Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Hubungan dan Ikatan


__ADS_3

Selama Zeeta berada di Grandtopia usai dirinya berbincang selama kurang lebih satu setengah jam, ia menyempatkan diri untuk menyapa Hugo dan menyampaikan bahwa nanti Ozy dan Aria akan membicarakan hal penting. Ia juga berpamitan dengannya sambil mengajak Serina ke Hutan Elf. Tidak butuh waktu lama bagi para Elf untuk segera menyetujui permintaan Zeeta.


Selama perjalanan mereka dengan sapu terbang milik sihir Zeeta, dua ras yang berbeda itu bertukar kata. "Bagaimana kabar Gerda? Apa dia baik?" tanya Serina.


"Uhm. Dia juga masih melakukan persiapannya. Ada apa?"


"Yah, karena kita akan menjumpai Titania, sebaiknya aku tahu kabar dia. Dia kan sempat mati dua kali dalam waktu yang berdekatan."


"Hmmm...."


"Jadi, apa yang akan kaulakukan dengan Titania?"


"Apa maksudnya itu? Itu terdengar seperti Kakak mencurigaiku kalau aku akan—"


"Sudah pasti kau akan melakukannya. Kau akan meminta tolong Titania diam-diam tentang sesuatu, bukan?


"Kau mengajakku hanya untuk menjadi penenangnya, karena dia sudah sempat bertemu dengan dirimu yang lain, yang sudah membunuh Gerda."


Zeeta tersenyum. "Dia harus turun dari panggung besar ini."


Serina mengernyit. "Apa maksudmu?"


"Aku mengerti Ozy dan Jeanne membanggakan Titania, tetapi aku tidak ingin dia—sebagai generasi penerus—terlibat dalam panggung yang harus kuakhiri ini.


"Jangan salah, aku sangat berterima kasih dan bersyukur atas bantuannya kala itu, tetapi kekuatan miliknya tidaklah harus digunakan untuk peperangan."


"Zeeta...." Serina merasa terenyuh.


Ditengah-tengah perjalanan yang terasa damai itu, tiba-tiba keduanya melihat Rune milik Ozy yang membantu penyegelan gerbang Jötunnheim dan Drékaheim mulai retak.


"Ayo segera lekas!" ajak Serina.

__ADS_1


"Aku tahu." Zeeta melajukan kecepatannya.


......................


Tatkala Serina dan Zeeta sampai di Hutan Elf, beberapa Elf menyambut mereka dan saling bertukar kata sesaat. Para Manusia yang hidup bersama Jeanne dan sedang mengungsi di sana, melihat kedatangan mereka dan segera saling bertanya, siapakah gadis berparas cantik itu. Dikala kebingungan mereka, suara Titania mengejutkan semuanya. "Ah, Tuan Putri!" ia melambaikan tangan sembari tersenyum. "Kau sudah baik-baik saja? Oh, ada Kak Serina pula!"


"Tu-Tuan Putri?!" semua Manusia di sana terkejut dan lantas membungkukkan badan.


Zeeta santai dan sudah terbiasa menanggapinya. Ia tersenyum lalu menghampiri Titania. Ia berjongkok lalu mengelus kepalanya. "Uhm! Berkatmu, dunia ini jadi indah lagi! Aku pun jadi sehat kembali seperti tak ada yang terjadi padaku. Terima kasih, ya!"


"Uhm!" Titania mengangguk mantap. "Tapi, itu tidak hanya berkatku saja. Semua ras di dunia ini membantu! Bahkan para Naga juga, lho! bukankah itu hebat?!"


Wajah Titania yang penuh senyum serta semangat itu mengingatkan Zeeta tentang dirinya dikala kecil. "Ya! Tentu saja itu hebat!"


"Anu...." Sang pemimpin dari pihak Manusia, Reid, datang menyela. "Mo-mohon maaf, Tuan Putri, tapi...."


Zeeta kembali berdiri. "Aku adalah Zeeta Aurora XXI. Salam kenal semuanya." Ia memberikan hormat ala bangsawan. Mereka yang melihatnya terpesona dengan keanggunannya.


"Zeeta!" Serina memanggil, sembari seorang Elf lelaki membuntutinya. "Tidak ada yang aneh yang terjadi di sini setelah Vanadust dilepaskan."


Wajah terpesona mereka pupus usai Zeeta menunjukkan keseriusannya. Jumlah yang tidak lebih dari tujuh puluhan orang itu langsung berkumpul di dekat Zeeta untuk menyimaknya.


Pertama-tama, Zeeta mengungkapkan rasa syukurnya karena mereka selamat setelah apa yang terjadi beberapa tahun belakang. Pertarungan besar yang melibatkan dirinya dan rekan-rekannya sering kali membahayakan mereka yang ada di luar kerajaan. Ia juga meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan mereka lebih cepat. Situasi mereka sudah diketahuinya dari obrolannya dengan Gerda.


Ia juga gamblang menceritakan bahwa ia memiliki kekuatan yang mampu melihat sedikit ke masa depan, oleh karenanya meminta Gerda melakukan semua yang ia bisa demi menyelamatkan mereka. Serina, yang tidak tahu tentang itu, terbelalak mendengarnya. Dia membatin, "Jadi saat itu dia benar-benar serius soal Zeeta berbicara berdua dengannya di malam sebelum keberangkatan kami?"


Zeeta kemudian lanjut bicara tentang rencana yang harus diambil puluhan Manusia ini. Ia memberikan dua pilihan. Tinggal di Aurora atau menetap di sini sebagai jembatan yang akan mengekalkan hubungan antar-ras.


Tentunya, para Manusia dan Elf di sana kaget, mengapa tiba-tiba Zeeta berucap demikian? Wajah kebingungan mereka segera terjawab sendiri oleh sang Tuan Putri.


"Peperangan besar akan terjadi. Skala peperangan ini jauh lebih besar daripada pertarungan yang pernah melibatkan kalian. Jujur saja, aku masih tidak yakin apakah aku bisa selamat dari peperangan ini atau tidak, namun aku akan berusaha untuk tetap hidup.

__ADS_1


"Permohonanku hanya satu. Apapun pilihan kalian, aku ingin hutan ini takkan pernah diubah asal-usulnya. Peperangan antar Elf dan Manusia sangat menyakitkan, tetapi akhirnya perdamaian bagi kita telah tiba dan hutan ini adalah salah satu hasilnya.


"Aku dan rekan-rekanku, termasuk Elf di sebelahku, Kak Serina, membuatnya demi tetap menjaga keamanan Elf jika sewaktu-waktu Manusia berulah kembali. Namun, tidak menutup kemungkinan Elf yang masih menyimpan dendam tidak ingin membalasnya kepada Manusia, maka dari itulah sebagaimana sebuah hutan mistik di suatu tempat di dunia ini, aku ingin Hutan Elf berperan sama sepertinya.


"Bahkan jika aku mati, aku ingin hutan ini—tidak—kalian yang berada di hutan ini, menjaga kedamaian. Tidak perlu lagi generasi penerus kita merasakan kepahitan, kesakitan, dan kesepian yang dirasakan kala kehilangan seseorang yang sangat disayangi.


"Aku pasti akan mengusaikan peperangan ini, jadi maukah kalian membantuku?"


Di akhir kalimatnya Zeeta membungkuk. Hal itu segera memantik keterkejutan mereka.


"Tolong, angkat kepala Anda, Yang Mulia!" seru Reid, "bahkan tanpa Anda meminta seperti ini pun, kami pasti melakukannya! Kami ... kami ... kami sudah diambang batas ketika kekaisaran terus saja mengincar kami. Namun, setelah kedatangan Nona Serina dan nona Gerda, kami sangat tahu seberapa dalam ikatan mereka dan betapa indahnya hal itu!


"Kami juga ingin menyontoh mereka dan sampai detik ini pun kami terus berhubungan baik!"


Elf yang sebelumnya mengekori Serina, perwakilan dari Elf di hutan ini, mengajukan diri. "Itu benar, Zee. Tanpa dirimu membungkuk seperti itu—"


"Aku tidak yakin apakah aku bisa menyelamatkan semua orang. Sihirku bisa sangat menghancurkan dan aku tidak mau semua perjuangan kita sia-sia. Jadi kumohon, lindungilah hutan ini, lindungilah hubungan ini."


Elf dan Manusia di sana menitikkan tangisnya.


"Serahkan saja pada kami, Tuan Putri!"


"Anda fokus saja dengan apa yang sedang Anda hadapi, lagi pula itu lebih berat, bukan?"


"Kami akan membantu Anda meringankan beban itu, percayalah pada kami!"


"Terima kasih...."


Kala itu, Titania melihat, bagaimana Zeeta, seorang Tuan Putri yang sedang membungkukkan badan di hadapan Manusia gang yang statusnya berada jauh di bawahnya, menangis. Kala itu juga, sebagai ras yang bisa memakai Rune, Titania seakan "berkomunikasi" dengan Zeeta. Ia mengetahui makna sebenarnya ia datang ke sini dan mengutarakan pidato sepanjang ini, adalah untuk menjauhkannya dari peperangan. Rune itu adalah Rune Laguz, sebuah Rune yang mampu memengaruhi alam bawah sadar seseorang. Zeeta pernah memakai Rune ini untuk mencari tahu kebenaran tentang Marianna.


Titania lantas tersesat dalam pikirannya. Usai semua yang dibicarakannya dengan Ozy dan janjinya dengan ibunya, ia dipertemukan oleh Manusia yang benar-benar serius tentang keselamatannya. Kemudian....

__ADS_1


"Gadis itu masih membutuhkan bantuanmu. Setidaknya, anggap saja impas setelah kau membantunya."


Titania melihat dua bola cahaya—Peri—yang menghampirinya.


__ADS_2