EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 194


__ADS_3

...


 


 


 


 


“Lalu bunda? Apa sejak awal dia tahu aku dari keluarga Danendra? Maka bunda merekomendasikan tempat les yang sama denganmu pada bibi Rose?” Tanyaku dengan nada yang semakin menurun di akhir kalimat.


Ada jeda yang cukup panjang sebelum Bayu menjawab. “Kau harus menanyakannya pada bunda untuk itu, tapi saat kejadian di vila tempo hari, dari reaksinya saat tahu kalau orang yang menyewa tentara bayaran bernama Caesar, bunda dan ayah kaget. Mereka lalu bertanya padaku tentang asal usulmu. Intinya bunda dan ayah


bahkan kakek juga kaget mendengar kalau kau adalah putri keluarga Danendra. Mereka tidak bertanya banyak untuk itu.”


Mendengar penjelasannya, aku terdiam, bingung harus bereaksi seperti apa. Sisi kehidupan masyarakat? Apa mungkin itu adalah kehidupan sosial berbeda dari yang aku jalani sekarang?


 


Apa yang membedakan keduanya?


 


Kenapa selama ini tidak pernah terdengar ada hal yang seperti itu?


 


 


 


“Lalu tentang pernikahan kita?” Tanyaku mendongak menatapnya.


Bayu melepaskan cengkraman tangannya di bahuku lalu tangannya terangkat untuk mengusap puncak kepalaku sembari menjawab. “Ayah, bunda, kakek, keluargamu dan orang-orang terdekat kita akan datang untuk menjadi saksi malam ini. Kedua orang tua kita setuju agar kita sudah menikah sebelum pagi. Itu semua untuk menjaga keamananmu. Karena pagi ini kita datang ke rumah keluarga Danendra, orang-orang yang mengincarmu sudah bergerak. Mereka semua sudah tahu kalau kau adalah putri dari Evano Danendra. Dengan pernikahan kita, selain untuk menstabilkan posisimu sebagai keturunan keluarga Danendra juga agar keluarga kita bisa bergerak cepat dan leluasa. Kita tidak bisa menunggu sampai pagi karena orang-orang itu sudah punya banyak persiapan untuk memperebutkan dan mengklaim hak milikmu.”


 


“Hak milik apa?”


 


“Nanti kau akan tahu sendiri setelah menghadapi mereka.”


 


 


“Lalu orang-orang itu mengincarku untuk apa? Apa rumor tentang harta terpendam itu?!” Bayu mengangguk menjawab pertanyaan.


“Tapi ada hal lain yang lebih besar dari itu. Rumor mengatakan kalau selama ini ayahmu menyembunyikanmu karena kau membawa kunci formula obat langka dari zaman dulu. Mereka mengincarmu untuk itu juga.”


“Obat apa?”


“Ayah dan kakek tidak memberitahuku.”


Aku terdiam, masih mencerna semua yang di katakan Bayu. Terdengar seperti sebuah cerita dongeng, sulit di percaya.


 


 


“Aku sudah merencanakan semua ini sejak kemarin malam, saat kau memutuskan untuk mengunjungi ayahmu pagi ini. Kalau mereka bergerak maka jalan aman satu-satunya adalah dengan pernikahan kita. Mungkin ini terdengar main-main, tapi aku ingin memberikan pernikahan yang indah dan mewah untukmu, hanya saja, kali ini keadaan memaksa kita. Tapi aku janji, akan memberikan resepsi setelahnya. Malam ini kita hanya akan melakukan pemberkatan dan mendaftarkan pernikahan kita secara resmi.”


 

__ADS_1


 


“Lalu, sejak kapan kau tahu kalau aku keturunan keluarga Danendra?” Tanyaku yang sejak tadi mengangguku.


“Saat kau memintaku mencari tahu tentang perusahaan Eternity, itu pertama kalinya aku tahu kau adalah putri tersembunyi yang di rumorkan.”


“Lalu, tentang sisi lain dari kehidupan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bagaimana kau tahu?” Tanyaku lagi.


Bayu tampak berpikir sesaat sebelum menjawab. “Ayah benar-benar melibatkanku di sana saat aku masuk ke militer. Yang perlu kau tahu jelas adalah apapun yang terjadi di antara orang-orang itu, tidak akan ada pemberitaan di media manapun. Benar-benar gerakkan tersembunyi dan terorganisir dengan baik.”


“Sekarang, apa yang harus kita lakukan?” Aku bertanya ambigu, tapi hanya itu lah satu-satunya yang ada di pikiranku sekarang. Apapun penjelasan Bayu tentang sisi lain di kehidupan masyarakat yang dia maksud, aku tidak akan bisa mengerti sampai menghadapinya langsung.


Lalu Bayu menarik tanganku, membawaku ke dalam dekapannya. Dia melingkarkan kedua tangannya untuk membungkus bahu dan punggungku.


 


“Kita akan menikah malam ini.”


 


 


 


 


 


***


 


 


 


Aku mengerjap dan tersadar dari lamunan begitu suara lembut Bayu berbisik di telingaku. Kami sudah ada di sebuah vila besar yang terletak di pedalaman hutan. Sepanjang perjalanan tadi, yang ada di sisi kanan dan kiri ku semuanya gelap, pepohonan dan suara-suara burung malam.


Tapi vila besar di hadapanku ini terlihat kontras sekali dengan suasana sekitarnya. Di sini ramai oleh orang-orang yang menginap juga pelayan-pelayan vila berseragam rapih menyambut setiap tamu yang turun dari mobil mereka


masing-masing.


 


 


“Ramai sekali.” Komentarku.


“Mereka tamu-tamu yang di undang khusus dan cepat oleh keluarga kita.” Jawaban Bayu membuatku kaget untuk kesekian kalinya.


Hanya dalam satu jam sejak Bayu mengatakan akan menikah denganku malam ini dan orang-orang di sini sudah hadir?


 


 


 


“Sebagian dari mereka memang sudah di info sejak tadi pagi tentang rencana pernikahan kita yang mungkin saja akan di laksanakan malam ini. Orang-orang yang datang ke sini kemungkinan orang yang ada di pihak keluarga kita.” Aku mendesah panjang, tidak tahu lagi bagaimana bereaksi mendengar itu semua.


“Terlalu banyak kejutan hari ini.” Kataku yang di sambut Bayu dengan usapan pelan di puncak kepalaku. Aku meliriknya, mendapati tatapan menenangkan Bayu meski pencahayaan di mobil terlihat samar-samar.


Mobil yang di kendarai Bayu sedang mengantri di depan pintu utama vila karena mobil tamu yang berdatangan berbaris sampai luar gerbang.


“Ayo kita turun di sini.” Ajak Bayu saat antrian mobil di depan kami tersisa 3 mobil.

__ADS_1


Aku mengangguk dan kami berdua segera turun dari mobil jeep hitam Bayu, kemudian seorang pegawai vila menghampiri lelaki itu, mereka mengobrol singkat sebelum Bayu menyerahkan kunci mobilnya.


“Orang tua kita menunggu di vila belakang.” Bisik Bayu saat dia sudah ada di sampingku, menyelipkan jari tangannya ke jari tanganku, menggandeng tanganku saat kami melangkah ke samping vila, mungkin jalan cepat karena aku tahu pasti di vila utama ramai sekali.


 


 


 


.


..



 


 


 


“Tunggu sebentar! Aku benar-benar gugup.” Aku menahan tangan Bayu ketika kami sudah ada sepuluh meter dari bangunan vila yang lebih kecil dari yang lain.


Dari tempat kami berdiri, aku mendengar suara tawa orang-orang di dalam vila itu. Ada bayangan di jendela yang terlihat dari luar kalau di sana sedang ada obrolan yang seru, juga pria-pria berpakaian rapih dengan wajah tegas berada di sekeliling vila itu. Melihat dari pengawal yang menjaga saja aku bisa merasakan ada aura orang-orang penting di dalam vila itu.


 


 


“Gugup?” Bayu terdengar meledek ku.


Aku meliriknya kesal sembari mengusap perutku. Ada sesuatu yang tidak terasa nyaman di sana ketika aku berada di situasi gugup seperti ini.


“Jangan meledekku! Aku benar-benar gugup sampai perutku tidak nyaman.”


Lelaki ini mendekatiku, tangan kanannya terangkat akan mengusap perutku tapi aku dengan cepat memukul tangannya, menghentikan pergerakkannya.


 


 


“Orang zaman dulu bilang, jangan sembarangan menyentuh perut anak gadis!”


 


“Kenapa?”


 


“Pamali.”


 


“Itu cuma mitos.”


“Tapi tetap harus berhati-hati.”


“Oh? Kamu khawatir ya ketahuan punya lemak di perut?”


“BAYUUU!!” Aku menjerit kesal, dia meledekku lagi. Senyum jahilnya membuatku ingin melemparnya ke kutub utara.


 


 

__ADS_1


 


...


__ADS_2