Zeeta Dan Dunia Sihir

Zeeta Dan Dunia Sihir
Zeeta vs. Marianna 3/4


__ADS_3

Ketakutan....


Suatu perasaan yang umum dirasakan manusia, tidak, semua makhluk hidup, bila bertemu sesuatu yang mengguncang keberadaan mereka.


Sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan dari kerajaan-kerajaan. Mereka yang hidup di luar jangkauan kerajaan, biasanya adalah desa-desa, dengan keseharian damai dan penggunaan sihir yang tidak begitu istimewa, namun cukup untuk mengisi kebutuhan sehari-hari. Ada pula desa-desa yang sama sekali tidak menopang diri dengan keberadaan sihir.


Oleh karena itu....


Selama dua sampai tiga hari ini, adalah hari-hari yang amat menakutkan bagi mereka. Kedamaiannya terancam oleh kehadiran orang-orang yang dianggap “penyelamat” bagi mereka yang hidup di kerajaannya—meski warga desa itu tidak tahu apapun—atau bahkan melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa—atau setidaknya tahu sumber penyebab “bencana alam” yang tidak kunjung berhenti—yang terus menghantui mereka dengan dentuman, gemuruh, gempa, sambaran, dan hal-hal lainnya.


Ketakutan, akan selalu lahir pada makhluk hidup, dan mengiringi kelahirannya, hadirlah perasaan yang disebut berharap. Dua perasaan umum ini, seperti telah terjalin benang merah.


Mereka yang hidup sendiri—tersebar ke segala arah mata angin, berharap ketakutan mereka sirna seraya dengan lenyapnya “bencana alam”. Kemudian, seolah menjawab harapan tersebut, apa yang sedang dilakukan Scarlet bersama warganya di halaman istana, menyelimuti langit, dan keajaiban pun mereka anggap telah turun.


Apa yang menyelimuti langit adalah lingkaran putih-transparan. Itu mengubah apapun yang menyentuhnya, baik itu sambaran, pecahan batu, tanah, daun atau ranting sekalipun yang melayang ke arah mereka menjadi butiran-butiran cahaya warna-warni—yang mereka anggap sebagai keajaiban. Pasalnya, butiran-butiran cahaya tersebut mampu menyembuhkan luka dan “menyembuhkan” tumbuhan.


[Sementara itu, di istana Aurora....]


Alicia yang mengawasi situasi di ruang takhta terkejut melihat apa hasil pengumpulan rakyat bermana besar sekerajaan. Seakan bermimpi, ia bahkan memuyu-muyu matanya. Disaat yang sama, ia pun mendengar percakapan Aria dengan Suzy. Ia termenung begitu mendengar Suzy yang tidak khawatir bila statusnya sebagai Tuan Putri Nebula dilepas.


......................


“Harus kuhancurkan!


“Orang itu... harus kuhancurkan!”


Marianna melesat kembali dari atas angkasa pada Zeeta yang telah bersiaga di atas awan. Zeeta menyadari bahwa regenerasi yang selalu melindungi Marianna tidak bekerja seperti sebelumnya. Tulang-tulang yang patah sebab godam raksasa sebelumnya, tidak beregenerasi dan meski dengan kecepatannya menukik, ia tidak mempedulikan tangan dan kakinya seperti sebuah kapas yang diikat pada suatu tiang—terkibas oleh angin.


Marianna terus menukik dengan kecepatan tinggi hingga membuatnya seakan-akan sebuah benda angkasa yang hendak menghantam Bumi. Tubuhnya terbakar, kulit wajahnya pun mengelupas. Hanya satu yang ada di pikirannya—menghancurkan Zeeta dengan tangan kanannya.


“Tinggal sedikit lagi!” batin Zeeta seraya mengubah tongkat sihirnya menjadi sabit. Ia mencengkeramnya kuat-kuat meski dengan satu tangan.


......................


“Kenapa…?


“Kenapa aku tidak bisa menghancurkan orang itu dengan tangan ini?


"Bukankah aku telah mendapatkan kekuatan untuk menghancurkan apapun dengan tangan ini sejak hari itu?


"Aku bahkan telah membalaskan dendam pada Peri dan hanya menyisakan empat dari mereka, bahkan aku pun meluluh lantakkan hutan mereka....


"Semua itu sangat mudah dengan tangan ini. Tangan ini adalah kekuatan untukku agar balas dendamku tercapai sepenuhnya!


“Lalu kenapa…?”


.


.


.


.


...“Apa kauyakin dengan hal itu?...


...“Apakah hanya balas dendam saja yang kausimpan dalam nuranimu sejak hari itu?”...


“Siapa?!


"Siapa kau sebenarnya?!"


...“Aku tahu. Aku tahu kau memiliki hal lain selain balas dendam. Kau pun tahu itu. Tidak perlu kukatakan apakah itu, sebab kau telah melihatnya sendiri."...


“….”

__ADS_1


“Anak-anakku....


“Juga....


“Keturunanku, Zeeta.”


...“Kemudian, apa lagi yang membuatmu terkekang oleh sesuatu seperti ini? Kebencianmu sudah tidak lagi bersisa dalam hatimu, kau yang paling tahu itu. Kau telah tahu, bahwa ketiga anak-anakmu, telah berjalan pada jalan yang mereka pilih sepenuh hati, dengan selalu mengingatmu dalam jiwa mereka....


...“Keturunanmu Zeeta pun tidak melakukan apa yang diramalkan Feline. Sudahi ini saja dan mari lekas bertemu Lucy dan Jewel. Mereka sudah menunggu."...


“Kenapa....


“Kenapa kau sangat tahu tentangku? Siapa kau sebenarnya?”


...“Aku?...


...“Sadarilah suara ini....


...“Aku adalah kau dan kau adalah aku."...


“....


“Hahahaha... begitu, ya....


“Kalau begitu setidaknya ... sebelum aku menyusul mereka, kuharus menyelesaikan ini dengan tepat."


......................


‘BWUOOMMM!’


Zeeta dipaksa menghantam tanah karena tak mampu menahan pukulan Marianna hanya dengan satu tangannya. Tanah yang berlubang karena mereka, kemudian perlahan menyebabkan keretakan yang meluas hingga akhirnya menjadi jurang.


“Sial!” umpat Zeeta, yang masih berusaha keras mencengkeram sabitnya. Tak memiliki cara lain agar menghentikan Marianna yang terus mendorongnya ke dalam tanah, ia melapisi keningnya dengan sihir lalu menjenturkannya. Marianna tersentak, lalu dengan cepat Zeeta menginjak perutnya, setelah itu ia kabur ke atas dan masuk ke area dimana petir terus menyambar seperti pilar.


Saat itulah, Zeeta mendengar suara telepati dari Reina. “Zeeta, seharusnya sekarang kau sudah bisa memakai tangan kirimu!”


“Dengarlah aku, wahai kehidupan mistik! Patuhilah aku sebagai tuanmu yang akan memusnahkan bencana di depanku!”


Aura emas menyelimuti tubuh dan sabitnya.


“Segel ....


“Dilepas!”


Berbeda dari penggunaan biasanya—dimana pelepasan segel dimulai saat sabit masih dalam bentuk cincin—kali ini sabit sudah dalam genggamannya. Sehingga, apa yang terjadi, sabit itu seperti “mengganti kulit” dengan bilah emas dan berlapis perak. Tanah yang dipijaknya pun membuatnya seperti masuk ke dalam lubang. Lalu, seakan menanggapi pelepasan segelnya, petir-petir pilar di sekitarnya semakin menebal, dan semakin menghancurkan tanah. Tebalnya petir, bisa dilihat dengan jelas oleh siapapun, baik dari Aurora, atau desa-desa non-kerajaan.


Merasakan kuatnya mana yang meroket secara drastis, Luna akhirnya tersadar, begitu pula dengan Ashley. Mereka langsung tersentak dari kasur dan menyebut nama Zeeta bersamaan. Mendengar suara Ashley, Alicia segera masuk ke ruang dimensinya.


“Ashley, kau sudah siuman?” tanya Alicia, “adakah pengobatan kami yang terlewat?”


Tidak menjawabnya, Ashley justru mengernyit. “Di mana Zeeta?”


“Mana macam apa ini...?” Luna merinding. “Inikah hasil latihannya selama enam setengah tahun...? Tidak—ini....”


“Kau pun menyadarinya, Luna?” Siren keluar dari dalam tubuh Klutzie. “Ini adalah kekuatannya yang sudah bangkit!”


.


.


.


.


Disaat yang sama di Rumah Sakit Guinerva....

__ADS_1


Senjata-senjata yang telah ditempa Axel dan Myra milik Crescent Void, bergetar seperti digerakkan oleh sesuatu. Para pemiliknya bingung apa yang sedang terjadi, tapi mereka memiliki petunjuk apa yang menyebabkannya. Hanya satu, yaitu Zeeta yang menggunakan Catastrophe Seal-nya.


“Tidak pernah kusangka akan melihat hal semacam ini,” ujar Novalius, berkeringat melihat hal aneh di depan matanya itu.


“Sudah kuduga dari rivalku. Dia memang hebat,” timpal Mellynda.


“Petir-petir itu... menebal bersamaan dengan bergeraknya senjata kita. Apa ini benar-benar berkaitan dengan Tuan Putri?” tanya Colette.


“Tentu saja!” jawab Gerda, “tapi aku khawatir. Semakin lama, semakin sulit dan semakin besar upaya yang harus dilakukan Zeeta....”


Begitu juga dengan yang terjadi pada Marcus dan Danny. Senjata mereka yang bergerak-gerak sendiri menjadi pengalih perhatian mereka yang didekatnya.


“JANGAN TERGANGGU, DASAR BODOH!” pekik Scarlet, yang mengejutkan semuanya. “INI ADALAH BAGIAN TERPENTINGNYA!


"Serangan besar darinya harus bisa kita tahan! Walau dia tidak berniat melukai siapapun, tetapi jika serangannya terlalu kuat, apapun yang terjadi, kita harus menghentikannya!”


“Ba-baik, Nyonya Scarlet!”


......................


Tanah yang menjadi jurang atas serangan Marianna hancur lebur seketika begitu dirinya keluar dari sana. Tanpa membuang kesempatan, Zeeta melanjutkan rapalannya dengan cepat.


“Dunia ini adalah dunia yang diciptakan untuk kedamaian! Dunia ini bukanlah dunia yang pantas untuk engkau tinggali!


“Oh!


“Wahai makhluk yang tersesat!


“Kembalilah menuju kehampaan!”


Zeeta berancang-ancang untuk menebas dalam waktu yang tepat. Sabitnya pun bersinar emas, menanggapi rapalannya. Tanpa disadarinya, begitu ia merapalkan kalimat itu, sesuatu terjadi pada langit.


Besarnya mana yang ditimbulkan Zeeta dan Catastrophe Seal, membuat langit terlihat aneh. Tidak semua yang menyadarinya menganggap itu adalah hal yang menakutkan. Bagi mereka yang tidak mengetahui, langit hanya terlihat seperti mengeluarkan!percikan listrik berwarna ungu. Sementara itu, Scarlet terlihat sangat ketakutan.


Senada dengan Scarlet, Ozy yang berada di Grandtopia memeluk dirinya sendiri—merinding dengan apa yang dirasakannya. “Tidak mungkin! Ini seharusnya tidak mungkin!”


Begitu pula dengan Myra dan Elbrecht di bawah tanah Bengkel Axel. Mereka sudah merasa hal seperti ini akan terjadi, tetapi raut wajah mereka juga tidak bisa dibilang tenang. “Apa dia benar-benar menjadikan hal ini mungkin, Kak?!” tanya Myra.


“Aku tidak tahu!” balas Elbrecht, “tetapi, mengingat Zeeta, kita tetap harus waspada dengan apa yang terjadi. Dia memang tidak menginginkan hal seperti ini terjadi, jadi sebagai bukti sumpah pada orang tua kita, Zeeta tetap harus dilindungi!”


Namun, disaat yang sama, di suatu tempat di negeri timur, seseorang tersenyum lebar.


“Huhuhuhummmh....


“Siapa....


“Siapa yang menyangka ini akan terjadi!


“Zeeta!


“Zeeta Zeeta Zeeta Zeeta... oh, Zeeta!


“Kau memanglah makhluk yang berbahaya, tetapi aku menyukaimu!


“Lihatlah, apa yang terjadi bila kau terus hidup di dunia ini!


“Lihatlah, apa yang terjadi pada dunia karena kehadiranmu yang menyeretnya!


“Ini adalah hari yang berbahagia, tidakkah kau setuju, Xennaville...?”


Xennaville tersenyum. “Anda benar sekali, Nona Asteria. Siapa yang menyangka Zeeta memantik terbukanya ....”


Percikan listrik ungu semakin melebar. Sesuatu yang tidak beres akhirnya dirasakan mereka yang melihatnya. Tidak perlu menunggu waktu lama bagi mereka untuk mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi.


Mata.

__ADS_1


Dua buah bola mata mengintip dari sebuah lubang yang tercipta dari langit berpercikan listrik ungu tersebut. Ketakutan langsung melanda orang-orang, membuat mereka berlari berhamburan, layaknya semut yang merasa terancam.


“Jötunnheim...!” sambung Xennaville.


__ADS_2