EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 136


__ADS_3

Makasih yang usdah dukung karya ini..


Ikuti terus jalan ceritanya ya. Semoga engga pada bosan..


 


 


 


 


 


\~\~\~\~


 


 


 


 


 


 


Apanya yang tidak rela berpisah walau sebentar ini?!


Nyatanya sekarang aku sedang melambai pada Bayu yang berdiri di depan mobilnya sedangkan aku melangkah mengikuti seorang pria berpakaian rapih ke arah yang berlawan dengan yang seharusnya kami tuju.


Sesampainya kami di gerbang besar vila, dua petugas keamanan memeriksa mobil dan memintaku untuk turun. Katanya perintah dari kakek Bayu kalau tamunya harus berpisah kalau itu laki-laki dan perempuan.


 


 


 


Jam menunjukkan hampir pukul sembilan malam, udara di sini juga sangat dingin dan jalanan yang aku lewati di penuhi pohon lebat tapi ada penerangan lampu di sepanjang jalan. Sekarang aku bisa melihat ada dua vila besar terang di tempat ini.


Aku bisa melihat dari kejauhan, di teras vila kanan yang sekarang aku tuju sudah banyak wanita dan di vila kiri hanya pria yang terlihat. Jadi ini semacam karantina?


Pria yang mengantarku hanya sampai depan gapura vila saja, selanjutnya dia hanya meminta aku untuk segera masuk.


Aku yang sadar tidak punya kenalan di sini sama sekali mulai melangkah ragu memasuki halaman. Ada lima pasang meja dan kursi tersebar di halaman ini. Meskipun malam, tapi lampu-lampu yang menyala mengelilingi halaman vila sangat terang.Wanita-wanita yang asik mengobrol berkelompok di masing-masing meja sempat melirikku penasaran.


Hampir sebagian besar wanita-wanita ini memakai pakaian resmi tentara, rambut mereka yang pendek dan ada yang di ikat bulat di belakang kepala. Aku bisa menghitung hanya beberapa orang wanita saja yang memakai pakaian bebas, tapi tidak sepertiku yang masih memakai dress selutut di puncak jam malam seperti ini.


Namun tiba-tiba seorang wanita berpakaian hitam putih datang menghampiriku. Rambutnya yang di ikat rapih menyapaku. “Halo nona, silakan ikut ke dalam untuk pendaftaran. Anda peserta terakhir yang datang.”

__ADS_1


Aku terkejut dan ingin tertawa tapi aku tahu ini bukan waktu yang tepat “Pendaftaran? Apa untuk datang ke vila ini harus ada pendaftaran?”


“Mari ikuti saya.” Katanya melangkah lebih dulu.


Aku yang hanya membawa paper bag pakaian dan heels mengikuti langkah wanita ini. Begitu aku masuk ke dalam vila, ada banyak wanita berseragam hitam putih seperti orang ini. Dan yang lebih mengagetkan lagi kalau mereka sedang membantu wanita-wanita ini membereskan barang bawaan mereka. Apa hanya aku sendiri yang membawa satu baju ganti? Ini lebih mirip seperti camp.


 


 


“Selamat datang nona, anda adalah peserta terakhir yang datang. Mohon berikan nama lengkap anda dan nama orang yang membawa anda ke sini.” Seorang wanita lain di balik meja counter tepat depan pintu masuk vila menyambutku lagi.


Tiba-tiba aku mengingat ucapan Bayu tadi saat di pintu gerbang ketika aku harus berpisah darinya.


 


 


“Kalau ada yang menanyakan nama lengkapmu sebut nama Putri Remynata. Kalau untuk nama yang membawamu kesini, sebut saja Dessy kau ingatkan dia sepupu jauhku dan temanmu dulu.”


 


 


 


“Namaku Putri Remynata. Orang yang mengundangku ke sini bernama Dessy.” Sesaat wanita ini mencatat apa yang aku katakan di laptop hadapannya.


“Ini merupakan aara yang di gelar oleh tetua Jeremy. Yang hadir di sini adalah orang-orang yang mendapat undangan khusus. Kami sengaja memisahkan antara laki-laki dan perempuan untuk beberapa tes.”


“Tujuannya untuk apa? Dan apa hadiahnya?”


“Tujuannya hanya untuk mengenang masa muda tetua saat di camp pelatihan militer. Hadiah utama uang tunai sepuluh juta.” Tiba-tiba aku ingin memenangkan tes ini mendengar hadiah utamanya.


“Dan maksud dengan memisahkan antara laki-laki dan perempuan? Aku yakin orang-orang di sini juga datang bersama teman laki-lakinya.”


“Untuk itu, akan di umumkan saat akhir acara oleh tetua Jeremy sendiri. Kami tidak di beri tahu.”


Aku mengangguk, paham dengan situasi saat ini. “Kasur yang masih kosong ada di lantai paling atas. Acara akan di mulai pukul sepuluh malam, selama beristirahat.”


“Acaranya malam ini juga??” Wanita di hadapanku ini mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Aku segera naik ke tangga, berniat ingin beristirahat sebentar dan bersih-bersih serta mengganti pakaian.


Bagaimanapun sekarang perutku masih terasa sakit dan kulitku terasa panas. Meskipun udara di sini dingin tapi karena efek menstruasi aku tidak menggigil kedinginan dengan pakaian ini.


 


 


 


Sesampainya di lantai tiga, sebuah ruangan besar dengan lima tempat tidur berjajar rapih. Saat aku tiba hanya ada seorang wanita berpakaian tentara sedang berbaring diam melamun.

__ADS_1


 


“Haloo.”


 


“Ohh Halo. Kau peserta baru?” Aku mengangguk menjawab pertanyaannya.


“Ayo masuk, sisa tempat tidur yang kosong di situ.” Dia menunjuk kasur yang ada di dekat pintu. Aku mengangguk dan segera berjalan mendekati kasur untuk berbaring juga pada akhirnya.


“Perjalananmu melelahkan ya? Di sini dingin, lebih baik ganti dengan baju yang hangat.” Katanya perhatian melihatku yang ikut berbaring.


“Terima kasih, aku akan mengggantinya nanti. Namaku Ic—Putri.” Kataku kembali bangkit duduk untuk menatapnya.


Wanita di hadapanku juga mengikuti posisiku dan dia tersenyum sumringah. “Namaku juga Putri. Putri Larasati. Apa nama lengkapmu?”


“Aku Putri Nataremy.”


“Nataremy? Sepertinya nama yang jarang ada. Kalau nama Larasati milikku di berikan karena ayah sangat menyayangi eyang Larasati. Jadi beliau menamaiku sama dengan eyang.” Penjelasannya membuatku tersadar akan sesuatu.


Bayu mengusulkan nama Nataremy bukankah itu singkatan yang di ambil dari namaku dan namanya? Nata dari Natasha dan Remy dari Bayu Christ Jeremy. Memikirkannya saja membuatku tertawa tidak percaya.


“Maaf, bukan aku menertawaimu. Aku hanya ingat seseorang yang menceritakan namanya padaku.” Kataku cepat-cepat melihat Larasati yang menatapku curiga.


“Kau ke sini juga karena undangan ya?” Aku berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


Larasati mengangguk. “Pacarku ada di vila sebelah. Dia membawaku ke sini karena katanya dia di undang oleh tetua setelah tahu kalau kami sepasang kekasih dari kemiliteran. Aku juga dengar rumor yang beredar kalau wanita di sini hamper sembilan puluh persen sama sepertiku, pacar mereka ada di vila sebelah. Sisanya undangan khusus dari tetua untuk niat tertentu.”


“Niat tertentu? Maksudnya apa?”


“Kau bukan dari kemiliteran ya?” Aku menggeleng.


“Tetua Jeremy memang seperti itu. Dia di kenal selalu mengadakan acara dengan maksud yang tidak menentu. Meskipun tetua sudah pensiun, tapi pengaruhnya masih terasa.”


“Apa dia orang yang menyeramkan?” Aku bertanya penasaran membayangkan kakek Bayu adalah orang yang tegas. Aku jadi tidak yakin apa reaksinya nanti kalau Bayu memperkenalkan ku padanya yang pekerjaanku saja bukan seorang tentara.


“Aku tidak kenal dekat, tapi orang-orang bilang tetua orangnya baik dan ramah.”


Diam-diam aku menghela napas lega, setidaknya untuk sekarang aku ingin berpikir kalau kakek Jeremy orang yang baik dan ramah. “Jadi kau juga dapat undangan?”


“Yaa, temanku adalah cucu sepupu ketua. Aku tidak menyangka ternyata dia mengajakku ke acara seperti ini.”


“Ayo kita bersenang-senanglah hari ini! Acara akan di mulai jam sepuluh sampai nanti pagi. Malam ini akan menjadi malam yang panjang.”


“Sampai pagi? Selama itu?” Larasati mengangguk semangat dan itu membuat semangatku menciut.


Badanku terasa kaku dan pegal sekali, menyayangkan kenapa periode hari pertama menstruasiku jatuh hari ini!!


 


 

__ADS_1


...


__ADS_2