
...
“Apa?” Aku bertanya balik, sedikit terkejut mendengar suara ayah.
“Alasan-alasannya? Alasan kenapa kamu menjadi anak angkat kakak Rose.” Pandangan mata ayah masih tertuju pada satu titik di kolam ikan koi.
Aku meliriknya lalu berpikir sejenak, kata yang pas untuk menggambarkan perasaanku saat ini. “Rasa penasaranku sudah kadaluarsa.”
Ayah melirikku, sekarang manatap wajahku dengan wajah penasaran. “Kenapa?”
“Aku sudah dewasa, bukan waktu untuk larut tentang hubunganku dengan kalian. Yang sekarang aku pikirkan adalah bagaimana aku menjalankan hidupku ke depannya, bagaimana menciptakan kebahagianku sendiri. Sejak dulu sikap ibu juga tidak peduli padaku, jadi kalaupun kalian juga tidak peduli selama ini, aku tidak mau memaksa.”
“Maaf.”
__ADS_1
“Selama 24 tahun aku hidup, kalau ayah dan yang lainnya tidak datang berarti memang aku tidak di butuhkan di sini. Jadi, mungkin ketika nanti saatnya tiba kalian justru datang padaku dengan alasan tertentu, aku akan menolak dengan yakin. Aku juga tidak ingin terlibat dengan semua konflik persaingan perusahaan kalian seperti penyerangan kemarin. Aku ingin hidup tenang.”
“Sebenarnya, semua berawal dari keinginan nenekmu. Dulu ketika aku menikahi Rose, nenekmu sangat menginginkan cucu tapi karena Rose belum juga hamil, kakek memintaku untuk mencari wanita lain. Beruntung aku mencintai wanita sebaik Rose, dia mengerti dan memilihkan sahabatnya untuk menjadi istriku yang kedua tapi dengan syarat dia ingin bercerai denganku. Awalnya aku kira dia membenciku tapi dia melakukan itu untuk menjaga perasaan kami bertiga.” Ayah menatap langit yang biru cerah pagi ini, sorot mata kerinduannya terlihat jelas di sana.
“Walaupun aku tidak pernah mencintai ibu kandungmu, tapi aku menghormatinya sebagai istriku. Aku berniat akan mencoba mencintainya saat dia mengandung mu tapi ternyata saat kau lahir, ibumu meninggal tanpa bisa di beri kesempatan untuk aku mencintainya.” Aku tidak pernah mengenal sosok wanita yang telah melahirkanku itu, tapi kalau itu adalah sahabat bibi Rose, mungkin dia punya pelukan yang hangat sepertinya.
“Lalu, aku tidak menyangka kalau nenek tidak ingin mengakuimu sebagai cucunya karena kau adalah anak perempuan. Ibu ingin punya cucu lelaki untuk mewarisi semua ini. Saat itu, tepat ketika konflik tentang Red
Apple muncul. Konflik yang membuatku harus rela meninggalkanmu pada Rose. Sekali lagi wanita baik itu membantuku dengan menyamarkan identitasmu, aku tidak tahu kesepakatan apa yang di lakukan Rose dengan kakaknya tapi akhirnya ibu angkatmu mau memasukkan namamu pada kartu keluarga mereka, dan kebetulan saat itu tepat ketika ibu angkatmu berkabung karena anak laki-laki pertamanya meninggal, terlahir premature. Karena itu lah orang-orang yang mencarimu dari Red Apple tidak bisa menemukanmu selama ini.“
Aku mengerutkan kening, berusaha menyimpulkan apa yang baru saja aku dengar. Ayah menitipkan aku pada bibi Rose yang kemudian bibi Rose menjadikan aku anak angkat dari kakaknya agar dia bisa menjagaku dari dekat yang pada saat itu ibu baru saja kehilangan anak pertamanya, jadi ketika namaku terdaftar di kartu keluarga ibu, tidak ada yang mencurigainya.
“Konflik tentang apa itu?” Tanyaku. Bahkan dari sejak lahir pun aku sudah ada di tengah konflik seperti ini.
“Hah?” Aku mengerutkan kening tidak percaya dengan apa yang aku dengar.
“Setelah tentang pewaris perusahaan besar seperti ini, sekarang ayah bilang keturunan kerajaan?! Ini bukan dongeng atau cerita fiksi, ‘kan?”
“Dulu, saat perusahaan ini sedang pada puncaknya, kakekmu tergabung dalam sebuah kelompok yang anggotanya adalah para monster bisnis. Tapi setelah beberapa bulan, satu persatu anggotanya tiba-tiba terbunuh dengan racun. Hanya tersisa kakekmu dan dua orang lainnya yang bertahan. Pelaku yang membunuh mereka meninggalkan apel merah di samping mayat, karena itu lah di sebut red apple. Saat itu, informasi tentang keluarga kita yang adalah keturunan keluarga kerajaan seketika muncul, padahal tidak ada yang tahu tentang asal usul keluarga kita. Orang yang menyebarkan semua itu juga mengatakan kalau keluarga kita memiliki harta terpendam, dua orang yang selamat dari racun bersama kakekmu mulai bergerak dan berani mengancam kita.”
“Harta terpedam? Di zaman seperti ini?” Aku bertanya tidak percaya.
“Tambang emas dan minyak bumi yang melimpah. Siapapun yang menyebarkannya kami tidak memiliki petunjuk sampai sekarang. Tapi mau bagaimanapun mereka mencari harta terpendam itu tidak akan pernah ketemu karena memang sejak awal tidak ada. Saat mereka tahu kalau kau lahir, anak perempuan keluarga ini, mereka berlomba-lomba untuk mengajukan perjodohan di masa depan. Situasi berbahaya seperti ini, aku tidak pernah menginginkan anak ku mengalaminya, maka ayah terpaksa menyembunyikanmu.” Ayah melirikku di akhir kalimatnya. Dia menatapku langsung ke mata. Ada sorot ketegasan terpancar di sana.
“Selama ini kami tidak pernah menemuimu karena kami tidak ingin kau terlibat semua ini. Ayah berharap lebih baik kau bahkan tidak usah mengenal kami, di dalam keluarga ini hanya ada bahaya yang menunggu. Status keturunan kerajaan dulu mengacaukan kehidupan kami. Aku bahkan mengerti ketakutan Kenzie, dia sudah lama menikah
tapi belum berani punya anak. Lalu kakek dengan gegabah ingin menjodohkanmu hingga membuatmu harus datang ke sini, orang-orang itu pasti sudah tahu kalau kau adalah putri tersembunyi kami.” Nada suara ayah terdengar khawatir dan pasrah di akhir kalimat.
__ADS_1
“Lalu bagaimana situasi saat ini? Apa orang-orang yang mengincar tentang harta terpendam itu masih mengganggu?” Ayah menggeleng menjawab pertanyaanku.
“Setelah menyerahkanmu pada Rose, mereka tidak lagi menekan kita hingga saat ini, sudah hampir dua puluh lima tahun, ayah tidak tahu apa mereka sudah menyerah atau justru sedang menyusun rencana.”
“Kalau memang harta itu tidak ada, seharusnya ayah dan kakek tidak usah mengkhawatirkan apapun. Aku yakin jika mereka menyelidiki keluarga ini dua puluh lima tahun lamanya dan mereka tidak menemukan apapun, mungkin mereka sudah menyerah. Setidaknya, meski aku terpaksa harus di sembunyikan selama ini, kalian harus hidup bahagia. Itu satu-satunya cara agar aku bisa menerima sebagai keturunan keluarga ini.”
“Natasha—“
“Dan aku tetap dengan apa yang aku katakan tadi. Aku tidak berniat datang ke sini untuk menempati posisi sebagai putri tersembunyi kalian. Aku hanya ingin menjalani kehidupan normalku, bersama dengan dia. Jadi—“ Aku bangkit berdiri, melangkah lebih dekat melihat kolam ikan koi.
“Jadi, kalau kalian tidak keberatan, ayah bisa datang ke pertemuan keluarga berikutnya sebagai keluargaku.”
“Natasha, kamu seharusnya memarahi ayah karena membiarkanmu menderita selama ini.” Aku berbalik menghadap ayah. Raut wajah sedih dan kerinduannya terlihat jelas. Matanya memerah menahan tangis.
Aku menggeleng. “Aku tidak ingin hidup penuh dendam. Mungkin saat itu ketika ayah menyerahkanku pada bibi Rose, itu adalah keputusan terbaik, aku tidak akan berdebat dengan itu. Aku mungkin memang anak kandung ayah, tapi aku tidak ingin terlibat dengan apapun yang ada di sini. Aku hanya ingin memiliki kehidupan biasa yang normal tapi bahagia.”
“Jika itu yang memang sudah kamu putuskan, ayah tidak akan mengganggu lagi. Tapi ingat, di masa depan kalau kamu memerlukan sesuatu yang tidak bisa kamu dapatkan sendiri, datanglah pada ayah. Di sini akan selalu menjadi rumahmu, ayah akan selalu menyambutmu pulang kapan pun, selama ayah masih hidup. Kamu tetap putri
ayah yang tak tergantikan.”
...
__ADS_1