EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 306


__ADS_3

...


 


 


 


 


Sekarang aku merasa sulit untuk sekedar menelan salivaku sendiri. Aku ragu untuk sesaat, tapi Bayu masih mempertahankan tangannya yang kokoh dengan masih menyodorkan map itu di udara.


 


 


“Biar aku baca dulu. Aku janji tidak akan mengambil keputusan sendiri.” Akhirnya aku bisa membulatkan tekadku.


 


 


Bayu tidak lagi menahan tangannya, dia membiarkan aku menarik map itu dari tangannya, aku menunduk, meraba map itu. Lalu aku merasakan Bayu mendekatiku, dia mencium puncak kepalaku dan berkata, “aku mau mandi dulu. Gunakan waktumu.”


 


 


Sebelum mendengar jawabanku, lelaki ini sudah berbalik menuju pintu kamar mandi. Aku hanya bisa memandang punggungnya. Aku senang karena dia tidak pernah lupa untuk memberiku ruang tersendiri meski kami sudah menjadi pasangan suami istri.


 


 


 


 


 


 


 


 


***


 


 


 


 


 


 


Aku menghala napas panjang, merasakan detak jantungku meningkat. Keringat dingin sudah membasahi telapak tangan dan leherku. Rasa sesak di dadaku naik hingga tenggorokkanku sakit. Mataku juga terasa panas dan berkaca-kaca tapi aku tidak bisa menangis.


 


 

__ADS_1


Dalam hidupku yang di penuhi dengan ketidakpuasan ibu, aku tidak pernah menyangka akan menemukan kasus rumit seperti ini. Apalagi ini semua juga ada hubungannya denganku.


 


 


Aku sendiri juga bingung harus bereaksi apa. Di ruang tamu apartemen ini, aku yang sendirian membaca hasil penyelidikan, sesaat sempat kehilangan konsentrasi. Memikirkan apa ini benar-benar nyata??


 


 


 


 


“Icha??” Suara panggilan Bayu membuat lamunanku buyar. Aku meliriknya yang baru keluar dari kamar, dia sudah terlihat segar dengan piyama dan rambut yang masih basah.


 


 


Kemudian Bayu melangkah mendekatiku, dia duduk di sofa, di sampingku, melirik kertas-kertas di atas meja yang sengaja aku biarkan terbuka semuanya. Aku meliriknya dan dia menatapku dengan kening berkerut, dia bertanya, “ada apa?”


 


 


“Aku masih menyimpulkan semua laporan ini. Sejak kapan kalian menyelidiki semuanya?” Tanyaku, ternyata suaraku tidak terdengar tercekat.


 


 


“Sebenarnya, setelah aku menemanimu menemui keluarga Danendra pertama kali, hari berikutnya ayah Evano mengajakku bertemu dan menceritakan semuanya, memintaku untuk membantunya menyelidiki semua ini.”


 


 


 


 


“Kau harus menanyakannya pada ayah Evano, tapi aku bisa menebak, kalau ayah Evano tidak menyangka kau akan datang pada mereka, mungkin dia pikir, kau akan aman jika menjauh dari kelaurga kandungmu, karena apa yang mereka alami sangat berbahaya. Bahkan untuk kami, penyelidikan ini harus rahasia dan hati-hati, membutuhkan waktu dan kesabaran puluhan tahun untuk bisa menembus sampai akar-akarnya.” Bayu menjawab pertanyaanku dengan sabar dan lembut.


 


 


“D—dan, semua orang di laporan ini, benar-benar terlibat?” Aku berusaha menguatkan diri.


 


 


Bayu mengangguk, “sudah di pastikan, nama-nama yang ada di laporan ini terlibat dan punya peranan masing-masing. Kau sudah membacanya ‘kan? Masih menyimpulkan? Apa kau mau dengar ringkasannya?”


 


 


Aku mengangguk, kali ini tenggorokkan ku benar-benar terasa tercekat, tidak sanggup lagi untuk bicara.


 

__ADS_1


 


“Semua di mulai dengan kisah cinta ayah Evano, bibi Rose dan ibu kandungmu, Mona Keilani. Dua wanita ini adalah sahabat dari kecil. Sejak ayah Evano dan bibi Rose menikah, mereka sedang berencana untuk segera memiliki anak, lalu Mona memberikan obat herbal pada Rose agar tubuhnya sehat selama masa perencanaan hamil. Dia tidak tahu kalau ternyata obat herbal itu justru membuat Rose tidak bisa hamil. Pada akhirnya, Rose meminta Mona untuk menikah dengan ayah Evano, memberikan keturunan untuk keluarga Danendra. Sesaat setelah kelahiranmu, Mona baru tahu kalau sebenarnya obat herbal yang dia berikan pada Rose sebelumnya belum teruji secara klinis. Obat herbal yang di buat dari adiknya sendiri, Wendy Zifaileni. Seorang ilmuan.” Bayu menarik napas.


 


 


Dia menyelidiki ekspresi wajahku, setelah memastikan aku baik-baik saja, lelaki ini melanjutkan. “Hanya butuh waktu sebentar untuk menyelidiki apa yang sedang di lakukan adiknya, Wendy, Mona menemukan kalau kasus Red Apple ada hubungannya dengan Wendy. Kasus yang hampir membunuh ayah Evano. Pada saat itu, kasus Red Apple cukup terkenal karena membunuh orang-orang yang di juluki monster bisnis. Lalu, 3 orang yang selamat, salah satunya adalah ayah Evano, itu karena Mona menghentikan mereka. Red Apple adalah julukan yang di samarkan dengan kasus sebenarnya adalah tentang kartel narkoba, ingin berkuasa di negara kita. Mona membakar bahan-bahan pembuatan narkoba, menghentikan produksi. Semua itu bisa dia lakukan karena sebagai kakak Wendy, dia bisa memiliki akses ke pabrik pembuatan.”


 


 


“Wendy orang yang buta di sini!!” Kataku merespon, “karena cinta butanya pada pria dari anggota kartel narkoba, dia janji akan membantu mereka setelah Mona menghancurkan pabrik pembuatannya. Wendy menyelundupkan obat-obat terlarang itu dengan memakai apel dan di distribusikan keluar dan kedalam negeri. Itulah kenapa kasus ini di juluki Red Apple karena yang di pakai selalu apel merah.”


 


 


Bayu mengangguk, tangannya terangkat menyentuh puncak kepalaku, “lalu setelah itu, tak lama, Mona meninggal karena sakit, ini di buktikan oleh ayah Evano, selama ini yang kita tahu adalah Mona meninggal karena melahirkanmu, tapi sebenarnya bukan. Hasil otopsi di sembunyikan ayah Evano selama ini, dia memberikannya pada kami sebagai bukti, sebenarnya Mona meninggal karena memakan obat herbal yang sama, yang membuat Rose tidak bisa hamil.”


 


 


“Overdosis.” Bisikku menyimpulkan kematian ibu kandungku sendiri.


 


 


Bayu menghela napas, melanjutkan, “kemudian, Wendy yang sangat menyayangi kakaknya, menyalahkan ayah Evano. Dia ingin balas dendam pada keluarga Danendra karena membuat kakaknya harus menderita. Dia ingin menggunakanmu untuk balas dendam, tapi kau telah di amankan hingga tidak tersentuh oleh Wendy. Namun, kau tidak bisa sembunyi selamanya, Wendy menemukanmu, mulai mendekatimu dengan rencana yang sangat tersusun rapih, perlahan tapi pasti, tidak akan di sadari oleh ayahmu yang selama ini mengawasi perkembanganmu. Di sini lah kita masuk membicarakan tentang perusahaan Raksasa, perusahaan cangkang milik MeFa grup. Kau tahu, Cha? Singkatan dari nama MeFa grup?”


 


 


“Me untuk Mona Keilani dan Fa untuk Wendy Zifaileni.” Tebakku pasti.


 


 


“Betul. Ini adalah perusahaan yang diam-diam berkembang. Mungkin namanya tidak terkenal seperti Eternity grup, tapi pendapatan yang paling besar MeFa grup adalah dari perusahaan cangkang mereka, Raksasa, yang sudah banyak menmbuat berbagai racun dan obat-obatan yang masih dalam tahap uji klinis. MeFa grup di pimpin oleh pria bernama George, turunan dari jerman-amerika. Namun kita berfokus pada lab MeFa, yaitu lab Asura, pemimpin lab tersebut tentu saja Wendy Zifaileni, tiga orang kepercayaannya adalah dokter Cilia Putri Herawati yang bertugas untuk diam-diam mempengaruhi pasar medis, dengan menjadi dokter di rumah sakit, lalu Rey Orihara, dia broker


pasar gelap dan Nindy atau madam Carol, dia mendekati komitas kecil, orang umum dan perusahaan-perusahaan.” Bayu menghentikan penjelasannya. Tatapannya tidak lepas menatapku, memastikan aku baik-baik saja


 


 


 


 


 


...


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2