Tetapi, mengapa di zamanku tidak ada yang dipilih, hmm?


"Oh, ya! Itu karena mereka adalah manusia-manusia yang haus akan kuasa, kekuatan, dan mengatas-namakan keadilan untuk menyingkirkan yang tidak bisa sejalan dengan mereka, bahkan jika itu adalah genosida...."


Barghest sama sekali tidak mengerti apa maksud lawan bicaranya ini.


"Yah, soal mereka kesampingkan saja dulu. Apa kau tidak tertarik untuk menyelamatkan Gala ... Barghest...? Apa kauingin orang-orang yang tidak bersalah itu tewas karena 'emosi'-mu?"


Barghest tersentak. "Apa?! Kenapa kautahu tentang itu?!"


"Di dunia ini ada banyak misteri yang tidak kauketahui, Bocah. Siapakah Dryad, siapakah Elf, siapakah keturunan Bulan, siapakah keturunan Matahari...?


"Apa sebenarnya kutukanmu itu ... aku tahu jawabannya...."


Pria dua puluh tahun itu paham. Ia sedang dipancing emosinya untuk bergerak sesuai keinginan lawannya. Namun....


"Akan kuberikan tawaran bagus untukmu, Bocah. Kalau kau menerimanya, dengan senang hati kuberitahu alasan mengapa dirimu dan gadis itu dikutuk, bahkan siapa dan bagaimana cara untuk melepaskannya aku mau mengatakannya.


"Bagaimana, tertarik?"


Barghest gundah. Sangatlah gundah. Ia berkeringat tidak hanya dari kening dan pelipisnya, juga seluruh tubuhnya berkeringat dingin.


"Apa ... yang harus kulakukan?"

__ADS_1


Sumringah ceria ditunjukkannya. "Dengan kekuatanmu itu, hancurkanlah Gala."


__ADS_2