EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 148


__ADS_3

...


 


 


 


 


 


“Ohh, dia berhasil!” Putri berseru di barengi dengan adegan Sandra tidak sengaja menabrak punggung Bayu hingga lelakiku itu berbalik menyadari kehadirannya.


Sandra tersenyum malu-malu sembari beberapa kali aku melihatnya meminta maaf, sedangkan Bayu sendiri, dia hanya menggeleng tidak mempermasalahkan tanpa membalas senyuman wanita itu.


Hendak Bayu berbalik tapi Sandra menahan lengan lelaki itu dan dalam sekejap Sandra mengulurkan tangannya seperti sedang memperkenalkan diri.


 


“Joseph mengatakan kalau yang sedang ada di sekeliling cucu tetua Jeremy itu adalah anggota tim phonex.”


Aku melirik Putri, seketika merasa bersalah. Joseph sedang asik mengobrol dengan teman pria nya maka setidaknya aku harus mengatakan pada wanita ini siapa aku.


 


“Putri, aku mau mengaku sesuatu. Sebenarnya namaku bukan Putri Nataremy.” Putri melotot menatapku kaget. Mungkinkah dia akan marah?


 


“Jadi benar ya apa yang kau katakan tadi pagi, kalau kau pacarnya cucu tetua Jeremy?” Putri berbisik tanpa ada nada tersinggung di dalamnya.


Diam-diam aku menghela napas lega dan mengangguk tersenyum padanya. “Namaku Natasha Icha Davindra. Senang bertemu denganmu, Putri.”


Aku mengulurkan tanganku yang di sambut hangat oleh wanita ini. “Senang berkenalan denganmu juga, Natasha.”


“Orang-orang biasa memanggilku Icha.” Kataku.


“Jadi Icha, apa yang akan kamu lakukan pada Sandra di sana? Dia sedang berusaha berkenalan dengan pacarmu!” Putri bertanya menggoda padaku.


Aku terkekeh pelan dan kembali menatap ke arah Bayu, melihat bagaimana sikap acuh tak acuh lelaki itu saat menjawab ucapan Sandra.


 


“Sebentar lagi, dia pasti akan mencariku—ahh lihat! Dia sedang mencariku!” Aku tersenyum lebar melihat Bayu yang sedang mengedarkan pandangannya mencariku di kerumunan orang-orang di aula, mengabaikan Sandra yang sejak tadi sedang berusaha memulai obrolan dengannya.


“Hahah pergilah! Buat wanita centil itu malu.” Putri berseru bersemangat. Memang benar, wanita-wanita di sekeliling mereka diam-diam memperhatikan Sandra dan Bayu.


“Tidak! Aku ingin dia menemukanku dan datang sendiri ke sini, dengan begitu akan membuat Sandra lebih malu ‘kan? Dan juga aku tidak perlu repot-repot berdebat dengannya jika nanti dia menuduhku lagi pura-pura kenal dengan Bayu kalau aku menghampiri mereka duluan.”

__ADS_1


“Hahaha.. Betul! Tipe wanita seperti Sandra ini memang agak memalukan ya. Aku jadi penasaran siapa yang mengundangnya?”


“Aku pikir Sandra memakai koneksi yang dia punya. Oh lihat, dia sudah menemukanku!” Kataku berseru senang sembari tidak mengalihkan pandanganku pada Bayu.


Bayu yang sudah menemukanku segera pergi dari hadapan Sandra, meninggalkan wanita itu bersama keempat teman Bayu. Langkah lebarnya perlahan mengikis jarak di antara kami.


Aku tahu, Sandra dan beberapa wanita sejak tadi memperhatikan mereka mulai tertarik memperhatikan kemana lelaki ini pergi.


“Kalau kamu melihatku, kenapa tidak datang menghampiri?!” Bayu memprotesku saat dia sudah ada di hadapan kami.


“Aku hanya ingin kamu yang datang menjemputku.” Jawabku puas.


Bayu berdecak tapi dia mengusap kepalaku, menatapku penuh perhatian “Sejak kapan jadi manja seperti ini, hm?”


Aku tersenyum lebar menanggapinya, dia selalu bisa membuatku tersenyum.


“Oh iya, kenalkan ini Putri Larasati. Put, ini Bayu.” Aku mengenalkan keduanya, barulah Bayu melepaskan tatapannya padaku dan beralih pada Putri.


“Halo.” Keduanya saling berjabat tangan dan menyapa.


“Dan yang ini Joseph, pacarnya Putri.” Kataku lagi mengenalkan Joseph yang ada di samping Putri.


“Halo, senang bertemu dengan kalian.” Bayu tersenyum kecil menyapa Joseph.


“Aku tidak pernah menyangka akan berkenalan dengan senior! Aku sangat mengagumimu.” Joseph berkata penuh semangat.


Orang-orang benar memperhatikan kami saat Bayu menggandengku menuju mejanya bersama empat teman pria nya. Terlebih Sandra sudah menatapku penuh amarah ketika aku hampir mendekat ke mejanya juga.


 


 


“Yo Cha! Aku mendengarnya dari Stefan.” Ronald menyapaku girang saat kami berdua sudah ada di depan mereka.


“Mendengar apa?” Tanyaku heran.


“Tentang kau yang menendang pelayan itu sampai lehernya memar.”


“Ahhh!! Hahaha. Yaa, aku hanya mencoba meniru.” Jawabku sekarang merasa malu.


“Tapi itu keren! Kau juga harus meniruku nanti.” Lifer mendekat dan mengangkat tangannya dan kami tos bersama.


“Kau juga harus meniruku, cha! Aku punya jurus spesial yang bahkan Bayu dan Benny pun tidak bisa menirunya.”


“Benarkah? Jurus apa itu??” Tiba-tiba aku merasa bersemangat mendengar ucapan Ronald.


“Tidak! Jangan mempengaruhinya lagi!” Bayu merangkulku, menarikku agak kebelakang untuk menjauhi teman-temannya.


“Kenapa? Bukankah akan terlihat keren wanita mempelajari ilmu bela diri? Bahkan Bianca pun sudah mengusai jurus dasarnya.” Ronald menjawab protes.

__ADS_1


“Itu karena Bianca tahu, kau akan kalah berkelahi denganku, jadi dia memutuskan untuk belajar bela diri juga.”


“Apa??! Kau meledekku, hah?” Ronald menarik Bayu paksa lalu membawa kepala lelaki itu ke bawah ketiaknya dan mengacak-acak rambut Bayu.


Lifer, dokter Stefan dan Benny tertawa melihat tingkah mereka berdua begitu pun denganku yang ikut tertawa melihat betapa tersiksanya Bayu ingin lepas dari rangkulan Ronald.


Dari ujung mataku, aku menyadari kalau Sandra benar-benar mengarahkan tatapan paling tajam yang ia punya untukku. Tapi aku merasa puas, aku tidak perlu menjelaskan apapun padanya, dia bisa langsung melihatnya sendiri kalau pria yang kurang dari dua puluh empat jam ini beredar gosip dekat dengannya itu tidak benar. Justru dia adalah pria milikku.


 


Hanya milikku dan tidak untuk semua orang seperti yang dia katakan tadi pagi.


Lalu candaan mereka terhenti karena seorang MC berdiri di atas panggung, menyuruh kami semua untuk segera duduk.


Bayu menarikku duduk di samping kirinya. Meja bundar yang aku tempati hanya terdiri dari enam kursi dan sudah diisi oleh kami semua.


“Oh ya bagaimana kondisi perutmu? Lalu kaki dan punggungmu juga apa masih sakit?” Bayu berbisik penuh perhatian seperti biasanya.


“Sakit perutku sudah bisa di kendalikan, tenang saja itu sakit yang sudah biasa setiap bulan. Kaki dan punggungku juga sudah tidak sakit lagi.”


“Aku dengar kalau kau sempat demam tadi.” Bayu menyentuh keningku dengan telapak tangan kirinya dan menyentuh keningnya sendiri dengan tangan yang lain, seolah sedang membandingkan suhu tubuhku dan tubuhnya.


“Sudah sangat baik apalagi setelah mendengar apa yang tadi kau katakan pada kakek. Tiba-tiba aku bisa saja berubah sekuat superhero.” Aku bergurau padanya yang di tanggapi Bayu dengan kekehan pelan.


Lalu dia kembali menarik bahuku, membawaku ke dalam pelukannya dan membuat telingaku bersandar pada dadanya. Bayu menciumi puncak kepalaku beberapa kali.


Lelaki ini selalu mencium kepalaku di mana saja, bahkan di tempat ramai seperti ini. Seolah tidak ada yang memperhatikan.


Tapi aku tidak ingin menolaknya, selain karena aku memang merasa rindu padanya, aku juga ingin menunjukkan pada orang-orang yang mengedarkan gosip tentang Bayu dan Sandra sekali lagi adalah bohong! Aku tidak rela identitas Bayu di salah pahami seperti itu.


Aroma parfum segarnya menyeruak memenuhi hidungku, baju yang di pakainya juga harum dan aku bisa merasakan detak jantungnya di telingaku.


 


 


 


 


 


 


 


 


__ADS_1


__ADS_2