Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Sejarah Nebula 1


__ADS_3

Kerajaan Nebula adalah kerajaan yang lahir atas bersatunya dua kerajaan—Southern Flare dan Gala—yang masih berumur dua generasi saja. Kendati demikian, dua kerajaan yang berbeda tersebut memiliki sejarah panjangnya sendiri.


Kerajaan Gala—tempat sang raja berasal—mewarisi generasi ketiga puluh kerajaan tersebut, sementara sang ratu yang berasal dari Southern Flare, mewarisi generasi kedua puluh tujuh. Orang nomor satu seluruh Nebula itu bernama Eizen Gustav dan pasangan hidupnya bernama Maayaford.


Dari semua sejarah panjang yang melibatkan tiga puluhan generasi tersebut, tentunya ada satu, dua, atau bahkan lebih rahasia yang tidak diketahui oleh keduanya.


......................


[Jauh sebelum Malam Neraka yang melibatkan seluruh dunia dimulai....]


Rakyat Nebula hidup di udara. Tanah-tanahnya melayang melawan tarikan gravitasi. Tidak ada yang mengetahui mengapa ini mungkin terjadi, bahkan calon penerus takhta kerajaan ini pun tidak.


Oleh sebab itu, pertanyaannya, apakah rakyat hidup berkecukupan? Bagaimana dengan kebutuhan mereka sehari-hari?


Semua jawaban itu dapat ditemukan saat mengingat kembali teknologi yang mereka miliki. Sebuah teknologi tak lazim yang hadir di tengah-tengah maha kuasanya kekuatan yang disebut sebagai sihir, yaitu teknologi nano.


Teknologi ini pada dasarnya tidak digunakan kepada manusia, namun untuk membantu kehidupan mereka. Inilah yang membuat hidup rakyat Nebula lebih sehat. Semuanya mungkin terjadi berkat seseorang yang memiliki dua identitas sekaligus, yaitu kakak dari calon penerus kerajaan, Suzy, yang merangkap menjadi ilmuwan jenius.


Teknologi nano memungkinkan rakyat kenyang dalam waktu yang lebih lama, mengecilkan kemungkinan sakit, dan tidak ada yang hidup tidak seimbang.


Dalam segi kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan minuman, tentu saja mereka memilikinya. Tanah melayang itu kini juga sudah mendapatkan efek teknologi tersebut usai melandainya konflik yang melibatkan Suzy, adiknya, dan seisi Nebula.


Mereka memiliki kebun, pertanian, sumber air, dan peternakan sendiri tanpa harus turun ke daratan. Ya, semua itu mungkin terjadi, tetapi selalu ada kalanya mereka harus turun ke daratan, sebab dalam hidup tidak ada yang tahu apa yang bisa terjadi. Seperti ketika persediaan yang tidak mencukupi kala musim dingin dan jenis-jenis masalah lainnya.


Tidak seperti Aurora yang harus memiliki lift sihir untuk transportasi penggunanya agar bisa ke pulau layangnya, jatuh dari tempat tinggal merekapun tidak membuat rakyat Nebula kehilangan nyawa.


Singkatnya, berkat teknologi nano tersebut, rakyat Nebula bak super human.


Menjadi super human bukan berarti invincible atau tidak terkalahkan, atau bisa saja diartikan tidak bisa mati. Itu pendefinisian yang salah total. Sebab, teknologi ini sama sekali tidak memperpanjang usia hidup, namun memberikan boost terhadap sel-sel di dalam tubuh.


Contoh sederhananya, bila seseorang terluka sayatan, mereka tak perlu menggunakan salep atau obat luar lain untuk membantu penutupan luka, mereka hanya menutupnya dengan perban, dan waktu akan menjawabnya secara positif.


Ya, semua manusia memiliki sel yang bisa mengobati luka seperti itu—yang ditentukan oleh seberapa parah luka yang dialami.


Jika demikian, apakah calon penerus tahta, Klutzie, dan kakaknya, Suzy, juga memiliki efek teknologi tersebut dalam tubuh mereka?


......................


Saat ini, Klutzie sedang berkunjung ke Aurora. Ia sempat sapa-menyapa dengan Zeeta yang sedang melatih Crescent Void sebelum menuju ruang bawah tanah istana. Kunjungan ini tentu dilakukannya usai dia memberikan perjanjian kepada Raja Hazell satu hari lebih awal.


Ia tidak datang dengan kereta kuda, mobil, atau kendaraan lain, namun ia datang dengan transportasi instan yang diciptakan oleh kakaknya, setelah mendapatkan inspirasi dari alat sihir yang dimiliki Aurora untuk mengevakuasi rakyatnya. Hanya dengan berdiri di atas lingkaran sihir yang telah dituliskan di atas piringan tanah, ia muncul di halaman kediaman Alexandrita.


.


.


.


.


"Aku datang berkunjung, Kak!" sapa Klutzie yang langsung membuka pintu perpustakaan rahasia yang menjadi "tempat tinggal" kakaknya sekarang. "Apa-apaan ini...?" ia kehabisan kata-kata dan alisnya berkedut ketika melihat kondisi ruangnya seperti kapal pecah.


Klutzie mendapati kakaknya bisa tidur dengan lelap di atas, di antara, dan di bawah buku-buku tebal, serta di tengah-tengah ratusan dokumen berbentuk kertas. Untungnya, dalam benaknya, tidak ada liur yang meluncur dari mulutnya dalam posisi tidur miring itu. Jika ada, dia yakin kakaknya akan menangis sesenggukan.


Dikala dirinya menghela napas atas kebiasaan kakaknya ini, ia terilhami sebuah ide yang menurutnya sangatlah cemerlang. Sebuah ide yang bisa membuat kakaknya "menyambutnya" dengan gembira. Ia bahkan menyimpulkan seringai.


Dengan telapak kanannya, ia membuat sebongkah es yang segera ditempelkannya pada tengkuk kakaknya.


"UGHH!!" erang Suzy yang melotot, yang kemudian berteriak, "BRENGSEK!"


'BWHAAMM!'

__ADS_1


Klutzie terpental jauh menembus pintu hingga tersangkut di tembok. Pipinya menanggalkan sebuah bekas kepalan tangan, bahkan bekas itu seakan berasap. Namun, yang anehnya bukan dari luka itu saja atau seberapa kuat Suzy kendati dia adalah manusia biasa, hal yang membuat orang akan bertanda tanya lainnya adalah mengapa Klutzie seakan tak mengalami apapun? Ia malah terpingkal.


"Yah, sudah pasti kau akan melakukan ini, ya! Ahahaha!" Pangeran itu kegirangan.


"Dasar bodoh!" hardik Suzy, "bagaimana kalau aku merusak dokumen-dokumen penting ini, Adik Bodoh?!"


Masih dalam posisi terbalik tiga ratus enam puluh derajat dan tersangkut di dalam tembok, Klutzie menjawab, "Kubalikkan pertanyaanmu itu! Mengapa kau tidur di lautan dokumen sepenting itu kalau kau tak mau merusaknya?"


"Jika aku tidak diganggu olehmu, aku tahu aku akan berhati-hati!"


"Heeeh...." Klutzie menurutinya saja, meskipun ada keraguan dalam benaknya.


"Lagi pula!" lanjut Suzy, "mau apa kau datang ke sini?" Suzy menjulurkan tangan kanannya setelah melewati secara hati-hati kertas dan buku di ruang tersebut.


Setelah menerima bantuan dari kakaknya dan sanggup berdiri secara normal dan luka di pipinya tiba-tiba lenyap, Klutzie membalas, "Aku punya pertanyaan penting padamu. Aku bisa menanyakan ini pada ayah, tapi aku yakin Kakak tidak akan menutup-nutupi sesuatu dariku."


Suzy mengernyit. "Tentang apa memangnya?"


"Nebula. Aku harus lebih tahu lebih banyak tentang kerajaan kita sendiri."


"Kerajaan-MU, Adikku. Aku bukanlah warga Nebula lagi dan kau tahu itu."


"Iya, sih, tapi—"


"Aku tidak begitu banyak tahu tentang Nebula," tukas Suzy yang kemudian masuk ke ruangan dan segera merapikan ruangan. "Seperti yang kauingat, sepanjang hidupku, aku dikuasai oleh Jewel."


"Jadi ... kau tidak bisa memberitahuku sedikitpun tentang Nebula?"


"Tentu aku bisa, tapi aku ingin tahu apa yang sedang kaucari tiba-tiba menanyakan tentang ini. Sejak kecil kau tidak peduli dengan hal seperti ini."


Klutzie terdiam sesaat. Suzy menyadarinya, tetapi ia tetap fokus pada kegiatannya saat ini.


"Aku...," ucap Klutzie dengan tatapan murungnya, "sadar memiliki tanggung jawab yang tidak kecil. Memang terdengar sangat terlambat, tetapi aku menyadarinya melalui Zeeta. Bahkan saat ini, dia sedang berusaha dengan caranya sendiri."


Klutzie terkesiap. "Ha-hah...?! Apa-apaan pertanyaan itu?! Apa pula senyuman dan sebutan itu?!"


"Ahahaha!" Suzy tergelak. "Gadis itu sungguh populer di kalangan laki-laki di sekitarnya!


"Yah, aku tidak akan memberimu saran seperti apapun sebab aku pun tidak berpengalaman, sama sepertimu.


"Kembali ke topik, Lutz... aku akan memberitahumu apa yang kutahu, tapi tolong perbaiki pintu dan tembok itu dahulu." Suzy menunjuk lokasi kerusakan sebelumnya.


"Oke."


......................


Saat ini di atas meja besar yang biasa digunakan Suzu untuk bekerja meneliti dan menguak misteri dari buku-buku di sana, sudah disuguhkan oleh Suzy dua cangkir kopi untuk menemani obrolan mereka.


"Apa mesin yang kaugunakan untuk membuat kopi ini ciptaanmu juga, Kak?" tanya Klutzie.


"Tidak, Zeeta yang memberikanku."


"Zeeta?"


"Ya. Dia cerita padaku, saat ia berkunjung ke Wilayah Selatan dan bertamu pada Tuan Tanah di sana, Rey Emeria, ia memperkenalkannya mesin ini.


"Meski terlihat seperti mesin, tetapi cara kerja ini sangat sederhana dan tidak melibatkan mesin sama sekali!"


"Hah? Apa maksudmu? Dilihat dari mana pun itu logam! Dan ketika kau menekan tombol merah itu, air panas langsung muncul!"


"Pfft! Ahahaha!"

__ADS_1


"A-apanya yang lucu?"


"Bangsawan yang bernama Rey Emeria ini ahli dalam sihir permata, lho. Bukan tidak mungkin jika ia bisa menciptakan logam dari sihirnya.


"Tentang air panasnya, ia memasang permata yang dikhususkan untuk memanaskan suhu. Jadi, bwuum! Sederhana sekali, bukan? Yaaah... entah dimanapun kita berada, selalu ada saja hal-hal yang membuat kita belajar lebih banyak!"


"Hmmm." Klutzie mengangguk-angguk. "Jadi, Tuan Tanah itu menghadiahkan mesin ini pada Zeeta dan dia malah memberikannya padamu?"


"Hmmmm...." Suzy mendongakkan kepala sambil memegangi dagu. "Sederhananya seperti itu. Toh, saat ini dia sedang disibukkan dengan kegiatan menjadi guru privat. Mengingat seperti apa sifatnya, dia pasti lebih senang kalau baby ini digunakan secara baik seperti ini."


"Jika saja Nebula bisa semaju Aurora...," gumam Klutzie.


Suzy yang mendengarnya tidak senang. "Apa maksudmu? Kebutuhan mereka sudah lebih dari cukup. Nano yang ada di dalam tubuh mereka sejak kecelakaan hari itu bahkan takkan hilang sampai sepuluh turunan!


"Jangan berharap lebih disaat kalian sudah memiliki kekayaan yang melimpah!"


Dimarahi begitu malah membuat Klutzie tidak terima. "Aku paham itu, tapi tidak perlu juga kau marah seperti itu! Memangnya salah kalau aku mengharapkan senyuman dari rakyatku sendiri?!"


"Klutzie Nebula!" kali ini Suzy membentaknya dengan pelototan hingga mengejutkan Si Adik, yang memaksanya berdegup kencang.


"Aku ini menciptakan teknologi itu untuk menyehatkan ibu! Aku ingin kau dan ibu merasakan apa yang pernah kurasakan dahulu; bermain bersama, bersenandung bersama, dan hal keluarga lainnya!


"Aku tidak menciptakan nano untuk membuat rakyat angkuh hanya karena mereka menjadi lebih kuat!


"Setiap kali manusia angkuh, selalu keburukan yang mengikuti mereka!


"Keangkuhan mereka juga yang membuat nasibku seperti ini, Lutz! Jangan lupakan itu!"


Klutzie segera tersentak dan menunduk. "Maaf, Kak. Aku...."


Suzy mengatur napasnya. "Sudahlah. Duduk dan dengarkan aku. Kau datang bukan untuk bertengkar denganku."


Menuruti Suzy, Klutzie membuat sebuah kursi dari sihirnya.


......................


Dua cangkir kopi di sana sudah menunjukkan tanda diseruput beberapa kali. Suasana hening, membuat Klutzie enggan untuk bersuara lebih dulu.


"Aku akan memberitahumu sejarah Nebula yang kutahu, selebihnya, tanyakan ayah. Tapi, jika dia enggan memberitahumu, kembali saja ke sini, soalnya Aurora memiliki beberapa catatan penting saat pembentukan kerajaan itu. Dan aku yakin, catatan itu akan membuat pikiranmu terhadap Nebula berubah total."


"Aku akan melakukannya," jawab Klutzie singkat.


"Kau tahu ayah dan ibu berasal dari dua kerajaan yang berbeda, 'kan?" Suzy memastikan.


"Ya. Gala dan Southern Flare."


"Itu benar. Dan aku yakin ayah tidak tahu kalau aku mengetahui ini, tetapi pernikahan mereka bukanlah atas dasar suka-sama-suka, melainkan pernikahan politik.


"Istana yang menyerupai tongkat sihir itu sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan istana itu berasal dari Southern Flare. Jadi, tanah di sekitar istana itu, termasuk tanah yang saat ini melayang, dahulunya adalah Southern Flare. Aku tidak tahu bagaimana orang-orang dahulu membuatnya, tetapi aku yakin pasti dengan sihir.


"Meskipun begitu, masih harus dipertanyakan lagi bagaimana bisa Manusia menciptakan istana yang sedemikian megah, mewah, mendetail, dan sangat indah itu hanya dengan sihir?


"Aku sangat meragukannya.


"Teoriku, orang-orang dahulu, maksudku seluruh dunia, damai dengan semua makhluk hidup di dunia ini. Istana Nebula adalah bukti nyata tentang teori itu."


"Apa maksudnya...?"


"Kekokohan yang tidak tergoyahkan bahkan setelah ratusan tahun, ketinggian yang menembus awan, relief yang ada di dalam dan di luar istananya, juga Vanadust yang bersinar itu...."


Klutzie menunggu kelanjutan kalimat Suzy dengan sangat serius.

__ADS_1


"Adalah bukti bahwa Manusia dahulu hidup damai berdampingan dengan Naga, Raksasa, dan Peri.


"Aku yakin relief itu adalah tulisan Rune, ketinggiannya juga berkaitan dengan bantuan Naga, dan Vanadust itu... aku yakin pernah melihatnya dalam ingatan Jewel...."


__ADS_2