
Bersama dengan kicauan burung berjanggut, burung beralis runcing,serta burung-burung lainnya yang memiliki suara melengking-merdu yang akan membuat siapapun Elf terbangun dari lelapnya, mentari mulai menyinari Grandtopia.
Hari ini, adalah hari lain dimana Zeeta akan berlatih bersama Volten Sisters. Zeeta sudah bersiap, lengkap dengan perlengkapan berburunya. Busur dan anak panah, sepatu yang terbuat dari kulit, kaus cokelat yang terlapisi zirah sederhana yang juga terbuat dari kulit, sepasang gelang, juga celana yang terbuat dari bahan sama, ditambah rambut diikat satu, yang membuat Zeeta tampak lebih tomboy daripada dirinya tujuh minggu yang lalu.
Telapak tangan mulusnya yang biasanya hanya dipakai untuk memasak dan menggunakan sihir, kini sudah lebih kasar. Lengan dan pahanya juga jadi agak berotot. Bisa dibilang, setidaknya Zeeta bisa hidup sendiri di dalam kedalaman hutan Grandtopia yang kehidupan alamnya jauh lebih ganas daripada
kehidupan alam di luar, berkat latihannya ini. Pengalaman serta ilmu yang ia dapat dari Volten Sisters akan kembali ia gunakan hari ini.
......................
[POV ZEETA.]
“Sudah hampir dua bulan lebih sejak aku tinggal di Grandtopia untuk berlatih. Latihan yang kubayangkan sebelum datang ke sini kurasa jauh lebih lembek daripada apa yang sebenarnya kudapatkan.
“Aku telah diajari oleh Jourgan, salah satu Elf dari Volten Sisters, bahwa mana yang membumbung tinggi—atau dengan kata lain mana kuat sepertiku—akan menjadikanku mangsa lezat yang mudah didapatkan oleh hewan di hutan di sini. Mereka akan tertarik oleh apapun yang bermana besar dan segera melahapnya, baik itu dedaunan, rumput, sesama hewan, pokoknya segala hewan di sini adalah hewan omnivora.
“Karena itulah daging mereka harus diolah sedemikian rupa dengan bermacam-macam resep, bumbu, dan olahan. Hal ini kupelajari dari Mintia, Elf yang mengurusi masalah perut saudari-saudarinya.
“Ketiga Elf bersaudari ini, Volten Sisters, adalah yang nomor satu senegeri Elf tentang masalah berburu. Hewan tersulit yang pernah mereka buru adalah Gorgoza, yang bentuknya menyerupai gorilla bersayap naga dan menyemburkan api.
“Bersama ketiganya, aku juga belajar bagaimana cara meredam mana-ku secara total, dan menggunakan mana alam di tempat-tempat khusus yang diinginkan. Dengan begini, berburu jadi lebih mudah, membuatku menjadi sosok yang tidak ‘menakutkan’, sekaligus dapat menipu lawan.
“Latihan dari ketiganya jauh lebih keras daripada latihanku bersama guru Ashley. Guru Ashley sering membuatku untuk lebih kreatif dalam menciptakan sihir dengan mana seminimal mungkin namun disertai hasil yang sebesar mungkin.
“Latihan dari guru Ashley membuatku dapat melawan sosok seperti kak Lloyd yang keterampilannya jauh lebih hebat dariku, dan dia kebetulan kalah dariku dengan kebiasaan yang kupelajari darinya.
__ADS_1
“Volten Sisters bilang padaku, ‘hal pertama yang kaubutuhkan dalam mengendalikan mana alam adalah dengan memahami bagaimana caranya bekerja’. Awalnya, aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka maksud, tetapi perlahan-lahan aku mengerti.
“Mana alam selalu ada di sekitar. Itu bisa menjadi sekutuku kapanpun kumau, tetapi aku juga harus memahami bahwa mana ini pun bisa melukaiku kapan saja.
“Maksud mereka di sini adalah; walaupun aku bisa menciptakan sihir api dari mana alam, masih ada kemungkinan api itu secara mendadak membesar dan melahapku hidup-hidup meskipun aku sudah membayangkan suhu yang kuinginkan.
“Dengan kata lain, yang terpenting dalam mengendalikan mana alam, adalah membiasakan diri dengan memakainya setiap hari. Yah, tidak begitu jauh berbeda dengan apa yang sudah kupelajari sebelumnya, tetapi pada kenyataannya, segalanya selalu lebih mudah dikatakan daripada dilakukan....
"Sihir yang tercipta dari mana alam juga lebih berbahaya dari mana biasa. Itulah yang selalu mereka ingatkan padaku dan membuatku lebih berhati-hati ketika ingin menciptakan sesuatu.
“Meskipun cara kerjanya tidak begitu beda dengan apa yang telah menjadi kebiasaan dan caraku menciptakan sebuah sihir, mewujudkan sihir dari mana alam mewajibkanku untuk membuat otot di tubuhku. Ah, menu latihan yang diberikan mereka padaku untuk membentuk otot sungguh berat sekali....
“Tetapi aku tahu betul, mereka bertiga yang telah mengendalikan mana alam secara total, pasti bisa dengan mudah mengalahkanku. Aku juga bahkan tidak bisa merasakan mana yang keluar dari tubuh mereka.
“....”
.
.
.
.
“Aku….”
__ADS_1
“Aku bersyukur bahwa mereka tidaklah sekejam apa yang terlihat dari penampilannya yang penuh dengan
luka. Meskipun mereka wanita, mereka bangga dengan luka yang tertanam di paras cantik mereka. Katanya, itu adalah bentuk pengabdian pada kehidupan yang telah diberikan pada leluhur sekaligus ibu bagi mereka, Lucy.
“Sesuatu yang membuatku berpikir ... apa mereka benar-benar ingin membuat tanganku berdarah dengan darahnya? Tidak ... itu adalah kalimat yang salah.
“Apa mereka ingin sosok sepenting itu hilang dari dunia dengan Catastrophe Seal? Jika begini, apa yang mereka lakukan sama dengan membunuh Lucy secara tak langsung.
“Jika seseorang bertanya padaku, apakah aku bersedia melakukan ini, jawabannya adalah iya.
“Sejarah itu disebabkan oleh kesalahpahaman besar yang menyebabkan luka di hati. Luka itu tak terbendung besarnya dan begitu menyayat sakitnya. Aku juga memang ingin mengakhirinya.
“Dunia sihir ini….
.
.
.
.
“Benar-benar kejam.
"Aku harus membuktikan pada diriku sendiri jika aku bisa menguasai Catastrophe Seal. Cara itu adalah dengan membuktikan hasil latihanku bersama Volten Sisters di hadapan paman Hugo nanti!"
__ADS_1