EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 245


__ADS_3

...


 


 


 


 


“Pusat sudah setuju kalau aku harus berbicara dulu padamu sebelum mereka memberikan tindakan. Sebenarnya banyak gosip-gosip miring di sekitar perusahaan tentangmu.” Aku mengerutkan kening, hari ini aku tidak merasa mendengar gosip tentangku. Mungkin kah karena aku terlampau fokus pada pekerjaan?


 


 


“Kau tidak dengar? Karyawan di sini, kecuali anak buahmu tentu saja, mengatakan kalau kau memutuskan untuk menikah cepat karena hamil di luar nikah.” Aku berusaha menahan senyum ku mendengar semua itu, gosip sialan!


 


 


“Tidak. Pernikahan saya di atur oleh keluarga karena beberapa hal penting untuk menyatukan kedua keluarga, bukan karena saya hamil di luar nikah.”


 


 


Pak Ginanjar masih menilaiku dari pandangannya. “Lalu karyawan lain juga mulai mengatakan kalau kau jadi karyawan kesayangan HRD karena sering mengajukan cuti. Itu membuat karyawan protes, hal ini tidak bagus. Pusat dan cabang akan mendapat kunjungan khusus dari mitra baru kita, setengah pemegang saham, pemilik grup Eternity, jadi kami harus bersiap-siap dan gosip yang beredar tidaklah bagus untuk manajemen kita.”


 


 


Aku diam-diam melipat bibir lebih dalam berusaha menahan hasrat untuk mengungkapkan semuanya, tergoda untuk memberitahunya kalau sebenarnya Pak Evano, yang memimpin grup Eternity adalah ayah kandungnya tapi lagi-lagi itu tidak menyelesaikan gosip.


 


 


 


 


“Jadi, pusat sudah menyiapkan pemecatan untuk saya?” Tebak ku.


 


 


Pak Ginanjar menghela napas panjang. “Ya. Salah satunya.”


 


 


“Lalu yang lain?” Tanyaku.


 


 


“Mereka sudah menunjuk seseorang untuk menggantikanmu. Seseorang yang sudah di perisiapkan sejak beberapa minggu terakhir.”


 


 


Bagus sekali! Jasaku di perusahaan selama hampir tujuh tahun seolah tidak artinya. BUM. Seketika aku di gantikan oleh orang lain yang baru training beberapa minggu terakhir.


 


 


“Aku tahu, rasanya tidak adil mengingat jasa yang kau berikan bertahun-tahun pada perusahaan lalu mereka dengan mudah menggantimu begitu saja, tapi ini sudah jadi keputusan final oleh pusat.” Pak Ginanjar menampilkan ekspresi tidak berdaya yang nyata di wajahnya, dalam struktur organisasi, aku dan dia setera dalam jabatan.


 


 


“Hanya karena saya izin cuti dan gosip itu, mereka ingin saya mundur dari pekerjaan saya? Selama ini saya jarang sekali mengajukan cuti, bahkan ketika waktu saya di bagi untuk kuliah juga. Tidak bisakah mereka anggap saya mengambil cuti dari bulan-bulan sebelumnya? Lagi pula selama cuti, saya selalu minta laporan berkala dari anak-anak setiap hari.”


 


 


“Akhir-akhir ini, orang pusat sedang sensitif, mereka mendesak ku untuk segera membicarakan ini denganmu terlebih dahulu. Mereka akan memberi waktu satu minggu untuk kau beres-beres dan serah terima.” Suara Pak Ginanjar yang tidak berdaya membuatku sangat marah. Tidak pada pria ini, tapi pada orang-orang pusat.


 


 


“Biasanya serah terima minimal satu bulan, itu yang mereka selalu tekankan pada kita ‘kan?” Tanyaku di angguki langsung oleh Pak Ginanjar.


 

__ADS_1


 


“Aku mendengar ini dari kepala cabang lain, pusat sedang kewalahan dengan persiapan mereka karena kunjungan pemilik saham baru itu. Ada bantuan kecil pada masalah di pusat yang di tawarkan oleh perusahaan lain, tapi dengan syarat mempekerjakan seseorang.” Bisikan Pak Ginanjar seketika membuatku agak merinding. Entah mengapa ada satu kesimpulan yang tiba-tiba terbentuk dalam pikiranku.


 


 


“Biar aku tebak, apa orang yang di pekerjakan pusat ini meminta untuk berada di posisiku sekarang?”


 


 


“Awalnya pusat tidak mau tentu saja, kau karyawan berpegalaman yang bisa membentuk tim avenger seperti sekarang, bahkan tanpamu di tempat, mereka bisa jalan sebagaimana mestinya tapi tetap memberikan detail-detail laporan pekerjaan mereka padamu. Mereka menghormatimu dan kalian sangat akrab. Jujur saja, kepala cabang lain iri melihat kerjasama tim kalian, dari lubuk hatiku terdalam, aku juga sangat berterima kasih padamu telah membentuk tim yang hebat untuk cabang kita, hal itu membantu banyak pada tim ku. Tapi aku tidak berdaya ketika pusat telah memutuskan hal ini. Mereka berpikir mungkin tanpamu, anak buahmu akan tetap menjadi tim yang baik ke depannya setelah melihat contoh dengan laki-laki baru itu, siapa namanya, Yudha? Tim mu berjalan sebagaimana mestinya saat Yudha menggantikanmu beberapa hari lalu.”


 


 


Hatiku terasa resah sekali, bukan karena aku di pecat atau akan di gantikan, tapi waktu yang mereka berikan untuk serah terima terlalu singkat, aku tidak tega meninggalkan yang lain dengan terburu-buru menyerahkan pekerjaan pada orang lain. Meski aku harus resign tapi aku tetap ingin yang terbaik untuk tim.


 


 


“Tadinya aku menawarkan Yudha untuk posisi ini sebelum bicara padamu, tapi dia tidak mau dan bilang akan mengundurkan diri dari masa trainingnya, sepertinya dia tidak tertarik lagi dengan pekerjaan ini.” Katanya.


 


 


Oh tentu saja!


 


Yudha ke sini hanya ingin berkenalan denganku, dia sudah punya posisi penting di perusahaan ayah Evano, apalagi dia ternyata kerabat dari asisten ayah, Wildan.


 


 


“Padahal aku kira setidaknya orang yang akan menggantikanmu pernah secara langsung belajar denganmu, lebih baik dari pada orang yang benar-benar baru, dan anak-anak juga sepertinya menyukai Yudha, tapi… kau tidak kaget.” Pak Ginanjar menatapku penuh selidik.


 


 


“Kau tahu ‘kan alasan dia tidak menerimanya? Bisa kau bujuk dia?”


 


 


 


 


Untuk beberapa saat, kami sama-sama diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Padahal aku sudah janji pada Bayu akan bekerja lebih keras untuk membuatnya bangga, tapi mendengar aku yang akan di pecat rasanya sangat keliru.


 


 


 


 


“Aku akan mengirimkan surat pengunduran diri setelah ini.” Kataku akhirnya yang kembali mendapat perhatian dari Pak Ginanjar.


 


 


“Jika itu memang sudah jadi keputusan pusat, aku tidak bisa apa-apa. Aku akan segera mempersiapkan serah terima.”


 


 


“Apa kau baik-baik saja?” Suara perhatian Pak Ginanjar membuatku bisa tersenyum kecil setelah pembicaraan kami barusan.


 


 


“Ya. Aku tidak apa-apa.”


 


 


“Lalu, apa rencanamu setelah ini?”


 

__ADS_1


 


“Hmm…” Aku memutar otak berpikir. “Aku akan fokus pada kuliah sambil menunggu panggilan kerja lain.”


 


 


“Kau sudah mendapat tawaran pekerjaan sebelumnya?” Pak Ginanjar kembali menatapku curiga.


 


 


Aku tersenyum kecil “Sebenarnya, ada yang menawariku pekerjaan sebelumnya, tapi aku mengabaikannya, tapi setelah mendengar ini, mungkin bukan kebetulan?”


 


 


Pak Ginanjar mendengus kesal. “Tentu saja mengingat kau bisa membentuk tim avenger, mungkin orang itu ingin merekrutmu.”


 


 


Tentu saja bukan hanya orang itu, ayah kandungku sendiri yang menawari pekerjaan kemarin. Pastinya ini bukan kebetulan.


 


 


“Maaf aku tidak bisa melakukan apapun. Tapi, senang sekali bisa bekerja denganmu selama ini.” Pak Ginanjar tersenyum dan mengulurkan tangannya. Aku menyambut jabatan tangannya dan balas tersenyum.


 


 


“Aku akan melakukan serah terima dengan baik. Tapi bisakah aku minta bantuan kecil, Pak?”


 


 


“Bantuan apa?” Pak Ginanjar mengerutkan kening heran sekaligus penasaran setelah melepaskan jabatan tangan kami.


 


 


“Bisa cari tahu siapa yang menyebarkan gosip tentangku pertama kali? Karena semua itu bohong. Aku ingin memastikan untuk membersihkan namaku terlebih dahulu sebelum keluar dari sini.”


 


 


“Tentu saja. Aku akan mencari tahu.” Jawab Pak Ginanjar langsung.


 


 


“Oh ya, apa Bapak tahu, orang yang akan menggantikanku, kapan dia datang? Agar aku bisa menjelaskan beberapa hal padanya tentang kondisi di sini.” Tanganku terkepal menahan campuran emosi kesal dan penasaran


dalam benak ku.


 


 


Aku memang tidak tahu siapa orang itu, tapi pikiranku sudah menebak dia dengan tepat.


 


 


“Aku belum dapat kabarnya, tapi aku akan segera cari tahu.”


 


 


“Baik. Terima kasih, pak. Kalau gitu, saya pamit ke ruangan untuk mengirim surat pengunduran diri ke pusat. Mereka pasti senang menyambut surat itu.”


 


 


 


 


 


...

__ADS_1


 


 


__ADS_2