Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Keseriusan Zeeta


__ADS_3

"Aku tak menyangka ucapan yang kuanggap hanyalah omong kosong, ternyata terbukti. Meskipun di Galdurhèim, mungkin hanya ada aku dan dia sebagai Raksasa yang tersisa usai Yggdrasil memecah diri ... kematiannya pun bukanlah sesuatu yang harus kutangisi."


Ucapan Ozy itu membuat Aria terpikirkan sesuatu. Lantas, ia segera menanyakannya. "Apa saat Jeanne ini mati, kau menyadarinya? Apa selama ini kalian tak pernah bertemu?"


Ozy melirik Aria, lalu mengangguk. "Kami memilih jalan yang berbeda, sampai aku bertemu dengan Clarissa dan kalian."


"Jika diingat-ingat lagi...," batin Aria, "aku tak banyak tahu tentang Ozy. Padahal, kupikir aku tahu segalanya tentang dia.


"Tentang bagaimana dirinya sangat peduli dengan sekitarnya, bahkan sampai merelakan dirinya tersakiti.


"Aku juga baru menyadari ... bahwa pertemuan kami mungkin hanyalah kebetulan saja. Karena, jika aku tak menuju tempat itu kala itu...."


"Jadi," ucap Mintia, yang memecah lamunan Aria, "yang membuatnya istimewa sehingga bisa terlibat dengan Penguasa Kekelaman, apa kautahu kemungkinannya?"


"Kalau diurutkan, aku mungkin bisa menebaknya." Ozy menjawab.


"Urutan?"


"Seiryuu telah membunuhnya. Namun, sejauh yang kutahu, Jeanne tidaklah semudah itu bisa dikalahkan, apalagi dalam waktu singkat—sesingkat Zeeta menggunakan Catastrophe Seal-nya.


"Jeanne adalah Raksasa yang memiliki pengendalian Rune yang diluar nalar.


"Ingat saat Roh yang Agung Luna menceritakan tentang Zeeta yang memakai lebih dari satu Rune untuk melawan Marianna?


"Pada saat latihan, aku melarangnya melakukan itu. Dalam kebiasaan kami, menggunakan lebih dari satu Rune, disebut sebagai Bind Rune.


"Setiap huruf Rune memiliki makna dan kemampuan sihir yang berbeda-beda. Misalnya dengan Rune yang dipasang pada matanya, Rune Kaunaz. Rune ini memungkinkannya untuk melihat segelintir masa depan.


"Saat ia baru bisa memakainya, dengan kata lain tiga tahun yang lalu, Rune ini selalu datang—ia tak bisa mengendalikannya sehingga ia hampir selalu terganggu oleh pemandangan yang seharusnya belum ia lihat.


"Kami menggunakan Rune ini untuk melihat seperti apa kondisi alam—tentang bencana dan hal-hal lainnya yang terkait alam. Tetapi sudah pasti ada pula Raksasa lain yang menggunakannya untuk kepentingannya sendiri.


"Kemudian, dalam jangka waktu enam tahunnya berlatih denganku, dengan catatan, ini tak dihitung seberapa lama kami berlatih memakai kekuatan Rune Dagaz-ku yang bisa memperlambat arus waktu di tempat kami berlatih. Dari keseluruhan waktu berlatih kami, Zeeta hanya bisa memakai dua belas dari total dua puluh empat Rune.


"Soal dirinya yang menggunakan Bind Rune saat melawan Marianna, seharusnya itu sudah memaksanya membayar harga setimpal—tetapi diluar dugaanku, dia sudah berlatih Bind Rune diwaktu luangnya.


"Bind Rune sendiri, untuk kami, juga merupakan hal yang sulit dilakukan. Karena kami harus menyesuaikan kapasitas mana yang dituangkan di tiap Rune yang ditulis, serta keseimbangan antar satu huruf dengan yang lain agar tidak terjadi kegagalan.


"Jeanne sudah bisa ber-Bind Rune sejak kami kecil. Aku juga selalu merahasiakan ini, tetapi alasan mengapa pohon Chronos memiliki kemampuan serupa dengan Rune Kaunaz, karena Jeanne telah mengutak-atiknya. Demikian pula dengan bagaimana sistem Hutan Sihir Agung ini bekerja. Semua itu dilakukannya saat hutan ini masih dikenal sebagai Tír na nÓg."


Bahkan untuk Hugo sebagai Tetua Elf sekalipun, tak menyangka tentang hal ini.


"Sisanya, kaubisa dengar sendiri dari para Dryad yang bersama-sama dengannya dan makhluk sihir lain pada zaman tersebut yang menciptakan hutan itu."

__ADS_1


"Se-sehebat itukah, Raksasa bernama Jeanne ini...?" Reina menggumam.


"Lalu, selama Jeanne melakukan banyak hal seperti yang kausebutkan, aku tak peduli jika ini tidak sopan, apa yang kaulakukan?" tanya Mintia.


Ozy terdiam, membuat semua orang semakin penasaran dengan jawabannya. Jawaban yang harus dikatakannya—tentang hal yang dilakukannya selama ini pun terlintas di kepalanya. Tetapi....


"Maaf. Tidak bisa kukatakan sekarang."


Aria tiba-tiba menggertak giginya. "Jadi begitu?!"


Semua mata terpaku padanya. "Setelah selama ini, kau masih merahasiakan banyak hal dariku?! Dari kami semua?!


"Apa kami belum bisa dipercaya olehmu sampai kau tetap merahasiakan tentang dirimu begini?!


"Aku tidak tahan bila terus menerus tak mengetahui apapun tentangmu, Ozy!


"Sejak aku menemukanmu, kau seakan seorang bayi yang baru lahir! Kau tak mengerti bahasa, kau tak tahu ada makhluk hidup lain, kau bahkan tiba-tiba saja pergi meninggalkanku, dan tiba-tiba juga kembali ke hadapanku!"


Aria di sana menangis tersedu-sedu. Mintia, Reina, dan Hugo saling tatap dengan tatapan canggung mereka.


"Sudah kukatakan pula, Aria, aku akan mengatakannya jika waktunya sudah tiba."


Aria tak kuasa lagi menahan perasaannya kala ia melihat seperti apa senyuman Ozy saat menjawabnya. Dengan tergesa-gesa, ia angkat kaki dari kediaman Hugo.


Sementara itu, Ozy menanggapi kepergian Aria dengan cukup santai. Ia meneguk habis teh buatan Reina, kemudian bangun.


"Tidak." Ozy menggeleng.


"Hah?"


"Elf itu terlalu baik hati untuk mengetahui semuanya. Untuk sekarang, hanya itulah yang bisa kusampaikan.


"Aku akan pergi menemui anak Jeanne dan mencoba menenangkannya. Dia mungkin saja mewarisi kejeniusan ibunya tentang Rune."


Tak ada yang menghalangi kepergian Ozy, tetapi sebelum ia benar-benar pergi, Mintia berpesan. "Adikku Serina sepertinya memiliki hubungan dengannya. Mungkin saja dia ikut terlibat."


Ozy mengangguk. "Aku mengerti."


......................


[Saat ini....]


Ozy sedang berdiri berdampingan dengan Serina, di hadapan Titania yang terlelap di bentuk anak kecilnya.

__ADS_1


"Jadi begitulah." Serina memungkas kilas balik kisahnya bisa berhubungan dengan Titania. Dark Elf ini memandangi Ozy yang seakan memikirkan sesuatu sambil melihat Titania dengan tatapan yang sangat dalam.


"Di mana Roh yang Agung Luna sekarang?" tanya Ozy.


"Entahlah." Serina mengangkat kedua bahunya malas. "Mungkin dia pergi dengan Gerda untuk membicarakan sesuatu."


"Yap dan 'sesuatu' itu adalah pelaku yang ingin kita mengincar Zeeta."


Serina mengernyit. "Jangan-jangan...?"


"Aku punya kepentingan mendesak dengan Titania. Aku akan ke Hutan Elf untuk sementara. Beritahu ini jika ada yang bertanya."


"Apa memangnya kepentingan itu?"


"Nanti kalian akan mengetahuinya."


Tak lama kemudian, Ozy memakai Rune-nya untuk membawa Titania berteleportasi. Lalu, datanglah Gerda dan Luna dari sebuah portal, disusul oleh Zeeta yang berjalan.


Mereka setelah itu saling bertukar informasi dengan apa yang terjadi selama tiga puluh menit ini. Lalu, mereka melihat sesuatu di langit. Itu adalah Jourgan dan Danny.


"Syukurlah kutemukan kau di sini, Zeeta!" seru Jourgan, yang melakukan roll depan dan mendarat di hadapan Zeeta, serta segera menepuk kedua bahunya.


"U-uhm, senang bertemu denganmu juga, Kak Jourgan. Kenapa tiba-tiba?" tanya Zeeta.


"Aku tidak tahu kausudah tahu tentang ini atau tidak, tapi ... kita harus segera pergi ke Seiryuu."


"Uhm, aku tahu, tapi kita harus bertemu dulu dengan Aurora. Aku tak bisa bergerak sendiri tanpa—"


"Tidak, kau harus secepatnya ke sana!" tukas Luna.


"Luna...?" Zeeta kebingungan.


"Jika kita tidak menghentikan Penguasa Kekelaman itu secepatnya, maka—"


'BWHAAMMM!!'


Belum selesai bicara, terjadi ledakan besar di suatu tempat. Ledakannya bisa dilihat mata telanjang oleh semua yang bersama Zeeta. Ledakan itu menghamburkan suatu gemerlap berwarna putih kebiruan.


"Ini...." Zeeta menyentuh gemerlapnya. "Salju...? Tidak, es...?"


"Ini adalah sihirnya Undine, Roh Kuno Air." Suara Ifrit tiba-tiba mendengung di kepala Zeeta.


Apa yang baru saja diucapkan Ifrit mendadak menyebabkan Zeeta melihat sesuatu. Sesuatu yang berkaitan dengan kegalauannya—tentang dirinya yang ditunjuk oleh semua orang, mereka seakan ingin menyingkirkan Zeeta—sebuah waskita yang dilihatnya kala berada di desa Rhongomyniad.

__ADS_1


Wajah Zeeta segera berubah serius. Itu pun dilihat oleh yang lain. "Katakan pada Aurora, untuk lindungi Roh Kuno Air dan Angin. Tidak hanya Aurora, tetapi siapapun yang bisa kalian hubungi dan jadikan rekan." Dia lalu berkuda-kuda, bersiap untuk memakai Catastrophe Seal. Tidak ada yang paham mengapa ia melakukannya.


"Aku tak tahu apa hubungan yang baru saja kulihat dengan gemerlap ini, tapi aku akan menurutimu, Kak Jourgan. Mundurlah beberapa langkah, supaya kalian tak terlibat!"


__ADS_2