EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 59


__ADS_3

...


 


“Katakan, hm?”


Lelaki ini menghela napas dan akhirnya menjawab juga.


“Kepala desa, pak Eko, pak Dilan, pak Ari—yahh pokoknya sudah di periksa, tidak ada yang mencurigakan antara mereka. Tapi tim Lucifer akan kembali memeriksanya.” Bayu menggeleng bangkit untuk kembali duduk di tempatnya.


Aku masih menatapnya, sedikit memposisikan duduk menyamping untuk menghadapnya sembari diam-diam aku mengusap dada kiriku yang semakin berdenyut panas.


“Berhenti menatapku penasaran seperti itu.” Ancam Bayu yang justru membuatku tersenyum lebar padanya.


“Apa mungkin penghianat itu mengetahui identitasmu ketika dia sudah bergabung dengan Mike, lalu mencari


tahu tentangmu  dulu dan musuhmu, menemukan kau sedang mengejar Rey dan diam-diam mengenalkan Rey pada Mike untuk membuka identitasmu tanpa di sadari.”


Bayu mengerutkan kening dan perlahan mengangguk menyetujui pendapatku. “Dan lagi tentang gudang senjata itu. Apa mereka sudah membuatnya lama di sana atau baru-baru ini setelah mereka menguasai desa?”


“Mereka sudah membuatnya lama di sana sebelum menguasai desa karena tempat pembuatan itu adalah gudang kedua terbesar di antara lima gudang lainnya di negara ini.” Yang menjawab justru lelaki yang duduk di samping Jack. Sepertinya kelima lelaki ini tertarik dengan diskusi yang di lakukan aku dan Bayu karena mereka sedang menatapku.


“Jadi kemungkinan penghianat ini sudah lama bekerja di dalam gudang ini sebelum mereka mengambil alih desa?”


“Yaa.. Sepertinya ada kemungkinan seperti itu.” Kali ini yang menjawab co-pilot.


Aku terdiam, mulai terdengar semakin rumit.


 


“Sudah jangan di pikirkan. Kami sedang memeriksa semua penduduk desa.” Suara Bayu terdengar.


Lalu aku teringat sesuatu.


 


 


“Apa di desa itu ada yang menanam rempah-rempah?” Aku menatap Bayu dari samping.


“Banyak. Mereka menanamnya di dekat sungai. Kau tidak melihatnya?” Bayu bertanya.


“Aku tidak begitu memperhatikannya.” Jawabku, seketika semangatku menghilang saat semua kecurigaanku tidak ada jawabannya.


“Kenapa menanyakan rempah-rempah?” Bayu tampak penasaran.


“Tidak, hanya penasaran saja karena tadi sekilas mencium aroma rempah-rempahan dari anak itu.” Bayu masih menatapku dengan kening berkerut.


Hingga tak sampai sepuluh detik, lelaki itu tiba-tiba menatapku kaget. “Red, bisa sambungkan aku dengan Grey


atau Lucifer?”


Aku mengerutkan kening melihat betapa tidak sabarnya Bayu menunggu panggilan. “Halo, Grey? Lucifer?”


“Yap. Grey di sini. Ada apa alpha? Kita baru berpisah lima menit, kau sudah merindukanku?”

__ADS_1


“Aku tahu penghianat itu. Dia anak kepala desa, anak yang membuat masalah tadi. Aku yakin dia sudah lama bergabung dengan organisasi Alfred dan pekerjaannya pasti yang membuat senjata.”


“Bagaimana kau yakin?” Ronald terdengar serius di ujung sambungan.


“Diam-diam aku pernah memeriksa ke gudang senjata mereka, aku melihat ada kebun rosmarin tersembunyi tidak jauh di luar gudang. Dan tadi Icha sempat mencium aroma itu darinya.”


Aku melirik Bayu tidak percaya.


Betul apa yang lelaki ini katakan! Sekarang aku ingat aroma itu adalah aroma rosmarin!!


Setelah sambungan mereka terputus, Bayu melirikku. “Aroma itu rosmarin, bukan?”


Aku mengangguk dan langsung di sambut sorakkan dari kelima anggota tim Bayu. Mereka terlihat senang bisa


menyelesaikan semua ini.


“Sekarang kau tidak ada alasan untuk bertanya lagi tentang Mike. Jangan mencoba memikirkan dia lagi.”


“Kenapa?”


“Karena dia orang jahat.”


“Yaa memang, sekalipun dia orang jahat tapi dia tidak bisa melakukan apapun di pikiranku.” Aku mendengar suara


kekehan dari headphoneku.


“Aku melihatnya saat itu. Mike dan Rey sangat perhatian padamu.”


“Perhatian apa? Mike yang menculikku. Rey yang memberikan racun itu!” Aku pura-pura tidak mengerti dengan


“Yaa dan mereka sangat mengkhawatirkanmu tadi.”


“Karena mereka ingin menggunakanku untuk mengancam mu.”


“Di samping itu, aku bisa melihat dengan jelas mereka sangat memperhatikanmu. Mengkhawatirkanmu. Kau pasti tahu itu, kau sendiri yang menolaknya dan menjauh, ingat?”


“Yaa.. Tentu saja aku pasti menjauh dari mereka, karena mereka orang jahat, ingat?” Sekarang kekehan itu terdengar jelas di telingaku.


Bayu sempat melirik anggota timnya tajam yang langsung membuat mereka mengalihkan pandangan dari kami. “Sekarang kamu pintar meledekku.”


“Ah ya aku jadi ingat tentang tadi. Kau tahu, jika sikapmu dingin dan misterius di hadapan wanita, mereka akan


semakin penasaran dan akan terus mengejarmu. Mungkin lain kali kau akan mendapatkan lebih dari sekedar minuman.” Aku berbisik padanya tapi tentu saja bisa di dengar oleh mereka semua.


“Jadi kau ingin melihat aku tersenyum ramah pada mereka?”


Aku memutar mataku “Tentu saja tidak!”


Tiba-tiba Bayu menjitak keningku dengan jari tangannya. Menatapku gemas. “Berhenti meledekku sekarang! Sebentar lagi kita akan sampai.”


“Siap kapten!” Aku menjawabnya cepat, menirukan jawaban anggota tim nya.


Bayu terkekeh pelan lalu mengusap puncak kepalaku hingga membuat rambutku sedikit berantakkan. Pandangan ku kembali terkunci melihat betapa indahnya langit di pagi hari. Warna oranye dan biru mulai mendominasi.


Memikirkan kejadian-kejadian kemarin malam, membuat pagi ini terasa sangat indah di bandingkan dengan pagi-pagi lainnya.

__ADS_1


 


“Sepertinya hari ini akan sangat cerah.” Ucapan anggota tim yang duduk di samping kananku ini terdengar di headphone kami.


“Apa yang akan kau lakukan hari ini?” Pertanyaan dari sang pilot terdengar.


“Aku? Hei kita harus melapor ke markas, ingat?” Mereka semua langsung mengeluh tersadarkan oleh jawaban Pria


ini. berbeda dengan Bayu yang justru menatapku bukannya menatap keluar jendela di sampingnya.


“Apa?”


“Saat mendarat nanti, aku akan memberikan bukti tentang Jane.”


Aku tersenyum kecil mengingat lagi tentang janjinya itu. “Sebenarnya aku tidak lagi memikirkan itu. Jika di analisa, seharusnya Jane menemuiku sejak awal padahal kita sudah saling kenal sebelumnya. Aneh sekali bukan dia tiba-tiba datang?”


“Jadi maksudmu ada yang sengaja melakukan ini?” Pertanyaannya itu langsung membuatku berpikir tentang Daniel.


“Jadi kau percaya padaku?”


“Mempertimbangkan tentang kita yang sudah kenal sejak kecil, jadi yaa.”


Bayu menyipitkan matanya, kesal padaku. “Jadi aku dapat hak istimewa karena kita sudah kenal sejak kecil?”


“Bisa di bilang begitu..”


“Baiklah, aku ingin menggunakan hak istimewa ini sekali lagi.”


“Apa?”


“Menikahlah denganku.”


“APA?!!”


Aku mendengar suara batuk yang berisik di telingaku. Semua anggota tim Bayu pura-pura terbatuk.


“Berapa menit lagi kita akan sampai?” Bayu bertanya menghentikan suara itu.


“K—kita sampai dalam 5 menit.” Jawab Sang pilot gugup.


Kemudian Bayu melirikku lagi, senyuman kecilnya menyiratkan sesuatu. Aku merasakan pipiku memanas di tambah


jantungku berdetak sangat cepat. Tidak menyangka Bayu akan mengatakan itu.


Aku belum menjawab, juga Bayu yang tidak menuntut jawabanku segera. Sampai pendaratan, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami semua kecuali pilot dan co-pilot yang berkomunikasi dengan staf pusat pendaratan.


Aku merasa sangat gugup sekarang, keringat dingin seperti membasahi telapak tanganku. Di tambah dada kiriku


semakin panas.


 


 


...

__ADS_1


__ADS_2