
Luna yang menetap di kediaman Ashley mendengar pengakuan Mellynda sebelum ia bertemu dengan Zeeta. Dengan mulut yang bergemetar, ia mengaku bahwa dirinya bertemu seekor Peri berambut putih pucat dan bermata merah, bersayap enam helai, serta menjatuhkan butiran mana hitam. Ia juga mengaku ia seperti dihasut untuk membenci Zeeta secara sepihak dan membuatnya agar memiliki keinginan untuk mengambil nyawa Zeeta.
"Melly?! Mengapa kamu diam saja selama ini?!" teriak Illia. Rautnya menjelaskan bagaimana ia tidak menyangka Melly, anak sematawayangnya merahasiakan hal sepenting ini, yang sangat berkaitan dengan kerajaan. Apalagi, ia adalah bagian dari bangsawan utama.
"A-aku juga tak tahu! Aku seperti merasa tak diizinkan menceritakan ini...." Air mata Melly mulai keluar.
Luna hanya bisa menutup mata kemudian menghela napasnya. "Mau kapanpun zamannya, mereka tak pernah berubah, ya...." batin Luna.
Disaat itulah Zeeta kembali sambil membawa Ozy dan Aria.
......................
Zeeta yang mendengar teriakan amarah dari Ashley yang menyebut nama seekor Peri dan Scarlet, serta ucapannya yang terasa dikuasai oleh dendam kepada Peri itu setelah mencoba membunuh ibu, ayah, gurunya, termasuk seluruh warga Akademi Dormant yang ada di sana, membuat mana-nya hampir tak terkendali lagi ... jika Luna tak menghentikannya. Ia bisa saja menghancurkan seluruh bangunan bersama orang-orangnya saat itu juga.
"Tenanglah, Zeeta!" seru Luna, "apa kauingin membuat semua orang di sini tewas?"
Zeeta segera sadar dan melemaskan seluruh badannya. "Maaf," katanya. Rautnya menyesal.
"Ibu juga... tenangkan dirimu. Ini pertemuan untuk memaparkan rencanamu dan Tuan Putri, 'kan?" imbuh Albert.
Zeeta dan Ashley saling menatap sebelum mereka kembali duduk dan mengatur napas agar tenang. Sebelum Zeeta kembali ke tempat duduknya, ia meminta Aria dan Ozy berdiri di tempat sementara ia melanjutkan detail bahasannya pada Orchid dan Rey. Ia menjelaskan siapa Aria dan siapa lelaki berambut abu-abu di sana.
"Raksasa?!" tidak terkecuali Orchid dan Rey, semuanya terkejut. Ya, tidak ada yang mengira tubuh Raksasa itu bisa berubah menjadi tubuh Manusia yang berpuluh-kali-lipat lebih kecil.
"Ratu Clarissa hanya memberitahuku agar tak perlu khawatir soal dirimu," tutur Zeeta, "Ozy, beritahu kami bagaimana caramu bisa menjadi seperti ini."
Ozy berjalan dua langkah lebih dekat, lalu menceritakannya dengan rinci.
......................
"Ratu Clarisa... benar-benar mampu melakukannya?" tanya Zeeta yang masih meragukan. Ia tak percaya sihir dari Manusia bisa melakukan apa yang ada di hadapannya saat ini. Sebuah tubuh manusia sempurna dengan organ yang seluruhnya bekerja secara normal.
"Meski begitu, Ozy butuh tiga ratus tahun untuk benar-benar bisa masuk ke tubuh ini," balas Ozy, sambil memegang jantungnya. Ia merasakan detakan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.
"Caranya bicara juga semakin lancar...." batin Zeeta.
"Anu ... Zee...?" Zeeta mendengar suara Ozy yang ... sedikit malu-malu hingga membuatnya terbelalak dan semakin terbuka lebar saat melihat raut wajahnya yang merona. "A-apa itu ... Roh yang Agung?"
"Heeyy!" Luna melambaikan dua ekor fluffy-nya sambil melempar senyum imut. Bagi siapapun yang melihatnya, tubuh mungil nan menggemaskan itu akan menggetarkan hati.
Menanggapinya, Ozy mencengkeram tangan hingga urat lengannya muncul, kulitnya berubah merah, lalu ia berkata dengan nada yang sangat macho, "Aku sudah bersumpah dengan Ratu Clarissa agar menjadi sekutumu, Zeeta. Pakailah kemampuanku kapanpun kau perlu!"
Aria segera cemberut melihat reaksi Ozy ini. Namun, ia adalah Elf yang paham akan situasi, jadi untuk saat ini dia akan memaafkannya.
"Ehem," deham Aria. Ia menyusul Ozy dengan mengambil langkah yang sama. "Perlu kutegaskan, meskipun kau tidak ingin ada kebencian lagi diantara Elf dan Peri, ini bukanlah masalah yang bisa diredam begitu saja, Zeeta. Aku memang mengatakan pada Tetua jika aku akan bersekutu denganmu, tetapi....
"Aku perlu alasan yang kuat untuk apa aku—tidak—kami para Elf akan bersekutu denganmu. Ya, aku tertarik padamu dan ingin menolongmu seperti yang sudah kukatakan beberapa waktu yang lalu, tapi akan berbeda kisahnya jika ini ada hubungannya dengan Peri."
Zeeta terdiam sesaat untuk memproses apa yang baru ditegaskan Aria. Jauh dalam hatinya, Zeeta juga paham, bahwa Peri tidaklah bisa dimaafkan begitu saja. Kemarahan Aria, tentu bisa ia pahami karena ia—Manusia di kerajaan Aurora telah ditipu mereka selama ratusan tahun demi "menanamnya" menjadi Benih Yggdrasil.
"Yang Mulia...?" panggil Hellenia, yang khawatir dengan diamnya Zeeta.
Zeeta menatap Hellenia dan melempar senyumnya. Mengisyaratkan bahwa "semua baik-baik saja." Kemudian, ia menatap Aria lurus dan berkata, "Aria, sebelum aku menjawab pertanyaanmu, biarkan aku menjelaskan pada mereka apa itu Yggdrasil."
Raut Aria sedikit terkejut. "Kau yakin?" tanyanya.
"Uhm. Tuan Orchid, Tuan Rey, apa yang akan kuungkap pada kalian adalah sebagian kecil rahasia dari dunia sihir ini. Hal ini juga berkaitan dengan alasan mengapa Ratu Peri Feline mengincarku, jadi dengarkan ini baik-baik."
"Baik, Yang Mulia!" balas keduanya lantang.
......................
Setelah memakan waktu sekitar enam menit untuk menjelaskan apa itu Yggdrasil serta beberapa informasi yang sudah Zeeta ketahui, Orchid dan Rey merasa tertegun dan kening mereka bermandikan peluh. Meski Orchid tertegun, ia masih memasang wajah senyumnya.
__ADS_1
"Karena itulah, Ratu Peri Feline menginginkanku dan tiga atau dua orang lain agar bisa membangkitkan Yggdrasil," pungkas Zeeta untuk ceritanya.
"La-lalu ... apa yang Tuan Putri katakan benaaar semua, Ro-Roh yang Agung...?" tanya Orchid.
Luna yang telah kembali di "singgasana"-nya mengayunkan satu ekornya. "Ya dan tidak."
"Eh? Bukankah kaubilang Ratu Clarissa benar?" Zeeta melirik ke atas.
"Ya, dia benar. Yggdrasil dan Benih Yggdrasil itu memang benar. Apa yang tidak benar, adalah alasan Feline itu ingin membangkitkannya."
Semuanya dibuat kebingungan atas pernyataan itu.
"Taruhlah alasan dia benar. Dia ingin mencegah bumi ini hancur karena ketidakseimbangan mana. Tetapi, darimana dia tahu bahwa keseimbangan itu sudah benar-benar mengkhawatirkan?
"Selama aku menghabiskan waktu bersama Zeeta, aku tidak merasakan apa yang menjadi kekhawatiran itu. Yang lebih utamanya lagi, Ozy, benarkan aku jika aku salah. Peri ... mau seberapa hebat kemampuan bersihir dan seberapa besar mana-nya, tidak memiliki kemampuan meramal masa depan.
"Pun jika itu benar, lantas mengapa dia tidak berusaha menghentikan konflik ketika Yggdrasil masih kokoh?
"Sayangnya, sejak dahulu mereka adalah makhluk yang seperti itu."
Mendengar ini, Aria semakin tertelan emosi.
"Jika begitu...." Aria yang ingin meledakkan emosinya kembali tenang saat mendengar Zeeta. "Kenapa kaubisa tahu Peri tidak bisa memiliki kemampuan meramal masa depan?"
"Karena kamilah yang membuatnya seperti itu."
"Eh?" semuanya dibuat kebingungan kembali.
"Kalau begitu, kalian—Yggdrasil adalah Dewa?!" teriak Zeeta.
"Dewa?! Tidak tidak, bukan begitu!" Luna memukul-mukul pelan kepala Zeeta.
"Sudah kaudengar berulang kali, 'kan, jika Yggdrasil adalah ibu dari semua makhluk sihir? Begitulah kira-kira. Tentu saja, ini berbeda dengan konsep ibu yang kalian para Manusia kenal.
"Kesimpulannya, apa yang telah kalian dengar tentang Yggdrasil sama sekali tidak salah. Tetapi, itu tidak berarti kalian harus serta-merta membenci Peri. Tolong ingatlah, perang itu adalah hal yang menakutkan. Apalagi jika itu mengikutsertakan sihir."
"Ozy ... Ozy adalah satu-satunya Raksasa yang tersisa dari konflik itu. Ozy bersekutu dengan Zeeta, hanya karena ingin membuat dunia ini dipenuhi oleh keindahan. Ozy merasa bahwa bersekutu dengan Zeeta adalah hal yang benar.
"Ozy memang pernah meragukan Zeeta dan hampir melenyapkan kerajaan ini. Roh yang Agung, Ozy tidak bermaksud untuk meragukan, tetapi selama tiga ratus tahun, Ozy tahu apa yang dikatakan Feline berkaitan dengan ramalannya, kadang benar-benar terjadi. Mungkin saja dia mendapatkan suatu kekuatan baru tanpa kita ketahui.
"Meski begitu, Ozy pun tahu jika ramalan Feline belum tentu benar. Ozy hanya takut... kekuatan besar yang bersemayam di dalam Zeeta nantinya benar-benar menghancurkan dunia.
"Tapi saat ini Ozy bisa yakin. Zeeta akan mengabulkan apa keinginan Ozy. Itu karena dia sudah cukup membuktikan!" Diakhir kalimatnya, Ozy tersenyum lebar.
Zeeta segera berlari menerjang Ozy untuk mendekapnya erat. Dekapan erat Zeeta membuat Ozy tersentak, dan terlintas satu pertanyaan, ada apa?
"Maafkan aku, Ozy," ujar Zeeta.
"Eh? Zeeta tidak—" balasan Ozy segera diputus oleh Zeeta.
"Kau pasti kesepian selama ini, 'kan? Selama ini kau selalu sendirian. Aku tahu Aria ada dan menjadi temanmu, tapi sebelum itu kau selalu sendirian. Jika itu aku, aku tahu aku takkan mampu menahan rasa sepi itu.
"Tapi kini... aku, Aria, teman, dan semua orang di sini akan ada untukmu.
"Semua akan baik-baik saja!" Zeeta menepuk-nepuk punggung Ozy.
Mellynda, Illia, Hellenia, Ashley, Albert, Wilmurd, Orchid, Rey, Luna, dan Aria tersenyum melihat pemandangan ini.
"Ya, terima kasih, Zeeta." Ozy membalas pelukannya.
Setelah merasa cukup, Zeeta kembali serius. "Nah, sekarang setelah semuanya jelas, aku akan mengungkap apa rencanaku!" serunya.
......................
__ADS_1
Sambil menunjukkan gambar "terkaan" dengan sihir Ashley, Zeeta memaparkan rencananya. Pertama, alasan mengapa Zeeta memilih Rey Emeria sebagai bangsawan utama dan pemimpin di Wilayah Selatan, adalah wilayah itu berdekatan dengan Hutan Peri. Yang ingin Zeeta lakukan, adalah membuat medan penghalang untuk tiap-tiap desa dan kota di sana. Medan penghalang ini tidak berguna hanya sebagai defense tetapi dia juga menginginkan Rey menanamkan apapun yang ada di dalam desa-kota itu sebagai "bidak" untuk menyerang selama medan itu ada. Misalnya, apapun yang bisa digunakan sebagai "bidak", seperti batu, kayu, air, buku, besi, dan lain-lain, dengan sihir permata Rey, Zeeta ingin mereka menjadi "prajurit" untuk penduduk desa.
Rey menganggap ini sangat tidak masuk akal, dan tidak akan efektif apabila Peri memang benar datang menyerang. Ditambah, Morgan pernah nyaris membunuh bangsawan utama. Jika "bidak" itu hanya sebatas benda mati, terlebih itu harus disebar dalam jumlah banyak, ia tidak yakin mana-nya sendiri mampu melakukannya. Begitu juga dengan Aria, dia sangat setuju dengan Rey.
"Jangan menyerang Peri dengan apa yang bisa mereka tebak," kata Zeeta, "Pada dasarnya, Peri memanglah bermana besar. Tapi, mereka tidak akan pernah mengira apabila benda-benda mati itu mampu menyerang mereka.
"Aku tahu ini pekerjaan besar bagimu, tapi kau tidak menyela jika ini mustahil dilakukan. Apa aku benar?"
"Y-ya. Jika mana saya lebih dari cukup, saya mampu melakukannya," jawab Rey.
"Hmm. Aku sadar betul jika serangan dari benda mati tidak akan berpengaruh pada Peri. Oleh karena itu, aku, Ophenlis, dan Tuan Orchid masuk dalam langkah berikutnya."
"Oooh, waktuku bersinar telah tiba, hmm?!" kilauan tiba-tiba muncul di sekitar Orchid.
"Ya. Mellynda, dengan sihirmu, aku ingin kau membuat satu bongkahan kristal besar yang mampu menyimpan mana-ku."
"Aku akan berusaha!" dengan percaya dirinya, Melly mengiyakan permintaan Zeeta.
"Nah, di sinilah poin pentingnya. Tuan Orchid, dengarkan aku," Zeeta menatap lurus Orchid.
"Teeentu saja!" balas Orchid.
"Mau seberapa kuat medan pelindung Tuan Rey, jika penduduk desa tidak bisa melawan, itu akan percuma. Oleh karena itu, di sinilah sihirmu akan mekar!"
"Mekar?! Hohohooo... Anda ingin sihir cantik nan menawanku ini memperlambat Peri?"
Zeeta tersenyum kemudian mengangguk. Ia kemudian menunjukkan gambar dari sihir Ashley, yaitu medan penghalang yang sudah jadi, yang di bawah penghalang itu terdapat sihir Orchid yang tersebar di berbagai arah.
"Kupastikan, Tuan Orchid, sihirmu mampu menandingi Peri, bukan?" tanya Zeeta.
"Menandingi...? Sayang sekali bukan itu, Yang Muuulia! Sihir kami hanya bisa melemahkannya!" balas Orchid.
"Uhm. Sudah kuduga. Tak apa, sudah sesuai rencana."
"Tuan Rey, satu lagi yang ingin kutambahkan pada tugasmu, aku ingin kau menanamkan sihirku yang sudah tersimpan di kristal Ophenlis pada 'bidak-bidak' tadi. Sihirku mengandung kekuatan alam, jadi bisa dipastikan, Peri-Peri itu tidak akan selamat dari luka biasa. Pakailah juga kekuatanku jika kau butuh untuk menyelesaikan tugasmu.
"Dengan begini, apa ada lagi yang ingin kau sanggah?"
Rey, Orchid, dan Aria dibuat menjatuhkan dagu.
"Tenang saja... ini bukan rencanaku sendiri, kebanyakan Guru Ashley yang memikirkannya!" seolah tahu pikiran mereka, Zeeta menyela terlebih dahulu.
"Saya akan memenuhi harapan Anda, Yang Mulia Zeeta!" seru Rey.
"Hmmm... kamu tidak adil, Tuan Reeey, aku juga pasti akan memenuhi harapan Anda, Yang Mulia!" seru Orchid dengan suara gemulai namun tegasnya.
"Baiklah, kalau begitu, inilah langkah yang ingin kulakukan selanjutnya. Aku butuh kekuatan semua orang di sini kecuali Tuan Rey dan Tuan Orchid. Biarkan mereka fokus pada Wilayah Selatan."
Sebelum Zeeta menjelaskan mengapa ia butuh orang-orang itu, ia memberitahu mereka apa sebenarnya akar raksasa itu. Sebelum ia tahu apa wujud asli daei akarnya, ia menceritakan bahwa Ratu Peri Feline sempat mengatakan padanya bahwa itu adalah "cara alam melindunginya." Namun, lambat laun ia sadar bukan itulah jawabannya. Ia juga pernah mengira mungkin akar raksasa itu adalah Yggdrasil, namun tidak. Karena Yggdrasil sendiri merubah bentuknya menjadi Roh.
Lalu inilah kesimpulan yang ia dapat; demi memanfaatkan Zeeta yang merupakan Benih Yggdrasil, dengan memunculkan akar raksasa dengan sihirnya, Feline sengaja ingin mengurung Zeeta dan keluarganya di dalam istana dan membuatnya terus menanam mana besarnya. Kemudian, ketika waktunya tiba, Feline akan mengambil dirinya. Dengan kata lain, ia adalah "hewan ternak" bagi Feline.
Ada beberapa hal yang ingin ia coba dengan sihirnya sendiri untuk melenyapkan akar raksasa itu. Oleh karena itu, Zeeta ingin mengungsikan seluruh ibu kota sebagian ke Labirin Cremlyn, sebagiannya lagi ke Wilayah Timur yang akan dibangun. Para bangsawan utama di sana akan mengatur masalah pengungsian, sementara Aria dan Ozy menemani Zeeta dan Luna.
"Rencana ini akan dilakukan setelah Wilayah Timur selesai. Aku tahu ini tidak bisa dilakukan mendadak, oleh karena itu masing-masing dari kalian, sampaikanlah rencanaku ini pada masing-masing wilayah. Tapi, kalian tidak perlu beritahu masalah Peri karena waktunya belumlah menyudutkan kita," ucap Zeeta. Semua orang di sana melihat dengan serius Zeeta yang sedang berbicara.
"Yang pasti lakukanlah semua ini dengan penuh kesiagaan. Aku memang baru menjadi Tuan Putri, tapi jangan segan beritahu aku apa masalah kalian. Ada Guru yang hadir bersamaku," pungkas Zeeta.
"Baik, Yang Mulia!" semua bangsawan di sana segera bertekuk lutut di hadapan Zeeta.
"E-eehh??" Zeeta gelagapan dengan reaksi yang menurutnya berlebihan. "Ba-baiklah, kalau begitu, sampai di sini pertemuan kali ini. Kalian boleh pergi!"
Ashley menyeringai, "Sudah kuduga, kalian memang tidak biasa," batinnya.
__ADS_1
......................
Dengan begitu, setelah pertemuan ini ditambah dengan pesta Vivid, Zeeta mendapatkan lebih banyak penghormatan dari banyak lapisan masyarakat. Namun, ini hanyalah titik mula di mana Zeeta semakin menguak lebih banyak rahasia dunia sihir ini....