Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Ibu dan Ayah


__ADS_3

Lima belas tahun yang lalu, ketika Alicia sudah memiliki kesempatan bicara empat mata dengan Myra, ia diberi berbagai saran yang bisa ia pakai untuk "membalas" ramalan Ratu Peri Feline. Mereka sedang berbicara di dalam ruang penyimpanan batu bara, dan alat tempa lainnya, yang suhunya terasa sangat panas. Namun, mereka tak memiliki ruang lain lagi untuk bicara secara pribadi untuk masalah yang mendadak dan penting.


"Kudengar dari Axel, kau sedang berlatih untuk membuat kehidupan sihir dari sihirmu sendiri?" tanya Myra. Ia bersandar di tembok dan menyilangkan tangan.


"Ya, itu benar. Apa hubungannya latihanku dengan ramalan Ratu Peri tentang anakku?" tanya Alicia.


"Tentu saja ada. Alihkan latihan itu untuk hal lain, Putri."


"Seperti?"


"Membuat ruang dimensi."


"Ru-ruang dimensi?!"


Myra menyeringai. "Ya, itu benar."


"U-untuk apa?! La-lagi pula, apa aku—"


"Tentu saja kaubisa!" tukas Myra. "Dengar, Putri. Tentu kautahu dari Ratu kalau kami adalah makhluk sihir dari ribuan tahun lalu, 'kan?"


Alicia mengangguk cepat.


"Kaupikir di dunia ini hanya ada kami?"


Alicia menggeleng cepat.


"Raksasa, Naga, Peri, mereka adalah contoh. Tetapi, tentu saja ada makhluk lain yang tidak disebut yang hidup sejak Yggdrasil masih ada.


"Putri, aku akan beri contoh yang sangat sederhana. Jika kauhendak menyebut nama-nama hewan jenis karnivora, apakah kau akan terpikirkan akan menyebut semua yang ada di dunia?"


Alicia mendadak terkesima, matanya berbinar. Lihat dari ekspresinya saja, Myra tahu jawabannya.


"Tetapi, bukan berarti semua dari mereka berhasil selamat dari perang itu." Myra mengalihkan mata. "Sialan, tak kukira akan bahas ini lagi setelah sekian lama...," gumamnya.


"Myra...?"


"A-ah, pokoknya, aku ingin kau berlatih di sini, dan buat ruang dimensi agar makhluk sihir yang ada di dunia—tidak, di sekitar Aurora bisa dilindungi!"


Alicia tampak setuju, tetapi ia memiliki keraguan. "Jadi... pada akhirnya untuk apa...? Makhluk-makhluk sihir itu punya kehidupan mereka sendiri, jika tahu-tahu mereka disuruh hidup di dalam dimensi buatan manusia... memangnya mereka mau?


"Lalu, aku tetap tidak paham, apa hubungan ini dengan ramalannya?"


"Soal makhluk sihir biar aku yang tangani. Putri, ingat baik-baik apa yang dikatakan ramalan itu."


Alicia mencoba mengutarakan apa yang ia ingat.


"Wahai Aurora, dengarlah ramalanku! Ramalan ini datang dariku sebagai peringatan, peringatan bagi keturunan kalian agar kalian berwaspada, dan bersiap untuk kedatangan Penguasa Kekelaman yang berasal dari keturunan kerajaan!


"Ia adalah keturunan kerajaan yang kedua puluh satu, yang akan datang untuk menghancurkan dunia ini. Siapapun yang terikat darah dengannya, siapapun yang ingin membantunya akan mati, dan hanya menyisakan kesedihan dan kemarahan di seluruh dunia!


"Ramalanku adalah nyata. Jika kalian tidak menganggapnya serius... dunia benar-benar akan hancur!"


Alicia menyerukannya dengan penuh penghayatan— yang tidak diduga oleh Myra akan dia lakukan.


"Hahah... ya, itulah ramalannya," balas Myra, "kali ini, perhatikan apa yang diucap Feline. 'Siapapun yang terikat darah dan siapapun yang akan membantunya akan mati', disitulah letak celah bagimu untuk bertindak sebagai seorang ibu dan ratu di kemudian hari."


"Ce... celah?! Memangnya bagaimana?"


"Ingatlah. Selama tiga ratus tahun, ia tidak melakukan hal spesifik apapun untuk membantu Aurora lepas dari ramalannya. Ya, kalian para bangsawan kerajaan memang terikat perjanjian, bahwa Peri tidak boleh terlalu ikut campur dalam masalah manusia.


"Hal ini seharusnya membuat seseorang diantara kalian sadar, apa yang diinginkan Feline sebenarnya. Ia sengaja membuat perjanjian itu, agar kalian selalu menari di atas telapak tangannya, dan memudahkan rencananya berjalan."


"Tu... tunggu. Menari di atas telapak tangannya...? Jadi...."

__ADS_1


"Putri, kau tidak menyadarinya?"


Alicia menggeleng. "Tentang apa?"


"Ibumu selalu menghindari komunikasi dengan Morgan beberapa bulan terakhir. Dia sepertinya sadar tentang bau amis dari pergerakan mereka."


"Aaaaggghhhh...." Alicia mengacak-acak rambutnya. "Meski akan dimarahi, aku akan menanyakan detailnya nanti pada ibu. Jadi, Myra, lanjutkan tentang mengapa aku harus latihan membuat dimensi itu!"


Myra mengangguk. "Kalau kaupikir dengan saksama dan memperhatikan kejadian sampai di titik ini, ucapan Feline yang kumaksud tadi, menandakan bahwa mereka akan bergerak mengkhianati Aurora dan membinasakan seluruh keluarga kerajaan dan menyisakan anakmu seorang.


"Ketahuilah, mental seorang anak kecil sangatlah rapuh dan sangat mudah dipermainkan. Apa aku benar?"


"Uhm. Kau ... benar."


"Jadi, di sinilah letak hasil latihanmu berguna. Sebagai Putri, kaupasti sudah pernah berkomunikasi dengan Ratu melalui anting bulan itu, 'kan?"


"Eh? Kenapa kaubisa tahu?"


"Itulah senjata lain selain sihir dimensimu. Kau akan memandu—membuat anakmu yakin—jika kau masih hidup dan membuatnya tetap lurus sebagai seorang keturunan keluarga kerajaan, yang memiliki kekuatan begitu besar dan tidak menyalahgunakannya."


"Oh, begitu! Peran dasar sebagai orang tua, 'kan?!"


Myra tersenyum seraya mengangguk.


"Putri, yang akan kukatakan selanjutnya adalah senjata terakhir bagimu, dan ini harus kaurahasiakan untuk kau, aku, calon suamimu, dan anakmu di masa yang akan datang. Kau mengerti?"


"U-uhmmm...." Dalam benak Alicia, ia bertanya-tanya, kenapa mendadak jadi seserius ini?


......................


"Myra...? Myra yang ada di Bengkel Axel?!" tanya Hazell. Ia tidak pernah diberitahu masalah ini.


"Uhm." Alicia mengangguk.


"Kita—tidak... dunia akan berhadapan dengan buah dari Yggdrasil. Kita tidak tahu seperti apa bahaya dan ancaman yang akan datang. Jika kita ingat kembali, Erigona merupakan makhluk yang tercipta dari Yggdrasil.


"Untuk ibuku, mereka bukanlah ancaman, tetapi untuk kita saat masa akademi dulu, itu sangatlah menjadi ancaman. Bayangkan jika makhluk seperti mereka atau bahkan yang lebih kuat lagi membanjiri dunia. Apa kaupikir dunia bisa selamat?"


Hazell berpikir sejenak. Ia juga memejamkan mata dan membayangkannya. Dunia akan ditelan ketakutan, kematian, kelaparan, sampai ke titik hancur sehancur-hancurnya. Tetapi, ia berhasil membayangkan cara agar mereka bisa selamat.


"Tidak, kecuali manusia bersekutu dengan makhluk sihir," jawab Hazell, "mengingat beberapa makhluk sihir ada sejak ribuan tahun yang lalu, mereka lebih berpengetahuan tentang Yggdrasil dan kita mungkin bisa mendapatkan potensi kemenangan."


Alicia tersenyum. "Sudah kuduga dari Suamiku. Seratus untukmu!"


"Hehehe." Hazell menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Tapi ... apa manusia bisa bersekutu dengan makhluk sihir?"


"Soal itu ... percayakan pada anak kita!"


"Eh?! Kenapa?"


"Karena dialah yang akan mengikat persekutuan itu dan instingku mengatakannya!"


Hazell tersenyum dan mengangkat kedua tangan. "Yah, jika kaubilang seperti itu, tugasku adalah melindungi kalian."


"Fufufu. Terima kasih, Hazell." Alicia mengecup pipi suaminya. "Tapi, aku butuh persetujuanmu tentang masalah ini."


"Hmm? Masih ada lagi?"


"Ya. Ini tentang bagaimana kita akan hidup di dalam ruang dimensiku."


Hazell segera berwajah serius. "Katakan padaku."


"Aurora punya sebuah kejadian turun temurun. Mereka yang terlahir sebagai tuan putri atau pangeran, tidak akan memiliki mana besar sebagaimana umumnya bangsawan.

__ADS_1


"Tetapi, kekuatan mereka akan bangkit saat berumur delapan tahun. Aku tidak tahu alasannya, tetapi aku juga seperti itu.


"Ruang dimensi yang akan kubuat akan memayungi kita dari dunia luar dan membuatnya menutupi seluruh istana. Sihir ini tidak akan bisa dirusak siapapun, bahkan jika itu Peri. Tetapi, sebagai bayarannya aku takkan bisa menggunakan kekuatanku untuk hal lain. Aku ingin kau melindungi istana dan menyuplai ruang dimensiku dengan sihir mataharimu agar kita bisa bertahan hidup, juga mengantisipasi serangan dari dalam.


"Istana bukan hanya rumah dan pusat pemerintahan kerajaan saja, tetapi ini memiliki banyak rahasia yang masih belum kita ungkap. Apa kaubisa?"


Hazell mencengkeram bahu istri jelitanya. "Selama delapan tahun kau akan melakukan sihir sebesar itu?! Jangan bercanda!


"Meskipun kita berhasil selamat dari ramalannya, aku khawatir dengan kesehatanmu! Skala sihir ini sangat besar untuk kaulakukan!"


Alicia menggenggam kuat tangan Hazell. Ia sudah membulatkan tekad.


"Karena itu, aku butuh bantuanmu. Anak kita juga akan berjuang selama delapan tahun itu. Sejujurnya, aku tak ingin anakku mengalami semua masalah ini, tetapi...." Alicia mengalihkan pandangannya ke bawah.


"Agh, sialan!" Hazell menarik istrinya ke dalam dekapannya. "Padahal kukira kita akan jadi keluarga yang bahagia!"


Alicia tersenyum lalu membalas dekapan suaminya. "Tentu saja. Tentu saja kita bisa."


Setelah merasa cukup, Alicia me-review rencananya.


"Jadi, aku akan membuat istana tertutup dengan sihirku dan di dalamnya ada aku dan dirimu, dimana peranmu adalah membantuku bertahan hidup. Aku ingin kau ada di dalam istana dan berjaga-jaga atau mungkin bisa mengungkap satu-dua buah rahasia istana.


"Sementara itu, aku akan ada di luar untuk terus mengawasi dan menjaga anak kita dari kejauhan sambil menjaga dimensinya. Satu-satunya cara agar sihir ini benar-benar bisa dipatahkan, adalah dengan menaruh anting bulan anak kita di suatu pintu yang akan muncul bersamaan dengan sihir dimensiku, yang tidak akan disadari siapapun.


"Meskipun ada, takkan kubiarkan mereka mendekat.


"Setelah delapan tahun, pada bulan baru yang ke delapan, setelah kekuatan anak kita bangkit, dialah yang akan jadi kunci kebebasan kita."


Hazell merasa cukup paham, tetapi ia butuh satu kejelasan lagi. "Kenapa harus bulan baru dan ... bulan baru yang ke delapan?"


"Itu karena ... keturunan Aurora akan jadi manusia biasa tanpa sihir di saat bulan baru." Alicia menatap bulan purnama di seberang jendela.


Hazell terbelalak. Ia juga tidak pernah tahu akan hal ini.


"Aku memilih bulan baru yang ke delapan, karena aku merasa dia akan melewati banyak rintangan. Toh jika dia belum bisa, kita hanya perlu menunggunya siap." Alicia tersenyum lebar, menandakan ia sangat percaya dengan apa yang akan dituntaskan anaknya.


......................


Perlahan-lahan, Alicia dan Zeeta kembali dari perjalanan waktu mereka. Zeeta masih lengket di gendongan ibunya sambil menyandarkan kepala di bahu ibunya. Ia masih ingin bermanja.


"Kenapa ... Ibu bisa sekuat ini...? Tidakkah Ibu merasa terbebani dengan kehadiranku yang membawa banyak—"


"Zeeta!' tukas Alicia, "jangan katakan hal yang membuat aku sedih...."


Zeeta mendekap ibunya dan menitikkan air mata. "Uhm.... Maaf...." Ia sadar kalimatnya barusan salah.


Sambil mengelus kepalanya, Alicia menjawab Zeeta. "Tidak ada seorang ibu pun yang akan merasa terbebani dengan kehadiran anak mereka, Sayang.


"Anak adalah harta karun mereka yang sangaaat berharga. Seorang ibu rela melakukan apapun untuk anaknya, meskipun ajal adalah bayarannya.


"Rasa sayang seorang ibu jauh lebih besar daripada rasa sayang siapapun di dunia ini. Kalau kau mengatakan hal yang membuat aku sedih ... mungkin hatiku akan jadi sangaat terluka."


"Huaaaaahhh!" Zeeta akhirnya menjatuhkan air matanya. "Maaf! Maafkan aku, Ibu...! Aku hanya...


"Aku hanya merasa ini semua sulit kujalani...."


Alicia mengecup kening Zeeta. "Sudah tidak apa, Nak. Ada aku di sini!" titik air mata juga terlihat pada Alicia.


Zeeta mendekap lagi ibunya dan menangis sekuat tenaga sambil berulang kali mengatakan, "Aku saaangat sayang Ibuuu!"


Sementara itu, di dalam istana....


"Ya ampun... apa aku ... tidak boleh ikut reuni yang membahagiakan ini?" Hazell menangis sendirian di sana.

__ADS_1


__ADS_2