
...
Aku tidak pernah membayangkan kalau lelaki ini akan berselingkuh, tidak sekalipun. Tapi melihatnya yang tidak menjawabku, hatiku jadi sakit.
Benarkah seperti itu?
Benarkah dia berselingkuh?
Apa aku kurang baik untuknya hingga dia selingkuh?
Mataku sudah memanas dan tetesan air mata mulai keluar dari sana.
“A—apa aku kurang baik untukmu? Sudah berapa lama kamu selingkuh?” Suaraku bergetar, aku tidak bisa menyembunyikan lagi isak tangis ini. Rasanya menyesakkan merasakan perasaan di khianati seperti ini.
Lebih menyakitkan dari pada saat aku tahu orang yang aku anggap adik selama ini adalah orang yang meracuniku dan menginginkan aku mati.
Bayu mendongak dan dia kaget melihatku yang sudah menangis begitu cepat.
“Tidak tidak!”
“Siapa wanita itu?” Aku berusaha menenangkan napasku yang memburu dan mengusap pipiku kasar untuk menghapus air mata ini, tapi percuma, mataku tidak berhenti untuk menangis.
“Aku tid—maksudku memang yang aku akan katakan ini ada hubungannya dengan seorang wanita. Tolong jangan menangis, kalau seperti ini aku semakin merasa bersalah.”
“Apa?! Kenapa aku tidak boleh menangis?! Ini tindakan wajar setelah mengetahui pacarku yang selama ini aku cintai dan kagumi ternyata selingkuh—“
“Aku tidak selingkuh!” Potongnya cepat. Aku mengerutkan kening tidak mengerti dan kesal.
__ADS_1
“Dengar! Aku tidak selingkuh! Bagaimana mungkin aku selingkuh setelah mendapatkan wanita sepertimu?” Bayu menatapku serius, dia masih berlutut di sampingku dan itu membuat perasaanku sedikit membaik.
“Tak mungkin aku lakukan kesalahan yang membuatmu pergi tinggalkan aku!” Katanya lagi seolah sedang meyakinkanku. Sekarang aku tidak menangis lagi dan hanya balas menatapnya.
“Katakan! Aku akan mendengarkan.” Jawabku.
Sejenak, Bayu mengalihkan tatapannya dariku seperti sedang menyusun kata lalu dia kembali menatapku kali ini dengan sorot keyakinan akan menceritakan sesuatu yang mengganggu pikirannya.
“Ini terjadi sembilan bulan yang lalu, tim phonex mendapatkan tugas untuk menjaga keluarga konglomerat selama mereka pergi ke jepang. Ada 4 orang di keluarga itu dan masing-masing dari kami menjaga satu orang. Selama tugas menjaga satu bulan, anak bungsu mereka namanya Ana, memintaku untuk pura-pura menjadi pacarnya.” Aku mendengus kesal, membayangkannya saja sudah membuatku cemburu dan marah.
“Tapi, sehari sebelum kami menyelesaikan tugasnya untuk mengawal mereka kembali ke sini, orang jahat yang mengincar mereka melakukan serangan hingga kami mendapat luka-luka serius dan aku sempat koma selama hampir satu bulan.” Bayu menarik napasnya pelan untuk mengambil jeda.
Aku mengerjap tidak percaya dengan apa yang di katakannya. Dia pernah koma??
“Separah itu?” Bisikku tanpa sadar. Namun Bayu tersenyum kecil dan melanjutkan.
“Apa?!”
“Aku tidak ingat apapun. Ingatakan terakhirku adalah di tahun saat aku membaca pesan singkat darimu yang memutuskanku. Saat itu aku benar-benar bingung dan ingin sekali berlari menemuimu tapi orang-orang di sekelilingku mengatakan kalau tahun itu sudah lewat dan aku seperti melompat ke masa depan. Dokter bilang,
mungkin sesaat sebelum aku terluka yang membuatku hilang ingatan, tanpa sadar ingatan itu yang kuat sedang aku pikirkan.” Aku menunduk, merasa sangat besalah.
“Selama masa pemulihan dan beberapa bulan selanjutnya, Ana menemaniku dan mengatakan kalau aku adalah pacarnya, aku terluka karena melindunginya meskipun pada saat itu aku tidak ingat dia sama sekali. Lalu enam bulan sebelum aku menemuimu, aku telah mengatakan kalau aku ingin menjaga jarak dengan Ana, orang-orang di sekitarku juga mengatakan kalau kami bukan sepasang kekasih tapi kami kenal karena tugas. Selain itu. aku sadar kalau hatiku justru merindukanmu.” Pipiku memanas, tapi aku tidak bisa senang sepenuhnya dengan perasaan ini.
“Setelah menyelidiki tentangmu beberapa tahun setelah pesan itu, ingatanku perlahan semakin jelas, aku mulai mengerti dan memutuskan untuk bertemu denganmu meskipun aku masih hilang ingatan. Ini yang aku maksud takut kamu memandangku berbeda setelah mendengar aku hilang ingatan dan bertemu denganmu lagi bukan
karena masa itu, tapi karena ingatanku masih terjebak di masa lalu.”
“Tapi ingatanku sudah kembali sepenuhnya setelah itu. Kau ingat saat kita bertemu di rumah sakit? Saat aku membawamu ke dokter Stefan pertama kali? Saat itu aku bertemu denganmu lagi, aku sudah ingat semuanya dan aku sadar betapa aku sangat merindukanmu, betapa selama ini aku menahan diri untuk tidak mengganggumu. Aku
sadar, mungkin kalau aku tidak hilang ingatan, aku tidak akan berani menemuimu lagi dan akan memperhatikanmu lagi dari jauh seperti biasa. Tapi, aku merasa semua yang aku alami ini adalah takdir. Tuhan memberikan jalan lain untukku bersamamu lagi.”
Sampai di sini aku mengerti apa maksud dari ucapan awalnya tadi. Dia tidak ingin aku berpikir kalau sejak awal kehadirannya padaku tidak tulus. Dia tidak ingin aku berpikir kalau hubungan baru kami ini karena pengaruh hilang ingatannya.
“Selama ini kau memperhatikanku dari jauh?” Hanya pertanyaan itu yang muncul di otakku sekarang.
__ADS_1
Bayu meringis dan tersenyum kecil seolah dia sudah tertangkap basah. “Sejak pesan singkat itu, setidaknya aku akan mencari tahu keberadaanmu. Apa aku seperti seorang penguntit?”
Aku tertawa kecil dan menggeleng. Hatiku sudah sepenuhnya lebih baik.
“Kau benar-benar sudah ingat semuanya?” Bayu menggangguk kuat.
“Beneran??”
“Aku bersumpah!”
“Jadi kau ingat apa yang terjadi sebelum kau hilang ingatan?”
“Yaa, aku ingat ada orang memukul kepalaku sebelum aku pingsan saat itu.”
“Lalu? Kenapa kamu harus berlutut seperti ini? Kau tidak perlu berlutut kalau untuk menceritakan ini. Bagaimanapun, tidak ada yang menginginkan kamu hilang ingatan. Aku tidak akan mempermasalahkan masalah itu kalau kau baik-baik saja dan masih tetap mencintaiku. Yang terpenting kau tidak selingkuh ‘kan?”
“Tidak! Beneran deh, tidak! Aku hanya—“ Bayu menunduk lagi, ini adalah bagian lain yang dia berusaha menghindarinya.
Aku mengerutkan kening, berpikir sejenak lalu sebuah dugaan muncul. “Apa jangan-jangan wanita itu, Ana sedang mencarimu lagi dan akan datang??”
Bayu mengangguk pelan dan dia terlihat seperti anak kecil. Dia tampak ketakutan.
“Kenapa kau ketakutan seperti ini? Apa kamu takut pada wanita itu?!” Aku bertanya tak percaya.
Bayu mendongak lagi dan menggeleng dengan mata puppy nya.
Ya ampun! Kenapa di saat seperti ini dia kelihatan menggeemaskan!!
“Aku hanya takut kamu mendugaku berselingkuh karena wanita itu kemungkinan akan memaksa bertemu denganku.”
“Apa aku akan berpikir seperti itu?”
“Kau sudah berpikir aku berselingkuh bahkan sebelum aku mengatakan sepatah kata tadi.”
“Itu karena saat aku tanya, kamu engga jawab. Wanita itu butuh kepastian!” Sekarang Bayu terkekeh pelan mendengar jawabanku yang bernada kesal padanya.
“Kau tahu, aku ini orang yang di kenal selalu cepat membuat rencana dalam tugas yang di berikan sesulit apapun itu. Tapi kalau sudah berkaitan denganmu, otakku seperti sangat lambat berpikir dan aku merasa bodoh.” Meskipun wajahnya menunjukkan keseriusan saat mengatakannya, tapi aku bisa lihat ada sorot kejahilan di sana.
__ADS_1
...