EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 50


__ADS_3

...


 


“Perjanjian kita tidak seperti ini. Aku sudah memberitahumu siapa dia. Kau sudah penasaran sejak dia datang,


bukan?”


“Bagaimana kamu tahu tentangnya? Semua broker yang aku kenal tidak menemukan apapun tentang si Rio brengsek itu!”


“Kamu tidak akan percaya, tapi aku lebih mengenalnya daripada siapapun. Sekarang kamu sudah mendapatkan kepercayaan Bos besarmu itu, dan perjanjian kita bahwa aku akan membawa dia.”


“Tidak! Aku sendiri yang harus membunuhnya, dengan begitu bos besar akan sepenuhnya percaya padaku.”


“Oh ayolah! Tujuan kita sama, aku hanya ingin bermain sebentar dengannya. Bukankah hasil akhirnya dia akan mati juga?”


“Kali ini dia tidak boleh keluar dari desa ini. Dia harus segera mati!”


Jantungku terasa hampir jatuh mendengar percakapan dua lelaki yang saling berebut menginginkan balas dendam


pada Bayu. Aku benar-benar takut sekali menghadapi mereka, aku ingin lari kabur dari sini sekarang juga tapi lagi-lagi hatiku tidak menginginkannya. Pikiran dan hatiku yang tidak sejalan membuatku frustasi.


Tanganku sudah bergetar memikirkan aku harus berhadapan dengan keduanya.


 


Ya tuhan rasa takut ini semakin melingkupiku. Aku tidak pernah menyangka akan berhadapan dengan psikopat


seperti mereka.


Tidak! Aku merasa sesak napas, aku memejamkan mata sekuat tenaga untuk menormalkan pernapasan dan detak jantungku yang menggila ini. Pelupuk mataku terasa basah dan tenggorokkanku sakit menahan tangis.


Tidak menunggu lama, menghembuskan napas panjang dan aku dengan langkah pasti keluar dari tempat persembunyian lalu berjalan perlahan mendekati keduanya.


 


Awalnya Mike yang membelakangiku berbalik mendengar suara langkah kaki. Dia kaget melihatku masih ada disana.


Lalu ekspresi Rey terlihat lebih kaget dari Mike, meskipun tidak mengatakan apapun tapi lelaki itu menatapku penuh tanda tanya. Sedikit memiringkan kepalanya hanya untuk menatapku yang dari pandagannya terhalang oleh tubu Mike.


“Waahh siapa ini? Gadis yang membuatku kesal sedang menyerahkan hidupnya!” Mike berkata skeptis.


“Dimana dia? Pria itu, Rio?”


“Apa? Jadi kau mengenalnya juga? Kalian pura-pura saling tidak kenal?!” Nada suara Mike meninggi, dia sudah


berdiri di hadapanku dengan cepat menarik tanganku.


Sial sekali! Dia justru menarik tangan kiriku, aku memekik kesakitan dan tanpa sadar sudah terisak pelan.

__ADS_1


“L—lepaskan! Kau menyakitiku lagi.”


Aku tidak tahu apa yang di pikiran Mike, tapi dia langsung melepaskan cengkramannya begitu saja lalu tangannya


terangkat menyentuh keningku.


Aku menepis tangannya, mendongak sembari menatapnya tajam. “Apa yang kau lakukan?!”


“Kau sedang demam! Dan bajumu basah.”


“Ohh please.. Tebak siapa yang membuatku seperti ini!!”


Aku semakin mengerti, seharusnya ucapan sarkastikku berhasil membuatnya kesal lagi. Tapi dia terlihat seolah tidak mendengarnya dan sibuk melepaskan jaket hitam yang di pakai. Refleks aku melangkah mundur saat Mike ingin memakaikannya di bahuku.


“APA?!” Aku melotot menatapnya.


Mike tidak menjawab, dia masih menatap lurus ke dalam mataku, tangannya kali ini menarik tangan kananku lebih


lembut yang tentu saja mendapat tepisan cepat dariku. Berhadapan dengan dia yang seperti ini justru membuatku bergidik ngeri.


Belum sempat aku pulih dari keterkejutanku, tangan lain menarik bahu Mike agar menjauh dariku. “Kau yang membuatnya seperti ini?!”


“Apa? Rey yang aku kenal tidak pernah peduli dengan wanita. Oh atau jangan-jangan kau juga mengenalnya?! Sulit


di percaya!” Rey yang berdiri di sebelahku lagi-lagi membuatku kaget. Ekspresi wajahnya yang menatap marah pada Mike berbeda dengan tadi saat mereka mengobrol.


Pertanyaan Mike memang tidak di jawab Rey, tapi sikapnya itu membuat jawaban Mike yakin. Lalu dia melirikku dan berkata. “Jadi siapa kau? Gadis yang ternyata berhasil menundukkan seorang Rey namun justru kembali ke sini untuk mencari Rio palsu itu?!”


 


Tiba-tiba aku tersentak kaget saat sebuah tangan merangkul bahuku. Aku yang tahu Rey lah yang melakukannya segera menjauh dan menatap keduanya marah dan bingung.


“Apa yang kalian lakukan?! Berhenti!”


Rey mencengkram tangan kananku, sedikit menyentakkannya agar aku kembali berdiri di hadapannya.


Ekspresi wajahnya yang serius menatap setiap inci wajahku. “Katakan, apa yang dia lakukan padamu? Kamu pucat seperti ini. Dan lagi ini—“


Aku menjerit tertahan saat tangannya menyentuh bahu kiriku, mataku berair lagi dan setetes air mata jatuh membasahi pipiku. Luka itu semakin perih.


“Kamu terluka!” Ujarnya menahan amarah sembari melihat telapak tangannya sudah basah oleh darahku. Aku tidak menyangka akan separah itu.


“Baju dan rambutmu dingin. Kau habis masuk ke dalam air?!”


Aku tidak tahu apa yang pria ini pikirkan. Kenapa dia harus terlihat khawatir seperti ini!


 


Akan lebih mudah bagiku jika dia memerankan lagi pria jahat.

__ADS_1


 


Belum sempat aku menjawab, aku merasakan tangan kananku di tarik paksa oleh Mike dan lelaki ini menyembunyikanku di belakang punggungnya sehingga dia yang berdiri menghadap Rey.


“Biar aku yang urus! Aku akan bertanggung jawab dan sekarang kau segera pergi dari sini!”


Aku mengusap air mata dari ujung mataku. Melepaskan cengkraman Mike lalu segera berbalik memutuskan berjalan menjauhi kedua pria ini. Jika aku terus di sini, aku tidak akan bisa menemukan Bayu.


“Icha!”


Aku menghiraukan panggilan Rey, mengabaikan mereka adalah jalan terbaik tapi sepertinya pikiran itu tidak


pernah terwujud karena nyatanya dua lelaki ini sudah cepat berdiri di hadapanku. Sesaat Rey dan Mike saling menatap tajam satu sama lain karena mereka bergerak bersamaan.


Karena mereka sekarang menghalangi jalanku, aku berbalik lagi menghindar namun untuk kedua kalinya Rey dan Mike brengsek ini menghalangiku lagi.


“Apa mau kalian! Aku ingin pergi dari sini!” Jeritku tertahan, marah dan lelah ini bercampur menjadi satu.


“Kemanapun kamu mencari Rio palsu itu, tidak akan pernah menemukannya. Hanya aku yang tahu keberadaannya.” Mike menatapku menantang dengan senyum aneh di wajahnya.


“Aku sedang mencari tempat lelaki itu di tahan oleh dia.” Rey menunjuk Mike yang berdiri di sampingnya dengan dagunya dan melanjutkan


 


“Bagaimanapun dia milikku. Aku akan membuatnya menderita jadi lebih baik kita keluar dari sini—“


“Apa yang kalian diskusikan dengan gadisku??” Kami bertiga refleks melirik ke sumber suara. Di belakang tubuh Rey dan Mike sudah berdiri Bayu dengan pakaian yang sama saat dia menyamar di desa ini.


 


Wajahnya tampak berkeringat tapi dari posturnya berdiri dia terlihat sangat percaya diri. Dua lelaki di hadapanku ini menatapnya penuh dendam.


Bayu yang terlihat serius membalas tatapan Rey dan Mike. Sesaat Bayu melirikku, matanya memperhatikan seluruh badanku seolah sedang memastikan keadaanku. Kemudian matanya berhenti di bahu kiriku yang jaketnya sudah lebih gelap dari bagian lainnya. Aku ikut melirik bahuku, ternyata darahnya keluar lebih banyak.


“Seharusnya aku sudah menduga, orang-orang yang menanganimu itu tidak akan berhasil menahanmu!” Ucapan


sarkastik Rey terdengar santai.


“Sial! Susah sekali menangkapmu!” Mike berucap sangat kesal.


Bayu tersenyum sinis. “Kamu sudah tahu siapa aku, bukan?”


Aku menelan saliva susah payah, suasana di antara ketiga lelaki ini begitu mencekam seolah mereka siap saling


serang kapan saja.


Kalau begitu aku harus segera menjauh!


“Jadi kamu mau kabur, cha?”

__ADS_1


 


...


__ADS_2