EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 143


__ADS_3

...


 


 


“Baiklah! Sebaiknya kau segera kembali ke vila dan istirahat dulu. Nanti dokter Stefan akan memeriksamu.” Bayu menghela napas pelan sembari tangannya mengusap puncak kepalaku.


Perasaan ini tiba-tiba menghangat, ternyata aku merindukan kebiasaannya ini.


“Tidak usah dok. Sungguh! Aku baik-baik saja. Aku hanya akan istirahat.” Jawabku kali ini aku harus menolaknya, selain tidak ingin merepotkan dokter Stefan yang sudah bolak balik, aku juga tidak ingin menjadi perhatian wanita-wanita di vila.


“Kemari sebentar.” Dokter Stefan melambai pada pelayan wanita yang tidak sadar sejak tadi memperhatikan kami. Pelayan itu melangkah cepat menghampiri.


“Temani dia ke vila. Sesampainya di sana tolong bawakan air es dan handuk untuk mengompres kaki dan punggungnya. Lalu rahasiakan semua kejadian ini.” Aku tersenyum senang mendengarnya. Wanita di hadapan kami mengangguk.


“Istirahatlah dulu sampai acara akhir nanti siang.” Bayu tersenyum dan kembali menepuk puncak kepalaku. Tatapan penuh kasih sayangnya bisa aku lihat lagi!


Aku mengangguk dan pamit pada ketiga pria ini. Pelayan wanita yang berjalan di sampingku hendak membantuku berjalan tapi aku menolak karena aku masih bias melakukannya sendiri.


.


..



Seperti yang aku duga, begitu aku berjalan masuk ke halaman vila, wanita-wanita yang sedang sarapan dan berkumpul mengobrol di meja halaman langsung terdiam melihatku. Aku mendesah pelan ingin mengabaikannya saja dan berjalan menuju meja yang tadi aku tempati bersama Putri.


Di atas meja samping Putri masih ada kotak obat milik dokter Stefan. Begitu aku sampai di depan Putri, aku menoleh pada pelayan yang masih mengikutiku di belakang.


“Tolong kembalikan ini pada dokter Stefan dan setelah kembali bisa bawakan apa yang di pesan dokter Stefan ke kamar atas? Terima kasih.” Kataku menyerahkan kotak itu padanya. Setelah mendapat anggukan, dia berbalik dan kembali berjalan keluar dari halaman vila.


“K—kau kenal dokter Stefan?” Putri bertanya kaget.


Aku mengerutkan kening heran dan akhirnya kembali duduk di hadapan wanita ini. “Iya, kenapa?”


“Dia dokter di kemiliteran yang terkenal! Selain tampan dan pintar, dokter Stefan selalu menjadi incaran semua wanita di angkatanku.”


“Ohh, begitukah?”


“Dan dari mana saja kau? Orang-orang di sini berkata kau di bawa oleh salah satu anggota dari tim phonex?” Melihat betapa antusiasnya Putri, aku benar-benar tidak menyangka ketiga lelaki itu seterkenal ini.


“Eumm.. Ya, aku hanya mengenalnya. Aku tidak yakin apa itu di sebut dengan teman.” Jawabku mengingat lagi bagaimana Benny memperlakukanku seperti orang ketiga antara dia dan Bayu.


“Aku rasa wanita di sini sangat penasaran padamu sekarang, kau bukan orang dari kemiliteran tapi kau kenal dengan dokter Stefan dan anggota dari tim phonex, lalu kenapa ekspresimu seperti itu?”


Aku terkekeh pelan. “Apa nya yang begitu?”


“Kau terlihat agak terganggu dan seperti tidak tahu apa-apa.”

__ADS_1


“Gitu ya? Aku hanya tidak menyangka mereka seterkenal itu di sini.”


“Sebenarnya aku banyak mendengarnya dari pacarku. Dia sering menceritakan betapa hebatnya tim phonex karena banyak menyelesaikan tugas yang sulit sekalipun, juga dokter Stefan yang genius dan katanya tidak mudah di dekati.”


Sebelum aku merespon, tiba-tiba seorang wanita berambut panjang yang menggeraikan rambutnya pagi ini duduk di samping Putri.


“Maaf, boleh aku bergabung?” Dia bertanya setelah duduk di hadapanku.


Kalau dilihat dari dekat, wajahnya memang kecil dan cantik. Tipe penampilan yang di idam-idamkan wanita.


Sandra tersenyum padaku. “Kau Putri, ya?”


“Dia yang Putri.” Jawabku melirik Putri Larasati.


“Oh hebat! Kalian punya nama yang sama!” Dia tiba-tiba memekik antusias.


Tidak!


 


 


Tentu saja namaku bukan Putri!


 


 


“Kau bukan dari kemiliteran tapi mengenal dokter Stefan! Tadi pagi aku melihat dokter Stefan keluar dari vila ini, apa dia datang untuk mencarimu?” Niat Sandra mudah sekali di tebak. Wajahnya yang antusias dan tersenyum tidak


membuatku juga ingin tersenyum padanya.


“Iya.“


“Aku dengar kalau cucu tetua Jeremy sangat dekat dengan dokter Stefan. Apa kau mengenalnya juga ya? Waah kalau begitu kau bisa jadi temanku!” Aku terdiam, tidak langsung menjawab pertanyaan wanita ini. Dan apa korelasi antara aku kenal dokter Stefan dengan dia memutuskanku bisa berteman dengannya?


Apa yang harus aku jawab? Niatnya benar-benar terlihat jelas. Beberapa orang mulai memperhatikan obrolan kami dan itu membuatku kurang nyaman.


Aku tidak dalam posisi untuk memperkenalkan diri menjadi teman pria-pria itu, di sini aku sebagai Putri Nataremy, bukan Natasha Icha.


 


“Ternyata benar, Sandra mengenal cucu tetua. Itu berarti apa yang di katakan kalau tadi pagi mereka bersama adalah benar!” Ya ampun! Apa mereka tidak sadar kalua bisikan mereka ini terdengar di telingaku?


“Bukankah cucu tetua orangnya romantis? Dia pasti merindukan Sandra.” Aku mendengar suara lain yang membuat ku kesal seketika.


Melihat Sandra yang tampak tidak terganggu dengan ucapan orang-orang di sekitar kami berarti dia memang merencanakan ini.


 

__ADS_1


 


Aku menghela napas pelan dan tersenyum padanya. “Maaf aku mengatakan ini, tapi aku tidak tahan lagi untuk bertanya, apa korelasi antara aku kenal dokter Stefan dengan kau memutuskanku bisa berteman denganmu?”


Putri Larasati menahan tawanya mendengar pertanyaanku. Sekarang ekspresi Sandra yang semula tampak berbinar-binar menatapku langsung berubah sedikit masam dan kesal.


“Putri, gosip di sini menyebar kalau Sandra adalah wanita yang di undang langsung oleh cucu tetua.” Putri mengingatkanku, dia tampak tersenyum jahil padaku.


Aku balas tersenyum padanya dan kembali menatap Sandra. “Ohh benar! Aku dengar gosipnya menyebar seperti itu dalam waktu kurang dari dua belas jam aku berada di sini, tapi apa kau benar mengenal cucu tetua Jeremy? Aku tidak ingat dia pernah menyebutkan tentangmu.”


Putri Larasati tertawa sekarang. Dia tidak bisa menahan tawanya.


 


“A—apa kau benar mengenal cucu tetua? Kau datang ke sini atas undangan dari Dessy ‘kan?” Dia terdengar menuduhku.


Jadi dia sudah mengecek identitasku di sini. Tidak heran dia begitu berani datang padaku dan bertanya seolah dialah wanita yang di undang oleh Bayu.


Aku ada lah tipe orang yang malas berurusan dengan drama picisan seperti ini, tapi nyatanya wanita tipe Sandra dan Jane ada di kehidupan nyata, bukan hanya dalam drama.


 


“Betul. Dessy adalah temanku.”


“Jadi, kau bohong kalau mengenal cucu tetua Jeremy!!”


Aku menghela napas lelah. Kenapa bicaranya jadi membentak seperti ini, seolah aku melakukan kesalahan yang fatal.


“Apa kau dengar apa jawabanku tadi? Pernahkah aku menjawab kalau aku kenal dengan cucu tetua Jeremy?” Aku bertanya dengan nada datar. Sandra tampak terdiam tidak menjawab.


Perhatian semua orang di sini sekarang benar-benar tertuju pada mejaku.


“Karena kelihatannya kau ingin sekali ikut campur dengan urusanku sampai mengecek identitasku di sini, bagaimana kalau aku mengatakan cucu tetua Jeremy adalah pacarku? Akan kah kamu berhenti mengangguku?”


“Apa?!” Sandra melotot tidak percaya, tapi sedetik berikutnya dia justru tertawa meremehkan.


“Hahaha. Kau lucu sekali! Kami semua tahu di sini kalau cucu tetua Jeremy adalah orang misterius yang punya kemampuan luar biasa bahkan sampai membuat para pejabat dan pengusaha mendapat masalah akibat mengganggunya. Semua orang di sini mengaguminya dan menganggap dia adalah pacar semuanya.”


Wanita-wanita yang memperhatikanku bereaksi berbeda-beda, ada yang setuju dan ada yang menatap Sandra dengan pandangan aneh dan tidak suka.


Rasanya menyebalkan mendengar wanita ini mengatakan kalau Bayu adalah pacar mereka semua. Tapi aku harus menekan emosiku, aku tidak ingin terpancing dengan ucapannya, ini hanya perdebatan konyol.


“Put, aku mau ke kamar.” Aku bangkit berdiri dan pamit hanya pada wanita itu.


“Ehhh, aku akan menghabiskan sarapan dulu dan menyusul ke atas.” Jawabnya yang di angguki olehku.


Hendak aku melangkah meninggalkan meja tapi tanganku di tahan oleh Sandra. “Kenapa kamu pergi? Pembicaraan kita belum selesai.”


 

__ADS_1


 


...


__ADS_2