
"Aah ... sakit.
"Aku tidak bisa merasakan tubuhku....
"Kenapa aku merasa sesakit ini...?
.
.
.
.
"Ah... aku ingat sekarang. Aku kalah oleh Naga bercahaya itu....
"Tidak hanya itu, aku bahkan kalah oleh sesuatu dengan mana yang sangat kubenci, bahkan aku belum melihat seperti apa sosoknya....
.
.
.
.
"Kalah...?
"Aku ... kalah?"
Elbrecht mengernyitkan mata ketika Grimm yang telah kehilangan kesadaran, justru mencengkeram tangannya. Ia dengan secepat cahaya muncul di depan Grimm, mengarahkan jemari telunjuk dan tengah ke depan inti, mengumpulkan mana di ujung jari itu, kemudian meninjunya. Muncullah gelombang dari dampak tinjuan itu di inti Grimm yang berwarna kuning keemasan.
"Guhakk!" darah bersimbur dari mulut Grimm. Tubuhnya kemudian lenyap perlahan.
"Aku harus siap untuk gelombang selanjutnya," gumam Elbrecht.
......................
Myra merasakan melemahnya aliran mana dari sebuah Hollow, Grimm, yang sebelumnya memuncak, kini perlahan lenyap setelah kehadiran mana yang ia kenal. Tanpa memberitahu siapapun, Myra mengunci rapat-rapat informasi itu.
__ADS_1
Sementara itu, dari pihak lawan—Suzy, merasakan hal yang sama. Dikala itulah, dia memutuskan untuk mulai menyusul. "Ayo berangkat," ajaknya, "pimpin semua serangga-serangga itu. Kaubisa melakukannya dengan mudah, 'kan?"
"Ya ... Nona ... Suzy...," jawab Banshee. Ia kemudian berteriak. "Aaaaa...!" Teriakan itu sungguh sangat melengking. Dari lengkingan itu, ia mampu merebut nyawa hewan-hewan dari jarak ratusan meter darinya. Bahkan, ada beberapa dari "rekannya" sendiri juga ikut menjadi korbannya. Nyawa-nyawa tersebut terserap ke tubuh Banshee, dan menjadi bagian dari kekuatannya. Namun, bukannya penampilannya jadi semakin lebih kuat, ia justru jadi tampak lebih kurus, dan bagian bawah tubuhnya yang sebelumnya adalah ular, malah semakin menyusut.
Teriakan Banshee juga memungkinkan para Phantasmal tak berakal segera mematuhi apa yang otaknya pikirkan melalui gelombang khusus dari lengkingannya. Saat itulah, Suzy menyadari potensi mengerikan Banshee bahkan sebelum ia menjadi Hollow. Suzy pun menyeringai. Dia tak menyangka makhluk rendahan sepertinya mampu memiliki potensi seperti ini. Ia kemudian membuka gerbang portal dengan sihirnya. "Masuklah duluan dan mengamuklah! Aku akan menyusul!" serunya. Dipimpin oleh Banshee yang melengking lagi, sekitar lima puluhan Phantasmal, mereka memasuki sihir itu.
Di sisi lain, tempat Elbrecht berada, ia mendapati gerbang portal tersebut muncul di sebelah kanannya. Ia segera memberi jarak dan melihat bala bantuan tiba. Ia juga merasakan hawa yang menakutkan datang dari Banshee.
"A-apa-apaan makhluk itu?!" gerutu Elbrecht. "Cih, takkan kubiarkan semuanya berakhir di sini!"
......................
Semua orang di istana Aurora juga dapat merasakan hal yang sama dengan Elbrecht. Aliran mana yang terus berubah-ubah ini membuat mereka tak bisa tenang. Mereka sudah menerima laporan dari Zacht, dan kini Alicia memerintahkan Porte, Hellenia, dan Rey untuk mengungsikan rakyat ke dunia dimensi miliknya—sama seperti yang ia lakukan beberapa saat yang lalu. Ia meminta Ashley untuk mengantar Klutzie ke Axel's Workshop dan menjelaskan informasi apa yang sudah mereka terima dan membiarkannya ikut ke medan pertempuran. Ia juga memutuskan untuk menetap di istana dan memastikan keamanan sihir dimensi miliknya.
Kini, yang berada di istana hanya ada Ratu dan Raja. Suasana gelap membuat nuansanya jadi mencekam. Aurora seakan-akan jadi kerajaan nekropolis. Sang Raja, Hazell, memutuskan untuk bertanya dan berusaha mengubah suasana hati Alicia yang sedang sangat tegang. "Jadi ... akan sangat terlambat kalau aku menanyakan ini sekarang ... tapi, dunia dimensi bawah tanah Axel's Workshop adalah buatanmu, 'kan? Apa yang membedakannya dengan yang lain?"
Alicia tersenyum, lalu menjawab suaminya. "Sangat berbeda. Aku hanya membuat pondasinya. Selebihnya, adalah makhluk-makhluk yang ada di sana, terutama Myra. Tapi ... aku tak pernah tahu siapa sebenarnya Myra. Aku hanya bisa merasakan mana unik darinya.... Dia seperti ... makhluk kuno yang berusia ribuan tahun.
"Bahkan sebelum aku membuat sihir dimensi di sana, Ruang bawah tanah itu sudah memiliki kehidupan. Aku bingung harus menjelaskannya seperti apa, tapi kala itu, Myra tidak ingin aku melihat apa yang ada di sana. Dia sangat tidak ingin ada manusia yang datang ke sana.
Hazell melukis sebuah senyum, kemudian menggenggam tangan istrinya. "Begitu, ya," jawabnya, "Myra memang hebat, tetapi menurutku, siapapun yang mengetahui ada sesuatu yang tersembunyi seperti itu, mereka akan jadi jauh lebih penasaran hingga akhirnya menyebabkan kemalangan untuk dirinya sendiri.
Kehangatan diterima oleh hati Alicia. Ia sungguh bersyukur memiliki Hazell sebagai pendamping seumur hidupnya.
"Kuharap ... latihan Zeeta berjalan lancar...," tambah Hazell.
Alicia mengelus genggaman tangan suaminya. "Aku pun berharap hal yang sama. Kita harus percaya padanya dan melindungi tempat pulang ini baginya. Itulah yang bisa kita lakukan," pungkas Alicia.
......................
Sementara itu di dunia dimensi bawah tanah Axel's Workshop....
Ashley datang bersama Klutzie. Ia ingin mencari tahu lebih dalam apa yang terjadi di sini, dan siapa sosok Naga berbulu lembut dan lebat itu. Ia memprioritaskan misinya untuk mengantar Klutzie dan membawa siapapun yang sudah siap ke medan pertempuran.
Ketika mereka sampai di rumah abad pertengahan, mereka datang disaat yang... kurang lebih tepat.
"Hei!" seru Marcus. Ia mendeteksi mana milik Banshee. "Tidakkah kalian merasakan mana mengerikan ini?" Marcus mendapat anggukan dari semua anggota. "Apa yang harus kita lakukan, Luna?"
Sebelum Luna menjawabnya, Axel mendahuluinya. "Tentu saja menghambatnya. Bahkan jika kalian bisa, kalahkan saat itu juga." Axel memberikan sepasang pisau kembar bergaris-cahaya merah pada Danny. "Kami baru mampu menyelesaikan ini. Gunakanlah seperti yang telah kau deskripsikan pada kami. Ingat, jangan ragu untuk mengalahkan mereka apapun yang terjadi. Mereka adalah pembawa bencana!"
__ADS_1
Danny menerima pisau itu dari gagangnya. "Aku mengerti! Aku akan berusaha yang terbaik!"
Axel menepuk bahu Danny. "Jangan gegabah!"
"Oh? Jadi kau yang pertama, Danny?" tanya Ashley.
"G-Grand Duchess?!" Marcus terkejut dengan kedatangan Ashley. "Se-sedang apa Anda di sini?"
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Danny, ikutlah denganku. Crescent Void yang lain, susul kami kapanpun senjata kalian sudah rampung. Klutzie, kuserahkan penjelasannya padamu." Ashley menunggu di pintu.
"Baiklah," jawab Klutzie.
Gerda menghadang kakaknya ketika ia akan menghampiri Ashley. "Takkan kumaafkab kau jika kau tidak pulang dengan selamat. Ingat itu!" serunya menunduk.
Danny tersenyum lalu mengelus kepala adik berambut pirangnya itu. "Aku tahu. Aku berjanji."
Dikala Mellynda mendengarnya, ia merasakan flag yang buruk akan terjadi pada rekan sekaligus temannya itu. Namun, karena ini hanya sebuah firasat tak beralasan, ia tak mengatakan apapun.
"Camkan kalimat itu, Danny!" seru Marcus. "Tidak hanya keluargamu yang akan menanti kepulanganmu, tetapi kami juga sama!"
"Agh iya, aku tahu! Aku harus segera pergi!" jawab Danny yang sedikit merona, "ayo, Grand Duchess!"
Ashley mengangguk. "Baiklah. Kami pergi!" Ashley menghilang dari tempat dengan sihir teleportasinya.
Setelah kepergian Danny, Gerda segera menghampiri Axel. "Kumohon, aku harus segera menyusul kakakku Aku berfirasat kalau—"
"Panik tidak akan membawamu menyelesaikan masalah," tukas Klutzie, "percayalah padanya. Dia itu lebih tangguh dan lebih bertekad dari sebelumnya. Selama kalian menunggu, ada baiknya kalian mendengarkan apa yang telah kami dapatkan dari medan pertempuran.
"Tuan Dwarf, apakah kau keberatan jika aku membicarakannya di sini, atau sebaiknya kami keluar?"
"Keluar. Mendengar dari nadamu, ini harus dipercepat dan kami tidak bisa diganggu," jawab Axel.
"Dimengerti. Luna, Siren, maaf, tapi selama penempaan kuharap kalian bersabar."
"Cih, dasar," keluh Gerda, "aku jadi teringat kalau dia itu Pangeran. Caranya dia berbicara sangat berbeda dan lebih terkesan...." Ia menggigit jari.
"A-apa?! Dia Pangeran?!" Marcus kaget. Sama dengan Colette.
"Ayo! Situasinya harus kalian pahami secepat mungkin." Klutzie memimpin jalan.
__ADS_1